Connect with us

News

BKSDA : Pengembangan Kawasan Kelok Sembilan Jangan Langgar Aturan

BKSDA : Pengembangan Kawasan Kelok Sembilan Jangan Langgar Aturan


Padang, (Antaranews Sumbar) – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Erly Sukrismanto mengingatkan pemanfaatan hutan konservasi untuk Taman Wisata Alam (TWA) paling luas hanya 10 persen dari Ijin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA).

“Melihat rencana pengembangan yang dibuat, kemungkinan lebih dari batas maksimal 10 persen. Ini harus jadi perhatian,” katanya di Padang, Kamis.

Ia mengatakan itu terkait rencana pemanfaatan hutan konservasi di kawasan kelok sembilan Kabupaten Limapuluh Kota untuk TWA.

IUPJWA adalah izin usaha yang diberikan untuk penyediaan jasa wisata alam pada kegiatan pariwisata alam.

Selain itu sesuai aturan, semua aktivitas pariwisata yang dilakukan nantinya juga harus mendapatkan izin dari BKSDA, termasuk akses transportasi.

Aturan-aturan tersebut harus menjadi pertimbangan dalam menjalankan rencana pengemban TWA kelok sembilan.

Sementara terkait pedagang kaki lima yang sebelumnya memenuhi ruas jalan hingga jembatan layang kelok sembilan menurutnya telah berhasil direlokasi dengan baik.

Pedagang itu dipindahkan ke jalan lama untuk sementara menunggu fasilitas berjualan selesai dibangun pada 2020.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan keinginan pengembangan TWA kelok sembilan adalah untuk membantu menata kawasan agar makin cantik dan menarik minat wisatawan.

Pengembangan itu tetap mengacu pada aturan yang ada. Namun ia mengingatkan jangan ada ego sektoral dalam pelaksanaannya.

“Kalau memang rencana pengembangan ternyata lebih luas dari yang diizinkan oleh aturan, BKSDA tolong informasikan. Kita buat surat pada mentri melalui dirjen terkait untu izin. Jangan dihambat,” katanya.

Kawasan kelok sembilan yang dilengkapi jembatan layang menjadi salah satu destinasi wisata di Sumbar. Konstruksi jembatan beton yang berpadu dengan lebatnya hutan konservasi menjadi pemandangan yang sangat menarik. Banyak pengendara yang berhenti di jalur itu hingga dinilai membahayakan.

Solusinya adalah pengembangan kawasan jadi TWA sehingga semua bisa tertata dengan baik. Wisatawan bisa tetap menikmati keindahan kawasan namun tidak membahayakan.*





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer