Connect with us

Kolom & Opini

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula – siarminang.net

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula – Beritasumbar.com

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas.

Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang tak asing didengar. Sebuah prosesi yang harus dijalani bagi calon penerus baru organisasi penggiat alam. Suatu ritual yang seakan menjadi momok menakutkan bagi mereka. Penuh tekanan, penuh persiapan, penuh finansial, sarat akan kekerasan, dan terkadang tak sedikit jatuh korban. Saya akan telaah sejenak, apakah benar demikian? Apa yang mendasari itu semua? Dan, ada apa dibalik proses pendidikan yang selama ini tetap dipertahankan?

Awalnya saya sendiri mengikuti DIKLATSARCARCA (Pendidikan dan Latihan Dasar Cinta Alam) untuk mengikuti organisasi Mapala di FMIPA UNAND, saya sangat berniat masuk karena awalnya kalau masuk Mapala otomatis akan dekat dengan alam, sering kehutan, mendaki gunung, dan kegiatan yang seru lainya, bagiku ini sangat menarik karena saya sendiri adalah Mahasiswa Biologi dan sering melakukan Kegiatan telusur hutan untuk mencari bahan praktikum atau secara lansung mengamati tumbuhan dan hewan dihutan, dan ini sangat menguntungkan bagiku pikiranku saat itu baru kan mendaftra masuk dan mengikuti kegiatan DIKLATSARCARCA, yang ada dibenak dan fikiran kami waktu itu adalah kalau DIKLATSARCARCA itu kegiatan camping ria atau sama dengan kegiatan Pramungka waktu masih di sekolah dulu. Calon anggota atau peserta diklatsar yang mengikuti pendidikan ini berjumlah 9 orang dari setiap jurusan yang berada di FMIPA dan kami cewek semuanya. Sebelum kegiatan lapangan ini beberapa rangkaian acara telah dilaksanakan selama 8 Hari sebelumnya antara lain pendidikan dilapangan dan banyak simulasi yang dilakukan saat berada di hutan saat pendidikan. Kenapa ini penting karena disini kita diajarkan bagaimana cara managemen diri, managemen perjalanan, bagimana management logistic, bagaimana pakaian savety untuk berkegiatan dilapangan.

Selama berkegiatan dilapangan kami mulai berjalan memasuki hutan mendaki bukit, melewati lembah, menyeberang sungai dan ketika sudah mulai sore kami mulai mendirikan dan mencari tempat camp,besoknya kami belajar tentang bagaimana melakukan manajemen ekspedisi atau perjalanan yang dilakukan atu diinginkan di alam disini akan dijelaskan bagaimana perlengkapan yang akan dibawa mulai dari perlengkapan pribadi maupun perlengkapan kelompok, kemudian menentukan transportasi dengan apa kita akan berangkat ekspedisi baik jalur pulang maupun pergi, kemudian operasional kegiatan atau jadwal time pertime selama ekspedisi atau selama berkegiatan dilapangan, kemudian bagaimana menu makan selama berkegiatan tidak mungkin kita tidak makan di hutan karena kita membutuhkan energi untuk menganti energy yang terkuras banyak selama perjalanan.

Dalam berkegiatan di alam bebas tidak dapat di pungkiri kita bias saja berada pada kondisi survival, survival berasal dari kata survive yang artibya bertahan hidup, kondisi survival dapat terjadi karena kurang baiknya manajemen ekspedisi dalam suatu kegiatanmodal dasar yang harus dimiliki untuk dapat bertahan atau keluar dari kondisi survival antara lain: semangat untuk hidup, kesiapan diri, dan alat pendukung, kebutuhan dasar yang harus terpenuhi jika berada dalam kondisisurvival antara lain adalah perlindungan, makanan, apu, air dan perlengkapan pendukung lainya. Selanjutnya keahlian yang harus dimiliki saat berada dilapangan yaitu Navigasi Darat merupakan suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan dengan tepat karena tujuan dari sebuah perjalanan adalah kembali kerumah dengan selamat. Oleh karena itu ketika melakukan kegiatan di alam bebas harus mampu menguasai diri dan memanajemen diri sendiri dan yang yang paling penting yaitu menjaga etika di perjalanan dan berkegiatan di alam.

Dunia pendakian saat ini memang tengah naik daun bagi kalangan pemuda dan pemudi Indonesia mulai dari anak sekolah dasar sampai dengan Mahasiswa. Tak sedikit mereka yang nekat naik ke suatu gunung tanpa dibekali ilmu mengenai pendakian dan hanya dibekali niat nekad dan hanya mengikuti trend pendakian hanya sekedar untuk berfoto-foto dan tanpa tau dan memikirkan apa yang akan dilakukan jika ada kecelakan atau kejadian yang tidak diinginkan terjadi, dan apa yang akan dilakukan atau hal apa yang pertama dikakukan jika terjadi hal yang tidak menguntungkan itu atau kecelakan terjadi di gunung.

Sebenarnya saya sudah sangat ingin mendaki dari awal kelas 1 SMP dan tentu saja lansung dilarang oleh orang tua saya karena alasanya saya adalah anak perempuan tidak boleh naik gunung karena itu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh para laki-laki dan saya adalah anak perempuan dan sangat dilarang keras untuk mendaki, sebenarnya rumah saya tepat di kaki Gunung Merapi yaitu desa kecil Jorong Sikaladi Pariangan. Saya sering diberi tahu oleh kakek dan nenek saya kalau digunung itu tidak semudah yang dipikirkan kan karena banyak gangguan dari jin atau hantu atau penunggu gunung katanya, dan saya mulai melupakan keinginan untuk mendaki gunung, sampainya pas kuliah saya berfikiran kembali kalau masuk Mapala pasti akan dibekali dengan ilmu dan oengetahuan bagaimana cara mendaki dan savety melakukan kegiatan di alam bebas. Dikampung saya sendiri dikatakan bahwa anak perempuan tidak boleh mendaki dan hanya anak-anak yang nakal dan bodoh yang melakukan pendakian ke gunung untuk apa ke gunung, apa yang akan didapatkan disana, untung-untung selamat disana kalo terjadi kecelakaan hilang atau meninggal di gunung, truss siapa yang akan bertanggung jawab. Itulah momok buruk yang sering saya dengar ketika belum mengenal dan masuk kegiatan Mapala.

Contoh kecelakaan di atas bisa terjadi pada siapa saja. Orang yang profesional sekalipun punya resiko yang sama ketika ia menempatkan dirinya di alam bebas. Kita tidak bias memungkiri adanya kehendak Tuhan, semua sudah menjadi catatan Tuhan (takdir). Namun, yang bisa kita lakukan adalah mengurangi resiko kemungkinan terjadinya kecelakaan tersebut dari sisi manusianya sendiri (human error). Menjadi sorotan utama apa saja yang kita butuhkan, bukan hanya sekedar fisik dan ilmu. Memang keduanya sangat penting, namun bukan yang terpenting apabila keduanya berdiri sendiri-sendiri. Banyak hal yang terjadi selama dilapangan, kombinasi dari beberapa elemen yang kita miliki bisa menjadi solusi yang lebih baik.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa pendidikan dasar tidak hanya mempersiapkan skill dalam berkegiatan di alam. Namun juga sebagai tonggak awal berkembangnya mental dan insting mereka. Akhirnya dari kombinasi itu mereka lebih percaya diri, lebih mampu mengukur kemampuannya, dan peka terhadap sekelilingnya. Selalu mempertimbangkan akal sehat dan bukan sekedar menuruti hawa nafsu. Saya sarankan jangan menjadi pendaki alay yang suka ikut-ikutan untuk pergi mendaki gunung dan hanya untuk sekedar foto-foto, membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga etika ketika berada di gunung, saya sering melihat kalau pendaki modern pada saat sekarang ini hanya melakukan pendakian dan tidak memperhatikan keadaan lingkungan sekitar, contoh sepele nya saja mebuang sampah sembarangan di gunun dan yang lebih anehnya lagi pergi kegunung hanya untuk pergi bersenag-senag atau melakukan kegiatan yang melenceng lainya.

Bisa saya katakan bahwa, lebih banyak kecelakaan terjadi (tersesat, hilang, dsb) bukan karena lemah fisiknya, namun karena kurang rasa percaya diri, dan hilangnya fungsi seorang pemimpin. Kondisi demikian berlanjut pada kacaunya komunikasi antar anggota, ketidakpercayaan pada pemimpin, rasa takut yang hebat, hingga hilangnya semangat untuk mempertahankan hidup. Di sini pendidikan dasar memiliki peranan yang amat penting sebelum seseorang melangkahkan kakinya di Alam bebas. Suatu ketika saya mendengar berita musibah pada suatu pendakian gunung, bahkan yang saat ini sedang beredar ada diantara mereka yang menjadi korban dan meninggal ketika sedang mendaki dan banyak kecelakan, hilang atau ddisesatkan di hutan. Ini mengajarkan kepada kita bahwa pentingnya etika ketika berada di hutan atau di gunung karena kita berdampingan dengan makhlukh yang lain yang berada disana. Disini diklatsar memiliki peranan yang amat penting sebelum seseorang melangkahkan kakinya di Alam bebas.

Saya sangat setuju bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik, pengalaman dapat lebih menunjukkan identitas dan karakter kita.Banyak teman saya yang tidak memiliki background Pecinta Alam atau belum pernah melalui prosesi diksar, namun bisa lebih mengkondisikan dirinya dalam berbagai situasi, menghasilkan solusi yang brilliant, dan bisa diandalkan. Dan banyak juga teman saya yang memiliki background PA hanya sebatas kebanggaan akan lencana yang ia pakai, namun tidak bisa menolong dirinya dan bahkan menjadi benalu bagi yang lain. Diklatsar adalah pintu pertama dalam sebuah kurikulum namun outputnya tergantung dari isi dan orangnya masing-masing. Namun jika kita tidak tahu apa-apa, mengikuti seluruh kurikulum dengan baik adalah jalan yang lebih aman. Dan semoga makin sedikit kasus kecelakaan yang terjadi digunung maupun alam bebas lainya karena sedikitnya ilmu yang diketahui mengenai pendakian / pecinta alam.

Organisasi Mapala pun sudah banyak yang berkontribusi untuk Indonesia, salah satunya adalah Mahitala Unpar dengan pendakian tujuh atap tiang langit tertinggi dunia yang sudah mengharumkan Indonesia di kancah dunia. Bahkan ketika ada bencana alam di Indonesia Mapala atau Pencinta alam adalah garda terdepan untuk setiap kegiatan bencana, Sistem pendidikan dasarnya yang harus di ubah, bukan Mapalanya yang malah dibubarkan.Tetaplah solid saudara” ku, persaudaraan tercipta bukan hanya karena hubungan darah, melainkan juga karena tetesan keringat dan air mata.

Ingat satu hal dimanapun berada di gunung, hutan atau sedang melakukan kegiatan di alam dan selalululah mengamalkan semboyan ” JANGAN MEMBUNUH SESUATU KECUALI WAKTU, JANGAN MENGAMBIL SESUATU KECUALI GAMBAR, JANGAN MENINGGALKAN SESUATU KECUALI JEJAK, karena ini merukan etika dasar ketika berada di alam bebas karena kita hanya sebagi tamu, dan bersikapkaplah sewajarnya sebagaimana kita bertamu kerumah orang lain.



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kolom & Opini

Berontaknya Alam di Provinsi Kalimantan Selatan – siarminang.net

Berontaknya Alam di Provinsi Kalimantan Selatan – Beritasumbar.com

Oleh: Roosdinal Salim
Ketua Departemen Lingkungan Hidup dan Kesehatan DPP Partai GolkarJakarta

Seminggu yang lalu kita dikejutkan denganbencana banjir yang parah yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Mengapa saya katakan parah? Karena banjir ini melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Barang kali ini adalah banjir yangterparah yang pernah terjadi di wilayah provinsi ini.Sekali lagi, mengapa bisa separah ini? Sebelum tahun 1990Provinsi Kalsel terkenal dengan hutan tropikalnya,dan saat itu hasil tambang yang dikenal masyarakat umum hanyalah intan.

Meskipun saat itu memang sudah ada tambang batubara yang besar namun untuk skala menengah eksploitasi batubara belum dikenal.Sementara di sektor perkebunan,kelapa sawit saat itu belum banyak ditanam di wilayah Kalsel. Artinya sebelum tahun 1990 bumi Provinsi Kalsel masih belum dieksploitasi secara besar-besaran. Namun hal ini berubah setelah turunnya orde baru dan berlakunya otonomi daerah.

Bermuncullah pengusaha “lokal” yang terkadang“berbaju”koperasi yang ingin berpartisipasi dalam sektor pertambangan khususnya batubara. Maka menjamurlah “pengusaha” batubara yang menjual batubara untuk dijual domestik atau ekspor. Sejak itu mulai terkenal-lah batubara asal Kalsel. Batubara Kalsel-pun mulai menyerbu pasar India dikarenakan kualitasnya yang baik namun harganya relatif murah.

Sayangnya, menjamurnya para pengusaha batubara ini tidak diikuti dengan peraturan lingkungan hidup dan tata ruang yang tepat. Pemda setempat juga tidak disiplin didalam mengatur tata ruang pertambangan batubara dan tambang batubara ini pun tidak mengacu pola pembangunan berkelanjutan. Pemda hanya mementingkan sektor ekonomi tanpa mempertimbangkan sektor lingkungan hidup dan sosialnya.

Pemerintah pusat pun tidak optimal mengatur regulasi untuk sektor pertambangan dengan pola pembangunan berkelanjutan. Pengawasan terhadap regulasi yang ada pun sangat lemah.Pertambangan batubara adalah kegiatan menggali bumi, maka hutan yang mengandung cadangan batubara oleh pemerintah diberikan izin untuk di eksploitasi. Dan izin ini diberikan tidak hanya 1 atau 10 tapi izin yang diberikan bisaratusan. Bayangkan ratusan izin yang dikeluarkan oleh Pemda untuk menggali bumi untuk mendapatkan batubara.

Dan Pemda memberi “izin” untuk membongkar hutan demi batubara.Sangat tidak mungkin Pemda/Pemerintah tidak memahami manfaat hutan dan bukan berarti pertambangan batubara tidak boleh ada tetapi konyolnya Pemda/Pemerintah”mengizinkan” hutan yang ada di Provinsi Kalsel untuk di eksploitasi demi batubara tanpa memperhatikan tata ruang, sektor lingkungan hidup dan sektor sosial yang akan terdampak dengan masifnya pembukaan lahan batubara
ini.

Jelaslah Pemda hanya mementingkan sektor ekonomi dari eksploitasi batubara ini tanpa memperhitungkan dampak lingkungan hidup dan sektor sosial yang terjadidari pertambangan batubara ini. Akibat dari kebijakan yang dibuat sejak akhir tahun 90an ini maka 30 tahun kemudian terjadilah bencana banjir yang dahsyat di seluruh Provinsi Kalsel.

Presiden Joko Widodo telah berkunjung dan meninjau lokasi bencana banjir Kalsel ini.

Banjir besar ini memang disebabkan karena”tidak mampu”nya Sungai Barito menampung air karena hujan yang turun terus menerus selama 4 hari.

Namun ketidak-mampuan Sungai Barito menampung air BUKAN lah hal yang UTAMA. Karena hal yang utama adalah:
Gundulnya hutan di Kalsel
DAS yang tidak lancar
DAS tidak lancar diakibatkan karena turunnya permukaan tanah karena masifnya tambang batubara Di sini terkesan Bapak Presiden Joko Widodo tidak mendapatkan laporan yang akurat.

Izinkan Penulis memberikan usulan kepada BapakPresiden Joko Widodo untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan hidup di Provinsi Kalsel ini dengan membuat executive order sebagai berikut:
1.Meninjau kembali Tata Ruang seluruh Provinsi Kalsel dengan membuat RDTR baru dan RDTR ini harus disetujui oleh Pemerintah Pusat
2.Moratorium pengeluaran izin tambang batubara.
3.Pengawasan terpadu untuk tambang batubara yang izinnya sudah dikeluarkanTerhadap 3 hal di atas yang harus dikeluarkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo harus didukung seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya masyarakat Kalsel agar kegiatan penebangan hutan dan pertumbuhan sektor pertambangan dapat mengikuti paradigma baru yakni pembangunan berkelanjutan.

Sehingga dalam menjalankan usaha para pelaku usaha dan Pemda tidak hanya mementingkan sektor ekonominya saja tapi mempertimbangkan juga sektor lingkungan hidup dan sektor sosial.

Karena kalau kita manusia hanya memikirkan sektor ekonomi saja tanpa memikirkan sektor lingkungan hidup maka alampun bisa “berontak” karena manusia sudah mengekploitasi alam DILUAR batas yang alam mampu berikan. Juga, manusia tidak akan mungkin sanggup dan mampu menahan atau menghentikan “berontaknya” alam.

Terima kasih



Sumber

Baca Selengkapnya

kabupaten Solok

Pembelajaran Tatap Muka di SDN 09 Lubuk Tareh pada Masa Pandemi – siarminang.net

Pembelajaran Tatap Muka di SDN 09 Lubuk Tareh pada Masa Pandemi – Beritasumbar.com

Oleh: Zulfadri
Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam IAIN Batusangkar

Kabupaten Solok,siarminang.net,-SDN 09 Lubuk tareh terletak di jorong Lubuk Tareh kenagarian Garabak Data kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok. Lokasi Sekolah ini sangat jauh dari pusat kota solok bahkan untuk sampai ke sekolah ini harus melewati Kabupaten Dharmasraya terlebih dahulu.

Selama masa pandemi COVID- 19 ini SDN 09 Lubuk Tareh tetap melasksanakan belajar tatap muka atas keputusan kepala sekolah Rusima karna terkendela banyak hal sekolah ini tidak bisa menjalankan proses pembelajaran daring. Sekolah tatap muka ini dilaksanakan mulai dari hari senin sampai pada hari jum’at dan pada hari sabtu diliburkan. Sekolah tatap muka ini dilaksanakan pada terjadinya awal COVID- 19 dan dilaksanakan sampai pada saat sekarang ini dan selama ini terlaksana dengan baik seperti biasanya.

Pembelajaran tatap muka ini harus tetap diberlansungkan karna di lubuk tareh tidak bisa untuk melakukan belajar secara daring. Seandainya pembelajaran daring harus dilaksanakan, ada beberapa faktor yang sangat menjadi kendala utama jika pembelajaran daring harus dilaksanakan di SD 09 Lubuk Tareh ini diantaranya yaitu tidak adanya akses internet.

Untuk mendapatkan jaringan internet mereka harus pergi ke kampung sebelah melewati jalan yang kurang memadai apalagi bila hari hujan jalan akan susah untuk dilewati. Ekonomi masyarakat disini rata- rata menengah kebawah . Anak- anak mereka yang masih sekolah SD tidak dibelikan handphone karena tidak begitu dibutuhkan.

Jika pembelajaran daring tetap dilaksanakan di SDN 09 Lubuk Tareh ini mungkin sangat banyak siswa dan siswi yang tidak mengikuti pembelajaran daring tersebut. Dan mungkin saja ada dari mereka yang berhenti sekolah sampai sekolah tatap muka dilaksanakan kembali.

Dan bagi siswa dan siswi yang mencoba untuk menyesuaikan dengan pembelajaran daring mereka akan pergi ke kampung sebelah tiap hari mulai dari hari senin sampai jum’at. Jika musim penghujan mereka tidak akan bisa mengikuti belajar daring karena lokasinya agak sedikit jauh dan jalan yang tidak memadai. Juga sering kali terjadi  ketika musim penghujan jaringan akan jelek dan bahkan hilang.

Maka Pembelajaran tatap muka ini harus dilaksanakan namun tidak secara bebas saja tapi juga memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana yang di tetapkan pemerintah seperti jaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Namun untuk penggunaan masker masih kurang terlaksana secara maksimal. Dan sebelum memasuki kelas semua suhu siswa dan siswi di cek terlebih dahulu setelah itu baru diperbolehkan untuk memasuki kelas. Jika ada siswa dan siswi yang suhu tubuhnya tinggi maka harus di cek lebih lanjut ke bidan desa ataupun kerumah sakit.

Tidak memakai masker di kawasan sekolah ini tidak begitu menjadi masalah karena SDN 09 Lubuk Tareh terletak di daerah perkampungan yang sangat jauh dari pusat perkotaan dan penduduk di kampung ini juga sangat jarang sekali keluar dari kampung tersebut. Karena itu banyak siswa yang tidak memakai masker. Bukan berarti siswa dan siswi di sini tidak peduli terhadap arahan pemerintah tentang protokol kesehatan. Setiap orang yang baru datang dari perkotaan di kampung ini juga harus karantina selama 14 hari dirumah dan kesehatannya selalu di cek setiap hari. Hal ini membuktikan kewaspadaan masyarakat terhadap COVID- 19.

Pada tahun 2021 ini kalau pemerintah masih belum mengizinkan untuk sekolah tatap muka secara keseluruhan SDN 09 Lubuk Tareh akan tetap melanjutkan sekolah tatap muka seperti biasa. Karena walau bagaimanapun di sekolah ini memang belum bisa untuk menerapkan sistem belajar secara daring. Untuk belajar daring ini sangat memerlukan jaringan yang bagus sementara itu di Lubuk Tareh ini jaringan untuk menelepon saja susah apalagi untuk internet yang memerlukan jaringan bagus.

Pembelajaran tatap muka ini berjalan lebih  efektif di bandingkan dengan pembelajaran daring. Pembelajaran tatap muka juga lebih mudah dimengerti oleh siswa dibandingkan pembelajaran daring yang terkendala oleh banyak hal seperti:

  1. Handphone tidak ada
  2. Ada handphone tapi jadul
  3. Akses internet yang susah/ tidak memadai
  4. Tidak mengerti dengan Internet
  5. Tidak mempunyai paket Internet
  6. Dll



Sumber

Baca Selengkapnya

Kolom & Opini

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona – siarminang.net

Mimpi bertemu sang Ayah, "Sang Datuk" nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona – Beritasumbar.com

Oleh : Gusri Efendi

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Sebagian orang mungkin tidak percaya dengan adanya mimpi karena dia hanya mainan hidup tapi bagi sebagian orang masih percaya akan takwilnya mimpi apalagi jika bermimpi bertemu dengan orang-orang pilihan seperti mimpi bertemu seorang Nabi dan seorang Syeikh atau bisa jadi bertemu dengan seserang yang dicintainya.

Malam itu (19/1/2021) kami lebih awal ketimbang hari-hari sebelumnya, insya Allah sebelum tidur dipastikan tidak sekali dua kali kami mengucapkan doa tidur yang telah diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Sambil tidurpun sempat kami sempat memutar YouTube dakwah seorang mantan Kapolda Sulsel yang viral dengan model dakwahnya yang menarik ketika masih menjabat yakni Bapak Irjen Umar.

Malam itu terasa tidur dengan pulas dan cukup nyaman di sebuah pondokan seorang bapak angkat yang alhamdulillah juga baik dan banyak warga yang tahu ternyata beliau juga seorang Habaib di Kelapa 4 Sungai Kunyit Mempawah Kalimantan Barat dimana kami mengabdi saat ini.

Ditengah tidur, tiba-tiba kami berjumpa dengan ayah “Kardiman” nama beliau, saat itu terasa berada dirumah lama di Padang Tiakar Hilir Kecamatan Payakumbuh Timur Sumatera Barat dimana kami pernah lahir dan tumbuh besar sejak kecil hingga tamat SMA. Seperti biasa kami sering bantu-bantu beliau jika berada dirumah ketika beliau sibuk bekerja khususnya lagi “Menambal Ban” sebagai profesi tambahan beliau sebagai seorang “Mekanikal” alias Perbengkelan. Namun situasinya bukan saat masih kecil tapi seperti saat ini yang sudah memiliki seorang Istri dan 6 orang anak, ini hal lucu dan keanehannya dalam mimpi kali ini.

Disaat sibuk-sibuk membantu seperti biasa beliau selalu memperhatikan apa yang kami kerjakan apalagi ketika ada sebuah kesalahan, sebagai anak bukan generasi milineal kami masih takut dan berhat-hati jika bersama sang Ayah almarhum Datuknya sang anak-anak kami saat ini.

Jangankan disaat marah ketika beliau diam dan melirik saja kami sudah mulai berfikir apa gerangan kesalahan yang terjadi apalagi disaat beliau marah; dipastikan kami mencoba mengkoreksi diri, apalagi beliau bukan orang bertype ekstrover seperti saya anaknya. Beliau bertype introver dimana banyak bekerja atau bergerak ketimbang banyak bicara, boleh dikata sedikit bicara banyak bekerja.

Tiba-tiba disaat mencongkel ban memang ada sebuah kesalahan, sehingga beliau marah-marah dan ceramahi kami. “Kenapa masih ada kesalahan jika sudah berkali-kali saya ajarkan & mengerjakannya” ujar beliau. Kalau dulu masih kecil mungkin saya langsung jadi galau dan gusar bahkan sesekali penuh kesal dalam menanggapinya.

Tapi kali ini tidak demikian disaat mimpi kali ini, kami lebih tenang dan santai dalam menanggapinya serta terasa sedikit bertengkar dan menjawab “tak pa pa apa marah karena memang saya yang salah, kalau benarpun apapun yang saya kerjakan jika saya tanggapi tetap salah karena bisa jadi durhaka” ujar kami dalam mimpi dengan suasana tertegun.

Mendengar jawaban itu beliau akhirnya tersenyum, bahkan dalam situasi bekerja beliau yang akhirnya jarang berbicara banyak berbincang-bincang alias “ceracau” bahkan penuh semangat layaknya bersama orang dewasa lainnya. Alur cerita baru mulai dari saat menyindir kami soal wanita yang sempat beliau tuduh “mata buaya” tapi saya bantah dengan fakta bahwa “bukan pa”, karena seumur-umur memang kami baru sekali kami punya seorang teman wanita alias “pacar” sehingga saya jawab dengan seloroh “eeeit, setahu saya pa, saya cuma sekali punya pacar itupun bohong-bohongan tapi sejak dipisah tidak lagi mau pacaran sampai tamat kuliahan dan bahkan mengharamkan berpacaran lagi sampai memutuskan menikah dengan istri yang saat ini, tapi diakui memang banyak disukai dan dekat dengan teman-teman wanita cantik itu benar, hingga banyak yang salah paham dengan saya” sambil ketawa-ketiwi dalam mimpi bersama beliau.

Cerita berlanjut ketika beliau menanggapi aksi demo mahasiswa yang menyebabkan akhirnya saya dipenjara saat masih jadi aktivis mahasiswa, disaat ini memang lagi jaya-jayanya pegang tampuk kekuasaan sebuah Unit Kegiatan Kampus WP2SosPol-UNP namanya; sebuah unit kegiatan kampus yang memang fokus dalam memperjuangkan nasib mahasiswa dalam berbagai issue keadilan dan kepedulian sosial politik khususnya bagi para mahasiswa dan masyarakat pada umumnya sebagai seorang Sekretaris Jenderal. Beliau memang mengkritik juga habis-habisan apa yang kami lakukan saat itu padahal seharusnya sudah harus tamat kuliah namun rela mejadi aktivis “mapala” alias mahasiswa paling lama atau mahasiswa abadi, bayangka saja kami baru dapat selesaikan kuliah dalam massa 8 tahun atau lebih kurang dari tahun 2008 s/d 2016.

Hingga saat ini kami menilai beliau adalah seorang bapak yang baik dan penuh pengertian, meski sering berseberangan dengan kami sebagai sang anak ujungnya beliau masih tetap ingin berdamai dengan situasi. Beliau mangatakan “entah apa kerjaanmu bisa lama selesai kuliah kerja ini dan itu dikampus sampai hingga masuk penjara segala gegera demo kerja sia-sia alias kerja lapuak” ujarnya. Namun saya tetap jawab dengan tenang berseloroh lagi “Bapak jangan salah, sejak kecil anak bapak ini sudah ditakdirkan sebagai seorang pemimpin, bayangkan dari sejak SD menjabat sebagai seorang ketua kelas, di SMP ketua OSIS, di SMA juga demikian bahkan banyak jabatan lainnya, jadi mungkin nasib kita memang berbeda pa untuk hal ini” ujar saya tersenyum lagi bersama beliau.

Ceracau beliau yang dikenal pendiam ini kemudian kembali berlanjut, bahasa beliau memang terkenal punya sindiran keras sebagaimana idiom keluarga besar beliau yang di kenal keturunan orang “Koto” dikampung saya, sebuah marga atau suku di Minangkabau kampung halaman kami. Bicaranya sesekali tapi cukup terasa menyakitkan bagi mereka yang tidak memahami latar belakang beliau itu. Anehnya beliau berbicara tentang situasi saat ini yang sedang dilanda issue Covid-19 padahal beliau sudah belasan tahun lalu mangkat. Mana mungkin beliau tahu soal Covid-19 yang disaat beliau masih hidup tidak pernah mendengar apalagi merasakannya.

Dalam ceracau beliau itu dengan sangat lugas menyampaikan tentang keanehan dan kelucuan yang terjadi saat ini, dimana situasi negara yang terasa kacau dan akut saat ini. Terkesan dalam cerita beliau seperti sependapat dengan pemikiran kami yang saat ini berkembang sebagaimana situasi yang ada. “Covid-19 alias virus Corona saat ini memang aneh, ini seperti sebuah skenario besar yang melanda bangsa, semua kita seperti (kebo yang di cucuk hidungnya) alias menurut saja dengan situasi yang ada dan tidak berdaya untuk melawannya” ujarnya sinis. Untuk hal ini kami tidak menanggapinya tapi hanya mengeluarkan senyum lebar saja karena sudah terasa agak sependapat.

Sikap beliau dalam ceracau yang terakhirnya terasa hampir sama di saat kami dulu terjebak dengan kasus aksi demo dahulu di tahun 2014. Dimana disaat-saat genting kami terancam di Droup Out (DO) dari perkuliahan dan penjara karena menjadi pimpinan demo di Universitas Negeri Padang saat itu beliau memanggil khusus kami ke kampung halaman. Selepas diskusi tentang apa yang terjadi dikampus saat itu beliau mengatakan “jika itu yang kami perjuangkan, bismillah selamat berjuang sampai selesai bahkan sampai mati (tabujua lalu tabalintang patah)” ujarnya tegas sambil berikan sebuah rahasia kehidupan.

Meskipun dalam penilaian kami terhadap beliau sesudah beliau wafat ternyata beliaulah orang dalam keluarga yang paling tidak siap menerima keadaan hidup saat itu. Sehingga ketika wafat terlihat dalam keadaan tidak siap dan terkejut selepas mendapatkan perawatan keras disebuah rumah sakit umum di Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Beliau pergi selamanya dengan memendam kesedihan dan kejutan tapi dengan wajah yang berseri-seri bahkan menurut cerita masyarakat di sholatkan banyak orang di sebuah masjid di Nagari Sariaklaweh Kec. Akabiluru Kab. Limapuluh Kota Sumatera Barat saat itu.

Singkat cerita, kami berpisah dengan sebuah kedamaian dan kesejukan, sehingga kami terbangun pagi-pagi dengan sebuah senyuman namun penuh debaran dan gumam “tumben sang ayah tercinta hadir dalam mimpi tidur pulas malam ini” sambil memberikan hadiah doa khusus bagi beliau “Allahumma firlahu warhamhu….” dan kemudian membaca doa bangun tidur kembali. Sontak secara tidak sadar air mata seperti berkaca-kaca, rindu pada sang ayah yang hebat dan tercinta bisa terobati kembali dalam hidup ini, sungguh kami merasa termasuk orang beruntung juga bertemu dengan sosok beliau.

Tak berfikir lama, bakat sisipan sebagai penulis akhirnya mendorong kami untuk segera membuka loptop dan mencoba untuk menulis kisah ini, tujuannya hanya sederhana sekali yakni “setidaknya ini akan menjadi kisah haru bagi anak-anak kami yang alhamdulillah dikaruniai jumlahnya lumayan, 3 pasang putra-putri dan sebentar lagi akan menjadi 7 orang jika dikarunia Allah kembali dalam waktu dekat ini”. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan magfirah serta rezeki yang halal dan toyyib bagi kami segenap keluarga dan pembaca semua, Amin ya Rabb. Melanjutkan perjuangan para pendahulu Ayah, Kakek dan Buyut kami yang mungkin terkenal idealis dan juga garang (kritis) di negeri asal kami Sariaklaweh; kampung tercinta yang tak pernah terlupakan. Wallahu`alam.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer