Connect with us

News

Desa Kajai Juarai Lomba B2SA Tingkat Kota Pariaman Tahun 2018

Desa Kajai Juarai Lomba B2SA Tingkat Kota Pariaman Tahun 2018


Senin, 20 Agustus 2018 – 23:19:06 WIB – 34

Lomba menu beragam

PARIAMAN — Pemko Pariaman melalui Dinas Pertanian Kota Pariaman menggelar lombacipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) Tingkat Kota Pariaman, yang diikuti 20 kelompok tim, dari setiap Kecamatan di halaman rumah Tabuik Subarang, Senin, (20/8/2018).

Lomba ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman Agusriatman dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar Buskar Zulmah dan Ketua GOW Kota Pariaman, Lucy Genius.

Dalam sambutannya, Walikota Pariaman yang dibacakan Agusriatman, menuturkan Kegiatan seperti ini sangat positif sebagaiajang untuk menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi dalam mengolah bahan pangan, sehingga lebih menarik, lebih enak, dan lebih tinggi nilai ekonomisnya.

“Dengan cara seperti ini, Insha Allah selain dapat mencukupi nilai gizi keluarga juga dapat dikembangkan sebagai sarana untuk menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Agusriatman yang juga mantan Kadis Perhubungan itu.

Ia menghimbau kepada masyarakat Kota Pariaman untuk senantiasa menjaga kualitas konsumsi pangan keluarga dengan menu B2SA, memanfaatkan lahan pekarangan, guna menghasilkan generasi yang cerdas, kuat dan sehat.

“Kepada peserta lomba, panitia dan tim juri kami ucapkan selamat beraktifitas. Kalah atau menang dalam suatu perlombaan adalah suatu hal yang lumrah. Kepada pemenang nantinya diharapkan dapat mewakili Kota Pariaman pada acara yang sama di tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya, pada tahun ini juga,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar Buskar Zulmahdi menjelaskan lomba cipta menu ini, akan mengembangkan inovasi ibu-ibu untuk membuat bahan makanan yang asalnya bukan hanya dari beras saja, melainkan dari ubi-ubian, jagung dan sebagainya.

“Lomba ini juga bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), mendorong dan meningkatkan kreasitivitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal dan membantu kaum ibu dalam meningkatkan daya kretivitas, membuat ragam menu bergizi dan seimbang untuk disajikan pada hidangan keluarga sehari-hari,” ujarnya.

Dewan juri untuk lomba tersebut yakni dari Dinas Pangan Sumbar, dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Dinas Pertanian Kota Pariaman, dari SMKN 2 Pariaman dan dari PKK Kota Pariaman.

Usai penilaian oleh tim juri, panitia mengumumkan pemenang lomba B2SA 2018 ini dimana juara I diraih oleh Desa Kajai, Juara II Desa Batang Tajongkek, Juara III Desa Pauh Kurai Taji, Harapan I Desa Sikapak Barat, Harapan II Desa Tanjung Sabar dan Harapan III Desa Kampuang Tangah. (Warman)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: pariaman,sumatra-barat

Teh Jeruju ala Mahasiswa Kehutanan UMSB, Manfaatkan Jeruju Bernilai Ekonomis

Teh Jeruju ala Mahasiswa Kehutanan UMSB, Manfaatkan Jeruju Bernilai Ekonomis

PARIAMAN — Awalnya memang Fadli Rahmadi tidak terpikir untuk mengembangkan teh jeruju maupun keripik jeruju yang…

Lazismu Sumbar Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Lombok

Lazismu Sumbar Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Lombok

PADANG — Lazismu Sumbar menghimpun donasi sebagai respons darurat pascagempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat…

Kajian Konsep Islam Nusantara Dijadikan Subtema 1, BIC III IAIN Batusangkar, Ini Penjelasan Panitia

Kajian Konsep Islam Nusantara Dijadikan Subtema 1, BIC III IAIN Batusangkar, Ini Penjelasan Panitia

TANAH DATAR – Beredarnya pro kontra penyelenggaraan BATUSANGKAR INTERNASIONAL CONFRENCE III (BIC-3) IAIN Batusangkar…

KPU Limapuluh Kota Merilis DCS Anggota DPRD Limapuluh Kota Pemilu 2019

KPU Limapuluh Kota Merilis DCS Anggota DPRD Limapuluh Kota Pemilu 2019

LIMAPULUH KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota Umumkan Daftar Calon Anggota Legislatif DPRD…

Kejari Pariaman Musnahkan Sabu 770 gram dan Ganja 20 Kg

Kejari Pariaman Musnahkan Sabu 770 gram dan Ganja 20 Kg

PARIAMAN — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman melakukan pemusnahan sabu 770,62 gram dan ganja 20.323 Kg hasil sidang…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemborosan dalam Reformasi Birokrasi – Fadli Zon

Fadli Zon Usul Provinsi Sumbar Ganti Nama Jadi Minangkabau


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai keputusan Presiden Jokowi yang menetapkan regulasi terkait sejumlah posisi wakil menteri aneh. Termasuk dengan hadirnya Perpres Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur soal Wamendikbudristek.

Fadli menilai upaya yang dilakukan Jokowi termasuk pemborosan. Apalagi jika regulasi tersebut demi mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan.

“Kalau menurut saya agak aneh, ya. Banyak sekali wakil-wakil menteri padahal wakil-wakil menteri itu, kan, mestinya dibatasi hanya memang kementerian yang membutuhkan saja,” kata Fadli, Senin (2/8).

“Jumlah menteri, kan, sudah dibatasi dengan UU yaitu 34 menteri. Jadi wakil menteri itu, ya, bukan menteri. Jadi, ya, kalau menurut saya ini pemborosan di dalam perbaikan institusi kita atau reformasi birokrasi kita terlalu banyak,” tambahnya.

Dia lantas menyinggung soal keinginan Jokowi untuk melakukan perampingan birokrasi. Sehingga hadirnya regulasi yang mengatur soal posisi wakil menteri ini malah semakin tak konsisten.

“Dulu, kan, Pak Jokowi ingin ada perampingan, tapi ini semakin melebar. Ada wamen, ada stafsus, dan segala macam gitu, ya. Ini menurut saya jelas pemborosan uang negara. Kalau menurut saya ini lebih banyak pada akomodasi politik gitu, ya,” katanya.

Sejauh ini, posisi wamen di sejumlah kementerian dianggap tak perlu. Sebab ada pejabat eselon yang bisa membantu tugas-tugas seorang menteri.

“Ada menurut saya, kan, ada dirjen, ada direktur, dan sebagainya. Perangkat begitu besar jadi mestinya bagaimana institusi ini dibuat benar gitu, dibuat rapi, dan benar,” ujarnya.

Bagi Fadli, keputusan untuk mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan bisa merusak birokrasi yang ada di Indonesia.

“Itulah kesan yang muncul di masyarakat dan itu menurut saya akan merusak birokrasi, merusak reformasi birokrasi, merusak tatanan yang sudah ada,” pungkasnya.

Saat ini sudah ada 14 wamen yang ada di kementerian Jokowi. Sementara itu, Jokowi sudah meneken perpres yang memutuskan ada wamen di 5 kementerian lain. Tapi, hingga saat ini, posisi wamen di 5 kementerian itu belum diisi.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Kita Tunggu Sampai Sore! – Fadli Zon

Sumbangan Rp 2T Akidio Tio Muara Kebohongan? Fadli Zon: Kita Tunggu Sampai Sore!


Nama Akidi Tio belakangan menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Republik Indonesia usai keluarga besar dan ahli warisnya mengklaim akan menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada awal isu tersebut berkembang, banyak tanggapan positif dari masyarakat mengingat nilai yang akan disumbangkan cukup fantastis. Namun belakangan, sejumlah pihak termasuk politisi Fadli Zon menduga dan menilai jika kabar tersebut hanya isapan jempol

Melansir akun twitter pribadinya @Fadlizon, politisi Partai Gerindra itu memposting sebuah unggahan yang isinya merujuk pada artikel Kompas dengan judul ‘Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat’ disertai caption yang cukup menohok.

“Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah masuk sumbangan Rp 2T. Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Kalau ternyata bohong, bisa dikenakan pasal-pasal di UU No.1 tahun 1946,” cuit Fadli Zon, Senin (2/8/2021).

Keraguan Fadli akan kabar tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari sumber artikel yang ditulis oleh Hamid Awaluddin yang Fadli cantumkan dalam cuitannya, disebutkan bahwa sosok Akidi Tio tidak memiliki jejak yang jelas sebagai seorang pengusaha.

Bahkan dalam sejumlah isu sebelumnya, terkait dugaan harta, janji investasi, dan bualan sumbangan menghebohkan dalam tulisan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia tersebut, seluruhnya bermuara pada kebohongan.

Suarapakar.com - Sumbangan Rp 2T Akidi Tio

Meski tulisan artikel itu masih sebatas opini, namun sangat layak dipertanyakan apakah Akidi Tio memang memiliki kekayaan fantastis sebanyak itu sehingga mampu menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk bantuan PPKM?

Senada namun tak sama dengan Fadli Zon, Menkopolhukam Mahfud MD meeminta semua pihak untuk menanggapi kabar tersebut dengan positif dan berharap dapat terealisasi.

“Ini perspektif dari Hamid Awaluddin ttg sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio. Bagus, agar kita tunggu realisasinya dgn rasional,” tulis Mahfud di Twitter, Senin (2/8/2021).

Namun demikian, ia juga memberikan pengakuan jika sebelumnya pernah membuat tulisan terkait pihak yang meminta fasilitas dari Negara untuk mencari harta karun yang nantinya akan disumbangkan kembali ke Negara. Adapun pada faktanya, kabar tersebut tak dapat di validasi.

“Sy jg prnh menulis ada orng2 yg minta difasilitasi utk menggali harta karun dll yg akan disumbangkan ke negara. Tp tak bs divalidasi,” beber Mahfud lagi.

Sebelumnya, keluarga dan ahli waris Akidi Tio disebutkan akan menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan COVID. Sumbangan itu sendiri telah diterima secara simbolis oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021).

Kabarnya uang sumbangan senilai Rp 2 Triliun itu akan masuk pada Senin (2/8/2021). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi baik dari Polda Sumsel maupun pihak keluarga Akidi Tio.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI – Fadli Zon

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memberikan koreksi terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran di berbagai penjuru Indonesia.

Fadli mengoreksi penulisan diksi yang terdapat dalam narasi di baliho Puan yang menurutnya terdapat kesalahan.

“Mari gunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar apalagi dlm bentuk baliho besar yg terpampang ke seantero negeri,” kata Fadli dalam cuitan di Twitter, Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun Fadli memberikan koreksi terhadap penulisan kata ‘kebhinnekaan’ yang menurutnya tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yg benar itu ‘kebinekaan’ bukan ‘kebhinnekaan’. Tapi kelihatannya semua baliho sdh dipajang. Sekedar koreksi,” tulis Fadli.

Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari ‘Kebinekaan’ sesuai dengan koreksinya terhadap baliho Puan Maharani.

“‘Kebinekaan’ artinya keberagaman, berbeda-beda. Harusnya bukan keberagaman (perbedaan) yg ditonjolkan, tp persatuan dlm keberagaman itu,” lanjutnya.

“Unity in diversity, ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dlm serat ‘Kakawin Sutasoma’ karya Mpu Tantular. Jd jgn kita kepakkan sayap perbedaan, tapi persatuan.” jelasnya.

Seperti diketahui, baliho-baliho raksasa Puan Maharani bertebaran di berbagai penjuru Indonesia beberapa waktu belakangan dan kini semakin bertambah jumlahnya.

Berkaitan itu, pihak PDIP sebelumnya sudah mengungkapkan alasan baliho dan billboard Puan dipasang di berbagai tempat di Indonesia.

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan mengatakan bahwa pemasangan baliho Puan adalah bentuk kegembiraan karena putri Megawati Soekarnoputri itu adalah perempuan pertama yang memimpin DPR.

“Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM (Puan Maharani) adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 ketua DPR dalam sejarah RI. Tagline-nya macam-macam. Ada yang berkaitan dengan imbauan perkuatan gotong royong menghadapi pandemi, penguatan semangat kebangsaan, dan dorongan optimisme menghadapi masa depan,” ujar Hendrawan.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer