Connect with us

News

Disetujui Prabowo Subianto, Nasrul Abit Optimis Bertarung di Pilgub 2020

Disetujui Prabowo Subianto, Nasrul Abit Optimis Bertarung di Pilgub 2020


PADANGPOS.COM (Padang) — Terjawab sudah teka-teki akan majunya petahana Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang. Pasalnya, mantan Bupati Pesisir Selatan itu sudah menerima mandat dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya sudah dikasih tahu Pak Prabowo secara lisan sejak tanggal 28 Juli lalu. Saya diminta maju pada Pilgub Sumbar mendatang,” ujar Ketua DPD Gerindra Sumbar Nasrul Abit saat ditanya awak media di Padang, Kamis, 5 September 2019.

Dikatakannya, dengan persetujuan dari Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, menjadi semangat, motivasi, sekaligus sikap optimis bagi dirinya untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah Sumbar pada tahun depan.

“Ini menjadi motivasi saya. Apalagi secara lisan Pak Prabowo sudah mengizinkan untuk maju dalam Pilgub Sumbar tahun depan,” tuturnya Wagub Sumbar itu.

Lanjutnya, sampai saat ini sosok wakil untuk mendampinginya dalam pertarungan Pilgub 2020 nanti masih dicari. Meskipun begitu, keputusan terkait wakilnya nanti tetap menunggu keputusan DPP Gerindra.

“Untuk calon wakil masih mencari siapa yang terbaik untuk mendampingi saya. Nanti untuk namanya akan kita usulkan ke DPP Gerindra, karena yang menetukan tetap DPP Gerindra untuk wakil ini. Jadi kita tunggu saja keputusan DPP, kemungkinan Desember sudah ada namanya,” tukasnya.

Sebelumnya, Andre Rosiade di akun twiternya pada tanggal 4 September lalu telah mengungah video dukungan Gerindra kepada Nasrul Abit. Dalam video berdurasi 40 detik itu Andre Rosiade duduk bersama dengan Nasrul Abit yang ditonton 7.375 hingga sore ini (16.57 WIB).

“Assalamualaikum masyarakat Sumbar, saya Andre Rosiade bersama Wakil Gubernur Pak Nasrul Abit, Insyaallah partai Gerindra akan mencalonkan beliau menjadi Gubernur Sumbar periode 2021-2026,” sebut Andre.

Dalam video itu Andre mengatakan, Nasrul Abit punya pengalaman yang luar biasa, sangat layak, punya kapasitas dan kemampuan memimpin sumbar. Pernah satu periode menjadi Wakil Bupati Pesisir Selatan, dua periode Bupati Pesisir Selatan dan sekarang Wagub Sumbar.

“Ayo kita dukung bersama-sama Pak Nasrul Abit menjadi Gubernur Sumbar selanjutnya,” ajak Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu. (fardi)

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1
//<![CDATA[
var APPID = $('#facebook-comment-appid').text();
if (APPID == '' || APPID == null) {
APPID = '218168578325095';
}
window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : APPID,
status : true, // check login status
cookie : true, // enable cookies to allow the server to access the session
xfbml : true // parse XFBML
});
};
(function() {
var e = document.createElement('script');
e.src = document.location.protocol + '//connect.facebook.net/en_US/all.js';
e.async = true;
document.getElementById('fb-root').appendChild(e);
}());
$(window).on("load resize",function(){var a=location.protocol+"//"+location.host+location.pathname;var b=$(".post-body").width();$("#container-commentfb").html('

‘);FB.XFBML.parse()});//]]>



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer