Connect with us

News

575 Anggota DPR RI 2019-2024 Resmi Dilantik

575 Anggota DPR RI 2019-2024 Resmi Dilantik


Selasa, 01 Oktober 2019 – 21:58:28 WIB – 2

Pelantikan anggota dpr ri periode 2019-2024

JAKARTA — Sebanyak 575 Anggota DPR RI resmi mengemban tugas sebagai wakil rakyat untuk 5 tahun ke depan.

Pelantikan digelar di Ruang Paripurna I, Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2019). Sidang paripurna pelantikan anggota DPR 2019-2024 dipimpin oleh pimpinan sementara, Abdul Wahab Dalimunthe (anggota DPR tertua) dan Hillary Brigitta Lasut (anggota DPR termuda).

575 anggota dewan terpilih membacakan sumpah jabatan dipandu oleh oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Dalam acara pengambilan sumpah janji tersebut, Ketua MA mengucapkan sumpah janji yang kemudian diulangi oleh seluruh anggota DPR RI terpilih.

“Bahwa Saya akan memenuhi kewajiban saya, sebagai anggota DPR RI, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, dengan berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.” Kata Hatta Ali

Pelantikan anggota DPR periode 2019-2024 disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Turut hadir pula beberapa tokoh undangan, seperti Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, wapres terpilih Maruf Amin, politikus Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: indonesia,nasional,tanah-datar

TDC Unand Padang Menggelar International Conference 2019 di Istana Bung Hatta Bukittinggi

TDC Unand Padang Menggelar International Conference 2019 di Istana Bung Hatta Bukittinggi

BUKITTINGGI — Tourism Development Center (Pusat Pengembangan Pariwisata) Universitas Andalas Padang menggelar…

Menyongsong Pilkada Tahun 2020, Pemkab Pasaman Gelar Penandatanganan NPHD

Menyongsong Pilkada Tahun 2020, Pemkab Pasaman Gelar Penandatanganan NPHD

LUBUK SIKAPING – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten…

Aksi Damai di Patung kuda Jakarta, Ini Pesannya

Aksi Damai di Patung kuda Jakarta, Ini Pesannya

JAKARTA — Aksi mahasiswa dan pelajar di depan DPR yang berakhir ricuh, tentu tidak dapat dipungkiri juga banyak…

ACT akan Terbangkan 97 Pengungsi Minang di Wamena Papua ke Kampung Halaman

ACT akan Terbangkan 97 Pengungsi Minang di Wamena Papua ke Kampung Halaman

Baznas Kota Solok Bekerjasama dengan PDAM Berikan Subsidi Fasilitas Air Minum Untuk KK Miskin

Baznas Kota Solok Bekerjasama dengan PDAM Berikan Subsidi Fasilitas Air Minum Untuk KK Miskin

SOLOK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Solok bekerjasama dengan PDAM Kota Solok memberikan subsidi pada…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer