Connect with us

Ekonomi

AirAsia sambut baik program vaksinasi di Asean, Asia, dan dunia

Promo Big Sale, AirAsia Tebar 6 Juta Kursi Gratis dan Harga Tiket Miring


SEPANG- AirAsia menyambut baik program vaksinasi COVID-19 yang akan diluncurkan di Malaysia mulai minggu ini sebagai indikator awal pemulihan perjalanan internasional dalam waktu dekat.

Program vaksinasi yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah negara destinasi AirAsia, seperti Indonesia, Singapura, Tiongkok, dan Australia juga menunjukan perkembangan yang signifikan. Indonesia bahkan telah memasuki program vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang menyasar lebih dari 38 juta masyarakat lanjut usia dan petugas pelayanan publik, termasuk petugas transportasi, sejak 17 Februari 2021. Indonesia sebelumnya telah melakukan vaksinasi tahap pertama terhadap lebih dari 1,2 juta masyarakat garda terdepan sejak 13 Januari 2021. Sementara itu, Thailand dan Filipina dijadwalkan akan memulai program vaksinasinya pada kuartal pertama tahun ini.

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan, setelah setahun berada di dalam ketidakpastian, senang rasanya ada harapan yang menunjukkan masa penuh tantangan ini akan segera pulih. “Sepanjang pandemi ini, AirAsia telah secara intensif menerapkan inisiatif digital dan teknologi inovatif yang akan membuat pengalaman terbang menjadi lebih aman dan lancar pasca pandemi nantinya,” katanya.

Dengan uji kesehatan yang lebih baik, pembukaan zona perjalanan terbatas (travel bubble) untuk wisata, ketersediaan obat antivirus, serta penggunaan paspor kesehatan digital yang mampu menampilkan catatan kesehatan di seluruh Asean dan sekitarnya nantinya diharapkan dapat semakin mempercepat pemulihan perjalanan secara global. “Saya yakin AirAsia dapat pulih lebih cepat. Hal ini didukung oleh penerapan model bisnis berbiaya rendah, posisi di pasar saat ini, dan transformasi digital menjadi aplikasi super terkemuka di Asia untuk perjalanan dan gaya hidup yang telah membantu mengurangi dampak dari pandemi,” katanya.

“Kami telah melalui berbagai krisis di masa lalu termasuk 9/11, epidemi flu burung SARS, sejumlah bencana alam tsunami dan gempa bumi, namun sejauh ini COVID-19 merupakan situasi paling menantang yang pernah kami hadapi.”

“Pembatasan perjalanan secara global seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Setelah melewati pengelolaan finansial yang ketat selama setahun, termasuk menghentikan operasional di Jepang dan mengurangi kepemilikan saham di India, akhirnya kami melihat peluang untuk pulih.”

“Saya tetap optimis bahwa kami akan mencapai target pendanaan sebesar MYR 2,5 miliar. Tahap pertama dari private placement hingga 20% dari total saham AirAsia Group Berhad telah diselesaikan minggu lalu yang menghasilkan sebanyak 11,07% penawaran senilai MYR 250 juta. Hal ini jelas menunjukan kepercayaan pasar dan investor yang solid terhadap perusahaan.”

“Kami sedang berupaya untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dengan Skema Jaminan Prihatin Danajamin bulan depan. Secara bersamaan, kami tengah berdiskusi untuk mengupayakan pendanaan lainnya di sejumlah negara jaringan utama kami seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina yang akan kami umumkan lebih lanjut. Langkah-langkah peningkatan modal dan pendanaan lainnya sedang dipertimbangkan, termasuk peningkatan modal untuk entitas digital kami. Kami berharap kejelasan lebih lanjut mengenai semua upaya pendanaan dapat diketahui pada akhir Maret.”

“Dengan situasi yang ada, saya merasa bangga pada seluruh Allstars yang tidak pernah putus asa melalui masa sulit ini dan kini saya sangat bersemangat untuk membawa mereka melewati masa pemulihan ini sembari kita bertransformasi menjadi sebuah aplikasi super untuk perjalanan, teknologi, dan gaya hidup di Asia. Kami berharap pemulihan dapat terwujud secara bertahap di tahun 2021 untuk semua pasar utama kami dan potensi pemulihan menyeluruh dalam dua tahun mendatang,” tutup Tony.

Sepanjang pandemi tahun 2020, AirAsia telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat transformasi digitalnya menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan dengan memperkenalkan berbagai produk dan layanan baru yang menambah sumber pendapatan, seperti aplikasi super airasia, logistik, e-commerce, fintech, serta penerapan prosedur dan inovasi terkini seperti pengenalan wajah biometrik untuk menghadirkan pengalaman terbang yang lebih higienis dan minim kontak. (yuni)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Ekonomi

Rupiah Loyo, Dolar AS Pagi Ini Rp14.092

Pagi Ini, Rupiah Menguat Tipis


JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan pagi ini. Rupiah berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (25/2/2021) pada pukul 09.20 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 7.5 poin atau 0,05% ke level Rp14.092 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.082 hingga Rp14.092 per USD.

Sementara itu, yahoofinance mencatat rupiah melemah ke level Rp14.085 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.085 – Rp14.085 per USD.

Sebelumnya, Dolar AS menyentuh posisi terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap mata uang terkait komoditas seperti dolar Kanada, Australia dan Selandia Baru. Di sisi lain, dolar AS melemah karena kebijakan The Fed.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa suku bunga AS akan tetap rendah dan The Fed akan terus membeli obligasi untuk mendukung ekonomi AS. Pernyataan Powell mendorong dolar ke dalam perdagangan reflasi, yang mengacu pada peningkatan aktivitas ekonomi serta inflasi.

Di sisi lain, mata uang terkait dengan komoditas mendapat manfaat dari kenaikan dalam perdagangan global. Seperti mata uang di negara-negara seperti Inggris telah diuntungkan dengan membuat kemajuan dalam pemulihan dari pandemi virus corona. (aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan

Rupiah Baru Mirip Yuan, Ketua Kadin: Semua Negara Desainnya Beda


JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan untuk rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing sebesar 25 bps (basis point) serta menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan untuk valuta asing pada Bank Umum sebesar 25 bps (basis point).

Dengan demikian, Tingkat Bunga Penjaminan untuk Rupiah pada Bank Umum ditetapkan menjadi sebesar 4,25% dan untuk valuta asing pada Bank Umum sebesar 0,75%.

Sementara itu, Tingkat Bunga Penjaminan untuk Rupiah pada BPR menjadi sebesar 6,75%. Tingkat Bunga Penjaminan tersebut berlaku mulai tanggal 25 Februari 2021 hingga tanggal 28 Mei 2021.

Selanjutnya, LPS akan tetap melakukan monitoring dan membuka ruang evaluasi atas Tingkat Bunga Penjaminan sebelum akhir periode tersebut sesuai dinamika kondisi perekonomian dan perbankan.

Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono menyampaikan bahwa kebijakan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan LPS tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain arah suku bunga simpanan perbankan yang terus menunjukkan tren penurunan, kondisi dan prospek likuiditas perbankan yang relatif longgar serta perkembangan terkini dari pemulihan perekonomian yang memerlukan dukungan berupa sinergi kebijakan dari otoritas keuangan.

“LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan dengan pertimbangan bahwa kondisi likuiditas perbankan saat ini berada pada kondisi yang cukup stabil yang ditandai dengan penurunan suku bunga pasar simpanan. LPS juga memandang bahwa pemulihan aktivitas ekonomi perlu diakselerasi dengan penguatan intermediasi perbankan. Oleh karena itu, LPS berharap kebijakan ini dapat memberikan ruang lanjutan bagi penurunan suku bunga kredit perbankan yang pada gilirannya digunakan mendukung pembiayaan sektor riil,” ujar Didik Madiyono di Jakarta, Rabu (24/2/2021), dikutip dari okezone. (rn/*)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Menguat Tipis, Rupiah Berada di Rp14.085/Dolar

Rupiah Menguat Seiring Terhambatnya Pemulihan Ekonomi AS


JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis di perdagangan hari ini. Rupiah pagi ini berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (24/2/2021) pada pukul 10.02 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 7,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.085 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.072 hingga Rp14.085 per USD.

Sementara itu, yahoofinance mencatat rupiah berada di level Rp14.122 per USD. Dalam pergerakannya Rupiah landai di Rp14.122 per USD.

Adapun kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta berada di Rp14.073 per USD, menguat dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.093.

Pagi ini, indeks dolar AS sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa sore (Rabu pagi WIB). Dolar menguat setelah ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menolak pernyataan bahwa kebijakan moneter yang longgar berisiko melepaskan inflasi, sementara pound Inggris naik ke level tertinggi baru dalam tiga tahun terakhir.

Meningkatnya kemungkinan Kongres akan meloloskan rencana stimulus Presiden Joe Biden sebesar USD1,9 triliun telah memicu kekhawatiran tentang kemungkinan lonjakan inflasi. Seiring meningkatnya ekspektasi tersebut, begitu pula popularitas dari apa yang disebut perdagangan reflasi, yang bulan ini telah menarik dolar lebih rendah. (aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer