Connect with us

News

Catatan Yal Aziz: Dispensasi Gubernur Sumbar Bagi ASN yang Iktikaf Patut Dipuji

Catatan Yal Aziz: Dispensasi Gubernur Sumbar Bagi ASN yang Iktikaf Patut Dipuji


ADA hal menarik untuk dikaji dan dibahas masalah dispensasi Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang memberikan dispensasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melaksanakan iktikaf, sepuluh hari Ramadan terakhir.

Kemudian untuk merealisasikan janji tersebut, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno telah memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar,  supaya secepatnya membuat aturan, agar semua  ASN di Pemprov Sumbar bisa iktikaf tanpa mengurangi jatah cutinya.

Sedangkan mengeni lokasi iktikaf, Gubernur Sumbar juga  memberikan kebebasan kepada ASN untuk memilih tempak iktikaf, karena iktikaf merupakan urusan agama yang bersifat pribadi. Maksudnya, Gubernur Sumbar memberikan kebebasan kepada ASN mau memilih tempat iktikaf, bisa saja di masjid kantor Gubernur, Masjid Raya Sumbar atau di masjid dekat rumah juga boleh. Apalagi di Padang ini kan sudah banyak masjid yang digunakan untuk iktikaf.

Dispensasi Gubernur Sumbar bagi ASN yang beriktikaf ini, karena iktikaf mengandung hikmah dan kerahasian dan tujuan, sebagaimana yang disampaikan oleh Dr Muhammad Hariyadi MA, dalam tulisannya di Harian Republika. Katanya, setiap ibadah mengandung hikmah, kerahasiaan dan tujuan, sebab semua ibadah meniscayakan manfaat fisik dan jiwa, keihlasan hati, perbaikan perilaku, dan manfaat bagi kehidupan. Jiwa manusia seringkali terpaku pada fenomena dan lupa pada tujuan.

Inilah jiwa yang lupa dan dilupakan oleh setan akan tujuan, sehingga sibuk dengan fenomena dan kehilangan tujuan.

Jiwa macam ini memerlukan penenang guna membersihkan dan mensucikannya dari kelupaan. Dan fungsi pembersihan tersebut ada pada i’tikaf, yang intinya menyucikan isi hati dari sifat-sifat negatif, mengevaluasinya untuk tidak bersemayam di relung hati, menghadirkan kemuliaan dan keagungan Tuhan, mengisi hati dengan berbagai sifat kebajikan.

Inilah reposisi jiwa untuk meletakkan hati pada relnya yang benar, menyemaikannya dengan aneka kebajikan dan meletakkan mesin evaluasi yang bekerja sepanjang hayat agar jiwa dapat bertanya: “Kemana kita menuju, kepada Tuhan atau penciptaan?” Kalau kepada penciptaan, maka di alam kubur nanti pertanyaan malaikat bukan “Siapa engkau?”, “dari mana datangmu?”, dan “siapa yang mengenalmu?”, melainkan “siapa Tuhanmu?”, “siapa nabimu?”, dan “apa agamamu?”. 

Inilah kisaran hati orang-orang yang beriktikaf yang mengembalikan posisinya pada awal penciptaan manusia dan penyadaran bahwa pada hakekatnya semua makhluk tunduk dan bertasbih kepada-Nya. (QS. Ar-Ruum: 26). Dunia adalah fenomena yang sering membuat lupa hati manusia hingga saat sakaratul maut tiba. Tanpa fase sakaratul maut, dunia mampu melupakan fitrah manusia yang tunduk dan bertasbih kepada Allah SWT, sama dengan fitrah alam semesta lainnya.

Membersihkan hati dengan perenungan akal dan hati dan menyucikan jiwa dengan ilmu, zikir dan ketaatan telah menjadi tradisi Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW melakukan I’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan hingga beliau wafat. (HR. Bukhari-Muslim). Bahkan kegiatan serupa yang dikenal dengan Khalwah (Tahanuts) telah beliau lakukan di gua Hira sebelum diangkat sebagai Rasul.

Keuntungan beriktikaf sebagaimana dikemukakan Dr. Khalid Abdul Kareem antara lain:

1.    Iktikaf yang benar akan memberikan perbaikan dan buah di hati serta menumbuhkan sifat ikhlas dan penyucian jiwa. Hal tersebut karena inti dari semua perbuatan terletak di hati dan hati yang baik akan membuahkan perbuatan yang baik pula. Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam fisik manusia terdapat sekerat daging, jika baik (keratan itu) maka baiklah fisik secara keseluruhannya, dan jika buruk (keratan itu) maka buruklah semuanya. Ketahuilah bahwa (sekerat daging tersebut) adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim).

2.    Mereka yang beriktikaf di akhir Ramadhan adalah orang-orang yang mencari Lailatul Qadr dan jika pencarian itu lengkap sepuluh hari terakhir, maka  Allah SWT akan memberikan ampunan atas-dosa-dosanya.

3.    Orang-orang yang beriktikaf adalah pribadi-pribadi yang menghidupkan sunah Rasul SAW dan barang siapa menghidupkan sunahnya maka mereka menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yang balasannya adalah ampunan dan surga. Allah SWT berfirman: “Katakan (Muhammad)!, Jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS. Ali Imrah: 31).

4.    Dengan beri’tikaf, seseorang telah memelihara diri dari kelupaan kepada Allah; menjaga diri dari perbuatan haram; menjauhkan panca indera dari perbuatan dosa dan maksiyat. Semua itu merupakan hakekat peribadatan dan ketundukan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan Iktikaf kita di akhir Ramadhan sebagai Iktikaf yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sehingga membuahkan perubahan kebaikan secara pribadi maupun sosial. (penulis wartawan tabloidbijak dan padangpos.com)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer