Connect with us

Politik

Bawaslu Sijunjung Gelar Rakor Pengawasan Partisipatif – siarminang.net

Bawaslu Sijunjung Gelar Rakor Pengawasan Partisipatif – Beritasumbar.com

Sijunjung, Berita Sumbar–Ketua Bawaslu Kabupaten Sijunjung Hustrial Tatul, mohon maaf kepada Kepala OPD dan ASN Ranah Lansek Manih, yang berani main api, pada saat Pilkada Bupati dan Wakil Bupati.Bagi ASN yang nekat, terpaksa kami rekomendasikan kepada komisi ASN. Walaupun kita berteman, bersaudara kalau sudah berhubungan masalah netralitas ASN tidak bisa tawar menawar, jelas Tatul.

Hal ini ditegaskan ketua Bawaslu Kabupaten Sijunjung dihadapan peserta Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif yang diikuti 50 orang dari unsur OPD, Camat dan unsur lainnya di aula Wisma Keluarga Muaro, Rabu (14/10).

Masalah Netralitas ASN Kabupaten Sijunjung masuk 3 (tiga) besar di Indonesia.kerawanan tidak netralnya ASN didaerah ini ada hubungannya dengan jabatan yang melekat dengan dirinya. Sesuai dengan yang disampaikan komisi ASN, bahwa ada sekitar 50 sampai 52 persen ASN yang memberikan dukungan kepada salah satu Paslon ada hubungan dengan jabatannya di OPD.

Untuk kabupaten Sijunjung, sampai saat ini sudah ada 4 kasus netralitas ASN yang diputus.Sekarang ada 3 (tiga) kasus yang direkomendasikan kepada komisi ASN.

Penelusuran yang dilakukan Bawaslu, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh masyarakat sipil dan informasi dari berbagai sumber lain seperti media massa, kata Tatul.

Ada berapa hal yang perlu diperhatikan oleh ASN, seperti ikut kampanye, baik memakai atribut maupun tidak. Foto bersama dengan paslon, memposting, like dan menshare paslon di media online, memasang spanduk, baliho, atau memberikan simbol dan gerakan untuk paslon tertentu, juga tidak dibenarkan, tambah Tatul.( alim)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#na-ic

Nasrul Abit Imbau Masyarakat Sukseskan Pilkada dengan Datangi TPS

Ketua DPD Organda Sebut Nasrul Abit Berhasil Pimpin Sumbar


PADANG—Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, menyebut pilkada sebagai perwujudan hak-hak politik dan demokrasi rakyat untuk memilih pemimpin daerah. Karena itu, ia mengimbau semua lapisan masyarakat di provinsi ini berperan aktif menyukseskan pilkada 2020 dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) Desember mendatang.

“Mari kita sukseskan pilkada tahun ini. Datang ke TPS yang telah ditentukan dan gunakan hak suara secara baik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan karena pilkada kali ini diselenggarakan di masa Covid-19,” kata Nasrul Abit, baru-baru ini.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menciptakan kondisi pilkada yang sukses, aman, dan lancar. Menurutnya, pilkada harus dilalui dengan sejuk tanpa harus saling menjatuhkan lawan politik, apalagi sampai menciptakan narasi-narasi fitnah atau informasi yang menyesatkan.

Pilkada, kata Nasrul, adalah perang ide, gagasan dan program kerja. Menurutnya, pilkada bukan perang antarbuzer yang saling serang dan menciptakan narasi fitnah dan bohong.

“Sebarkan, sosialisasikan ide, gagasan, dan program kerja. Jangan sebaliknya, menyebarkan narasi-narasi fitnah dan bohong untuk menjatuhkan elektabilitas seseorang. Di Sumbar ini kita sudah deklarasikan pilkada badunsanak. Dari itu, sukseskanlah pilkada yang santun karena kita satu sama lain adalah saudara. Stop sebar berita fitnah. Kita buktikan bahwa di Sumbar, pilkadanya sukses, lancar, aman, dan santun,” tutur Nasrul Abit.

Di samping itu, mantan Bupati Pesisir Selatan ini mengajak masyarakat Sumbar untuk menetapkan pilihan sesuai dengan hati nurani dan tidak tergoda oleh politik uang. Karena itu, cara demikian tidak elok. Pilihlah calon gubernur dan wakil gubernur yang telah teruji dan berpengalaman di pemerintahan,” tuturnya. (yos)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Tim Saber Pungli Kota Payakumbuh Gelar Sosialisasi di Kantor Camat Payakumbuh Barat – siarminang.net

Tim Saber Pungli Kota Payakumbuh Gelar Sosialisasi di Kantor Camat Payakumbuh Barat – Beritasumbar.com

Payakumbuh,- Ciptakan Kota Payakumbuh Bebas pungli dan gratifikasi, tim Saber Pungli Kota Randang turun ke kecamatan. Kamis 22/10 Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri serta Kejaksaan mendatangi Kantor Kecamatan Payakumbuh Barat. Hadir juga Asisten III Setdako serta Irban III Inspektorat mendampingi aparat penegak hukum tersebut.

Kedatangan Tim Saber Pungli tersebut dalam rangka menjaga jangan sampai ada para “Abdi Negara” yang bertugas di Kecamatan Payakumbuh Barat terjerat hukum karena melakukan pungutan liar dan Gratifikasi. Hal tersebut diungkapkan Irban III Inspektorat Kota Payakumbuh, Afridon. SH.

Sosialisasi yang diadakan di Kantor Camat Payakumbuh Barat tersebut diikuti puluhan orang yang merupakan Pengguna Anggaran/PA, Kuasa Pengguna Anggaran/KPA serta Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan atau PPTK.

“ Iya, kita melakukan Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar dan Pengendalian Gratifikasi bagi puluhan peserta yang merupakan PNS/ASN Kecamatan Payakumbuh Barat. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa dampak dan menjadi perhatian bagi para ASN, sehingga mereka bekerja sesuai aturan. Dengan diadakannya sosialisasi ini kita berharap tidak ada ASN yang terjerat hukum karena pungli dan gratifikasi” Sebut Afridon usai acara kepada awak media.

Afridon juga menyebutkan, kegiatan tersebut dibuka Walikota Payakumbuh yang diwakili Asisten III Pemko Payakumbuh, Amriul dt Karayiang. Selain itu juga dilakukan penyerahan banner dan stiker saber pungli dan gratifikasi secara simbolis dari Walikota Payakumbuh untuk Kantor Kecamatan dan Kelurahan di lingkungan Kecamatan Payakumbuh Barat.

Ikut memberikan materi dalam Sosialisasi tersebut, Walikota Payakumbuh yang diwakili Amriul Dt Karayiang Asisten III, Afridon, SH, Irban III Inspektorat Kota Payakumbuh, Rezkinil Jusar, SH (Kasi Pemeriksa Kejari Payakumbuh), AKP. Amirwan (Kasat Binmas Polres Payakumbuh), Mayor. T. Barus (Danramil 01/Payakumbuh) serta Bripka. Zulmi Fadhil frengky, SH, (Unit Tipikor Polres Payakumbuh),.



Sumber

Baca Selengkapnya

Kolom & Opini

Buayan Sayang Pak Kiai – siarminang.net

Buayan Sayang Pak Kiai – Beritasumbar.com

Catatan kecil tentang KH Abdullah Syukri Zarkasyi
Oleh: A. Fuadi

Saya seperti sekarang ini, antara lain karena pernah diayun-ayun di “buayan sayang” seorang kiai, Pak Syukri. Buayannya: kata-kata penuh energi yang menyentrum. Ketika saya nyantri di Gontor 1988-1992, petuah KH Abdullah Syukri Zarkasyi selalu kami tunggu-tunggu. Temanya macam2: visi ke depan, nilai, travelogue melawat ke Amerika dll. Pidatonya itu bagai buayan bagi jiwa kami, ceritanya berayun, tapi mengalir deras, menyetrum, menyemangati. Seingat saya, Pak Syukri selalu membanggakan santrinya, membesarkan hati kami, dan kami selalu dianggap anak-anak terbaiknya. Kalau beliau sudah naik podium, sudah pasti seisi aula bisa gemuruh oleh tepuk tangan atau oleh suara ketawa kami mendengar humornya. Tapi begitu suara ketawa hilang, sesaat kemudian beliau mengubah nada bicara, jadi tegas. Kami seketika memasang muka serius, karena saat itu Pak Syukri menuntut kami mengerahkan segala upaya dan doa untuk menjadi yang terbaik. Beliau memang tak kenal tawar menawar untuk hasil yang terbaik, yang tercepat, yang terdepan. Target dan mimpi-mimpinya besar. Dan energi itu mengalir ke kami, untuk juga berani bermimpi besar. Mimpi yang ditumpangkan sepenuhnya pada doa, pada usaha, pada keikhlasan. Biasanya, selepas mendengar wejangannya, rasanya kami bagai bisa terbang dan melakukan apa saja.

Saat saya kelas akhir di Gontor, Pak Syukri mengajar pelajaran mantiq (logika) di kelas saya. Kelas ini juga kami tunggu-tunggu, karena kapan lagi langsung diajar kiai. Yang menyenangkan, Pak Syukri gemar berbagi hikayah, atau cerita-cerita inspiratif di luar pelajaran. Kami kembali dibuai di buayannya.

Setamat Gontor, lama saya tidak kontak dengan Pak Syukri, sampai kemudian saya menulis novel Negeri 5 Menara tahun 2009. Di beranda rumah beliau di dekat pohon asem itu, saya untuk pertama kali berhadapan satu lawan satu dengan beliau. Saya deg-degan. “Kamu sudah saya tunggu-tunggu. Kamu itu sudah membuat bom. Bom kebaikan dalam bentuk buku, mengenalkan apa itu pesantren.” Kira-kira begitu kata-kata beliau yang saya ingat.

Tahun 2011 saya sowan lagi ke beliau, kali ini untuk meminta izin melakukan syuting film Negeri 5 Menara di Gontor. Hampir tidak mungkin terjadi, tapi beliau akhirnya mengiyakan, dan bahkan ikut pula jadi cameo. Setahun setelah itu Pak Syukri kena stroke dan sulit bicara. Tapi dalam kondisi sulit ini Pak Syukri pun terus mengayunkan buayannya dengan cara lain. Dengan penuh semangat, walau stroke, beliau tetap hadir di acara-acara pondok. Membuat kita yang melihat, terharu, tapi juga tersemangati.

Terima kasih Pak Syukri karena terus mengayunkan buayan sayang buat kami sampai akhir hayat. Kini buayan itu boleh berhenti berayun ketika Pak Syukri diantar ke liang lahat esok hari. Tapi energi sentrum Pak Syukri, akan terus berdenyut di hati kami, sepanjang hayat. Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Selamat jalan kiaiku, kiai kami.

(A. Fuadi, alumni Gontor, penulis novel. IG @afuadi)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer