Connect with us

Kolom & Opini

Audy Joinaldy Anak Muda Yang Hobi Diskusi – siarminang.net

Audy Joinaldy Anak Muda Yang Hobi Diskusi – Beritasumbar.com

Oleh Reido Deskumar

Bicara anak muda, pasti banyak cerita yang menyertainya. Salah satunya tentang hobi. Ya, sebuah aktivitas yang cenderung dilakukan anak muda sesuai dengan apa yang disukainya. Begitu juga Audy Joinaldy, anak muda yang saat ini sedang maju sebagai calon wakil gubernur Sumatera Barat, memiliki hobi yang berbeda dari lainya. Sebagai anak muda yang berkecimpung di dunia bisnis dan akademis, Audy Joinaldy memiliki hobi yang senang berdiskusi.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai aktivitas yang dilakukanya, baik itu sebelum ataupun setelah mancalonkan diri pada kontestasi Pilgub Sumbar. Sebelum maju di Pilgub Sumbar, Audy Joinaldy sudah rutin mengisi kuliah umum di kampus-kampus ternama di Indonesia dan menjadi pembicara di forum-forum nasional maupun internasional. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa secara wawasan dan knowledge yang dimiliki ia piawai dalam berdiskusi banyak hal.

Begitu pula setelah memastikan maju pada kontestasi Pilgub Sumbar, hobi berdiskusi Audy Joinaldy kian mendapatkan tempat dan sangat terfasilitasi. Mulai dari biasanya melakukan diskusi dengan mahasiswa dan kalangan pengusaha, setelah menjadi calon wakil gubernur Sumatera Barat, ruang diskusi itupun semakin bertambah luas hingga menyentuh elemen masyarakat. Para petani, nelayan, UMKM, seniman, olahragawan, bundo kanduang, para komunitas, mahasiswa dan juga anak-anak muda millenial yang ada di Sumatera Barat, semua menjadi wadah baru bagi Audy Joinaldy untuk berdiskusi.

Audy Joinaldy merupakan sosok yang sangat menghormati sebuah undangan pertemuan, diskusi publik, ataupun permintaan menemui masyarakat langsung ke daerah. Karena baginya, undangan merupakan sebuah amanah yang harus ditunaikan. Di samping itu, Audy Joinaldy melihat bahwa masyarakat sangat butuh treatment berupa gagasan, narasi, serta pemikiran anak muda karena mereka itu solutif, kreatif dan inovatif. Sehingga wajar bila hari-hari yang dijalani Audy Joinaldy kini tak terpisahkan dari masyarakat. Jika hari ini mengunjungi daerah A besok sudah sampai saja di daerah B. Bahkan dalam sehari bisa mencapai pulahan titik yang didatangi hanya untuk berdiskusi.

Begitupun dengan ruang-ruang publik baik dalam bentuk undangan televisi lokal, forum diskusi online yang dibuat elemen masyarakat, komunitas bahkan dengan mahasiswa, ia turut meladeninya seperti Adu Strategi Pengembangan BUMD di Padang TV, Recovery Ekonomi Di Tengah Pandemi diacara Forum Ekonomi Sumbar, Kemana Arah Gerak Sumbar Selajutnya di acara Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Andalas, Menguji Visi Pelayanan Publik Calon Gubernur Sumbar di acara Ombudsman Provinsi Sumatera Barat, dan masih banyak lagi lainnya. Semua undangan tersebut, Audy Joinaldy memastikan dirinya untuk selalu hadir. Walaupun sedang berada di daerah yang terkendala jaringan internet, ia tetap ikut bergabung dengan konsekuensi internet yang terputus dan harus berkali-kali untuk join di forum diskusi yang sedang berlangsung.

Pada forum-forum tatap muka, Audy Joinaldy memperlihatkan keseriusannya menjamu diskusi berbagai komunitas yang dilakukan baik itu dirumah kediamanya atau di posko pemenangan. Setiap hari ada saja orang-orang yang datang untuk bertemu. Hal itu dapat dilakukan sampai tidak mengenal waktu. Malam sudah larutpun tidak terasa. Lagi-lagi tentang hobi berdiskusi.

Hadirnya Audy Joinaldy di ruang-ruang publik baik online maupun offline untuk berdiskusi merupakan bentuk kesiapan dirinya memimpin Sumatera Barat. Tidak ada kecanggungan sedikitpun walau harus berhadapan dengan kandidat yang lebih senior, para pakar, dan tentunya semua elemen masyarakat yang menyaksikan. Audy Joinaldy begitu jelas dalam memaparkan visi misi, program unggulan, dan menjawab pertanyaan yang diperuntukkan kepadanya. Kebiasaan Audy Joinaldy berdiskusi dengan semua elemen masyarakat akan memudahkan interakasi, komunikasi, dan penyerapan aspirasi dari masyarakat saat memimpin Sumatera Barat nantinya.



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kolom & Opini

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi – siarminang.net

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi – Beritasumbar.com

Penulis: Mujiyani Rahmawati

Perguruan Tinggi / Kampus  adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Namun sayangnya kampus saat ini sudah beralih fungsi, yang awalnya adalah untuk mengembangkan potensi menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, dst ( UU No.12 Th 2020  Tujuan Pendidikan Tinggi ) berubah menjadi sarana bisnis untuk menghasilkan profit besar. Akibat tuntutan perubahan status kampus menjadi kampus otonom.

Sejak lahirnya UU no 12 Th 2012 yang menjadi pijakan dasar bagi Perguruan Tinggi beralih status menjadi PTN-BH. Sejak saat itulah kampus-kampus di Indonesia didorong  untuk menjadi PTN-BH. Salah satunya adalah Kampus Universitas Andalas Sumatera Barat yang ditargetkan oleh kemenristekdikti menjadi PTN-BH ditahun 2020 bersama dengan kampus Universitas Sebelas Maret dan Universitas Brawijaya ( medcom.id ).

Memang ketika kampus  telah berhasil beralih status menjadi PTN-BH akan banyak keuntungan yang akan diperolehnya. Kampus memiliki kewenangan menyusun STOK dibawah rektor, membuka dan menutup prodi, mengatur keuangan sendiri , serta akan medapatkan alokasi dana riset sebesar 400  sampai 600 milliar per tahun  dan alokasi dana untuk pengembangan “World Class Uiversity”  200 Milliar.

Tentunya semua itu diperoleh setelah memenuhi persyaratan dan seleksi yang ketat, tidak hanya ditingkat nasional tapi juga internasional. Akreditasi 80%  A, tercatat sebagai 500 besar kampus dunia, publikasi internasional, dan prestasi mahasiswa nasional dan internasional.

Kampus juga harus memiliki pendapatan diluar SPP 100 Milliar per tahun. Berperan  dalam mengembangkan UMKM, kepedulian sosial seperti pemberian beasiswa kepada mahasiswa dan menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi yang bermutu.

Berbagai persyaratan ini harus ditempuh oleh kampus agar menjadi PTN-BH. Keinginan Kampus Unand menjadi kampus PTN-BH memang sudah tampak nyata. Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak tahun 2019 agar lulus dari persyaratan.

Tiga program studi di Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan meraih sertifikasi internasional dari the Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET). Pemberitahuan disampaikan langsung melalui surat resmi Engineering Accreditation Commission (EAC) ABET kepada pimpinan Fakultas Teknik, Universitas Andalas.

Hal ini menandakan bahwa proses pendidikan tiga prodi diatas sudah mencapai kesetaraan dengan universitas-universitas ternama di seluruh dunia serta lulusannya akan mampu bersaing di kancah internasional. ( antaraews.com 30/8/2020 ).

Perhatian Pemerintah mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk beralih menjadi PTN-BH sangat besar . hal ini semakin dipermudah dengan adanya program baru Kemendikbud yaitu “ Kampus Merdeka “. Program ini bertujuan untuk meraih visi pendidikan baru. Perguruan tinggi di Indonesia harus menjadi ujung tombak yang bergerak cepat dan dekat degan dunia kerja. Hal ini akan mejadi solusi untuk mengatasi masalah utama pendidikan yaitu menyelesaikan pengangguran.

Namun benarkah beralihnya status PT menjadi PTN-BH serta terwujudnya program kampus akan mampu mengatasi problem pendidikan serta meningkatkan mutu pendidikan PT di Indonesia?

Intelektual Terjajah Korporasi

Sistem pendidikan di indonesia sudah banyak mengalami perubahan demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan mencetak intelektual yang profesionalitas . jika diteliti secara mendalam justru harapan itu hanya menjadi angan-angan. Pendidikan justru diarahkan untuk meraih keuntungan bagi para pemilik modal. Sedangkan para intelektual akan dicetak sebagai budak industri.

 Hal ini tampak Melalui program “ Kampus Merdeka” pendidikan semakin dikapitalisasi. Konsep program yang mengharuskan kampus bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk membuka Prodi baru begitupun Dalam penyusunan kurikulumnya. Kampus bekerjasama dengan perusahaan multinasional, sturup, BUMN, bahkan sampai organisasi Dunia.

Terwujudnya program ini adalah dengan melalui empat poin penting. Pertama kampus negeri dan swasta bebas membuka prodi baru, Kedua pembaruan sistem akreditasi, ketiga mempermudah kampus negeri menjadi badan hukum, dan keempat Mahasiswa bisa magang 3 semester.

Sudah jelas bahwa semua Kebijakan ini adalah untuk mencetak para sarjana tukang  karena orientasinya adalah keuntungan. Ditambah lagi perusahaan ikut andil dalam pembuatan kurikulum pendidikan. Maka jelas kampus tidak lagi menjadi badan yang independen melainkan menjalankan pendidikan sesuai dengan permintaan pasar. Dengan kata lain kampus terjajah korporasi.

Kondisi ini juga membuktikan bahwa negara juga berlepas tangan dari kewajibannya memberikan fasilitas pembiayaan pendidikan. Pasalnya PTN-BH menjadikan kampus harus mandiri, terutama dalam hal keuangan. Karena Negara tidak lagi memberikan subsidi penuh untuk kampus.Kalaupun ada, hanya beberapa persen saja, sisanya PT harus berjuang sendiri untuk mempertahankan hidupnya.

Ini adalah kebijakan yang jelas memberikan bahaya nyata bagi dunia pendidikan perguruan tinggi. Kekayaan intelektual muda terkorporasi oleh kepentingan industri yang akan menjauhkan perannya untuk membantu menyelesaikan masalah umat. Ditambah Campur tangannya korporasi semakin memperpanjang liberalisasi pendidikan yang bahkan menyentuh titik sempurna.

Jika sistem pendidikan dikendalikan oleh mekanisme industri yang berorientasi mengejar materi. Lantas narasi perguruan tinggi sebagai wadah pencetak generasi pemimpin dan peradaban bangsa hanya ilusi.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Provinsi Aceh



Sumber

Baca Selengkapnya

kesehatan

Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan – siarminang.net

Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan – Beritasumbar.com

Jakarta,-Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

“Apa yang kita lakukan itu sifatnya semua di hilir. Kita harus pelan-pelan bergeser ke cara penanganan proaktif di hulu dan penyebabnya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan bersama Menko Perekonomian di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 11 Januari 2021.

Menkes menjelaskan, upaya dari sisi hulu tersebut dibutuhkan untuk mencegah agar rumah sakit tidak mengalami overkapasitas, tidak banyak saudara kita yang terinfeksi Covid-19, dan membantu para tenaga medis yang saat ini tengah berjuang melakukan penanganan.

Pandemi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan baik di Indonesia maupun di seluruh negara di dunia masih membutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

“Saya minta tolong, patuhi protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan jangan berkerumun. Mari kita hormati rekan-rekan tenaga kesehatan yang sudah mendahului kita agar pengorbanan mereka itu tidak sia-sia. Mereka memerangi pandemi ini dan semoga kita bersama bisa mengatasi pandemi ini,” tandasnya.

Jakarta, 11 Januari 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden



Sumber

Baca Selengkapnya

Kolom & Opini

Keuntungan Berbisnis Kotoran – siarminang.net

Keuntungan Berbisnis Kotoran – Beritasumbar.com


Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Tapi tidak bagi para petani terutama tanaman palawija. Mereka sangat membutuhan kotoran ternak yang sudah diolah menjadi pupuk kompos. Kompos sangat bagus dalam meningkatkan hasil pertanian.

Seperti di Alahan Panjang yang merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah di Sumatera Barat. Hampir seluruh masyarakatnya melakukan budidaya tanaman yang satu ini. Selain melakukan penanaman bawang merah, masyarakat Alahan Panjang juga melakukan budidaya tanaman hortikultura lainnya seperti kubis, brokoli, kentang, dan tanaman lainnya.

Salah satu komponen yang perlu ada dalam kegiatan budidaya adalah pupuk kompos. Hampir seluruh petani yang melakukan kegiatan budidaya pasti memerlukan pupuk kompos untuk menunjang tanaman mereka tumbuh lebih baik. Banyaknya masyarakat yang bertani tersebut menyebabkan banyaknya permintaan akan pupuk kompos di Alahan Panjang membuat Pak Triana memilih untuk melakukan usaha pengolahan kotoran hewaan ternak menjadi pupuk kompos. Bapak Triana merupakan pelaku usaha pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk kompos yang berada di Jorong Galagah, Alahan Panjang.

Meski hampir seluruh masyarakat Alahan Panjang yang bekerja sebagai petani membutuhkan pupuk kompos, usaha pupuk kompos ini masih saja tidak dilirik oleh masyarakat sekitar. Bahan baku yang murah dan mudah didapat juga tak menjadikan usaha ini menjadi pilihan oleh masyarakat untuk dijadikan usaha. Mengapa masyarakat tidak ingin melakukan usaha ini ? Padahal menurut Bapak Triana usaha ini sangat menguntungkan. Keuntungan usaha ini bisa melebih usaha dari budidaya tanaman bawang merah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

. Limbah Kotoran Ternak

Kotoran ternak merupakan limbah hasil buangan yang dihasilkan oleh hewan-hewan ternak. Kotoran ternak yang biasa juga disebut dengan limbah kotoran ternak ini dapat berupa padatan maupun cair. Padatan dapat disebut dengan feses sedangkan yang berbetuk cairan dapat berupa urine. Limbah kotoran ternak ini sering kali disepelekan oleh masyarakat, padahal jika diolah lebih lanjut dapat menghasilkan pundi-pundi yang sangat menguntungkan, baik itu bagi pada pelaku usaha ini maupun bagi masyarakat sekitar.

Kebanyakan peternak yang ditemui, tidak melakukan pengolahan terhadap kotoran atau limbah yang dihasilkan. Peternak lebih memilih menjual secara langsung kotoran tersebut pada para petani. Padahal, peternak hanya mendapatkan upah dari memasukkan kotoran kedalam karung saja. Kotoran-kotoran ini akan menjadi lebih berharga jika dilakukan pengolahan menjadi pupuk kompos.

Perlu pengolahan lebih lanjut terhadap limbah-limbah tersebut agar tidak menjadi masalah lingkungan. Limbah kotoran yang bisa dijadikan bahan dalam pembuatan pupuk kompos dapat berupa kotoran sapi, ayam maupun kambing. Ketiga kotoran tersebut dapat dijadikan pupuk kompos dikarenakan memiliki kandungan yang sangat baik bagi tanah.

PUPUK KOMPOS

Kompos merupakan pupuk yang dihasilkan akibat penguraian bahan-bahan organik menjadi bentuk yag lebih sederhana dengan adanya bantuan dari mikrooganisme baik itu aerob mupun anaerob yang didukung oleh lingkungan yang sesuai. Pembuatan pupuk kompos ini dilengkapi oleh beberapa bahan tambahan selain bahan organik yaitu organisme pengurai, baik itu mikroorganisme maupun makroorganisme serta juga ditambahkan aktivator kedalam pembuatan kompos.

Pembuatan pupuk kompos terbilang mudah, pembuatannya hanya dimulai dengan pengadaan bahan baku utama yaitu pupuk kandang. Pengadaan pupuk kandang ini didapatkan dari daerah penghasil kotoran seperti daerah Payakumbuh, Padang, maupun Solok. Pengadaan dari daerah-daerah tersebut dilakukan dikarenakan jumlah kotoran hewan yang tidak memadai jika hanya dilakukan pengadaaan pada daerah Alahan Panjang saja.

Setelah didapatkan kotoran hewan ternak, maka kotoran tersebut akan dilakukan pendiaman selama 1 minggu. Pendiaman kotoran hewan ini bertujuan untuk menghilangkan gas metana yang ada pada kotoran tersebut, serta untuk menurunkan bakteri merugikan pada kotoran hewan tersebut.

Kegiatan selanjutnya adalah mencampurkan seluruh kotoran hewan menggunakan mesin penggiling. Pencampuran seluruh bahan pembuatan kompos dilakukan dengan perbandingan 60% untuk kotoran sapi, 30% untuk kotoran ayam, 2,5% untuk kotoran kambing dan 7,5% untuk bahan tambahan dari pupuk kompos. Bahan tambahan ini terdiri dari EM 4 yang merupakan bahan dekomposer, kapur serta thitonia. Setelah dilakukan pencampuran akan didapatkan tekstur pupuk yang seperti tanah, serta didapatkan pupuk kompos yang tidak beraroma bau.

Pengemasan merupakan tahap berikutnya setelah seluruh bahan tercampurkan. Pengemasan pupuk kompos dilakukan dengan cara memasukkan pupuk kompos kedalam karung goni. Dalam setiap karung goni akan memiliki berat sebanyak 33 kg. Karung goni tersebut nantinya akan dijait menggunakan mesin jahit sehingga pada saat proses pemindahan pupuk tersebut tidak terbuang.

Kompos memiliki beberapa keuntungan jika digunakan dalam hal budidaya diantaranya, mampu meningkatkan daya ikat air pada tanah, meingkatkan daya ikat tanah terhadap unsur hara, memperbaiki struktur tanah sehinngga lebih baik lagi, menjaga tanah agar tidak berderai atau seperti pasir, mengandung unsur hara yang lengkap meski diaplikasikan pada tanah dalam jumlah yang sedikit, menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan, memberikan makanan pada mikroorganisme yang baik untuk tanah dan tanaman.

Kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami degradasi/peguraian/pengomposan sehingga berubah bentuk dan sudah tidak dikenali bentuk aslinya, berwarna hitam, dan tidak berbau (Indriani, 2011).

Kompos terbuat dari bahan organik, namun penggunaan bahan organik tersebut tidak dapat langsung digunakan dalam pembuatan kompos. Pengguaan bahan organik yang tidak dapat langsung digunakan dikarenakan adanya perbedaan perbandingan C/N antara tanah dengan bahan organik. C/N yang terkandung dalam bahan organik relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan C/N pada tanah. Nilai C/N pada tanah berkisar 10-12.

Prinsip pengomposan adalah menurunkan C/N ratio bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (< 20). Semakin tingginya C/N bahan, proses pengomposan akan semakin lama karena C/N harus diturunkan. Kegiatan pengomposan ini juga terjadi penurunan kadar karbohidrat dan meningkatkan senyawa N yang larut. Sehingga akan didapatkan C/N semakin rendah dan relatif stabil mendekati C/N tanah (Indriani, 2011).

Melihat dari kandungan yang didapat dari setiap kotoran tersebut, sangat baik jika dijadikan pupuk kompos. Pupuk kompos yang diproduksi oleh Bapak  Triana ini dengan mencampurkan ketiga buah jenis kotoran tersebut. Pencampuran ini memiliki tujuan agar memperkaya kandungan yang dimiliki oleh pupuk kompos yang diproduksi. Selalu habisnya pupuk yang diproduksi menjadi bukti bahwa konsumen puas terhadap pupuk yang diproduksi, ini juga menjadi indikator bahwa pencampuran pupuk tersebut lebih memperkaya kandungan pupuk kompos.

BERBISNIS KOMPOS

Pembuatan yang mudah dan hanya memerlukan biaya sedikit, menjadikan bisnis ini sangat menjanjikan. Biaya yang perlu dikeluarkan untuk membeli bahan baku berupa kotoran hewannya hanya berkisar Rp. 10.000 per karung untuk kotoran sapi, Rp. 14.000 untuk kotoran kambing dan Rp. 17.000 untuk kotoran ayam per karungnya. Kotoran hewan ini sebenarnya sudah memiliki nilai jual, namun jika dilakukan pengolahan terhadap kotoran ini maka akan semakin meningkat nilai jualnya.

Salah satu cara meningkatkan nilai jual dari kotoran ini adalah dengan cara memberikan nilai tambah pada kotoran ternak tersebut. Meningkatnya nilai tambah pada kotoran hewan maka akan meningkatkan nilai jual pada kotoran tersebut dan akan berimbas pada meningkatnya pedapatkan dari pelaku usaha. Bapak Triana melakukan hal tersebut, beliau melakukan pencampuran terhadap tida jenis kotoran hewan berupa kotoran ayam, sapi dan kambing menjadi satu yang beliau jadikan pupuk kompos. Pencampuran ketiga bahan tersebut menjadi satu merupakan salah satu jalan yang dilakuakn beliau dalam memberikan nilai tambah pada kotoran hewan. Pupuk kompos yang dihasilkan dikemas kedalam karung goni yang setiap karungnya memiliki berat 33 kg. Setiap kali berproduksi akan menghasilkan 2 ton pupuk kompos siap edar.

Rata-rata dalam satu kali proses produksi atau yang biasa disebut satu kali mengaduk oleh Bapak Triana akan menghasilkan 66 karung atau seberat 2 ton pupuk kompos siap edar. Setiap kali pengadukan atau proses produksi akan membutuhkan tiga bahan baku utama dengan persentase 60% untuk kotoran sapi, 30% untuk kotoran ayam, dan 2,5% untuk kotoran kambing.

Maka akan didapatkan kebutuhan untuk kotoran sapi sebanyak 30 karung, kotoran ayam sebanyak 25 karung dan 2 karung untuk kotoran kambing, sehingga kebutuhan kotoran ternak sebanyak 52 karung. Jadi, bisa disimpulkan bahwa setiap 1 karung kotoran ternak akan menghasilkan 1,2 karung pupuk kompos siap edar. Melihat hal tersebut terbukti bahwa dengan melakukan tindakan pemberian nilai tambah pada kotoran ternak akan memberikan jumlah produksi yang lebih.

Pembuatan pupuk kompos ini, Bapak Triana hanya mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp. 130,682 per karungnya. Biaya tambahan ini terdiri dari bahan-bahan pendukung yang digunakan dalam pembuatan pupuk kompos. sedangkan untuk harga bahan baku yang berupa kotoran ayam, sapi dan kambing hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 13.667 dimana biaya tersebut merupakan rata-rata biaya yang dikeluarkan Bapak Triana  per karungnya.

Penambahan bahan-bahan tersebut menjadi satu maka akan menghasilkan nilai jual dari pupuk kompos tersebut sebesar Rp. 26.728,63 per karung pupuk kompos yang dihasilkan. Jika diberikan persentase terhadap seberapa besar pengolahan kotoran hewan ini menjadi pupuk kompos, maka akan persentasenya sebesar 65,95%. Persentase ini menunjukkan cukup tingginya penambahan nilai terhadap pengolahan kotoran hewan dan ini baik untuk dilakukan.

Dalam pelaksanaan kegiatannya, Bapak Triana memiliki 2 orang tenaga kerja termasuk dirinya sendiri dalam melakukan kegiatan pengolahan kotoran hewan ternak menjadi pupuk kompos. Bapak Triana mengeluarkan upah per harinya sebesar Rp. 75.000 per orangnya. Setiap gaji yang diberikan oleh Bapak Triana akan mennghasilkan imbalan sebesar Rp. 2.631,58. Imbalan ini didapatkan dari keuntungan yang didapatkan dari upah pengolahan kotoran hewan ini. Jika dilihat pada keuntungan yang diddapatkan oleh usaha ini maka akan didapatkan keuntungan sebesar Rp. 24.097,05 per karungnya.

Jika dilakikan dengan per sekali produksinya maka usaha ini akan mendapatkan keuntungan sebesar, Rp. 1.590.402. Keuntungan yang cukup besar untuk sekali produksi, dan Bapak Triana masih menjual produknya dibawah harga pasaran pupuk kompos yaitu sebesar Rp. 35.000 perkarungnya, yang biasanya kompetitor Bapak Triana menjualnya dengan harga sekitar Rp. 50.000 perkarungnya.

Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang didapatkan jika menjual dengan harga pasaran pupuk kompos. Menjual dengan harga dibawah harga pasar saja telah memberikan keuntungan yang cukup besar bagi usaha pengolahan kotoran hewan ternak menjadi pupuk kompos.

Keuntungan usaha yang sangat besar, menyebabkan usaha ini patut untuk dilaksanakan juga bagi banyak masyarakat. Terbatasnya produsen yang melakukan usaha ini juga menjadikan usaha yang di geluti oleh Bapak Triana ini menjadi semakin menguntungkan. Bapak Triana juga mengatakan bahwa sejak awal penyetokan kotoran hewan tersebut tanpa dilakukannya pengolahan lebih lanjut saja sudah mendatangkan keuntungan bagi beliau. Usaha pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk kompos ini menjadi semakin baik, dikarenakan usaha ini terletak pada daerah sentra pertanian.

KEUNTUNGAN YANG DIBERIKAN PADA LINGKUNGAN

Pengolahan pada kotoran hewan menjadi pupuk kompos, tidak hanya mendatangkan nilai tambah pada produk serta keuntungan bagi pelaku usaha. Usaha ini juga sangat berdampak baik pada lingkungan sekitar. Mengapa bisa demikian ? jika dilihat lebih lanjut lagi, kotoran-kotoran hewan ini juga memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan jika tidak dilakukan pengolahan pada kotoran tersebut.

Kotoran hewan yang tidak diolah dan berserakan dilingkungan sekitar akan lebih banyak menghasilkan gas karbon yang dapat merusak ozon dibandingkan dengan asap pabrik maupun kendaraan.

Salah dalam melakukan pengolahan pada kotoran hewan juga akan berakibat fatal bagi lingkungan maupun manusia. Pembakaran kotoran hewan merupakan salah satu pengolahan kotoran hewan yang salah. Kotoran sapi, jika dilakukan pembakaran maka akan menghasilkan gas berbahaya, karena kotoran sapi sendiri mengandung gas amonia, karbon dioksida, karbon monoksida, dan gas metana.

Gas metana yang terbakar dapat menghasilkan gas karbon dioksida, sehingga karbon dioksida yang ada pada atmosfer akan meningkat dan menyebabkan efek rumah kaca. Selain itu, efek lainnya juga akan berbahaya bagi manusia jika gas berbahaya tersebut terhirup oleh manusia.

Tidak terolahnya kotoran hewan dengan baik juga akan berdampak pada penurunan kualitas air. Dikutip dari Fix Indonesia.com, pembuangan kotoran hewan secara sembarangan dapat menurunkan kualitas air berdasarkan parameter kandungan fecal coli, total coliform, BOD (Biological Oxygen Demand) dan H2S yang terdapat di dalam air. Limbah tinja berperan dalam meningkatkan kadar fecal coli atau bakteri E coli dalam air, dimana jika digunakan oleh manusia maka akan berakibat timbulnya masalah pada pencernaan manusia.

Melakukan pengolahan pupuk kompos tersebut, dapat menurunkan kadar bakteri E coli yang ada pada tanah. Selain itu, pengolahan tersebut juga akan menurunkan gas metana serta karbon dioksida yang ada pada kotoran hewan tersebut. Jika tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap kotoran tersebut, juga akan mempengaruhi tanaman. Tanaman akan menjadi layu atau seperti terbakar dikarenakan gas yang belum terurai pada kotoran hewan tersebut.

Pengolahan pupuk kompos yang benar sangat memiliki pengaruh baik bagi lingkungan maupun bagi pelaku usaha. Menjadikan usaha pengolahan pupuk kompos menjadi prioritas usaha akan mendatangkan keuntungan sekaligus menyelamatkan lingkungan sekitar.

Penulis: Mila Quinsy Calista
Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
Jurusan: Pengelolaan Agribisnis 



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer