Connect with us

News

Antisipasi Serangan ISPA, Pemrov Sumbar Bagikan Ribuan Masker

Antisipasi Serangan ISPA, Pemrov Sumbar Bagikan Ribuan Masker


Sabtu, 14 September 2019 – 18:37:32 WIB – 106

Ilustrasi

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah membagikan 7.000 masker untuk mengantisipasi dampak adanya kabut asap yang sekarang ini mulai terjadi.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, pembagian masker itu antara lain diberikan kepada para pelajar dan masyarakat pengguna jalan.

“Penggunaan masker menghindari dampak kabut asap yang mengandung partikel yang bisa merusak paru-paru dan menyebabkan infeksi saluranpernafasan,” katanya, Jumat (13/9/2019).

“Hari ini kita bagikan masker bagi pengendara sepeda motor. Ada sekitar 7.000 masker. 5.000 dari Dinkes dan sisanya dari DLH,” kata Nasrul Abit, Jumat.

Nasrul Abit menyebutkan, pembagian edaran dan pembagian masker itu harus membuat masyarakat waspada terhadap bahaya asap.

“Masyarakat harus tahu bahwa kualitas udara di Sumbar sudah mulai memburuk. Partikel debunya sudah berbahaya dan berada di ambang batas,” ujar Nasrul.

Untuk itu, Pemprov Sumbar mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Apabila terpaksa, masyarakat diminta memakai masker agar partikel debu tidak merusak kesehatan.

Sementara bagi siswa, kata Nasrul, sudah diedarkan surat agar menghentikan aktivitas di luar ruangan seperti kegiatan olahraga, upacara dan lainnya sampai kondisi udara pulih.

Sebelumnya diberitakan, kondisi kualitas udara di Sumatera Barat yang terus menurun akibat asap membuat Pemerintah Provinsi Sumbar mengeluarkan surat imbauan yang melarang siswa melakukan aktivitas di luar ruangan.

Surat edaran pada 12 September 2019 itu mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Menurunnya kualitas udara di Sumbar terpantau dari meningkatnya partikel debu PM 10.

Semula, PM 10 itu terpantau 25-20 mg/m3. Namun, dalam pemeriksaan pada 12 September 2019, meningkat tajam menjadi 96. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: metro,padang,pemprov,pemprov-sumbar,sumatra-barat

Ciptakan Wartawan yang Profesional, PWI Mentawai Bekali 18 Orang Untuk Ikuti KLW

Ciptakan Wartawan yang Profesional, PWI Mentawai Bekali 18 Orang Untuk Ikuti KLW

MENTAWAI – Demi menciptakan wartawan yang profesional untuk suatu daerah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten…

Masyarakat Solok Dapat Pengobatan Gratis Dari Jasa Raharja

Masyarakat Solok Dapat Pengobatan Gratis Dari Jasa Raharja

SOLOK – Jasa Raharja Perwakilan Solok gelar pengobatan gratis bagi masyarakat Kota Solok. Pengobatan gratis kali ini…

Mengenalkan Indonesia Kepada Bule-bule Azerbaijan dalam Indonesian Cultural Festival

Mengenalkan Indonesia Kepada Bule-bule Azerbaijan dalam Indonesian Cultural Festival

BAKU, AZERBAIJAN – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baku, Azerbaijan, untuk keempat kalinya akan segera…

Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Pemkab Pasaman Bentuk KP3

Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Pemkab Pasaman Bentuk KP3

PASAMAN – Bupati Pasaman yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Ir . Yuspi membuka dengan resmi…

Tekan Angka Penderita TB di Padang, Dinkes Lakukan Ini

Tekan Angka Penderita TB di Padang, Dinkes Lakukan Ini

PADANG — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) berupaya menekan kasus penyakit Tuberkolosis (TBC)….

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer