Connect with us

News

Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Alquran di Sisa Ramadhan

Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Alquran di Sisa Ramadhan


PADANGPOS.COM (Padang)—Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno (IP) mengajak masyarakat untuk memperbanyak ibadah membaca dan mendalami Alquran, khususnya selama 3 hari yang tersisa dalam Ramadhan 1439 H. IP mengingatkan umat Muslim agar tidak menyia-nyiakan peluang meraih kesempurnaan ibadah dalam bulan Puasa kali ini. Salah satu caranya, dengan membaca Alquran. 

“Alquran ini adalah pedoman hidup yang tidak pernah basi. Semua ada petunjuk. Bergaul dengan teman, bekerja di kantor. Semua diatur. Supaya kita tidak tersesat. Dan sebagai penjelas mengenai hidup dan kehidupan,” jelas IP dalam ceramah itikaf di Masjid Jihad Perak Kota Padang, Senin (11/6). 

IP menyampaikan bahwa Alquran, didukung sunah Rasul, menjadi pedoman paling lengkap bagi manusia dalam menjalani hidup. Bahkan menurutnya, berbagai peristiwa dan kasus terkini memiliki korelasi erat dengan kisah yang disampaikan dalam Alquran. Maraknya perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) misalnya, disampaikan dalam kisah Nabi Luth. 

“Istri mengingkari suami ada zaman nabi Nuh. Pemimpin zalim dan diktator ada, Firaun. Pengusaha yang rusak namanya Karun. Alquran ini tak sekadar cerita namun sebagai Petunjuk,” jelas IP. 

IP sekali lagi meminta masyarakat, khususnya bagi karyawan dan pekerja yang telah masuk masa cuti bersama untuk memanfaatkan sisa waktu terakhir dalam Bulan Puasa kali ini dengan memperbanyak ibadah. Bagi yang merasa kesulitan untuk mendalami dan menghafal Alquran secara rinci, tak masalah bila baru mampu sekadar membacanya. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT memiliki porsi pahala masing-masing bagi umat Muslim yang beribadah melalui membaca, mendalami, hingga mengamalkan Alquran. 

“Terpenting adalah mendapat ketenangan dan membersihkan jiwa melalui membaca Alquran. Mau hapal atau tidak, setidaknya kita memperoleh ketenangan jiwa,” katanya. 

Meski memprioritaskan perbanyak ibadah di sisa Ramadhan, IP berharap kebiasaan membaca Alquran tetap dijalankan selepas bulan Puasa lewat. IP juga meminta jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk lebih banyak membaca Alquran sebagai landasan dalam pekerjaan sehari-hari. 

“Apalagi saya pernah bilang bahwa eselon II yang tak maksimal siap-siap saya ganti. Cemas mereka. Biar tak cemas gimana? Ya baca Alquran. Ketika mereka membaca Alquran dan menyerahkan kepada Allah, seharusnya tak cemas lagi,” ujarnya. (rel/fardi)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Tak Percaya Tuduhan Teroris ke Munarman – Fadli Zon

Fadli Zon Heran Menko PMK Sebut Keluarga Miskin Lahir dari Faktor Besanan


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, turut mengomentari penangkapan eks Sekum FPI Munarman oleh Densus 88 Anti Teror. Fadli Zon mengaku tak percaya terkait keterlibatan Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme.⁣

Pernyataan itu disampaikan oleh Fadli Zon lewat akun Twitter @fadlizon seperti dilihat, Rabu (28/4/2021). Fadli Zon menilai tuduhan teroris kepada Munarman terlalu mengada-ngada.⁣

Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror menangkap Munarman di kediamannya pada Selasa (27/4) sore kemarin. Munarman ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota.⁣

Sementara itu, tim kuasa hukum Munarman, Hariandi Nasution, membantah kliennya terlibat ISIS. Munarman, kata Hariandi, justru menolak aksi-aksi terorisme

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Separatis – Fadli Zon

Sebut KKB Bukan Kriminal Biasa, Fadli Zon: Mereka Separatis


Anggota DPR RI, Fadli Zon meminta adanya perubahan terminologi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Baginya, mereka sudah termasuk separatis.

Menurut Fadli Zon, KKB bukan kriminal bersenjata biasa. Mereka adalah kelompok separatis, dengan demikian seharusnya tindakannya berbeda. “Dengan adanya separatis, mereka yang di garis depan adalah TNI dan Polri,” ujar Fadli, yang ditemui di Kota Cirebon, Senin (26/4/2021).

Menurut dia, KKB layak dikategorikan separatis karena tuntutannya adalah membentuk negara atau merdeka.

Karenanya, perubahan terminologi KKB mendesak dan penting dilakukan. “Kalau kelompok kriminal, yang di depan adalah polisi. Kalau separatis, yang di depan TNI,” tegasnya.

Pemerintah, sambung politisi Partai z Gerindra ini, harus segera menetapkan perubahan terminologi tersebut. “Ini seolah ada penghalusan. Di tempat lain, kita mudah memberi cap teroris, radikal,” tandasnya.

Setelah TNI di depan, kata dia, yang penting semuanya terukur. Jangan sampai banyak korban. “Paling penting kelompok separatis ini ditangani diterukur,” katanya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Semoga Ada Mukjizat – Fadli Zon

Kapal Selam Nanggala 402 Belum Ditemukan, Fadli Zon: Semoga Ada Mukjizat


Anggota Komisi I DPR Fadli Zon mendoakan agar seluruh awak kapal selam milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402selamat.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini berharap ada mukjizat. “Semoga di bulan suci Ramadhan ini ada mukjizat keselamatan bagi para prajurit KRI Nanggala 402. Al Fatihah,” cuit Fadli dikutip dari lini masa Twitter @fadlizon, Sabtu (24/4/2021).

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402.

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402

Diketahui, hingga kini KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang mengangkut 53 awak tersebut belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu dikabarkan hilang kontak saat menjalani latihan di perairan Bali Utara sejak Rabu 21 April 2021, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

TNI sendiri telah mengerahkan 21 KRI untuk mencari Nanggala-402 beserta seluruh prajurit dan kru kapal, yang total-nya mencapai 53 orang.

Selain itu ada 4 kapal lain dari kepolisian yang membantu pencarian, yakni Gelatik, Enggang, Barata, dan Balam. Keempat kapal itu disebut dilengkapi dengan ROV atau remotely operated underwater vehicle.

Negara-negara sahabat juga mengirimkan perbantuan kapal seperti kapal MV Swift Rescue dari Singapura, Mega Bakti dari Malaysia masih dalam perjalanan, HMAS Ballarat dan Sirius dari Australia, kapal India dan pesawat Poseidon dari Amerika Serikat.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer