Connect with us

Ekonomi

Dunia Games Sukses Raih Predikat sebagai Media dan Penyelenggara Kompetisi Esports Terbaik

Dunia Games Sukses Raih Predikat sebagai Media dan Penyelenggara Kompetisi Esports Terbaik


JAKARTA – Telkomsel memahami bahwa produk digital dan layanan telekomunikasi menjadi semakin vital bagi kehidupan sehari-hari, terlebih di tengah pandemi ketika sebagian masyarakat masih memusatkan kegiatannya di rumah. Hal ini salah satunya ditandai dengan kenaikan broadband tertinggi Telkomsel selama masa pandemi yang mencapai 49%. Catatan tersebut pun berbanding lurus dengan peningkatan penggunaan layanan mobile game oleh pelanggan Telkomsel sebesar 231%.

Fenomena tersebut membuat Telkomsel melalui Dunia Games semakin konsisten menghadirkan lebih banyak produk dan layanan yang mampu menjadi solusi hiburan digital di bidang esports. Upaya ini pun mampu mengantarkan Dunia Games meraih penghargaan sebagai “The Most Favorite Gaming Media of The Year” pada Indonesia Gaming Awards (IGA) 2020 dan “The Most Favorite Non-Publisher Esports Tournament” dalam ajang Indonesian Esports Awards 2020.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, sebagai leading digital telco company, Telkomsel memiliki komitmen untuk terus bergerak maju mendorong ekosistem digital di Indonesia secara inklusif dan berkesinambungan. Dalam mewujudkan upaya tersebut, Telkomsel salah satunya menaruh fokus untuk mendukung kemajuan industri esport dan gaming Tanah Air melalui platform Dunia Games. Maka dari itu, kami memaknai kedua penghargaan di atas sebagai pendorong tambahan bagi Telkomsel dan Dunia Games untuk terus menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi penggiat game Indonesia.

Dalam mendorong perkembangan industri game dan esports Tanah Air, Dunia Games menjalankan empat pilar utama layanan yang meliputi portal media komunitas, penyelenggara kompetisi, payment gateway, dan penerbit game. Keempat fungsi tersebut terus dijalankan secara konsisten oleh Dunia Games dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan industri esports Indonesia serta kemajuan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pada fungsinya sebagai portal media game, Dunia Games menyediakan informasi berkualitas dengan lebih dari 100 artikel yang diterbitkan setiap minggu dan lebih dari 1.800 video yang ditayangkan. Kerja keras itu pun memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan basis pengguna yang mencapai 17 juta orang. Dunia Games juga mencatat peningkatan jumlah times views sebesar 150% dari tahun sebelumnya, atau tumbuh dari 20 juta times views menjadi 57 juta times views.

Selain itu, Dunia Games sebagai penyelenggara kompetisi telah menyelenggarakan berbagai macam turnamen esports tahunan bergengsi, seperti Dunia Games League dan Indonesia Games Championship (IGC). Khusus untuk IGC, pada penyelenggaraannya di 2020, kompetisi tersebut diikuti lebih dari 34.000 peserta yang berasal dari 457 kabupaten/kota serta 3 negara Asia Tenggara. Turnamen esports hasil kolaborasi antara Telkomsel dan Garena Indonesia dengan total hadiah lebih dari Rp1,6 miliar ini berhasil menyedot lebih dari 14 juta views dan 1,7 juta jam waktu tonton (watch time).

Pencapaian yang telah ditorehkan oleh Dunia Games sebagai portal media game dan penyelenggara kompetisi menjadi penilaian utama dari Indonesia Gaming Awards (IGA) 2020 dan Indonesian Esports Awards 2020 dalam menobatkan Dunia Games sebagai “The Most Favorite Gaming Media of The Year “ dan “The Most Favorite Non-Publisher Esports Tournament”.

Tidak berhenti sampai situ, Dunia Games juga memperkuat ekosistemnya dengan menghadirkan layanan payment gateway untuk berbagai macam game dan voucher game menggunakan alat pembayaran yang bervariatif, termasuk melalui Direct Carrier Billing (DCB) Telkomsel. Per November 2020, terdapat 6 juta pengguna yang telah bertransaksi menggunakan Dunia Games DCB. Sedangkan pada akhir 2020 ini, terdapat lebih dari 150 game publishers dan developers yang telah terhubung melalui Dunia Games DCB.

“Secara keseluruhan, transaksi di Dunia Games terus mengalami pertumbuhan sepanjang 2020, yang salah satunya didorong oleh meningkatnya kebutuhan pelanggan akan hiburan digital berkualitas dalam memusatkan berbagai aktivitas hariannya di dalam rumah akibat pandemi. Sepanjang Januari–November 2020, terjadi kenaikan transaksi sebesar 166% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, terjadi kenaikan sebesar 231% pada Desember 2020, yang notabene termasuk di masa pandemi, jika dibandingkan dengan Januari 2020 saat pandemi belum terjadi di Indonesia,” ujar Nirwan.

Sedangkan dalam menjalankan fungsinya sebagai penerbit game secara konsisten, Dunia Games menghadirkan berbagai pilihan game menarik untuk masyarakat Indonesia. Sepanjang 2020 ini tercatat sudah ada tiga game yang diluncurkan Dunia Games, yaitu Rise of Nowlin (Februari 2020), Kolak Express 3 (Mei 2020), dan Three Kingdoms: Quest of Infinity (Desember 2020). Bersama ShellFire (2018) dan Lord of Estera (2019), total terdapat lima game yang telah diterbitkan oleh Dunia Games dengan berbagai genre yang disesuaikan dengan minat para penikmat mobile game di seluruh Indonesia.

“Kedua penghargaan tadi merupakan sebuah pencapaian yang spesial bagi kami karena dengan penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap komitmen kami dalam memajukan industri esports dan gaming di Indonesia. Kami pun akan memaknainya dengan terus memperkuat prinsip customer-centric dalam menghadirkan berbagai macam inovasi terbaru di segmen gaming guna memenuhi berbagai kebutuhan seluruh pemangku kepentingan di industri esports Tanah Air,” tutur Nirwan. (mat)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Ini Penyebab Harga Cabai Merah Kriting Melandai di Lubuk Basung

Ini Penyebab Harga Cabai Merah Kriting Melandai di Lubuk Basung


LUBUK BASUNG – Harga per satu kilogram cabai merah keriting di Lubuk Basung mulai melandai. Kondisi tersebut dipicu berlimpahnya stok di pasaran.

Pantauan Singgalang di Pasar Serikat Lubuk Basung-Garagahan, Kamis (21/1) pasokan cabai merah keriting tampak melimpah. Sejumlah pedagang menjual per kilogramnya kisaran Rp38.000 – Rp40.000.

Andi (39) salah seorang pedagang menuturkan harga cabai merah keriting sudah satu pekan terakhir mengalami penurunan.

“Kalau yang bagus ini Rp40 ribu satu kilo, yang agak layu Rp38.000,”katanya.

Stok cabai merah keriting di lapak miliknya terbilang melimpah. Dirinya bahkan mengaku kewalahan untuk menghabiskan stok yang ada.
Sepertinya harga cabai sudah mulai sedikit-sedikit mengalami penurunan. Mungkin karena stok banyak, cabai dari Alahan Panjang juga masuk.

Jenis cabai lain yang harganya juga ikut melandai adalah cabai hijau keriting, yakni dibanderol kisaran Rp32.000-Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah kisaran Rp23.000 per kilogram.

“Cabai rawit hijau sejak hari Minggu lalu turun Rp10.000, jadi Rp60.000 per kilogram,” katanya.

Mulai melandainya harga cabai merah keriting di Lubuk Basung dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Agam, Nelfia Fauzana.

Dikatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, pasokan cabai merah memang terbilang melimpah. “Dari pengecekan kami terakhir, memang sudah mulai melandai, harga jual paling tinggi Rp40.000 per kilogram,” katanya.

Pasokan berlimpah tidak hanya terjadi pada komoditi cabai saja. Pasokan sayur-mayur juga tampak menumpuk di pasaran.

“Akibatnya, sejumlah sayuran turun harga kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000. Hal ini berlaku hukum ekonomi,” katanya.(210)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Pascagempa Sulbar, Seluruh Perantau Minang Sudah di Pengungsian –

Update Gempa M6,2 Sulbar, 84 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia


PADANG – Perantau Minang menjadi korban gempa di Sulawesi Barat sudah berada di pengungsian. Dari sekitar 200 lebih kepala keluarga (KK) perantau Minang yang ada di sana tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada perantau kita yang meninggal akibat bencana gempa di Sulbar. Yang rumah rusak ada, tapi mereka sudah berada di pengungsian,” sebut Kepala Biro Kerjasama Rantau dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda Senin (18/1).

Dikatakannya, sejak gempa melanda Sulawesi Barat Pemprov Sumbar terus memantau perkembangannya. Terutama warga perantau Minang yang ada di sana.

“Kita langsung kumpulkan informasi, dengan menghubungi yang bisa dihubungi. Hanya saja diawal terjadi bencana komunikasi langsung ke lokasi terputus,”ungkapnya.

Meski begitu, hingga kini belum ada rencana Pemprov Sumbar untuk mengirim bantuan. Karena, kondisi lokasi bencana masih sulit diakses. Selain itu, untuk mencapai Mamuju memakan waktu sekita 8 jam dari Makassar, Sulawesi Selatan.

“Belum ada arahan dari pimpinan, kalau sekarang mendistribusikan barang juga sulit,”ujarnya.(yose/yuke)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Tanah tidak Diblokir, BPN Padang tak Juga Proses Permohonan Warga –

Tanah tidak Diblokir, BPN Padang tak Juga Proses Permohonan Warga


PADANG – Anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman mempertanyakan niat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Padang tidak mau memproses permohonan warga terhadap tanah bekas sengketa Kaum Makboet. Sementara tanah tersebut tidak diblokir lagi.

“Jujur saya kaget mendengar BPN Padang ikut menghalang-halangi proses pengurusan tanah warga yang berada pada bekas sengketa Makboet itu. Apa alasannya, sampai sekarang mereka juga tidak menjelaskan dengan pasti, tapi semua permohonan baik pemberian hak atau peralihan atas tanak tidak mereka proses, ini saja di blokir,” Sebut Sekretaris Forum Nagari Tigo Sandiang ini.

Mendapatkan kabar itu, dirinya akan meminta DPRD Sumbar memanggil BPN Padang untuk menjelaskan maksudnya tersebut. Karena kebijakan BPN Padang tersebut sudah merugikan masyarakat sebagai pemilik tanah.

“Ini apa maksud BPN itu, diblokir tidak, sengketa perdata tidak ada. Tapi permohonan warga tidak diproses, itu sudah melanggar tugasnya sebagai lembaga yang melayani masyarakat dalam pertanahan,” Sebutnya.

Bahkan, Anggota DPRD dari Partai menilai ada maksud tertentu dari BPN Padang yang dapat merugikan warga. Padahal tidak ada persoalan hukum yang dapat mengahalangi warga untuk mendapatkan pelayanan pertanahan.

“Saya akan minta DPRD Sumbar memanggil BPN ini, mereka harus memberikan penjelasan,” Ujarnya.

Diterangkannya, sebelumnya memang ada sengketa tanah seluas 765 hektar di tiga kelurahan yang berada di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo. Dalam lahan tersebut terdapat sekitar 40 ribu sertifikat warga. Tanah tersebut diklaim sepihak oleh orang yang mengaku ahli waris kaum Makboet.

Setelah melalui berbagai penyelesaian, termasuk persidangan di pengadilan. Akhirnya, Kementrian Agraria memutuskan tanah tersebut hanya 1,3 hektar milik Kaum Makboet. Tidak seluas 765 hektar, penjelasan itu ditegaskan melalui Gambar Situasi (GS) yang dikeluarkan Kementrian Agraria.

Bahkan, orang-orang yang terlibat dalam sengketa tersebut sedang terlibat kasus pidana penipuan. Dengan dugaan modusnya pelaku mengaku pemilik tanah, kemudian meminta uang kepada sejumlah pembeli.

“Jadi sekarang itu tidak ada lagi sengketa perdaata, yang ada hanya pidana,” ujarnya.

Kasie Sengketa BPN Padang, Adhe dihubungi membenarkan ada informasi tersebut. Namun sebagai humas di BPN Padang dirinya tidak bisa menjawab terkait kebijakan tersebut.

“Memang dulu ada blokir, kemudian sudah dibuka. Soal pelayanan peralihan hak itu soal kebijakan. Saya tidak bisa jawab, langsung saja pada kepala kantor,” jawabnya.

Sementara Kepala BPN Padang, Antoni dihubungi melalui selulernya tidak menjawab. Setelah dikirim pertanyaan melalui pesan whatshap pada tanggal 15 Januari 2021, tidak mendapatkan jawaban.(yose)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer