Connect with us

News

Gelora Asian Games 2018 merambah ke Aston Hotel Jakarta dan Palembang

Gelora Asian Games 2018 merambah ke Aston Hotel Jakarta dan Palembang


Asian Games 2018 udah mau dimulai
nih, guys! Udah siap belum buat
dukung Indonesia supaya bisa berjaya lagi di Asia? Buat kalian yang belum tau,
Asian Games akan diselenggarakan mulai dari tanggal 18 Agustus 2018 sampai
dengan 02 September 2018, dan acara ini akan digelar di dua Kota Besar di
Indonesia, yaitu Jakarta dan Palembang. Nah,
untuk membantu kalian warga luar Jakarta dan Palembang yang ingin menyaksikan
secara langsung perhelatan Akbar ini dan bingung mau menginap dimana, Mister
akan kasih info penting mengenai penginapan yang bisa kalian pilih ketika
berkunjung, dimana lagi kalau bukan di Aston
Hotel
.
Untuk di wilayah Palembang, Mister
merekomendasikan Aston Palembang Hotel & Conference Center dan untuk di
wilayah DKI Jakarta sebenarnya ada cukup banyak Aston Hotel, namun untuk yang
terdekat dari lokasi Asian Games yaitu Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Aston
at Kuningan Suites dan Aston Rasuna bisa menjadi pilihan. Apa aja sih fasilitas
yang tersedia di sana? Yuk kita intip!

1.   

           Aston
Palembang Hotel & Conference Center  

Hotel berbintang
4 ini Terletak di ilir timur, tepatnya di Jl.H. Besuki Rahmat. Hotel ini
memiliki ruangan yang cukup besar dengan nuansa kamar yang luar biasa cozy. Selain itu, restoran di Hotel ini
terkenal dengan menu sajiannya yang enak dan juga pelayananannya yang cepat,
jadi dijamin kalian gak akan kelaparan. Satu lagi yang menjadi andalan hotel
ini adalah Bar yang ada di tepi Kolam Renang, wow!
2.     Aston
at Kuningan Suites, Jakarta
Berjarak 20
Menit dari Stadion Gelora Bung Karno Senayan, hotel ini sangat cocok untuk
dijadikan pilihan untuk kalian para penonton setia Asian Games. Selain itu,
lokasi hotel yang di tengah kota Jakarta juga dapat memudahkan kalian yang mau
berkeliling kota Jakarta setelah menonton pertandingan. City View yang indah
juga bisa kalian dapatkan di hotel ini, terutama jika kalian menginap di upper
floor.
3.       Aston
Rasuna, Jakarta
Sama halnya dengan
Aston at Kuningan Suites, lokasi Aston Rasuna juga hanya berjarak kurang lebih
20 menit dari Stadion Gelora Bung Karno. Keunggulan hotel ini adalah ruangan
yang besar dan sangat bersih, serta staffnya yang super ramah dan helpful
banget, jadi cocok buat kalian yang suka banget tanya-tanya mengenai tempat
makan terdekat dari hotel, tempat wisata yang bisa dikunjungi dan sebagainya,
karena pasti staff hotel ini akan menjawab seluruh pertanyaan kalian dengan
jelas.
Aston juga masih memiliki
beberapa hotel lain di kawasan Jakarta, seperti Aston Marina Ancol, Aston Pluit
Hotel & Residence, Aston Priority Simatupang Conference Center, dan masih
banyak lagi yang lainnya. Buruan booking
the best version of
Aston berdasarkan pilihan dan kebutuhan kalian, jadi seusai
menjadi saksi ketika Indonesia menjadi juara di Asian Games 2018 (Amin), kalian juga bisa beristirahat
sambil  menikmati keindahan kota Jakarta langsung
dari kamar kalian.

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1
//<![CDATA[
var APPID = $('#facebook-comment-appid').text();
if (APPID == '' || APPID == null) {
APPID = '218168578325095';
}
window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : APPID,
status : true, // check login status
cookie : true, // enable cookies to allow the server to access the session
xfbml : true // parse XFBML
});
};
(function() {
var e = document.createElement('script');
e.src = document.location.protocol + '//connect.facebook.net/en_US/all.js';
e.async = true;
document.getElementById('fb-root').appendChild(e);
}());
$(window).on("load resize",function(){var a=location.protocol+"//"+location.host+location.pathname;var b=$(".post-body").width();$("#container-commentfb").html('

‘);FB.XFBML.parse()});//]]>



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer