Connect with us

News

Becandaan ancaman bom bisa diancam pidana 15 tahun

AP II cegah beroperasinya porter liar di BIM


Padang Pariaman, (Antaranews Sumbar) – PT Angkasa Pura II mengingatkan siapa pun yang bercanda membawa bom di bandara atau di pesawat udara bisa diancam hukuman penjara maksimal hingga 15 tahun.

“Berdasarkan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pelaku bisa diancam hukuman hingga 15 tahun, jika akibat ulahnya jatuh korban jiwa,” kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda, di Padang Pariaman, Selasa.

Menurut dia, jika yang dilakukan terbukti membahayakan keselamatan penerbangan maka sanksinya penjara maksimal satu tahun, kemudian jika tindakan tersebut menyebabkan kecelakaan bisa diancam penjara hingga delapan tahun.

“Akan tetapi semua itu tergantung hasil penyidikan yang dilakukan penegak hukum,” kata dia.

Ia menyampaikan Angkasa Pura II telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan bercanda membawa bom di bandara.

“Untuk antisipasi, kami terus melakukan sosialisasi namun tidak sepenuhnya menjamin masyarakat tidak melakukannya,” ujarnya lagi.

Ia menilai salah upaya pencegahan yang efektif adalah dengan penerapan sanksi agar muncul efek jera di masyarakat.

Menurutnya dari beberapa kejadian pelaku tidak hanya orang biasa namun juga ada yang berpendidikan tinggi.

Sebelumnya pada Senin (11/6) seorang pemudik pesawat udara penumpang maskapai Wings Air atas nama Nanda Satrya diamankan aparat keamanan gabungan di Bandara Internasional Minangkabau karena bercanda membawa bom dalam barang bawaan.

Akibat kejadian itu, pilot dan seluruh penumpang diturunkan karena harus dilakukan pemeriksaan ulang barang bawaan penumpang.

Dwi menyampaikan kronologis kejadian berawal saat pelaku yang sedang mudik dari Aceh-Medan-transit di Padang, selanjutnya menuju Jambi.

Ketika sudah berada di pesawat Wings Air IW1293, pelaku ditanyai oleh pramugari apa isi kardus yang dibawa.

Yang bersangkutan menjawab bom, sehingga selanjutnya pramugari melapor ke pilot dan semua penumpang diturunkan untuk diperiksa ulang, kata dia.

Ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan kardus milik pelaku berisi kopi dan ransum.

Akhirnya pelaku yang merupakan oknum prajurit TNI itu dibawa ke Posko Pengamanan Bandara oleh petugas Avsec Angkasa Pura II dan satuan TNI-POLRI yang BKO di BIM.

Ia menambahkan, setelah petugas Avsec memeriksa ulang penumpang serta bagasi dan setelah dinyatakan clear, pesawat kembali diterbangkan menuju Jambi. (*)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer