Connect with us

Ekonomi

Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram

Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram


Ilustrasi (net)

JAKARTA – Usai libur, harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) kembali turun Rp2.000 per gram. Dengan demikian, harga emas Antam 1 gram dijual Rp661.000 dari harga sebelumnya Rp663.000.

Sementara, harga pembelian kembali alias buy back juga turun Rp2.000 per gram menjadi Rp585.000 per gram dari harga sebelumnya Rp587.000 per gram.

Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.285.000 dengan harga per gram Rp642.500. Harga emas 2,5 gram dibanderol Rp1.596.500 dengan harga per gram Rp638.600.

Harga emas 3 gram dipatok Rp1.911.000 dengan harga per gram Rp637.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.536.000 dengan harga per gram Rp634.000. Sementara harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp3.160.000 dengan harga per gram Rp632.000. Harga emas 10 gram dijual Rp6.245.000 dengan harga per gram Rp624.500.

Harga emas 25 gram Rp15.513.000 dengan harga per gram Rp620.520. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.913.000, dengan harga per gram Rp618.260.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp61.700.000, dengan harga per gram Rp617.000. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp153.953.000, dengan harga per gram Rp615.812, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp307.613.000 dengan harga per gram Rp615.226.

Sementara untuk emas batik ukuran 10 gram, dijual dengan harga Rp6.840.000 dengan harga per gram sebesar Rp684.000, dan ukuran 20 gram dijual dengan harga Rp13.130.000 dengan harga per gram sebesar Rp656.500.

Kemudian, harga emas batangan kemasan Idul Fitri 1 gram dibanderol Rp740.000. Untuk harga emas batangan kemasan Idul Fitri ukuran 2 gram sebesar Rp1.365.000 dengan harga per gram Rp682.500.

Sedangkan harga emas batangan kemasan Natal 2 gram sebesar Rp1.339.000, dengan harga per gram Rp669.500.

Untuk harga emas batangan kemasan Idul Fitri 5 gram dijual Rp3.254.000 dengan harga per gram Rp650.800 per gram dan harga emas batangan kemasan Natal ukuran 5 gram dijual Rp3.228.000 dengan harga per gram Rp645.600. (aci)

 



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi – siarminang.net

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi – Beritasumbar.com

Pemuda yang memiliki nama lengkap Brian Fakhrul Razi ini, selain memiliki wajah yang rupawan dan sendu, ternyata adalah salah satu sosok pengusaha muda yang terbilang sukses di Jambi yang memiliki garis keturunan dari ibu asli dari Balai Tangah lintau.

Saat ditemui media Jumat (22/01) dirumahnya sekaligus kedai utamanya di Sipin ( Sekitar Mesjid Nurdin Hamzah) Rozi membeberkan bahwa dirinya merupakan asli dari Lintau Sumatera barat.

” ya saya asli Lintau, ibu saya orang balai tangah, dibawah tabek gadang” ulasnya.

Ditambahkannya lagi bahwa mulanya bisnis martabak ini dikembangkan oleh bapaknya kejambi ini.

“Dulu awalnya bisnis ini dikembangkan oleh bapak saya, lalu saat ini saya merupakan generasi penerus estafet bisnis ini kedepan” imbuhnya lagi.

Selain martabak bangka, di outlet ini pengunjung juga bisa menikmati martabak kubang, sate padang, soto padang dll.

Saat ini sudah dibuka beberapa outlet martabak di tehok dan simpang rimbo kota jambi.(Rezki)



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Ini Penyebab Harga Cabai Merah Kriting Melandai di Lubuk Basung

Ini Penyebab Harga Cabai Merah Kriting Melandai di Lubuk Basung


LUBUK BASUNG – Harga per satu kilogram cabai merah keriting di Lubuk Basung mulai melandai. Kondisi tersebut dipicu berlimpahnya stok di pasaran.

Pantauan Singgalang di Pasar Serikat Lubuk Basung-Garagahan, Kamis (21/1) pasokan cabai merah keriting tampak melimpah. Sejumlah pedagang menjual per kilogramnya kisaran Rp38.000 – Rp40.000.

Andi (39) salah seorang pedagang menuturkan harga cabai merah keriting sudah satu pekan terakhir mengalami penurunan.

“Kalau yang bagus ini Rp40 ribu satu kilo, yang agak layu Rp38.000,”katanya.

Stok cabai merah keriting di lapak miliknya terbilang melimpah. Dirinya bahkan mengaku kewalahan untuk menghabiskan stok yang ada.
Sepertinya harga cabai sudah mulai sedikit-sedikit mengalami penurunan. Mungkin karena stok banyak, cabai dari Alahan Panjang juga masuk.

Jenis cabai lain yang harganya juga ikut melandai adalah cabai hijau keriting, yakni dibanderol kisaran Rp32.000-Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah kisaran Rp23.000 per kilogram.

“Cabai rawit hijau sejak hari Minggu lalu turun Rp10.000, jadi Rp60.000 per kilogram,” katanya.

Mulai melandainya harga cabai merah keriting di Lubuk Basung dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Agam, Nelfia Fauzana.

Dikatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, pasokan cabai merah memang terbilang melimpah. “Dari pengecekan kami terakhir, memang sudah mulai melandai, harga jual paling tinggi Rp40.000 per kilogram,” katanya.

Pasokan berlimpah tidak hanya terjadi pada komoditi cabai saja. Pasokan sayur-mayur juga tampak menumpuk di pasaran.

“Akibatnya, sejumlah sayuran turun harga kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000. Hal ini berlaku hukum ekonomi,” katanya.(210)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Pascagempa Sulbar, Seluruh Perantau Minang Sudah di Pengungsian –

Update Gempa M6,2 Sulbar, 84 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia


PADANG – Perantau Minang menjadi korban gempa di Sulawesi Barat sudah berada di pengungsian. Dari sekitar 200 lebih kepala keluarga (KK) perantau Minang yang ada di sana tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada perantau kita yang meninggal akibat bencana gempa di Sulbar. Yang rumah rusak ada, tapi mereka sudah berada di pengungsian,” sebut Kepala Biro Kerjasama Rantau dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda Senin (18/1).

Dikatakannya, sejak gempa melanda Sulawesi Barat Pemprov Sumbar terus memantau perkembangannya. Terutama warga perantau Minang yang ada di sana.

“Kita langsung kumpulkan informasi, dengan menghubungi yang bisa dihubungi. Hanya saja diawal terjadi bencana komunikasi langsung ke lokasi terputus,”ungkapnya.

Meski begitu, hingga kini belum ada rencana Pemprov Sumbar untuk mengirim bantuan. Karena, kondisi lokasi bencana masih sulit diakses. Selain itu, untuk mencapai Mamuju memakan waktu sekita 8 jam dari Makassar, Sulawesi Selatan.

“Belum ada arahan dari pimpinan, kalau sekarang mendistribusikan barang juga sulit,”ujarnya.(yose/yuke)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer