Connect with us

News

Hal-Hal Unik Indonesian Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan

Hal-Hal Unik Indonesian Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan


Minggu, 26 Agustus 2018 – 08:13:26 WIB – 36

Indonesian Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan.

BAKU, AZERBAIJAN – Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival (ICF) 2018 di Kota Baku, Azerbaijan pada 11-16 September 2018. Dalam ICF tahun ini akan mengusung tema acara “keeping the archipelago greatest culture alive” ICF 2018.

Berikut 3 hal unik Indonesian Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan:

1. Indonesian Cultural Festival (ICF) 2018 di Baku Azerbaijan diadakan di dua tempat berbeda di Kota Baku, yaitu Heydar Aliyev Sarayi yang merupakan gedung prestisius di Kota Baku dan Fountain Square yakni city walk pusat perbelanjaan luar ruang yang selalu ramai dikunjungi masyarakat Azerbaijan maupun turis dari mancanegara.

2. KBRI melibatkan mahasiswa/i Azerbaijan yang studi bahasa dan budaya Indonesia dari Azerbaijan Dillar University (ADU). Seperti beberapa tarian asli Indonesia yang ditampilkan langsung oleh putera puteri Azerbaijan.

3. Pemkab Tulang Bawang Barat, Srikandi Jakarta dan Puluhan Pengusaha dari Indonesia akan terbang ke Baku Azerbaijan untuk memeriahkan dan mempromosikan produk asli Indonesia. Seperti Batik Betawi Gobang, Batik Coretta Indonesia, Kerajinan Kayu Larasindo Furniture dari Klaten Jawa Tengah dan menghadirkan langsung Pelukis Kaligrafi asal Indonesia Ir. Munichy B. Edress, dosen UII Yogyakarta.

Dengan bangga, Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie menjelaskan bahwa ICF 2018 ini adalah yang ketiga kalinya digelar di Azerbaijan terutama di wilayah kawasan Kaspia. Dimana sebelumnya ICF yang pertama kali digelar tahun 2016 ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari penduduk Azerbaijan. Lalu ICF yang kedua tahun 2017 juga dihadiri lebih dari 4000 pengunjung dalam 2 hari pertunjukan.

Menurut Husnan ICF 2018 akan lebih meriah dan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan.

“Indonesia dekat sekali dengan Azerbaijan, ICF ini ajang silaturahmi besar antara masyarakat Indonesia dan Azerbaijan,” Ucap Husnan yang telah menyabet The Ambassador Of The Year dua kali berturut2, dan juga cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Terlihat juga dari mahasiswa dan warga Azerbaijan ikut andil dalam mensukseskan Indonesian Cultural Festival yang ke 3 ini.

“Saya senang sekali bisa terlibat dalam perhelatan ICF 2018, ini sudah ketiga kalinya saya terlibat disini untuk mempromosikan Indonesia,” ungkap Gulnar Mahasiswi Studi Indonesia yang berdarah Azerbaijan ini.

Diketahui Indonesian Cultural Festival (ICF) 2018 merupakan kegiatan tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku bekerjasama dengan PT. Dana Dyaksa Nusantara (DAYA) di Jakarta (EO).

Kegiatan ICF meliputi pertunjukan seni budaya, seperti seni musik, seni tari, seni kaligrafi Islam, fashion show dan seni bela diri “Pencak Silat” Indonesia.

“Dengan semangat NKRI yang ditanamkan bagi semua peserta dari Indonesia, insya Allah kami akan sekuat tenaga mempromosikan Indonesia di Baku Azerbaijan dalam acara Indonesia Cultural Festival 2018,” ungkap Ade Munadi selaku koordinator delegasi Indonesia.

Selain itu akan disediakan stand-stand yang akan memamerkan keunggulan produk lokal UMKM Indonesia, pariwisata Indonesia, dan dalam rangkaian acara yang sama akan diadakan beberapa kegiatan diantaranya business meeting, pameran informasi pariwisata Indonesia, kunjungan dan kerjasama lembaga pendidikan, workshop, penampilan kesenian tari dan musik tradisional Indonesia, dan lain-lain. (rel)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Reza s

Tag: indonesia,internasional,metro,nasional,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat,unik

Penyakit Cacing Hati dan Lambung Masih Ditemukan pada Hewan Kurban di Pariaman

Penyakit Cacing Hati dan Lambung Masih Ditemukan pada Hewan Kurban di Pariaman

PARIAMAN – Wisnawati, Fungsional Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pariaman mengatakan ada sebanyak 854 ekor hewan potong…

Padang Pariaman Punya Cerita, Ketua Geng Kena Lemparan Batu, Anak Buah Serang Warung Nasgor

Padang Pariaman Punya Cerita, Ketua Geng Kena Lemparan Batu, Anak Buah Serang Warung Nasgor

PADANG PARIAMAN – Satpol PP Padang Pariaman kembali mengamankan lima remaja yang melalukan penyerangan ke sebuah pondok…

Malam Takbir, MDMC-LAZISMU dan CSM Cargo Lepas 13 Ton Bantuan ke Lombok

Malam Takbir, MDMC-LAZISMU dan CSM Cargo Lepas 13 Ton Bantuan ke Lombok

JAKARTA — CSM Cargo bekerjasama dengan Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat…

Fahri Hamzah dan Fadli Zon Ngobrol 5 Jam Hingga Subuh dengan Habib Rizieq di Makkah

Fahri Hamzah dan Fadli Zon Ngobrol 5 Jam Hingga Subuh dengan Habib Rizieq di Makkah

POLITIK – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bertemu dengan imam besar…

Gempa 4,9 SR Guncang Padang Panjang, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ini Kata BMKG

Gempa 4,9 SR Guncang Padang Panjang, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ini Kata BMKG

PADANG PANJANG – Gempabumi darat 4,9 kembali mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad, (19/8/2018) pukul 11.22Wib….

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer