Connect with us

News

Enam Sarjana ISI Padang Panjang Asal Aceh Dipeusijuek

Enam Sarjana ISI Padang Panjang Asal Aceh Dipeusijuek


Selasa, 24 September 2019 – 21:01:17 WIB – 19

Saat dilaksakan prosesi peusijuk (tepung tawar).

PADANG PANJANG – Enam sarjana asal Aceh yang kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Sumatera Barat di-peusijuek (tepung tawar) ala adat Aceh. Peusijuek itu dilaksanakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh (IPMA) Padangpanjang di Kampus ISI, Senin (23/9/2019).

Peusijuek diawali oleh Penasihat IPMA, Sulaiman Juned, dan diteruskan orang tua sarjana serta undangan lainnya.

Menurut keterangan Sulaiman Juned kepada aceHTrend, tujuan peusijuek ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur pada Allah Swt dan menjaga serta melestarikan adat dan budaya Aceh.

Ia menyebutkan, peusijuek mahasiswa dan sarjana asal Aceh telah menjadi tradisi di Padangpanjang terutama di ISI.

“Setiap ada mahasiswa yang diwisuda walaupun satu orang, tetap dilaksanakan prosesi peusijuk dan diiringi tabuhan rapai,” ungkap Sulaiman.

Adapun sarjana ISI Padangpanjang asal Aceh yang di-peusijuek sebanyak enam orang. Tiga di antaranya sarjana program S1, yaitu Lutfi, Hendra, dan Fiqri. Sedangkan tiga lainnya sarjana program S2, yaitu Hamzah, Nasral, dan Ansar Salihin. (Edi Fatra)

Editor/Sumber: Siel Saputra

Tag: padang-panjang,pendidikan,sumatra-barat

Ketua Bawaslu Sumbar: Agam Teratas Pada Temuan dan Laporan Pelanggarn Pemilu di Sumbar

Ketua Bawaslu Sumbar: Agam Teratas Pada Temuan dan Laporan Pelanggarn Pemilu di Sumbar

AGAM – Guna mensosialisasikan kegiatan penyelanggaraan Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam…

Tingkatkan SDM Pokdarwis, 60 Orang Peserta Studi Banding ke Kubu Gadang

Tingkatkan SDM Pokdarwis, 60 Orang Peserta Studi Banding ke Kubu Gadang

PARIAMAN–Demi meningkatkan SDM dan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengelola objek wisata Pemko…

INILAH Susunan Pengurus P2TP2A Puti Gandoriah 2019-2024

INILAH Susunan Pengurus P2TP2A Puti Gandoriah 2019-2024

PARIAMAN — Walikota Pariaman Genius Umar resmi melantik 31 Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan…

Himpaudi Pasaman Gelar Pelatihan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar

Himpaudi Pasaman Gelar Pelatihan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar

PASAMAN – Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Pasaman bekerja sama dengan Dinas Pendidikan…

Curigai Ada Kejanggalan Proyek Dana Desa, Warga Laporkan Wali Nagari di Limapuluh Kota ini ke Polisi

Curigai Ada Kejanggalan Proyek Dana Desa, Warga Laporkan Wali Nagari di Limapuluh Kota ini ke Polisi

LIMAPULUH KOTA – Merasa janggal atas pengerjaan proyek jalan menggunakan Dana Desa di Jorong Pasarbaru, Nagari…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer