Connect with us

News

Deklarasi Lawan Hoax, Warganet Depok Ajak Masyarakat Posting Konten Positif

Deklarasi Lawan Hoax, Warganet Depok Ajak Masyarakat Posting Konten Positif


Warganet Depok gelar deklarasi lawan Hoax di Lapan Doubelas Palembang Resto, Jl. Margonda Raya no 301 A Beji Kemiri, Depok Jawa Barat, Jumat (25/10).

DEPOK – Komunitas pegiat medis sosial dari Depok dan sekitarnya yang terdiri dari kalangan youtuber, blogger dan para content creator bersama insan media yang tergabung dalam forum jurnalis pesantren melakukan diskusi dan deklarasi gerakan melawan hoaks melalui penyebaran konten positif dalam rangka ikut berkontribusi mensukseskan program pembangunan nasional 5 tahun mendatang.

Gerakan itu untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam mencerna informasi dan aktif memposting konten positif yang menumbuhkan optimisme serta rasa persatuan demi suksesnya Pemerintahan 5 tahun kedepan.

Ketua Panitia Diskusi Hafyz Marshal menjelaskan, kegiatan itu dikemas dalam dikusi dengan tajuk “Gerakan Warganet Menangkal Hoax Demi Persatuan Bangsa dan Suksesnya Pemerintahan 5 Tahun Kedepan”. Dan telah dilaksnakan pada Jumat siang (25/10/2019) di Lapan Doubelas Palembang Resto, Jl. Margonda Raya no 301 A Beji Kemiri, Depok Jawa Barat.

“Peran Warganet diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap tumbuhnya optimisme bangsa dalam mensukseskan berbagai program pemerintahan nasional karena ranah media sosial terbukti menjadi penggerak utama dalam menghasilkan beragam opini, wacana dan kesadaran masyarakat terhadap sesuatu yang terjadi dan berjalan seperti pelaksanaan pembangunan nasional,” kata Hafyz.

Sementara itu, ibu Rita Nurlita KaDiskominfo Kota Depok mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh FPMSI dan Forum Jurnalis Pesantren dan didukung oleh media Kataindonesia, Kabardepok dan Siarandepok harus bisa mengajak dan menjadi gerakan masif Warganet untuk menyebarkan narasi positif dan optimisme guna mengajak masyarakat merajut persatuan dan menggapai Kemajuan Bangsa.

“Gerakan Melawan Hoax dengan Posting Konten Positif bersama ini ditujukan sebagai tekad merajut kembali persatuan dan menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat demi persatuan dan Kemajuan bangsa. Terlalu sia-sia jika ruang media publik hanya dipenuhi oleh berita berita hoax yang dapat memecah belah bangsa, padahal bangsa kita punya banyak hal yang dapat diunggulkan yang bisa menjadi kebanggaan dan dapat dipublikasikan di jagat media maya,” kata Rita dalam penyampaiannya.

Sementara itu, DR. Arbi Sanit Pengamat Politik UI berujar bahwa hoax mengambil kebebasan berpendapat , diperlukan sebuah upaya dan komitmen bersama, untuk melawan hoax di era millennial ini.

“Salah satu cara yang mungkin adalah mengajak warganet lebih kritis terhadap informasi dan terus memberikan literasi cerdas sehingga tumbuh kesadaran bahwa dunia maya dioptimalkan untuk posting posting tentang kemajuan dan keunggulsn bangsa,” kata Arbi Sanit.

Sedangkan DR Indra Samego Pengamat Politik LIPI mengungkapkan Mari berkontribusi dalam kemajuan bangsa dengan ikut berperan melawan hoax.

“Saya sebagai peneliti dan akademisi mengimbau agar para masyarakat memfilter berita yang diterima jika tidak jelas sumbernya dan meraguksn isinya apalagi berita hoax, Pasalnya media sosial menawarkan hal yang baru bagi Warganet saat ini tapi belum tentu hal yang benar,” ucap Indra Samego.

Selain itu, Hafid Nasir Anggota DPRD Kota Depok mengajak insan muda milineal agar melek informasi dan kritis terhadap informasi yang beredar di dunia Maya.

“Saring sebelum sharing, saya mengajak insan muda agar berkolaborasi mendukung gerakan melawan hoax dan isu propaganda negatif agar kedepan kita bisa awasi dan dukung program pembangunan oleh pemerintahan mendatang,” ujar Nasir.

Sementara dari insan media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Pesantren, Lukman Hakim selaku koordinator nya mengatakan bahwa insan media tergabung dalam Forum Jurnalis Pesantren siap dan solid dengan pemberitaan tanpa hoax.

“Insan media solid untuk menjaga pemberitaan yang benar, dan media harus bisa mengedukasi dan menjadi garda terdepan melawan hoax demi persatuan bangsa,” kata Lukman.

Rohmat Rospari CEO Media SiaranDepok juga menambahkan bahwa media adalah sebagai mata dan telinga masyarakat.

“Media seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai mata dan telinga masyarakat dalam mengambil kesimpulan berdasarkan informasi dari sumber yang kredible. Untuk itu, disinilah pentingnya peran media sebagai salah satu instrumen pendidikan politik kewarganegaraan untuk konsisten memberitakan dan memberikan literasi kepada masyarakat,” Kata Rohmat Rospari.

Pada kesempatan yang sama, Utoyo CEO media KabarDepok menyarankan bahwa Media harus memainkan peran pentingnya dalam rangka mencegah berbagai upaya provokasi yang memecah belah bangsa yang bertujuan bisa menghambat program pembangunan nasional.

“Media harus memberitakan konten-konten dan narasi yang menumbuhkan optimisme dengan mengajak semua komponen bangsa untuk merajut persatuan dan mensukseskan agenda pembangunan nasional,” ucap Utoyo.

Selain pemaparan diskusi, warganet juga mendeklarasikan gerakan melawan hoax demi persatuan bangsa dan suksesnya program pemerintahan 5 tahun kedepan yang berisi sebagai berikut:

Kami Warganet dan Jurnalis Pesantren Menyatakan:

PERTAMA, siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 serta merawat Kebhinekaan Demi Persatuan Indonesia.

KEDUA, Siap Melawan Berita Hoax , Ujaran Kebencian Atas Dasar SARA Maupun Penyebaran Radikalisme di Media Publik Dengan Memproduksi Konten-Konten Positip Yang Menumbuhkan Optimisme Dan Keunggulan Bangsa Serta Semangat Persatuan Nasional.

KETIGA, Siap Bergotong Royong Menjaga Kondusifitas Di Ruang Media Publik Demi Suksesnya Program Pemerintah dan Keberlamjutan Pembangunan 5 Tahun Kedepan Menuju Indonesia Maju. (Hafiz)

MENTAWAI – Dinas Kesehatan Lantamal ll Padang melelaui Lanal Tuapejat berkerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten…

Oleh : Zulkarnain Fuad
Menimbulkan kepanikan dan ketakutan massal adalah salah satu alasan penting aksi teror…

MENTAWAI – Untuk pemerataan jaringan Telekomunikasi di seluruh pelosok daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dinas…

PADANG PARIAMAN — Jelang pilkada serentak 2020, Tokoh ranah dan rantau bersama Warga VII Koto (Kecamatan, VII Koto…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer