Connect with us

News

Gelar Diskusi Literasi Media di Padang, Lawan Hoax dan Propaganda Radikalisme

Gelar Diskusi Literasi Media di Padang, Lawan Hoax dan Propaganda Radikalisme


Selasa, 15 Oktober 2019 – 22:33:48 WIB – 71

Pemred KataIndonesia, Kabiro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal dan Pemred MinangkabauNews

PADANG — Bangsa kita belum tuntas dalam melawan tindakan radikalisme. Ini terbukti dari berbagai rentetan yang terus terjadi akibat aksi kelompok radikal belakangan ini. Mulai dari kerusuhan di Papua, aksi mahasiswa yang berujung kerusuhan sampai tragedi penusukan terhadap pejabat pemerintahan.

“Tak berhenti di situ saja, bahkan hingga saat ini pemberitaan hoax, propaganda negatif dan sesat kian masif keberadaannya. Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin lagi, bangsa kita akan terus dalam lingkar gesekan yang tak berujung jika semua komponen bangsa tidak bersatu dan mementingkan kelompok dan kepentingannya saja,” ungkap Hafyz Marshal Pemred kata Indonesia di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Sebab itu, menurutnya perlu adanya peran media bersama komponen lainnya untuk ikut mengawal serta terjun langsung dalam memberikan literasi sosial media kepada warganet. Terlebih melihat hobi masyarakat Indonesia yang gemar memviralkan sesuatu yang belum valid kebenarannya.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya bermedia sosial dalam mewujudkan situasi yang kondusif dan memupuk persatuan dalam rangka melawan hoax. Apalagi di saat bangsa ini memiliki berbagai agenda nasional serta sedang giat membangun bangsa” kata Hafyz.

Hal ini jelas jika dibiarkan akan semakin menimbulkan perpecahan antar anak bangsa. Atas dasar inilah Kataindonesia.com bersama MinangkabauNews akan mengupas tuntas serta memberikan pemahaman literasi kepada masyarakat khususnya insan media dan kalangan.warganet pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas jagat media agar bangsa ini memiliki optimisme untuk melanjutkan pembamgunan kedepan.

Dengan mengundang berbagai narasumber yang kapabel dan berbagai tokoh yang kompeten diharapkan diskusi ini mampu menangkal berbagai berita hoax dan propaganda sesat guna mewujudkan suksesnya pembangunan bangsa 5 tahun ke depan.

“Acara ini akan dihadiri juga oleh Brigjen.TNI Kunto Arief Wibowo (Danrem Sumbar), Kombes Pol Syamsi (Kadiv Humas Polda Sumbar), Jasman Rizal (Kabiro Humas Pemprov Sumbar), Rafi Iskandarsyah (Influencer Social Media di Padang), dan dimoderatori oleh Hafyz Marshal (Pemred Kataindonesia.com), selain itu juga akan dideklarasikan gerakan lawan hoax,” sebutnya.

Diskusi media ini akan dilaksanakan di Kafe & resto Kuring, Taman Palem, Belakang Tangsi, Jl Pancasila No 14 Kec Padang Bar, Kota Padang, Sumbar. Acara bertajuk “Peran Media Menangkal Hoax Demi Suksesnya Program Pembangunan 5 Tahun ke Depan” pada 17 Oktober 2019 Pukul 13.00 WIB.

Diharapkan insan media serta masyarakat lainnya mampu bersinergi untuk menebar narasi positif guna menangkal hoax dan propaganda sesat demisuksesnya pembangunan bangsa selama 5 tahun ke depan. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: padang,sumatra-barat

Karang Taruna Sungai Pasak Pariaman Manfaatkan Saluran Irigasi Sebagai Tempat Pancing

Karang Taruna Sungai Pasak Pariaman Manfaatkan Saluran Irigasi Sebagai Tempat Pancing

PARIAMAN — Karang Taruna Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat manfaatkan aliran…

Sambut Wisatawan, Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Direnovasi

Sambut Wisatawan, Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Direnovasi

AGAM – Pemerintahan Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Renovasi…

Polres Pessel Kembali Panggil 15 Orang Saksi Terkait Dugaan Tindak Pidana Dana Hibah Koni

Polres Pessel Kembali Panggil 15 Orang Saksi Terkait Dugaan Tindak Pidana Dana Hibah Koni

PESISIR SELATAN — Terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)…

Inilah Strategi Warganet Melawan Radikalisme

Inilah Strategi Warganet Melawan Radikalisme

Oleh : Alfin Riki — Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu pelaku…

Neo Soho Mall Lengkapi Pilihan Keluarga dengan Transformasi Konsep Baru

Neo Soho Mall Lengkapi Pilihan Keluarga dengan Transformasi Konsep Baru

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer