Connect with us

News

Bangun Sinergitas Bersama Umat Perangi Narkoba, PWPM Sumbar Turun Safari Ramadhan

Bangun Sinergitas Bersama Umat Perangi Narkoba, PWPM Sumbar Turun Safari Ramadhan


Senin, 04 Juni 2018 – 00:00:51 WIB – 94

PW Pemuda Muhammadiyah safari Ramadhan ke Lawang, Sabtu (2/6).

Pilwako Kota Padang 2018

PADANG – Sinergitas yang dibangun Pemuda Muhammadiyah Sumbar dan ummat terus berlanjut selama bulan suci Ramadhan. Sebelumnya PW Pemuda Muhammadiyah melakukan safari Ramadan bersama ke Sungai Pinang pada Sabtu, 26 Mei 2018, kali ini kegiatan serupa dilakukan PWPM Sumbar ke Lawang, Agam, Sumatera Barat, Sabtu, (2/6/2018).

Safari Ramadhan dipimpin Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul Chaniago dan rombongan Sekrataris PWPM Roni Hidayat dan Wakil Ketua bidangi Ekonomi dan kewirausahaan, Marizal Hafdal.

Safari ini di awali dengan buka bersama di Panti asuhan Putri Aisyiyah Cabang Lubuk bersama anak-anak panti asuhan Aisyiyah.

Pada momentum safari ini juga hadir ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Padang Pariaman, Eriza Putra ketua PDPM dan Erik estrada sekretaris dan beserta Pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua PW Pemuda muhammadiyah Sumbar, Muhayatul menghimbau jamaah masjid nurul iman agar lebih peka terhadap kondisi lingkungan, kondisi sosial kemasyarakatan dan terutama peka terhadap terhadap kondisi keluarga, karena hari ini di sumatera barat banyak kita temukan anak anak remaja dan pemuda yang kecanduan narkoba. Untuk membrantas narkoba ini semua elemen tentu harus ikut berpartisipasi aktif karna tugas membrantas narkoba itu bukan hanya tugas pemerintah, penegak hukum dan tugas polisi.

Maka pemuda muhammadiyah sebagai bentuk pengejawantahan gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar maka menjadikan gerakan berjamaah lawan narkoba menjadi program utama sebagai bentuk komitmen pemuda muhammadiyah sumatera barat terhadap pembrantasan narkoba di sumatera Barat.Untuk mencapai cita-cita mulia ini tentu tidak mudah, harus ikut semua elemen masyarakat terutama dalam keluarga dan mulai dari keluarga.

“Jika semua elemen sudah membangun komitmen yang sama maka Insya Allah sumatera barat akan terbebas dari Narkoba,” tutupnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: muhammadiyah,padang,reliji,sosial,sumatra-barat

Dengar Temannya Baca Alquran, Dua Gadis Katholik ini..

Dengar Temannya Baca Alquran, Dua Gadis Katholik ini..

PADANG – Tokoh Muhammadiyah, Mahyeldi mensyahadatkan dua perempuan dari keluarga Kristen Katholik.

Pertama Putri…

Bangun Sinergitas Bersama Umat Perangi Narkoba, PWPM Sumbar Turun Safari Ramadhan

Bangun Sinergitas Bersama Umat Perangi Narkoba, PWPM Sumbar Turun Safari Ramadhan

PADANG – Sinergitas yang dibangun Pemuda Muhammadiyah Sumbar dan ummat terus berlanjut selama bulan suci Ramadhan….

Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PMI Bukittinggi Siapkan Posko Kesehatan Gratis

Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PMI Bukittinggi Siapkan Posko Kesehatan Gratis

BUKITTINGGI – Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi menyiapkan posko…

Pererat Kemitraan dengan Wartawan, DPRD Bukittinggi Gelar Berbuka Bersama

Pererat Kemitraan dengan Wartawan, DPRD Bukittinggi Gelar Berbuka Bersama

BUKITTINGGI – Wartawan Kota Bukittinggi dari berbagai media cetak, cyber dan elektronik yang meliput kegiatan-kegiatan…

Inilah Hasil Pertemuan Amien Rais, Prabowo dan Habib Rizieq di Makkah

Inilah Hasil Pertemuan Amien Rais, Prabowo dan Habib Rizieq di Makkah

JAKARTA – Silaturahim Amien Rais, Prabowo Subianto dan Habib Rizieq menghasilkan kesepakatan bahwa umat Islam dan anak…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer