Connect with us

kesehatan

Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan – siarminang.net

Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan – Beritasumbar.com

Jakarta,-Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

“Apa yang kita lakukan itu sifatnya semua di hilir. Kita harus pelan-pelan bergeser ke cara penanganan proaktif di hulu dan penyebabnya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan bersama Menko Perekonomian di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 11 Januari 2021.

Menkes menjelaskan, upaya dari sisi hulu tersebut dibutuhkan untuk mencegah agar rumah sakit tidak mengalami overkapasitas, tidak banyak saudara kita yang terinfeksi Covid-19, dan membantu para tenaga medis yang saat ini tengah berjuang melakukan penanganan.

Pandemi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan baik di Indonesia maupun di seluruh negara di dunia masih membutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

“Saya minta tolong, patuhi protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan jangan berkerumun. Mari kita hormati rekan-rekan tenaga kesehatan yang sudah mendahului kita agar pengorbanan mereka itu tidak sia-sia. Mereka memerangi pandemi ini dan semoga kita bersama bisa mengatasi pandemi ini,” tandasnya.

Jakarta, 11 Januari 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kesehatan

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat – siarminang.net

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat – Beritasumbar.com

Sijunjung, siarminang.net – Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat setempat.

Direktur RSUD Sijunjung, dr. Diana Oktavia Sp.PD di ruang kerjanya, Jumat (16/4) mengatakan untuk melakukan pembenahan butuh saran dan masukan dari masyarakat.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya memberikan masukan, saran, kritik ataupun bila ada keluhan dalam berbagai hal yang ditemui ataupun dialami di RSUD tersebut.

“Sebaiknya langsung dilaporkan kepada petugas unit layanan pengaduan yang berada di unit rawat jalan RSUD Sijunjung di lantai satu setiap hari Senin sampai  Jumat mulai dari pukul 8.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB,” katanya.

Ia mengatakan demi perbaikan dan peningkatan pelayanan, pihaknya selalu terbuka menerima masukan dari siapa saja. Pada prinsipnya seluruh petugas yang ada di RSUD bertekad  memberikan pelayanan yang prima. Kalau ada oknum petugas yang lalai dirasakan oleh masyarakat, kami mohon di beritahukan kepada  pihak manajemen secara langsung, sehingga kita bisa memberikan pembinaan kepada oknum tersebut.

Selain itu, perbaikan dan peningkatan pelayanan RSUD butuh dukungan dan support dari seluruh  lapisan masyarakat, siapa lagi yang akan memberikan  hal yang positif untuk Ranah Lansek manih, kalau bukan warga Sijunjung itu sendiri.

Pihak manajemen sampai kepada petugas yang diberi amanah menjalankan tugas sesuai dengan protap yang sudah ada.

“Kalau ada beberapa kelemahan yang ditemui masyarakat silakan beri tahu kepada kami, karena kesembuhan warga menjadi kebahagiaan kami,” katanya.

Beberapa hari belakangan ini ada muncul keluhan yang disampaikan salah seorang pasien yang rehabilitasi medis. Ketika itu sang pasien minta tolong kepada petugas fisioterapi untuk melakukan terapi pada tubuhnya yang lain, di luar orderan dokter ahli. Ketika itu kurang mendapat tanggapan serius dari petugas, sehingga sang pasien menuliskan keluh kesahnya di media sosial.

Aturannya, petugas tersebut menjalankan tugasnya sesuai dengan orderan dari dokter ahli, mereka tidak bisa melakukan tindakan melebihi dari itu. Hal-hal serupa ini yang tidak banyak di ketahui warga, untuk kasus yang ini kita telah selesaikan.

“Kita sudah jelaskan dan segera kita lakukan pertemuan dengan pasien tersebut. Sementara, para petugas sudah  diingatkan, kita berharap petugas memberikan pengertian kepada para pasien, supaya tidak terjadi salah informasi bagi pasien dan keluarganya,” pesan Direktur RSUD Sijunjung yang biasa dipanggil Buk Fifi itu. (Alim)



Sumber

Baca Selengkapnya

BUKITTINGGI

Tanpa Kantongi Izin, Wako Erman Safar agar Pertimbangkan Pengoperasian RSUD Bukittinggi – siarminang.net

Tanpa Kantongi Izin, Wako Erman Safar agar Pertimbangkan Pengoperasian RSUD Bukittinggi – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Pemerintahan Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, Erman Safar – Marfendi, agaknya perlu untuk mengkaji kembali pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi, yang berada di Jln By Pass, Gulai Bancah kota itu.

Jika RSUD belum mengantongi izin, seperti izin operasional, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, jelas legalitas RSUD Bukittinggi dalam menerima pasien dipertanyakan.

Misalnya tetap menerima pasien, berpotensi menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari. Bisa saja nanti, akan ada penilaian mal administrasi atau mal praktek.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, pada BAB IV tentang Perizinan Bagian Kesatu Persyaratan. Pada Pasal 23 ayat (1) jelas menerangkan, bahwa setiap Rumah Sakit wajib memiliki izin setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit.

Sedangkan ayat (2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan.

Berdasarkan Pasal 24 ayat (1) Lokasi bangunan Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) harus berada pada lahan yang
sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata bangunan lingkungan kabupaten/kota setempat dan peruntukan lahan untuk fungsi Rumah Sakit.

Untuk ayat (2) Lahan bangunan Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memiliki batas yang jelas dan dilengkapi akses/pintu yang terpisah dengan bangunan
fungsi lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Nah berdasarkan keterangan di atas, sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap Rumah Sakit wajib memiliki izin setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit. Artinya, jika RSUD Bukittinggi tidak ada izin, apakah ini tidak melanggar.

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar kepada wartawan di RSUD Bukittinggi usai pelaksanaan vaksin covid-19, Senin (2/3/2021), terkait perizinan RSUD Bukittinggi, ia menyebutkan telah berkoordinasi singkat dengan PLT dinas kesehatan, di mana sedang mengupayakan untuk mengurus izin operasionalnya.

Kalimat sedang berupaya untuk mengurus izin operasional, dapat digarisbawahi bahwa RSUD Bukittinggi — jika memang tengah dioperasikan saat ini — jelas tanpa ada izinnya.

Diharapkan, di kepemimpinan Erman Safar – Marfendi, sampaikan yang sebenarnya kepada masyarakat, bila memang RSUD belum punya izinnya, agar untuk sementara tidak menerima pasien umum dulu.

Pasalnya, jika pasien umum diterima, sekali lagi ditegaskan bakal bisa berpotensi menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari. Bisa saja nanti akan ada penilaian mal administrasi atau mal praktek.

Untuk diketahui, RSUD Bukittinggi diresmikan Wali Kota Bukittinggi yang lama yakni, Ramlan Nurmatias bersama anggota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), pada Senin (18/1/2021).

RSUD Bukittinggi dibangun sejak 2018 lalu dengan total anggaran Rp150 miliar lebih dari APBD Bukittinggi. Dari jumlah itu, bangunan fisik menelan dana sebesar Rp107 miliar lebih. Sisanya untuk pengadaan alat kesehatan.

RSUD Bukittinggi tersebut terdiri dari enam lantai, dengan 100 tempat tidur dan tujuh poli. RSUD Bukittinggi juga memiliki ruang operasi gawat darurat, dan ruang operasi sentral.

Kontrak perencanaan RSUD Bukittinggi dimulai 24 April 2017 sebesar Rp1 miliar lebih. Agustus 2018 mulai dilaksanakan pekerjaan RSUD.

Dalam pelaksanaannya, sedikit ada kendala. Pelaksana yang lama diputus kontrak pada 7 Oktober 2018. Selanjutnya, pada Februari 2019 pembangunan kembali dilanjutkan, dan berhasil menyelesaikan pembangunan RSUD tersebut.

Selain bangunan fisik, juga telah diadakan alat kesehatan senilai Rp34 miliar. Semua buatan Eropa dan dilakukan dengan sistem e-catalog.

Dikutip dari padangkita.com, Ramlan Nurmatias sawaktu menjabat wali kota Bukittinggi, saat peresmian kala itu menyatakan, pembangunan RSUD Bukittinggi, perencanaan dari awal bangunan dibuat sebaik mungkin dan sarana prasarana untuk RSUD pun harus maksimal dengan alat yang canggih serta modern berasal dari Belanda dan Jerman.

“Saya merasa bangga dan haru karena RSUD Bukittinggi selesai dibangun. Ini janji kampanye saya tahun 2015 lalu. Alhamdulillah ini terwujud saat ini. Saya pastikan kalau alat kesehatan yang dibeli merupakan buatan Eropa. Saya juga berterima kasih kepada Almarhum Maderizal (anggota DPRD), yang waktu itu telah menyisihkan dana cadangan untuk pembangunan RSUD sebesar Rp13 miliar,” jelasnya.

Kembali pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, bahwa Pasal 30 ayat (1) dalam hal rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan tertentu, Rumah Sakit harus mendapatkan izin pelayanan kesehatan tertentu dari Menteri.

Dengan demikian, rumah sakit bila mana dioperasikan, ada baiknya memiliki izin terlebih dulu. Untuk itu, ada baiknya dipertimbangkan kembali oleh Wali Kota Erman Safar, yang mana menyampaikan pemerintah Bukittinggi, malalui RSUD siap melayani seluruh masyarakat kota untuk berobat di RSUD Bukittinggi. (*)



Sumber

Baca Selengkapnya

BUKITTINGGI

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang – siarminang.net

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang dari Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, Selasa (23/2/2021).

Pelajar kelas 11 IPA 5 SMAN 3 Kota Bukittinggi ini, berangkat menuju RS M. Djamil Padang dengan mobil ambulans, sekitar pukul 18.15 WIB. Sampai di RS M. Djamil Padang, sekitar pukul 10. 00 WIB.

Pelepasan putra Dodi Indra, ke RS M. Djamil dari RS Yarsi Bukittinggi itu, disaksikan Kepala SMAN 3 Kota Bukittinggi, Amri Jaya dan Penggalang Dana, Young Happy serta lainnya.

Sesampainya di RS M. Djamil, warga Jorong Parik Putuih, Nagari IV Angkek Canduang, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, langsung masuk ruang UGD.

Di ruang UGD, anak kedua pasangan Dodi Indra (48) – Kartika (50) itu, dibezuk Danlantamal Padang, Laksamana Pertama, Hargianto.

Young Happy mengatakan, selama di RS M. Djamil, alumni Himasma 3 teladan akan tetap memantau perkembangan penyakit diderita Bintang Herlambang itu.

“Kepada tim medis, kami berharap agar dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada Bintang. Untuk pendanaan, alumni telah siap membantu pengobatannya sampai sembuh,” ucapnya.

Untuk diketahui, penyakit dialam pasien berawal dari cedera bagian punggung, yang terjadi September 2020.

Sekitar Oktober 2020, ia dibawa ke RS Madina. Dirawat selama seminggu, lalu dirujuk ke RSUP, sekarang bernama RS Otak.

Di RS Otak, untuk memulihkan kondisi cedera dideritanya, ia harus dilakukan operasi tulang punggung. Operasi dilaksanakan Desember 2020.

Sebelum operasi, di bagian lutut sebelah kanan pasien terdapat memar, tak sebesar sekarang.

Kondisi kaki yang terus membesar, pada Senin (15/2/2021) dilakukan rontgen. Hasil rontgen keluar, Selasa (16/2/2021).

Saat di rumah, Kamis (18/2/2021), ia tak kuasa menahan rasa sakit dibagian lututnya, lalu dibawa ke RS Otak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pihak medis RS Otak menyatakan kalau dokter ortopedi tidak ada. Pihak medis merujuknya ke RSAM Bukittinggi. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak medis RS Otak menyebutkan tidak bisa dirujuk ke RSAM.

Ditolak RSAM, pihak medis menyarankan kalau pasien dirawat menjelang AB nya naik, setelah itu dirujuk ke RS M Djamil di Padang, guna mendapatkan perawatan selanjutnya.

Dirujuk ke RS M Djamil, orangtua pasien becerita ke temannya, dan disarankan agar dibawa ke RS Yarsi, Kamis (18/2/2021).

Setelah menjalani perawatan di RS Yarsi, ternyata lutut membesar sebesar bola kaki itu, akibat penyakit kanker yang sudah stadium 4. (adil)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer