Connect with us

News

Dugaan Penganiayaan Seorang Aktivis, Inilah Pernyataan DEMA Syariah IAIN Bukittinggi

Dugaan Penganiayaan Seorang Aktivis, Inilah Pernyataan DEMA Syariah IAIN Bukittinggi


Jumat, 20 September 2019 – 11:40:08 WIB – 1345

Intan permata legum (Demisioner ketua umum dema fakultas syariah) dan Anwar (ketua panitia DAD IMM yang juga ketua umum DEMA FEBI)

BUKITTINGGI — DEMA (Dewan Mahasiswa) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi memberikan pernyataan dalam draft (tanpa tanda tangan, red) yang diterima redaksi melalui whatapps terkait berita minangkabaunewscom, Selasa 6 Oktober 2015 berjudul: 15 Oknum Mahasiswa di Bukittinggi Keroyok Aktivis IAIN Bukittinggi (http://bit.ly/2IXuJlS).

Berikut pernyataan masih draft yang diterima minangkabaunews.com pada Kamis, 19 September 2019. Terkait pemberitaan media bapak/ibu tentang peristiwa yang terjadi didalam kampus IAIN Bukittinggi: “15 oknum Mahasiswa di Bukittinggi keroyok Aktivis IAIN Bukittinggi” (http://bit.ly/2IXuJlS) tertanggal: Selasa, 17 September 2019.

Dalam pernyataan tersebut, Pjs. Ketua Umum DEMA Syariah IAIN Bukittinggi, Agung Kurnia Sandi mengatakan Fakultas syariah mengadakan kegiatan Mataf (Masa Taaruf, red) sebagai masa pengenalan mahasiswa baru syariah yang kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 14-15 September 2019.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adanya masalah yang muncul berawal dari salah seorang peserta mataf yang tidak mengikuti kegiatan pada hari pertama karena mengikuti kegiatan DAD yang dilaksanakan oleh organisasi eksternal kampus yaitu IMM. Pada hari kedua peserta yang bersangkutan meminta izin untuk mengikuti kegiatan mataf kepada panitia mataf, lalu panitia mataf mempertanyakan ketidakhadirannya di hari pertama kepada mahasiswa yang bersangkutan, dijawab bahwa ketidak hadirannya sudah seizin saudara Anwar Solihin (Ketua Dema FEBI, Ketua DPD IMM), jawaban tersebutlah yang ingin diklarifikasi oleh teman-teman panitia mataf fakultas syariah kepada saudara Anwar karena tidak adanya Komunikasi/surat yang masuk terkait perizinan peserta mataf tersebut.

Pada hari Minggu tanggal 15 September 2019 pukul 19.00 WIB. Pengurus Dema Fakultas Syariah, pengurus HMPS Selingkup Fakultas Syariah beserta Panitia Mataf Fakultas Syariah mengklarifikasi hal tersebut kepada saudara Anwar terkait persoalan perizinan peserta mataf. Pertemuan terlaksana di ruang sekretariat DEMA FEBI IAIN Bukittinggi antara panitia mataf, pengurus Dema fakultas syariah, mahasiswa baru peserta mataf, Anwar, Nanda, Aldino, dan kawan-kawan. Dalam proses klarifikasi tersebut terdapat tindakan yang tidak menyenangkan dari saudara Anwar yang menjurus kepada rasa permusuhan terhadap satu kelompok. Karena provokasi tersebut maka terjadilah insiden.

Lanjutnya, pasca terjadinya insiden tersebut, di hari yang sama para pihak yang terlibat dalam insiden tersebut telah melakukan PERDAMAIAN dengan point perdamaian, yang poinnya Permasalahan ini tidak diperpanjang dan tidak melebar dengan maksud untuk mencegah timbulnya konflik antar kelompok yang lebih besar. Dengan itikad baiknya para pihak yang terlibat dalam insiden tersebut telah saling memaafkan serta melakukan upaya-upaya perbaikan atas kesalah pahaman yang terjadi.

Bahwa keesokan harinya tanpa diketahui sebab yang jelas muncul pemberitaan, seolah-olah insiden ini telah menimbulkan korban dalam posisi mengalami luka yang serius. Hal ini kami lihat melalui foto yang ikut terlampir dalam pemberitaan yang kami maksud dalam surat ini. Padahal yang bersangkutan hanya check up biasa karena kondisi tubuh yang bersangkutan sebelumnya memang merasa kurang sehat karena aktivitas yang dilakukan sebelumnya. Hal ini dapat dikonfrontir melalui keterangan Ketua DEMA Syariah yang pada hari itujuga, yang bertemu langsung dengan saudara Anwar. Faktanya antara DEMA Syariah dan saudara Anwar Sholihin masih tetap berkomunikasi dengan baik hingga saat ini.

Dalam pernyataan masih dalam draft diterima melalui Whatapps tersebut DEMA Syariah IAIN Bukittinggi tidak melampirkan surat perdamaian antara kedua belah pihak, sementara redaksi memiliki laporan polisi atas insiden tersebut. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: bukittinggi,metro,sumatra-barat

Ops Patuh Singgalang Tahun 2019, Polres Solok Kota Sita 521 Unit Ranmor

Ops Patuh Singgalang Tahun 2019, Polres Solok Kota Sita 521 Unit Ranmor

SOLOK – Operasi Patuh Singgalang yang digelar dari tanggal 29 Agustus sampai tanggal 11 september 2019, secara serentak…

Posisi Ketua DPRD Kota Payakumbuh Dijabat Politikus PKS

Posisi Ketua DPRD Kota Payakumbuh Dijabat Politikus PKS

PAYAKUMBUH – Pascapelantikan 25 anggota DPRD Terpilih Kota Payakumbuh periode 2019 -2024 hasil Pemilu 2019 berdasarkan…

Wako Mahyeldi Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2020 dan RPJMD Kota Padang 2019-2024

Wako Mahyeldi Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2020 dan RPJMD Kota Padang 2019-2024

PADANG — Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)…

Mariza Ilfani Siswi Ranah Batahan Harumkan Nama Sumbar di Lomba Bercerita Perpusnas RI 2019

Mariza Ilfani Siswi Ranah Batahan Harumkan Nama Sumbar di Lomba Bercerita Perpusnas RI 2019

PADANG – Mariza Ilfani utusan dari SDN 02 Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat berhasil…

1200 Mahasiswa Baru Ikuti Masta, Rektor UMSB: Masta adalah Integrasi nilai Agama dan Pengetahuan

1200 Mahasiswa Baru Ikuti Masta, Rektor UMSB: Masta adalah Integrasi nilai Agama dan Pengetahuan

PADANG — Universitas Muhammadiyah Sumbar menggelar Masa Taaruf (Masta) kepada 1.200 calon mahasiswa baru tahun…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer