Connect with us

News

7 Pemandu Karaoke Diamankan Satpol PP Padang

7 Pemandu Karaoke Diamankan Satpol PP Padang


Minggu, 17 November 2019 – 23:36:51 WIB – 2

Operasi satpol pp di sebuah THM di Padang

PADANG — Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, mengamankan tujuh orang wanita yang diduga sebagai pemandu karaoke, Minggu (17/11) dini hari.

Ketujuh wanita tersebut diamankan petugas Penegak Perda di sejumlah lokasi tempat hiburan malam, yakni enam orang wanita di Cafe All Star dan satu orang di Witz Club Axana.

“Petugas yang tengah melakukan Patroli pengawasan terhadap tempat hiburan malam, mendapati dua lokasi tempat hiburan masih melakukan aktifitas di atas ketentuan, tentu kegiatan mereka tersebut telah melanggar Perda serta peraturan yang berlaku di Kota Padang ini sehingga kita melakukan penertiban,” kata kasat Pol PP Padang Al Amin.

Tidak lama setelah penertiban, Petugas Penegak Perda Pemko Padang ini mendapat laporan dari masyarakat adanya satu orang wanita dan tiga orang laki-laki yang di duga berbuat mesuk di kawasan Jundul Rawang Kecamatan Padang Selatan.

“Empat remaja diamankan warga detempat yang resah ulah perbutan mereka, setelah di amankan selanjutnya diserahkan ke Satpol PP. Untuk keamanannya ke empat remaja ini kita amankan ke Mako Satpol PP Jalan Tan Malaka Padang, seluruh yang kita amankan kita serahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil untuk di proses sesuai aturan yang berlaku,” ucap Al Amin.

Selain itu, ke empat remaja tersebut pihak keluarganya di panggil petugas untuk datang ke Mako Satpol PP Kota Padang untuk dimontai keterangan lebih lanjut sekaligis sebagai penjamin.

“Untuk sementata kita tunggu pihak keluarga yang bersangkutan datang, karena kita sudah panggil keluarganya ke mako Satpol PP,” tambah Al Amin

Kasat Pol PP Padang mehimbau kepada masyarakat Kota Padang, agar masing-masing orang tua berperan aktif menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Sehingga mereka tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak baik yang dapat merugikan masa depan cita-cita mereka sendiri.

Terkait Penertiban kafe yang menyalahi aturan ini Kasat Pol PP Padang Al Amin, mehimbau kepada pemilik tempat hiburan yang tidak memiliki izin segera mengurusnya, karena sudah melanggar Perda 11 Tahun 2005, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat yaitu mengenaitempat usaha yang tertuang dalam pasal 9. Bagi pengusaha yang telah mengantongi izin agar jangan melakukan aktifitas yang melangar Perda No 5 Tahun 2012 tentang tanda Daftar Usaha Pasal 73  ayat 2 terkait patuh dan tutup tempat hiburan  malam yaitu di batasi hingga pukul 02.00 WIB.

“Terkait hal ini, pemilik usaha akan kita panggil ke Mako untuk dimintai keteranganya, ingat kami petugas Penegak Perda Pemko Padang, akan terus melakukan pengawasan setiap harinya,” tegas Al Amin.(vn)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: metro,padang,sumatra-barat

Wali Nagari Diduga Selingkuh Dengan Perangkatnya, Istri Desak Pemkab Pessel Lakukan Penyelidikan

Wali Nagari Diduga Selingkuh Dengan Perangkatnya, Istri Desak Pemkab Pessel Lakukan Penyelidikan

PESISIR SELATAN — Elisma Wati meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk menyelidiki kasus perselingkuhan…

Peduli Kasih, Satlantas Polres Pessel Gelar Giat Bakti Sosial Jumat Berbagi

Peduli Kasih, Satlantas Polres Pessel Gelar Giat Bakti Sosial Jumat Berbagi

PESISIR SELATAN — Kasat Lantas Polres Pesisir Selatan, Iptu Yuliadi bersama jajaran Jumat (15/11/2019) berbagi dalam…

Maju Pilkada 50 Kota Calon Perseorangan, Ini Jumlah Syarat Dukungan nya

Maju Pilkada 50 Kota Calon Perseorangan, Ini Jumlah Syarat Dukungan nya


LIMAPULUH KOTA – Calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pemilihan Kepala (Pilkada) Limapuluh Kota tahun…

Lakukan Sensus Penduduk Secara Online, BPS Padang Siap Turunkan Tim pada 15 Februari 2020

Lakukan Sensus Penduduk Secara Online, BPS Padang Siap Turunkan Tim pada 15 Februari 2020

PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang akan siapkan petugas dari pengurus RT untuk melakukan sensus penduduk…

Rindi, Gadis Kecil Asal Muara Tais Pasaman Penderita Bibir Sumbing Butuh Uluran Tangan

Rindi, Gadis Kecil Asal Muara Tais Pasaman Penderita Bibir Sumbing Butuh Uluran Tangan

BUKITTINGGI — Dari Muara Tais, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, Rindi si gadis kecil mesti…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer