Connect with us

Padang

Hidroponik 55 siap unggul dalam produksi sayuran sehat dan berkembang menuju kawasan Eco-eduwisata – siarminang.net

Hidroponik 55 siap unggul dalam produksi sayuran sehat dan berkembang menuju kawasan Eco-eduwisata – Beritasumbar.com


Padang,siarminang.net,-Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

Keunggulan dari produk sayuran hidroponik ini adalah bebas pestisida kimia, rasa sayur renyah dan manis, bersih, dan ramah lingkungan. Namun pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait dengan sayuran hidroponik ini masih sangat sedikit dan tidak merata disemua kalangan, sehingga pemasaran sayuran hidroponik hanya terbatas pada kalangan tertentu saja.

Hidroponik 55 merupakan usaha sayuran hidroponik yang memproduksi sayuran sehat bebas pestisida kimia diantaranya Sawi Pakchoy, sawi Chaisin, Kangkung, Daun Mint dan Selada. Hidroponik 55 didirikan oleh Brian Permana, SP (alumni Fakultas Pertanian UNAND) pada tahun 2017 di Dharmasraya dengan nama awal Kakek Hidroponik.

Setelah berjalan lebih kurang 1 tahun Kakek Hidroponik mengikuti program PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) di Kampus Pertanian Unand dan lolos seleksi. Pada bulan  Oktober 2018 resmi Kakek Hidroponik berubah nama menjadi Hidroponik 55. Lokasi Hidroponik 55 saat ini di Jln. Sungai Balang Cupak Tangah, Kec. Pauh, Kota Padang, lokasi tapat di belakang sekretariat Pasar Rabu Tani.

Seiring berjalan nya waktu, ditemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh Hidroponik 55 dalam mengembangkan usaha nya.  Ditambah dengan kondisi pandemic Covid-19 yang mempengaruhi proses pemasaran dan penjualan sayuran yang diproduksi yang mengakibatkan omset menurun.

Oleh karena itu, tim dosen pengabdian masyarakat Universitas Andalas yang terdiri dari, Ns. Fitri Mailani, M.Kep, Donny Eros, S.S., M.A, Jauharry, SE., MM, Ns. .Mulyanti Roberto Muliantino, M.Kep, Mera Juwita, SP, dan Windy Aulia (Mahasiswa Fakultas Pertanian) melakukan kegiatan pendampingan pada usaha berkembang Hidroponik 55 agar menjadi unggul dalam produksi sayuran sehat dan mengembangkan kawasan Hidroponik 55 menjadi tujuan Eco-Eduwisata.

Setelah berdiskusi dengan mitra ada beberapa permasalahan yang prioritas untuk diselesaikan yaitu ketidak pastian pasar dalam menampung hasil produksi dan keterbatasan pasar yang terbentuk baru untuk masyarakat menengah ke atas saja. Yang kedua adalah masalah hama yang menyebabkan kualitas sayur yang dhasilkan menurun. Dan yang ketiga adalah mengembangkan usaha hidroponik 55 seperti mengolah makanan sehat dan menjadi kawasan Eco-Eduwisata. Kegiatan pengabdian ini direncanakan akan berlangsung selama 3 tahun (2021-2024).

Dengan rencana kegiatan sebagai berikut: 1) merancang pembuatan green-house di kawasan pertanian, 2) meningkatkan promosi dan edukasi secara online dan offline, 3) mengajukan proposal kerja sama dengan restaurant, café, rumah sakit, dan swalayan di kota Padang, 4) mengembangkan usaha Hidroponik 55, dalam mengolah makanan sehat yang berasal dari sayuran hidroponik, 5) mengembangkan kawasan pertanian menjadi kawasan Eco-Eduwisata.

Sebagai langkah awal kegiatan ini, telah dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu FGD (Focus Group Discussion) yang dihadiri oleh tim pelaksana, mitra dan ketua Koperasi Majelis Dosen Muda (KMDM) Universitas Andalas  yaitu Bapak Virtuous Setyaka, SIP, MSi dan Ibu Eli Ratni, S.Pt, MP sebagai direktur Pasar Rabu Tani. Kegiatan selanjutnya, Kamis 10 Desember 2020 tim pengabdian mengundang Arif Abdul Putra, yang merupakan penggiat hidroponik dan telah berhasil membuat green house sendiri dikawasan pertanian miliknya, untuk membantu mitra dalam persiapan pembangunan green-house.

Selanjutnya kegiatan FGD terkait persiapan hidroponik 55 menjadi  kawasan Eco-Eduwisata hidroponik dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2020 dan materi disampaikan langsung oleh tim pelaksana pengabdian yaitu Bapak Donny Eros, SS, MA yang sudah berpengalaman mendampingi pengembangan daerah wisata di Sumatera Barat. Kegiatan FGD diakhiri dengan penyampaian materi mengenai pemasaran sayuran hidroponik oleh Bapak Jauharry, SE., MM.

Kegiatan pengabdian masyarakat berkelanjutan membantu usaha berkembang ini di dukung langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas. Kegiatan ini sebagai kontribusi nyata dosen Universitas Andalas dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi khususnya dalam pengabdian masyarakat.

Penulis: Ns. Fitri Mailani, M.Kep (Ketua Tim Pelaksana, Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas).



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bkkbn sumbar

Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-Bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang – siarminang.net

Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-Bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang – Beritasumbar.com

Padang (siarminang.net) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Persatuan Juang Kencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Barat (Juken BKKBN Sumbar) melalui Gerakan Amal Sedekah Harian Anggota (Gema Sehat) mendistribusikan paket sembako kepada warga dhuafa di Kota Padang, pada Kamis (6/5/2021).

Pada kegiatan sosial tersebut, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar menyerahkan paket sembako senilai Rp.500.000,- dalam bentuk beras, telur, dan bahan pokok lainnya kepada 20 kepala keluarga.

Busyarni Evandri Dt. Rajo Batuah, Koordinator Gema Sehat Juken Sumbar, saat diwawancarai pada Jumat (7/5/2021) mengatakan bahwa bantuan yang mereka distribusikan tersebut berasal dari sedekah 80 orang anggota Juken BKKBN Sumbar dan Sahabat Juken Sumatera Barat yang dikumpulkan Sejak 1 Ramadan 1442 H, dalam bentuk beras jimpitan dan uang recehan harian.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 1 bulan kami bisa menggalang 20 paket sembako dari sedekah harian. Ini adalah uji coba penyerahan paket bantuan dalam bentuk sembako untuk kaum dhuafa, pada kesempatan berikut bantuan akan diberikan dalam bentuk bantuan modal usaha dan bedah rumah tidak layak huni,” kata Busyarni Evandri.

Gema Sehat digagas oleh H. Nofrijal, MA, mantan Sekretaris Utama BKKBN yang sekarang menjabat sebagai Penyuluh KB Ahli Utama (PUMA), sosok yang berpengalaman dalam menggalang kepedulian sosial, baik di Jakarta maupun di daerah tempatnya ditempatkan bertugas.

“Terimakasih kepada sahabat Juken yang terketuk hatinya menyisihkan beras genggam (jimpitan) dan uang recehan untuk berbagi rasa dan harta dengan keluarga belum berpunya,” Kata Nofrijal.

Nofrijal berharap, Gema Sehat dapat menjangkau anggota Juken seluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 10.000 orang dan sahabat Juken, agar peduli dengan kondisi lingkungan sosial masyarakat, sejalan dengan cita-cita BKKBN tentang 8 fungsi keluarga, di antara fungsinya adalah agama, cinta kasih, dan sosial budaya.

“Yang terpenting, pengelolaan donasi apapun harus dengan manajemen terbuka, profesional, dan akuntabel,” kata Nofrijal.

Baharuddin Indra, Ketua Umum Perkumpulan Juang Kencana Sumatera Barat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar tersebut.

“Gerakan amal ini semoga makin memperkuat silaturahmi para pensiunan dan senior citizen dengan masyarakat sekitar, terutama yang kurang mampu,” kata Baharuddin Indra.

Bantuan sembako yang didistribusikan Juken BKKBN Sumbar kepada 20 kepala keluarga dhuafa di Kota Padang tersebut diserahkan langsung oleh Koordinator dan para pengurus Gema Sehat Juken Sumbar didampingi oleh para tokoh masyarakat setempat.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

Padang

Terkait Akad Kontrak Kerja Di Universitas Muhammadiyah Sumbar, Komunitas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Layangkan Petisi – siarminang.net

Terkait Akad Kontrak Kerja Di Universitas Muhammadiyah Sumbar, Komunitas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Layangkan Petisi – Beritasumbar.com

Pengkhianatan Khittah Perjuangan Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH

MUHAMMADIYAH DAN MASYARAKAT

Sesuai dengan khittahnya, Muhammadiyah sebagai Persyarikatan memilih dan menempatkan diri sebagai Gerakan Islam amar-ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat, dengan maksud yang terutama ialah membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan Dakwah Jamaah.

Petikan khittah perjuangan Muhammadiyah inilah yang dikhianati oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat lewat pembaruan perjanjian kerja antara Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dengan Dosen dan Karyawan Universitas Sumatera Barat. Dengan dalil menyesuaikan dengan statuta baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
           
Dalam prosesnya, draf Surat Perjanjian Kerja yang diajukan oleh Pihak Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Rektor Universitas Muhammadiyah kepada Dosen dan Karyawan tidak pernah disosialisasikan. Dosen dan Karyawan dipaksa untuk menandatangani Surat Perjanjian Kerja yang diajukan.
           
Dari materi muatannya, Surat Perjanjian Kerja ini tidak mencerminkan sama sekali Gerakan Islam amar-ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat, dengan maksud yang terutama ialah membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan Dakwah Jamaah. Dari sisi peraturan perundang-undangan yang ada di Negara Republik Indonesia, Surat Perjanjian Kerja tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Yayasan, Undang-Undang Guru dan Dosen serta Undang-Undang Pendidikan Tinggi.
          
Surat Perjanjian Kerja yang diajukan kepada Dosen dan Karyawan lebih mencerminkan kondisi korporatisme perguruan tinggi yang erat dengan praktik perbudakan dan penghisapan. Bukan mencerminkan perguruan tinggi sebagai lembaga ilmu pengetahuan yang menjunjung tinggi kebebasan akademik. Apalagi perguruan tinggi tersebut bernaung dalam payung Persyarikatan Muhammadiyah. Dari penjelasan di atas, maka dari itu kami menyatakan:

  1. Meminta Pihak Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Rektor Universitas meninjau kembali Surat Perjanjian Kerja yang ditawarkan dan/atau yang telah dan  akan ditandatangani oleh Dosen dan Karyawan; dan
  2. Meminta Pihak Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Rektor Universitas tidak lari dari Khittah Perjuangan Muhammadiyah dan menyelenggarakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di jalan amar ma’ruf nahi mungkar.

Demikian kami sampaikan semoga Allah SWT selalu memberikan bimbingan dan hidayah-Nya. Amiin.

Nasrun minallah wa Fathun Qoriib

Padang, 25 Ramadhan 1442 Hijriyah / 7 Mei 2021

Hormat Kami

Komunitas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar



Sumber

Baca Selengkapnya

Padang

Pertemuan Pengurus KMDM dan Pengurus Koperasi Kopertis X tentang Minimarket Digital – siarminang.net

Pertemuan Pengurus KMDM dan Pengurus Koperasi Kopertis X tentang Minimarket Digital – Beritasumbar.com

Padang,siarminang.net,-Selasa, 4 Mei 2021, Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) yang berkantor di Jl. Sungai Balang, Cupak Tangah, Pauh, Padang, mendapat kunjungan dari Pengurus Koperasi Kopertis X yang berkantor di Jl. Khatib Sulaiman Gunung Pangilun, Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, 25173.

Kopertis adalah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), dan di Wilayah X mengkoordinir Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau. Koperasi Pegawai Negeri Kopertis Wilayah X didirikan pada tahun 1992, dan pada 2017 beranggotakan 600 orang untuk membantu kebutuhan anggotanya dan sedikit pembangunan sarana di sana.

Kopertis X mendorong kampus yang ada di bawah pengawasannya membangun dan mengembangkan koperasi guna menyejahterakan civitas akademika.

Koordinator Kopertis X Prof Herri (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas yang juga salah satu Pengawas KMDM) pernah menyatakan bahwa “koperasi bermanfaat untuk membangun kesejahteraan anggotanya sekaligus meningkatkan rasa kekeluargaan sesama”.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua Koperasi Kopertis X, sedangkan dari KMDM diwakili oleh Bendahara KMDM, Direktur Pasar Rabu Tani (PRT), dan Operator PRT.

Pertemuan antara KMDM yang baru berdiri pada 20 Januari 2020 dan beranggotakan 60 orang dengan Pengurus Koperasi Kopertis X tersebut berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang Minimarket Digital yang selama ini sudah dipraktekkan oleh KMDM melalui pasarrabutani.com.

Bendahara KMDM, Eli Ratni, S.Pt., MP., pernah menyatakan bahwa “kerja-kerja KMDM diselenggarakan di dunia nyata maupun di dunia maya. Salah satunya dalam menyelenggarakan unit usaha PRT, selain menggunakan laman daring atau web, juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram, selain WhatsApp untuk mengkomunikasikan transaksi dengan para produsen dan konsumen PRT”.

Bahkan, dalam pengelolaan KMDM sebagai koperasi, juga menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengkoordinasikan kerja-kerja pengelolaan sebagai lembaga, administrasi, dan keanggotaan.

Direktur PRT, Zukri Zulkifli menyampaikan bahwa yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah (1) Pengurus KPN Kopertis X ingin belajar memasarkan produknya secara online. (2) Selama ini untuk pemasaran online mereka baru memakai orderan via whatsapp. (3) PRT menjelaskan bahwa pemasaran online yg efektif bisa dilakukan dengan website berformat toko online dan aplikasi mobile berformat toko online. Dan (4) Pengurus KPN Kopertis X sangat tertarik dengan website PRT dan berencana menduplikasikan untuk minimarket yg mereka kelola.

Bagi KMDM, setiap pertemuan dengan pengurus koperasi lainnya, baik yang berkantor di Kota Padang maupun di luar kota, selalu menjadi langkah awal kerja sama selanjutnya. Baik dalam berbagai bentuk program kerja sama, maupun upaya pembentukan koperasi sekunder.

Laporan oleh: Virtuous Setyaka, Ketua KMDM



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer