Connect with us

Ekonomi

Advan G3 Pro Unggulkan RAM 4GB dan ROM 64GB

Advan G3 Pro Unggulkan RAM 4GB dan ROM 64GB


JAKARTA – Memenuhi kebutuhan konsumen Advan selaku industri produk lokal luncurkan produk baru Advan G3Pro unggulkan RAM 4GB dan ROM 64 GB. Sebagai Smartphone yang menyasar kalangan milenial untuk menunjang semua aktifitasnya dengan harga terjangkau.

Advan G3Pro ditawarkan perangkat smartphone terjangkau tampilan premium dan fitur mumpuni. Advan G3 Pro memiliki kesan pertama, terbukti hadir lebih tipis,  berkilau, kokoh, dan yang paling penting terasa nyaman dalam genggaman.

Aria Wahyudi GM Marketing Advan Indonesia kepada Singgalang di Jakarta mengatakan, Advan brand yang paling mengerti keinginan masyarakat Indonesia. Advan G3 Pro Smartphone paling terjangkau untuk milenial agar tetap eksis dijaman Modern saat ini.

Advan G3 Pro hadir dengan serangkaian peningkatan, membawa sederet keunggulan hasil kombinasi teknologi inovatif dan tampilan yang lebih stylish. Baik dari sisi performa, desain, hingga sistem kameranya lebih baik di kelasnya, ungkapnya.

Dengan mengusung prosesor OctaCore A55 1.6GHz+1.2GHz New CPU SC9863A, dengan keunggulan RAM 4GB dan ROM 64GB, mampu menghadirkan pengalaman bermain game tanpa hambatan. Dibelai dengan baterai lebih besar 3000 mAh, G3 Pro sangat cocok untuk menikmati konten multimedia secara non-stop.

Dibandingkan generasi sebelumnya, Advan G3 Pro hadir dengan Pro WaterDrop Screen, dengan aspect ratio lebar hingga 85%. Ponsel G3 Pro hadir dengan mengakomodasi dua kartu SIM, dua slot tersebut mendukung teknologi 4G. Sementara slot MicroSD memungkinkan penyimpanan tambahan hingga 128GB.

Mengusung layar lebih besar 6.3” dengan kulitas HD+. Kelebihan G3 Pro lainnya dari sisi camera, G3 Pro mengusung Double Camera 12MP + 2MP AF dengan bukaan F2.2, Camera depan 8MP bukaan F2.2, untuk kualitas video terbaik bisa digunakan hingga FHD 1920X1080.

Advan G3 Pro hadir dengan 2 pilihan warna Jade Green dan Peacock Blue, Perangkat ini menjalankan system operasi Android Pie 9.0, selain itu Advan G3 Pro dibekali dengan fitur keamanan Face ID membuka layar dengan cepat hanya dengan mengenali wajah yang didaftarkan dan fitur Finger print.

Advan G3 Pro akan tersedia di Official Store Advan Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli dan Bukalapak mulai tanggal 27 September 2019 dan hanya bisa di beli secara Online. Bagi 100 pembeli pertama akan mendapatkan Free SanDisk OTG 16GB dan disetiap pembelian Advan G3 Pro dalam paketan akan mendapatkan Eksklusif Headset JBL. (Smn) 

 



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Ada Sekat tak Perlu Cemas

Ada Sekat tak Perlu Cemas


PADANG – Inisiatif #AmanBersamaGojek terbukti membuat mitra driver Gojek semakin merasa aman dalam memperoleh pendapatan di dunia digital. Keamanan mitra ini menjadi poin penting di tengah meningkatnya migrasi pelaku usaha dari offline ke online semasa pandemi COVID-19.

Rasa aman tersebut tercermin dari hasil riset terbaru yang dilakukan Gojek kepada para mitra ekosistemnya. Mayoritas mitra driver (92%) menyatakan akun mitra driver mereka kini lebih aman, salah satunya dengan adanya fitur verifikasi wajah. Tidak hanya itu, mitra driver 

juga merasa bahwa keamanan fisiknya lebih terjamin di masa pandemi  dengan adanya protokol J3K (Keamanan, Kesehatan dan Kebersihan),  ditambah sistem suspensi yang transparan membantu mereka beraktivitas  dengan nyaman.

Leni menerima alat sekat pelindung diri dari Gojek.

Hal di atas diamini Leni Marlina (74), driver GoRide Padang. “Benar saya merasa lebih aman dengan adanya sistem berbagai pembaharuan inovasi teknologi di bawah payung Gojek SHIELD sesuai inisiatif  #AmanBersamaGojek,” kata Leni berbagi cerita, pada Singgalang beberapa waktu lalu.

Ditambah lagi belum lama ini dia menerima alat sekat dari Gojek. Alat  itu menambah keberaniannya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat Kota Bingkuang. Dua hari hujan mengguyur Kota Padang. Selama itu driver Gojek itu seolah berpacu dengan derasnya air pemberian Tuhan dari  dari  langit. Leni Marlina, driver Gojek dengan semangat mengendarai  motornya. Tancap gas mengantarkan penumpang ke alamat. 

Leni adalah salah seorang driver Go Ride yang mendapatkan alat sekat  sebagai pelindung dirinya dengan penumpang untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19, beberapa waktu lalu. Dengan alat sekat itu dia lebih percaya diri dalam menjalankan profesinya. 

“Alhamdulillah saya satu dari sekian banyak driver yang dapat alat sekat ini. Dengan alat sekat antara saya dan penumpang merasa lebih aman. Takut kalau-kalau saya atau penumpang yang sakit, satu sama lain bisa terhindar dari virus corona,” kata Leni yang baru saja mengantar penumpang ke kawasan Siteba Padang. 

Diceritakannya, sejak wabah corona melanda Sumbar, otomatis orderannya  ikut terimbas. Sebab masyarakat takut keluar rumah. Meski demikian, Leni tetap optimis menjalankan profesinya, tentunya dengan tetap  menerapkan protokol kesehahatan. Mulai dari memakai masker, jaga jarak  dan mencuci tangan setiap kali mau makan, minum apalagi pulang ke  rumah. 

Leni punya dua anak yang masih kecil, karenanya dia tak ingin jantung  hatinya terpapar virus menular itu. 

Leni mulai profesinya sebagai driver ojol sejak 2,5 tahun lalu. Selama itu setiap pagi dia selalu ready mengantarkan penumpangnya. Bedanya di masa pandemi dia harus berhati-hati benar dalam menjaga kesehatan. Jika  tidak virus Covid-19 tantangannya. 

Kehadiran Gojek di Padang memberi arti besar bagi ibu empat anak tersebut. Dengan menjadi driver GoRide dan GoSend. Sebab dia tak terikat dengan waktu seperti orang kantoran. Artinya dia bisa tetap bekerja sambil mengawasi anak-anak. Ketika orderan ada yang bekerja sesuai waktu yang ditentukan. 

“Yang penting terus berusaha,” ujarnya. 

Dia berharap Gojek selaku perusahaan yang menggunakan platform digital terus berjaya meski di tengah pandemi Covid-19. Dengan begitu ekonomi orang-orang kecil seperti dirinya terus berjalan meski di tengah situasi sulit seperti sekarang. 

Sementara, Chief Information Security Officer (CISO) Gojek Group – George Do, dalam pers rilisnya pada 18 Oktober 2020 mengatakan, pihaknya terus memperkuat keamanan sistem dengan melakukan  berbagai pembaharuan inovasi teknologi di bawah payung Gojek SHIELD 

sesuai inisiatif #AmanBersamaGojek. Inovasi ini dilakukan secara  menyeluruh di platform mitra driver dan mitra merchant.

Inovasi terbaru di sisi platform mitra driver, kata George, adalah inovasi verifikasi wajah mitra driver. Fitur tersebut berfungsi  memastikan kesesuaian data dan informasi mengenai identitas mitra  driver.

Alat sekat dipasangan ke Lebi sebagai driver GoRide

Lapisan keamanan tambahan ini bisa melindungi mitra dari berbagai upaya  pengambilalihan akun secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab. Fitur verifikasi wajah wajib digunakan oleh mitra driver yang ingin masuk (login) ke aplikasi untuk menjalankan order. Inovasi ini  melengkapi inovasi lainnya yaitu penyamaran nomor telepon (number  masking), tombol darurat (emergency button) dan bagikan perjalanan (share trip).

Inovasi keamanan juga dilakukan di platform GoBiz untuk mitra merchant, yang mana platform ini telah dilengkapi dengan fitur verifikasi PIN, OTP (kode rahasia One Time Password), dan fitur ‘Kelola Pengguna GoBiz’ untuk melindungi data pribadi usaha mitra merchant . Selain itu, calon mitra juga bisa menjadi mitra usaha Gojek dengan aman dan mudah tanpa perantara melalui inovasi terbaru yaitu Fitur Daftar Mandiri GoBiz. Calon mitra merchant bisa langsung registrasi, verifikasi dan aktivasi akunnya dalam satu genggaman.

Lebih jauh lagi, Gojek meningkatkan kapabilitas sumber daya manusianya  di bidang keamanan digital dengan menambah jajaran pemimpin senior dengan keahlian mendalam di bidang keamanan siber serta pengalaman  global di industri teknologi. Mereka termasuk Chief Information  Security Officer George Do yang berpengalaman di NASA dan Equinix perusahaan investasi real estate yang terdaftar di Nasdaq; serta Chief Information Officer Petrus Phoa yang pernah memimpin tim keamanan di  PayPal, Github dan Box.

GoPay Head of IT Governance, Risk and Compliance, Information Security  Ganesha Saputra menambahkan, usaha Gojek tidak berhenti di teknologi saja. Platform karya anak bangsa ini terus melakukan edukasi komprehensif kepada mitra driver, mitra merchant dan masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi milik perusahaan dan kanal eksternal seperti sosial media dan webinar publik, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kominfo RI dan Siberkreasi. 

Edukasi ini penting mengingat literasi digital masyarakat Indonesia yang masih rendah dan berbanding terbalik dengan penggunaan aplikasi digital yang makin meningkat.

Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada Tony  Seno Hartono, mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya, kejahatan digital yang berbasis manipulasi psikologis/social engineering masih  terjadi di masa pandemi. (yn)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi – siarminang.net

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi – Beritasumbar.com

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang mengedepankan tema “The Infinite Story of Farmers,” kali ini mereka bekerja sama dengan Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO). Berlokasi di Jl. Palembang No.14, Ulak Karang Selatan, Kec. Padang Utara, Padang Sumatera Barat – Rumah Noka #02 kembali mengedepankan produk olahan kopi Specialty-grade dari petani lokal, dilengkapi oleh makanan fusion Western & tradisional Sumbar untuk menambah kehangatan.

Dengan sedikitnya 625 petani kopi di bawah naungan ALKO, yang menangani lahan seluas 430 ha yang tersebar di 24 desa – kolaborasi ini menjadi titik tolak untuk memberdayakan petani dan mengangkat cerita di hulu produksi kopi, khususnya bagi generasi Millenial yang menjadi mayoritas konsumen Noka Coffee. Salah satu nilai lebih ALKO yakni aplikasi Kopi Traceability dengan mengadopsi teknologi blockchain yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Jepang, Emurgo. Teknologi ini memungkinkan customer mengetahui proses kopi dari petik, roasting, hingga penyajian.

Petani tradisional dengan segala keterbatasannya pada akses teknologi sangat terdampak kondisi force majeure seperti saat ini. Misalnya, hasil panen hanya mereka taruh di dalam karung, menunggu pengepul datang membeli dengan harga yang kadang tak mereka ketahui kebenarannya. Dengan edukasi yang konsisten oleh ALKO, kini sebagain besar petani kopi Kerinci dapat mengetahui fluktuasi harga kopi dunia secara real time, setiap hari. Noka melihat dedikasi ALKO di sektor agribisnis ini sebagai aset utama untuk sebuah kolaborasi jangka panjang.

“Dalam kondisi pandemi yang sudah berlangsung 6 bulan lebih, pendapatan para petani kopi jelas menurun seiring berkurangnya demand, baik dari pasar domestik maupun global. Banyak dari mereka yang berpindah menjadi petani musiman, belum lagi pengepul yang membeli biji kopi dengan harga rendah. Cara ALKO dalam mengedukasi petani dan mencoba memberi peningkat kesejahteraan mereka membuat kami bersemangat memulai project ini,” ujar Rendrian Maharsya, Cofounder sekaligus Chief Marketing Officer Noka Coffee.

Suryono Bagastani, CEO ALKO yang juga merangkap petani dan prosesor, menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan misi Koperasi dalam mengangkat derajat petani kopi dan menarik minat generasi muda Kerinci dan sekitar utuk membangun daerahnya melalui sektor agri bisnis.

 “Kami mengapresiasi Noka yang mengangkat cerita petani dalam setiap produk mereka, dan ini baru permulaan. Setelah Padang, kita juga akan mengerjakan Noka Coffee Jambi – dimana ini akan menjadi project CSR, karena melibatkan mahasiswa berprestasi Universitas Jambi (UNJA), tak hanya sebagai karyawan tapi juga pemegang saham outlet Jambi,” ujar Suryono.

Dalam kesempatan ini Noka juga meluncurkan produk kopi susu terbaru mereka, Kopi Susu “Specialty Arabica Natural” Mbak Erna. Mbak Erna sendiri adalah seorang petani binaan ALKO dari desa Giri Mulyo Kayu Aro, yang telah mengekspor biji kopi Specialty miliknya ke berbagai negara, seperti Jepang, Norwegia, dan New Zealand.

Tentang Noka

Nōka (の う か dalam bahasa Jepang) berarti Petani. Ini mencerminkan budaya yang menghargai proses, memiliki ketahanan, dan memiliki karakter kuat yang identik. Noka mengabadikan nama petani kopi yang berkontribusi ke dalam setiap produk mereka, antara lain:

  • Kopi Susu “Fine Robusta” Pak Agung
  • Kopi Susu “Arabica Honey” Mak Santi
  • Kopi Susu “Arabica Natural” Mbak Erna

Noka Coffee didirikan oleh tiga serangkai dengan latar belakang berbeda: Panji Abdiandra Mudiar (Certified Coffee Roaster by SCAI), Rendrian Maharsya (praktisi Kehumasan), dan Irvan Setiadi (wiraswasta). Dengan berbisnis langsung dengan petani kopi, Noka Coffee mempromosikan kopi dengan kualitas terbaik (Specialty-grade) juga dapat dinikmati dengan harga kopi kekinian, dengan memotong banyak supply chain. Beberapa produk best-seller Noka antara lain:

Tentang ALKO

Koperasi Kopi Alam Korintji (ALKO) merupakan perkumpulan Petani Kopi Lereng Gunung Kerinci yang berdiri pada tahun 2015. ALKO didirikan dengan tujuan untuk memberi pendampingan kepada petani kopi agar dapat memiliki ilmu agribisnis dan teknologi, guna meningkatkan kapasitas anggota dalam menjadikan tanaman kopi sebagai pendapatan utama, sebagai penyangga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan penyangga Gunung Kerinci. dan penunjang industri pariwisata Kerinci.

Visi besar ALKO yakni preserving nature dan empowering community. Salah satu wujud nyatanya adalah setiap 1kilogram sampah yang dibawa pendaki dari gunung Kerinci akan di tukar dengan @100gram biji kopi dari petani ALKO. Koperasi juga memiliki koordinat kebun petani secara akurat, guna memastikan tidak ada petani yang berkebun di kawasan hutan lindung dan/atau taman nasional Gunung Kerinci Seblat.

Bentuk kegiatan empowering community ALKO, salah satunya dengan melakukan pelatihan gratis untuk petani perihal GAP (Good Agriculture Practice) kopi, dari pola tanam sampai pasca panen, termasuk di dalamnya melakukan pendampingan usaha kepada kelompok wanita tani anggota Koperasi. Koperasi ALKO juga memberikan sharing Purchase Order dan Profit untuk setiap pemesanan kopi, baik dari pasar domestik maupun 10 negara yang saat ini telah menjadi pasar ekspor.



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi – siarminang.net

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi – Beritasumbar.com

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang mengedepankan tema “The Infinite Story of Farmers,” kali ini mereka bekerja sama dengan Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO). Berlokasi di Jl. Palembang No.14, Ulak Karang Selatan, Kec. Padang Utara, Padang Sumatera Barat – Rumah Noka #02 kembali mengedepankan produk olahan kopi Specialty-grade dari petani lokal, dilengkapi oleh makanan fusion Western & tradisional Sumbar untuk menambah kehangatan.

Dengan sedikitnya 625 petani kopi di bawah naungan ALKO, yang menangani lahan seluas 430 ha yang tersebar di 24 desa – kolaborasi ini menjadi titik tolak untuk memberdayakan petani dan mengangkat cerita di hulu produksi kopi, khususnya bagi generasi Millenial yang menjadi mayoritas konsumen Noka Coffee. Salah satu nilai lebih ALKO yakni aplikasi Kopi Traceability dengan mengadopsi teknologi blockchain yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Jepang, Emurgo. Teknologi ini memungkinkan customer mengetahui proses kopi dari petik, roasting, hingga penyajian.

Petani tradisional dengan segala keterbatasannya pada akses teknologi sangat terdampak kondisi force majeure seperti saat ini. Misalnya, hasil panen hanya mereka taruh di dalam karung, menunggu pengepul datang membeli dengan harga yang kadang tak mereka ketahui kebenarannya. Dengan edukasi yang konsisten oleh ALKO, kini sebagain besar petani kopi Kerinci dapat mengetahui fluktuasi harga kopi dunia secara real time, setiap hari. Noka melihat dedikasi ALKO di sektor agribisnis ini sebagai aset utama untuk sebuah kolaborasi jangka panjang.

“Dalam kondisi pandemi yang sudah berlangsung 6 bulan lebih, pendapatan para petani kopi jelas menurun seiring berkurangnya demand, baik dari pasar domestik maupun global. Banyak dari mereka yang berpindah menjadi petani musiman, belum lagi pengepul yang membeli biji kopi dengan harga rendah. Cara ALKO dalam mengedukasi petani dan mencoba memberi peningkat kesejahteraan mereka membuat kami bersemangat memulai project ini,” ujar Rendrian Maharsya, Cofounder sekaligus Chief Marketing Officer Noka Coffee.

Suryono Bagastani, CEO ALKO yang juga merangkap petani dan prosesor, menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan misi Koperasi dalam mengangkat derajat petani kopi dan menarik minat generasi muda Kerinci dan sekitar utuk membangun daerahnya melalui sektor agri bisnis.

 “Kami mengapresiasi Noka yang mengangkat cerita petani dalam setiap produk mereka, dan ini baru permulaan. Setelah Padang, kita juga akan mengerjakan Noka Coffee Jambi – dimana ini akan menjadi project CSR, karena melibatkan mahasiswa berprestasi Universitas Jambi (UNJA), tak hanya sebagai karyawan tapi juga pemegang saham outlet Jambi,” ujar Suryono.

Dalam kesempatan ini Noka juga meluncurkan produk kopi susu terbaru mereka, Kopi Susu “Specialty Arabica Natural” Mbak Erna. Mbak Erna sendiri adalah seorang petani binaan ALKO dari desa Giri Mulyo Kayu Aro, yang telah mengekspor biji kopi Specialty miliknya ke berbagai negara, seperti Jepang, Norwegia, dan New Zealand.

Tentang Noka

Nōka (の う か dalam bahasa Jepang) berarti Petani. Ini mencerminkan budaya yang menghargai proses, memiliki ketahanan, dan memiliki karakter kuat yang identik. Noka mengabadikan nama petani kopi yang berkontribusi ke dalam setiap produk mereka, antara lain:

  • Kopi Susu “Fine Robusta” Pak Agung
  • Kopi Susu “Arabica Honey” Mak Santi
  • Kopi Susu “Arabica Natural” Mbak Erna

Noka Coffee didirikan oleh tiga serangkai dengan latar belakang berbeda: Panji Abdiandra Mudiar (Certified Coffee Roaster by SCAI), Rendrian Maharsya (praktisi Kehumasan), dan Irvan Setiadi (wiraswasta). Dengan berbisnis langsung dengan petani kopi, Noka Coffee mempromosikan kopi dengan kualitas terbaik (Specialty-grade) juga dapat dinikmati dengan harga kopi kekinian, dengan memotong banyak supply chain. Beberapa produk best-seller Noka antara lain:

Tentang ALKO

Koperasi Kopi Alam Korintji (ALKO) merupakan perkumpulan Petani Kopi Lereng Gunung Kerinci yang berdiri pada tahun 2015. ALKO didirikan dengan tujuan untuk memberi pendampingan kepada petani kopi agar dapat memiliki ilmu agribisnis dan teknologi, guna meningkatkan kapasitas anggota dalam menjadikan tanaman kopi sebagai pendapatan utama, sebagai penyangga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan penyangga Gunung Kerinci. dan penunjang industri pariwisata Kerinci.

Visi besar ALKO yakni preserving nature dan empowering community. Salah satu wujud nyatanya adalah setiap 1kilogram sampah yang dibawa pendaki dari gunung Kerinci akan di tukar dengan @100gram biji kopi dari petani ALKO. Koperasi juga memiliki koordinat kebun petani secara akurat, guna memastikan tidak ada petani yang berkebun di kawasan hutan lindung dan/atau taman nasional Gunung Kerinci Seblat.

Bentuk kegiatan empowering community ALKO, salah satunya dengan melakukan pelatihan gratis untuk petani perihal GAP (Good Agriculture Practice) kopi, dari pola tanam sampai pasca panen, termasuk di dalamnya melakukan pendampingan usaha kepada kelompok wanita tani anggota Koperasi. Koperasi ALKO juga memberikan sharing Purchase Order dan Profit untuk setiap pemesanan kopi, baik dari pasar domestik maupun 10 negara yang saat ini telah menjadi pasar ekspor.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer