Connect with us

News

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh


Kamis, 10 Oktober 2019 – 02:34:01 WIB – 294

Terlihat suasana pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Cabang Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. (Ist)

PESISIR SELATAN — Masih kurangnya sosialisasi yang harus dilakukan BPJS Kesehatan, membuat masyarakat mengeluh. Pasalnya, seorang warga di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, mengaku dipersulit dalam kepengurusan kepesertaannya.

“Selama ini BPJS sangat kurang dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Karena dilapangan, masyarakat banyak yang belum mengetahui ketentuan BPJS yang sebenarnya,” ungkap Pon Baron (38) kepada MinangkabauNews.com, Kamis (10/9/2019).

Menurutnya, seluruh dokumen dan persyaratan telah ia bawa. Kecuali surat kuasa. “Padahal saya sudah berjanji kepada petugas BPJS kesehatan bakal membawa surat kuasa itu besok. Namun, tetap saja tidak bisa melanjutkan pengurusan kepesertaannya,” ucap Pon Baron

“Akibat dokumen itu tidak ada terpaksa saya pulang dengan tangan kosong,” tambahnya.

Terkait kejadian tersebut, lanjut Pon Baron, ia berharap agar BPJS Kesehatan Cabang Pesisir Selatan terlebih dahulu mensosialisasikan berbagai peraturan atau kebijakan baru kepada masyarakat. Dan salah satu yang dilakukan pihak BPJS adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiap-tiap Kecamatan atau Nagari/Desa yang ada di daerah Kabupaten Pesisir Selatan.

“Padahal untuk datang ke Painan saja, saya sudah meninggalkan seluruh pekerjaan rumah. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk sampai kesini. Saya sebagai warga Sutera sangat kecewa dengan pelayanan BPJS ini, belum lagi warga yang berdomisili di ujung Selatan, yakni Tapan, Lunang, dan Silaut yang menghabiskan waktu sekitar 6 jam lebih untuk datang kesini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit BPJS Kesehatan Cabang Painan, Santi Setiawati menyebutkan, surat kuasa dari calon peserta memang dibutuhkan sehingga yang bersangkutan sadar telah didaftarkan sebagai peserta BPJS.

“Dengan begitu diharapkan yang bersangkutan sadar pula untuk membayar iuran per bulan. Dan hal ini sudah kami sosialisasikan ke nagari-nagari dengan harapan agar diteruskan pada masyarakat,” ucapnya.

Terkait surat kuasa, ia mengakui agar hal tersebut guna menghindari adanya praktik pengurusan kepesertaan melalui calo atau oknum yang tidak bertanggung jawab. (Rio)

Editor/Sumber: Rio Irawan

Tag: metro,painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

ACT akan Terbangkan 97 Pengungsi Minang di Wamena Papua ke Kampung Halaman

ACT akan Terbangkan 97 Pengungsi Minang di Wamena Papua ke Kampung Halaman

PADANG — Menanggapi konflik sosial yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera…

HUT TNI Ke 74 di Kota Bukittinggi Penuh Keakraban

HUT TNI Ke 74 di Kota Bukittinggi Penuh Keakraban

BUKITTINGGI — Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke 74 tahun 2019 yang dilangsungkan di Kota Bukittinggi,…

447 PNS di Pasaman Barat Terima SK Kenaikan Pangkat, Bupati Pesankan Ini

447 PNS di Pasaman Barat Terima SK Kenaikan Pangkat, Bupati Pesankan Ini

PASAMAN BARAT – Bupati Pasaman Barat H. Yulianto menekankan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar mengutamakan…

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

PARIAMAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman milik Pememerintah Provinsi Sumatera Barat tidak miliki Dokter Kulit…

Kejurnas Sepatu Roda di Pariaman Usai, Atlit Asal Pasaman Bawa Pulang Dua Mendali

Kejurnas Sepatu Roda di Pariaman Usai, Atlit Asal Pasaman Bawa Pulang Dua Mendali

PARIAMAN – Aiy Syatul Zahra, Atlit Sepatu Roda muda berbakat asal Kabupaten Pasaman berhasil meraih dua buah medali…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Mari Kita Boikot Produk Prancis! – Fadli Zon

Fadli Zon Kritik Presiden Emmanuel Macron: Mari Kita Boikot Produk Prancis!


Pernyataan Presiden Menteri Prancis Emmanuel Macron menuai banyak kritikan dari awak media hingga warga Muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari The Guardian, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan menurunkan publikasi karikatur Nabi Muhammad atas nama kebebasan berekspresi.

Gayung pun bersambut. Macron dikecam melalui protes-protes internasional, serangan siber dilancarkan ke situs-situs Prancis, dan sejumlah tokoh tak tinggal diam.

Salah satunya yaitu politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang mengkritik Macron melalui akun Twitter-nya dengan seruan untuk memboikot produk

“Pernyataan Presiden Prancis Macron telah melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Prancis!”

Pernyataan Macron tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan Samuel Paty, guru SMA di Perancis, sekitar 12 hari yang lalu.

Samuel yang mengajar pelajaran sejarah dan geografi diserang remaja berusia 18 tahun pada Jumat 16 Oktober 2020.

Remaja tersebut tewas ditembak polisi tak lama kemudian.

Di depan para muridnya, Samuel memamerkan karikatur dari majalah satir Charlie Hebdo dalam diskusi tentang kebebasan berpendapat.

Sebelum menunjukkan karikatur tersebut, Samuel dikabarkan mempersilakan murid-muridnya yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas jika mereka ingin.

Korban sedang berjalan dari sekolah menuju rumahnya saat penyerangan terjadi.

“Dia menderita banyak luka di kepala…dan kepalanya telah dipenggal,” ujar Jean-François Ricard, jaksa anti-terorisme Prancis, sebagaimana dikutip PORTAL JEMBER dari The Guardian.

Pernyataan Macron juga mendapat peringatan dari Iran yang mengatakan bahwa responsnya terhadap pembunuhan tersebut “tidak bijak”.

Dilaporkan televisi negara Prancis bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah menuduh Prancis sebagai promotor kebencian terhadap Islam yang bersembunyi di balik kebebasan berekspresi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gérard Darmanin mengatakan bahwa lawan mereka adalah ideologi, bukan agama.

Darmanin menambahkan bahwa mayoritas umat Islam di Prancis sudah menyadari bahwa mereka yang paling dipengaruhi gelombang ideologi dari Islam radikal.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer