Connect with us

BUKITTINGGI

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang – siarminang.net

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang dari Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, Selasa (23/2/2021).

Pelajar kelas 11 IPA 5 SMAN 3 Kota Bukittinggi ini, berangkat menuju RS M. Djamil Padang dengan mobil ambulans, sekitar pukul 18.15 WIB. Sampai di RS M. Djamil Padang, sekitar pukul 10. 00 WIB.

Pelepasan putra Dodi Indra, ke RS M. Djamil dari RS Yarsi Bukittinggi itu, disaksikan Kepala SMAN 3 Kota Bukittinggi, Amri Jaya dan Penggalang Dana, Young Happy serta lainnya.

Sesampainya di RS M. Djamil, warga Jorong Parik Putuih, Nagari IV Angkek Canduang, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, langsung masuk ruang UGD.

Di ruang UGD, anak kedua pasangan Dodi Indra (48) – Kartika (50) itu, dibezuk Danlantamal Padang, Laksamana Pertama, Hargianto.

Young Happy mengatakan, selama di RS M. Djamil, alumni Himasma 3 teladan akan tetap memantau perkembangan penyakit diderita Bintang Herlambang itu.

“Kepada tim medis, kami berharap agar dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada Bintang. Untuk pendanaan, alumni telah siap membantu pengobatannya sampai sembuh,” ucapnya.

Untuk diketahui, penyakit dialam pasien berawal dari cedera bagian punggung, yang terjadi September 2020.

Sekitar Oktober 2020, ia dibawa ke RS Madina. Dirawat selama seminggu, lalu dirujuk ke RSUP, sekarang bernama RS Otak.

Di RS Otak, untuk memulihkan kondisi cedera dideritanya, ia harus dilakukan operasi tulang punggung. Operasi dilaksanakan Desember 2020.

Sebelum operasi, di bagian lutut sebelah kanan pasien terdapat memar, tak sebesar sekarang.

Kondisi kaki yang terus membesar, pada Senin (15/2/2021) dilakukan rontgen. Hasil rontgen keluar, Selasa (16/2/2021).

Saat di rumah, Kamis (18/2/2021), ia tak kuasa menahan rasa sakit dibagian lututnya, lalu dibawa ke RS Otak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pihak medis RS Otak menyatakan kalau dokter ortopedi tidak ada. Pihak medis merujuknya ke RSAM Bukittinggi. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak medis RS Otak menyebutkan tidak bisa dirujuk ke RSAM.

Ditolak RSAM, pihak medis menyarankan kalau pasien dirawat menjelang AB nya naik, setelah itu dirujuk ke RS M Djamil di Padang, guna mendapatkan perawatan selanjutnya.

Dirujuk ke RS M Djamil, orangtua pasien becerita ke temannya, dan disarankan agar dibawa ke RS Yarsi, Kamis (18/2/2021).

Setelah menjalani perawatan di RS Yarsi, ternyata lutut membesar sebesar bola kaki itu, akibat penyakit kanker yang sudah stadium 4. (adil)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUKITTINGGI

LGBT Problem Serius yang Harus Menjadi Perhatian Pemerintah – siarminang.net

LGBT Problem Serius yang Harus Menjadi Perhatian Pemerintah – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan, masalah LGBT adalah problem serius yang harus menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi anak-anak yang jauh dari orangtuanya.

“Betapa pun pentingnya pendidikan islam sejak di bangku sekolah dasar. Perlu juga sekolah keluarga diterapkan, selain guru di sekolah,” kata Erman Safar dalam sambutannya pada pembukaan acara “Sekolah Keluarga” di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (4/3/2021).

Menurut dia, sekolah keluarga merupakan suatu program yang bermanfaat untuk rumah tangga dan masyarakat, apalagi di masa pandemi covid-19 yang menyebabkan perekonomian menurun.

Saat ini, kata dia, perlu dipersiapkan tentang pengendalian pembinaan tekhnologi kepada anak-anak. Orangtua harus mengetahui bagaimana detail soal tekhnologi, dengan demikian akan dapat memperhatikan anaknya yang belajar di rumah.

Ke-depanya, Erman Safar didampingi wakilnya Marfendi mengatakan, pemerintah berupaya terus mendatangkan nara sumber yang bisa menjelaskan kepada para orangtua, untuk mengajarkan dan memberi tahu bagaimana mengawasi dan mengenal tekhnologi yang sedang berkembang saat ini. Yaitu, sejauh mana pengaruhnya terhadap phisichologi dan karakter anak.

“Hal itu akan kita masukkan ke dalam materi sekolah keluarga. Disamping menambahkan pendidikan karakter kepada anak-anak, tanpa merubah kurikulum, misalnya muatan lokal dan ekstra kurikuler,” ucapnya.

Semenntara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan “Sekolah Keluarga” di kota Bukittinggi.

“Sekolah Keluarga bisa memberikan sesuatu hal yang baru kepada masyarakat Bukittinggi,” katanya.

“Ketika membangun suatu peradaban yang baik, penyelesaian pertama adalah dari rumah tangga. Maka awal dari keluarga yang baik, akan bisa melahirkan generasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dengan dilaksanakan secara bertahap sekolah keluarga per kecamatan, setiap orang akan bisa memahami bagai mana peserta merealisasi nilai-nilai yang telah diberikan nara sumber, seperti materi di dalamnya, pemuliham ekonomi misal, menanam bunga dan menanam bawang.

Acara selain dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Erman Safar-Marfendi, juga tanpak Kepala Pemberdayaan Perempuan Bukittinggi, Kepala TP-PKK Kota Bukittinggi, serta mendatangkan nara sumber dari MUI, Ustadz Gusrizal Gazahar.

Kegiatan “Sekolah Keluarga” dalam kegiatan kuliah umum tersebut, diikuti para peserta dari kaum ibu berasal di Kecamatan Guguk Panjang Bukittinggi. Kegiatan digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Bukittinggi. (adil)



Sumber

Baca Selengkapnya

BUKITTINGGI

Wawako Bukittinggi Marfendi dan Istri Terima Kunjungan Dari Bengkalis – siarminang.net

Wawako Bukittinggi Marfendi dan Istri Terima Kunjungan Dari Bengkalis – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Organisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Riau mengadakan kunjungan ke Kota Bukittinggi,
Kamis (3/3/2021).

Kunjungan sekaligus dalam agenda bersilaturahim dengan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi itu berlangsung di rumah dinas di Belakang Balok.

Tampak istri dari Wawako Bukittinggi, Nurna Eva Karmila, turut menyambut rombongan, serta Ketua DPD PKS Kota Bukittinggi, Ibnu Asis dan Al Defri kader senior PKS termasuk sejumlah kader PKS lainnya.

Rombongan dari P2TP2A Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Riau, berkunjung hadir Hj. Zahraini B, S.Pd,.M.Pd, Ketua Dewan Etik Daerah (DED) Misnu Sakirin dan rombongan lainnya.

Zahraini juga anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Bengkalis dari Fraksi PKS ini mengatakan, dengan kunjungan ke Bukittinggi bisa mengambil banyak hal, khusunya bisa berperan aktif dalam keluarga, masyarakat untuk bisa aktif berkecimpung di bidang ketrampilan seperti, menjahit, atau pun bidang lainnya.

“Pembelajaran kepada masyarakat barangkali perlu dilakukan agar masyarakat bisa bergandengan tangan memberikan peran kepada perempuan, untuk dapat secara seksama melakukan upaya-upaya perbaikan kualitas kehidupan dan kesejahteraan,” paparnya.

Berkunjung ke Bukittinggi ini lantaran Bukittinggi termasuk yang sukses dalam menjalankan program ini, tuturnya.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kota Bukittinggi sebagai kunjungan dari rombongan P2TP2A.

“Tentunya dengan kunjungan ini, merupakan sebuah kebanggaan bagi Kota Bukittinggi. Harapanya, dengan kunjungan ini bisa saling berkontribusi positif untuk memajukan program yang sudah terbentuk,” ucapnya. (adil)



Sumber

Baca Selengkapnya

BUKITTINGGI

Tanpa Kantongi Izin, Wako Erman Safar agar Pertimbangkan Pengoperasian RSUD Bukittinggi – siarminang.net

Tanpa Kantongi Izin, Wako Erman Safar agar Pertimbangkan Pengoperasian RSUD Bukittinggi – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Pemerintahan Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, Erman Safar – Marfendi, agaknya perlu untuk mengkaji kembali pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi, yang berada di Jln By Pass, Gulai Bancah kota itu.

Jika RSUD belum mengantongi izin, seperti izin operasional, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, jelas legalitas RSUD Bukittinggi dalam menerima pasien dipertanyakan.

Misalnya tetap menerima pasien, berpotensi menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari. Bisa saja nanti, akan ada penilaian mal administrasi atau mal praktek.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, pada BAB IV tentang Perizinan Bagian Kesatu Persyaratan. Pada Pasal 23 ayat (1) jelas menerangkan, bahwa setiap Rumah Sakit wajib memiliki izin setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit.

Sedangkan ayat (2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan.

Berdasarkan Pasal 24 ayat (1) Lokasi bangunan Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) harus berada pada lahan yang
sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata bangunan lingkungan kabupaten/kota setempat dan peruntukan lahan untuk fungsi Rumah Sakit.

Untuk ayat (2) Lahan bangunan Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memiliki batas yang jelas dan dilengkapi akses/pintu yang terpisah dengan bangunan
fungsi lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Nah berdasarkan keterangan di atas, sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap Rumah Sakit wajib memiliki izin setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit. Artinya, jika RSUD Bukittinggi tidak ada izin, apakah ini tidak melanggar.

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar kepada wartawan di RSUD Bukittinggi usai pelaksanaan vaksin covid-19, Senin (2/3/2021), terkait perizinan RSUD Bukittinggi, ia menyebutkan telah berkoordinasi singkat dengan PLT dinas kesehatan, di mana sedang mengupayakan untuk mengurus izin operasionalnya.

Kalimat sedang berupaya untuk mengurus izin operasional, dapat digarisbawahi bahwa RSUD Bukittinggi — jika memang tengah dioperasikan saat ini — jelas tanpa ada izinnya.

Diharapkan, di kepemimpinan Erman Safar – Marfendi, sampaikan yang sebenarnya kepada masyarakat, bila memang RSUD belum punya izinnya, agar untuk sementara tidak menerima pasien umum dulu.

Pasalnya, jika pasien umum diterima, sekali lagi ditegaskan bakal bisa berpotensi menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari. Bisa saja nanti akan ada penilaian mal administrasi atau mal praktek.

Untuk diketahui, RSUD Bukittinggi diresmikan Wali Kota Bukittinggi yang lama yakni, Ramlan Nurmatias bersama anggota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), pada Senin (18/1/2021).

RSUD Bukittinggi dibangun sejak 2018 lalu dengan total anggaran Rp150 miliar lebih dari APBD Bukittinggi. Dari jumlah itu, bangunan fisik menelan dana sebesar Rp107 miliar lebih. Sisanya untuk pengadaan alat kesehatan.

RSUD Bukittinggi tersebut terdiri dari enam lantai, dengan 100 tempat tidur dan tujuh poli. RSUD Bukittinggi juga memiliki ruang operasi gawat darurat, dan ruang operasi sentral.

Kontrak perencanaan RSUD Bukittinggi dimulai 24 April 2017 sebesar Rp1 miliar lebih. Agustus 2018 mulai dilaksanakan pekerjaan RSUD.

Dalam pelaksanaannya, sedikit ada kendala. Pelaksana yang lama diputus kontrak pada 7 Oktober 2018. Selanjutnya, pada Februari 2019 pembangunan kembali dilanjutkan, dan berhasil menyelesaikan pembangunan RSUD tersebut.

Selain bangunan fisik, juga telah diadakan alat kesehatan senilai Rp34 miliar. Semua buatan Eropa dan dilakukan dengan sistem e-catalog.

Dikutip dari padangkita.com, Ramlan Nurmatias sawaktu menjabat wali kota Bukittinggi, saat peresmian kala itu menyatakan, pembangunan RSUD Bukittinggi, perencanaan dari awal bangunan dibuat sebaik mungkin dan sarana prasarana untuk RSUD pun harus maksimal dengan alat yang canggih serta modern berasal dari Belanda dan Jerman.

“Saya merasa bangga dan haru karena RSUD Bukittinggi selesai dibangun. Ini janji kampanye saya tahun 2015 lalu. Alhamdulillah ini terwujud saat ini. Saya pastikan kalau alat kesehatan yang dibeli merupakan buatan Eropa. Saya juga berterima kasih kepada Almarhum Maderizal (anggota DPRD), yang waktu itu telah menyisihkan dana cadangan untuk pembangunan RSUD sebesar Rp13 miliar,” jelasnya.

Kembali pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, bahwa Pasal 30 ayat (1) dalam hal rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan tertentu, Rumah Sakit harus mendapatkan izin pelayanan kesehatan tertentu dari Menteri.

Dengan demikian, rumah sakit bila mana dioperasikan, ada baiknya memiliki izin terlebih dulu. Untuk itu, ada baiknya dipertimbangkan kembali oleh Wali Kota Erman Safar, yang mana menyampaikan pemerintah Bukittinggi, malalui RSUD siap melayani seluruh masyarakat kota untuk berobat di RSUD Bukittinggi. (*)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer