Connect with us

News

Hebat, Kota Pariaman Raih WTN Ketujuh

Hebat, Kota Pariaman Raih WTN Ketujuh


Selasa, 17 September 2019 – 22:53:12 WIB – 220

Wakil Walikota Mardison terima penghargaan WTN dari menhub (foto: dok. Istimewa)

PARIAMAN — Pemerintah Kota Pariaman kembali meraih prestasi yang membanggakan dibidang lalu lintas. Tak tanggung tanggung dua penghargaan sekaligus diraih yaitu piala Wahana Tata Nugraha (WTN) dan Sertifikat Wahana Tata Nugraha dibidang lalu lintas.

Penghargaan yang diterima oleh Wakil Walikota Mardison Mahyuddin ini juga didampingi oleh Wakapolres Pariaman Kompol Yuhandi dan Kepala Dishub Yandri Leza, Sabtu malam (15/09/2019) di Jakarta Convention Center. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Budi Karya sumadi

Mardison Mahyuddin menyampaikan apresiasi kepada para instansi terkait yaitu jajaran Polres Pariaman dan Dishub Kota Pariaman yang tetap memberikan dukungan sepenuhnya menyiapkan dan menertibkan kegiatan berlalu lintas dengan koordinasi dan kerjasama yang baik dalam dua instansi tersebut.

“Keberhasilan Pemko Pariaman meraih WTN tahun 2019 merupakan pengakuan dari pemerintah pusat tentang suksesnya penataan lalu lintas di Kota Pariaman yang tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai pengguna jalan, para awak angkutan umum seperti bus, truk angkutan barang, angkutan kota yang kesemuanya punya andil mendapatkan penghargaan ini,” kata Mardison.

Mardison berharap ke depannya persoalan tertib lalu lintas akan menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Pariaman akan terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap peningkatan fasilitas publik dibidang lalu lintas.

Kadishub Kota Pariaman Yandrileza menuturkan bahwa Pemko Pariaman sangat besar kepeduliannya terhadap sarana prasarana lalu lintas yang ada seperti, rambu-rambu dan pengaturan-pengaturan yang ada, dan ketertiban angkutan kota yang ada.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Pariaman Pariaman Kompol Yuhandri mengatakan pihaknya merasa berbangga atas apresiasi yang diberikan dari pemerintah pusat.

“Kerja keras selama ini yang dilakukan bersama bisa menghasilkan Piala Wahana Tata Nugraha kategori Lalu Lintas. Polisi bersama Dishub dengan dukungan masyarakat sudah bekerja keras untuk hal itu,” ulasnya

Penghargaan terhadap Kota Pariaman dengan diterimanya Piala WTN 2019 merupakan hasil dari penilaian dan pemaparan oleh tim dari Kementerian Perhubungan RI beberapa bulan yang lalu yang dikeluarkan sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor: KM 180 Tahun 2019 tentang Penetapan Kota/Kabupaten dan Provinsi sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019 oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya sumadi. (war)

Editor/Sumber: Rio

Tag: metro,pariaman,sumatra-barat

Karhutla di Riau, Relawan ACT dan Damkar Turun Padamkan Api

Karhutla di Riau, Relawan ACT dan Damkar Turun Padamkan Api

PEKANBARU — Kabut asap pekat masih menyelimuti Kabupaten Bengkalis, Riau. Akibatnya kabut asap mengganggu aktivitas…

Himpaudi Pasaman Gelar Pelatihan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar

Himpaudi Pasaman Gelar Pelatihan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar

PASAMAN – Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Pasaman bekerja sama dengan Dinas Pendidikan…

Sukseskan Kampung KB Jadi Desa Percontohan, DP3AKB Pariaman Adakan Lomba Kampung KB Mini

Sukseskan Kampung KB Jadi Desa Percontohan, DP3AKB Pariaman Adakan Lomba Kampung KB Mini

PARIAMAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman adakan lokakarya…

Pertama Dalam Sejarah, PMI Kota Bukittinggi Menjadi Tuan Rumah Hari Jadi PMI Ke 74

Pertama Dalam Sejarah, PMI Kota Bukittinggi Menjadi Tuan Rumah Hari Jadi PMI Ke 74

BUKITTINGGI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi yang didukung PMI Provinsi Sumatera Barat sebagai tuan…

Heboh Disertasi Seks di Luar Nikah Halal, Begini Respon Ketum MUI Sumbar

Heboh Disertasi Seks di Luar Nikah Halal, Begini Respon Ketum MUI Sumbar

PADANG — Menyikapi pendapat Abdul Aziz Mahasiswa program doktor UIN Sunan Kalijaga Jogja yang mengajukan konsep Milk…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer