Connect with us

AGAM

Inflasi Agam Kembali Turun Menjadi 0,09 Persen

Inflasi Agam Kembali Turun Menjadi 0,09 Persen


Agam, BeritaSumbar.com–Pemerintah Kabupaten Agam selama 2018 kembali pertahankan tren inflasi rendah pada Juli sebesar 0,09 persen, atau lebih rendah dibanding Juni sebesar 0,20 persen.

Tren inflasi rendah juga pernah terjadi pada bulan April sebesar 0,12 persen. Namun, Mei mengalami deflasi sebesar -0,39 persen.

Hal itu dibenarkan Kabag Perekonomian dan SDA Setda Agam, Rozetta, di ruang kerjanya, Kamis (23/8) Lubuk Basung.

“Turunnya inflasi disebabkan harga sembako dipasaran mengalami penurunan harga,” jelasnya.

Lebih lanjut Rozetta mengatakan, Pengendalian inflasi di Kabupaten Agam, dapat dilakukan dengan kebijakan pemerintah daerah melalui peningkatan standar pelayanan minimum (SPM). Seperti salah satunya, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga kebijakan pengendalian harga bahan pokok.

Rozetta menjelaskan, periode Juli-Agustus 2018, ada dua jenis komoditi yang mengalami penurunan harga, yaitu cabe merah dan minyak tanah. Kemudian ditambah dengan sembilan jenis komoditi yang ikut menahan laju inflasi diperiode yang sama, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, bawang merah, jagung, gas elpiji, jengkol dan petei.

“Ke-sembilan komoditi itu saat ini mengalami harga stabil,” ujarnya.

Disebutkan, kelompok yang mengalami inflasi yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 0.85 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0.14 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah, kelompok sandang sebesar 0.04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,72 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0.25 persen.

“Inflasi Juli 2018 jauh lebih rendah. Ini menggembirakan dan diharapkan kita kembali deflasi seperti bulan Mei 2018,” tambahnya.(fadil)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AGAM

Pemprov Sumbar Akan Kucurkan Dana 15 Miliar Bagi Nelayan Danau Maninjau – siarminang.net

Pemprov Sumbar Akan Kucurkan Dana 15 Miliar Bagi Nelayan Danau Maninjau – Beritasumbar.com

AGAM — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah terus berupaya mengurangi jumlah karamba di Danau Maninjau sebagai dampak dari pencemaran lingkungan kawasan danau. Saat ini keramba ikan yang ada di danau Maninjau berjumlah 17 ribu.

“Insya Allah jumlah karamba yang ada saat ini akan terus berkurang, kita sudah lakukan koordinasi dengan Pemkab Agam dan masyarakat salingka Danau Maninjau untuk lebih maksimalkan dalam rangka Danau Maninjau, kembali menjadi danau yang sehat,” hal ini disampaikan Gubernur Sumbar saat menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar kepada nelayan berupa mesin longtail 8,5 PK sebanyak 44 unit senilai Rp. 349.103.040,-. di Jorong Galapuang Nagari Tanjuang Sani Kecamatan Tanjuang Raya Kabupaten Agam, Minggu (23/5/2021).

Hadir dalam penyerahan tersebut Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, Anggota DPRD Prov Sumbar Syafril Huda, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Yosmeri, Kepala OPD Pemkab Agam, Camat Tanjung Raya, Forkopimcam dan Walinagari se Tanjung Raya.

Gubernur sampaikan, tujuannya penyerahan bantuan tersebut untuk mengalihkan usaha perikanan budidaya keramba jaring apung menjadi usaha penangkapan ikan di Danau Maninjau. Guna menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan di Danau Maninjau.

” Mengurangi jumlah budidaya keramba jaring apung namun juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan di Danau Maninjau, perlu kesepakatan dengan semua masyarakat sekitarnya, untuk melakukan pembersihan di danau guna menjaga kualitas air serta Danau Maninjau sebagai destinasi wisata prioritas,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi juga sampaikan jika masyarakat yang ada di salingka Danau Maninjau ini beralih ke profesi sebagai nelayan tangkap yang jumlah sebanyak 560 nelayan. Maka pihak pemprov Sumbar bersedia membantu yang intinya tidak akan merugikan masyarakat.

“Pemprov Sumbar bersedia memgucurkan dana sebesar Rp.15 Miliar menyesuaikan dengan kebutuhan nelayan di Danau Maninjau. Asalkan nelayan mau maninggalkan keramba menjadi nelayan tangkap. Karena diketahui Danau Maninjau ini termasuk juga salah satu dari 15 danau yang ada di Indonesia yang akan dibersihkan, dapat dijadikan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas,” ujarnya.

Mahyeldi katakan, padatnya kegiatan budidaya ikan menggunakan keramba jaring apung di Danau Maninjau saat ini, telah menyebabkan pencemaran air dan kerusakan lingkungan danau. Sehingga diperlukan alternatif usaha perikanan yang dapat menjaga kelestarian sumberdaya ikan di Danau Maninjau yang menggunakan kegiatan penangkapan ikan menggunakan sarana penangkap ikan yang ramah lingkungan.

“Saya minta Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar bisa menyediakan anggaran sebesar Rp 15 miliar bagi nelayan selingka Danau Maninjau untuk mengadaan perahu, mesin tempel, jaring dan menambah populasi ikan dengan menebar ikan di danau. Asalkan bisa meninggalkan keramba sebanyak 30 – 40 persen,, kita akan bantu,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar mengatakan, akan siap membantu. Bahkan di kegiatan lain pada tahun 2021 juga telah menyediakan 44 unit jaring untuk 44 nelayan yang tergabung dalam 7 kelompok nelayan, dengan nilai pengadaan sebesar Rp. 198 juta.

“Rencananya penyerahan bantuan dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Termasuk penyediaan Fishbox ukuran 100 liter sebanyak 66 unit dan Fishbox ukuran 1 ton sebanyak 5 unit,” sebut Yosmeri.

Yosmeri jelaskan,selain itu pihaknya juga akan memberikan pelatihan pengolahan hasil perikanan untuk pengolah hasil perikanan di dana maninjau pelatihan diversifikasi olahan dengan inovasi ragam olahan dan pelatihan sistim jaminan keamanan hasil perikanan dengan peserta dari maninjau dan sudah dipraktekkan untuk produk olahan di Danau Maninjau seperti, bada krispi, dendeng rinuak, rakik rinuak, pala rinuak, rinuak krispi, pensi krispi, rendang bada, rendang rinuak, rendang pensi, palai ika nila, bada salai, stik udang, kripik rinuak dan salai nila.

“Semoga ini cepat terlaksana, agar masyarakat nelayan disini bisa menikmati hasilnya, walaupun tidak keramba ikan lagi. Insya Allah ini menjadi komitmen kita bersama,” harapnya.(relis)



Sumber

Baca Selengkapnya

AGAM

Kecelakaan di Pendakian Kodok Palupuh, 20 Penumpang Nyaris Tewas – siarminang.net

Kecelakaan di Pendakian Kodok Palupuh, 20 Penumpang Nyaris Tewas – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Sebanyak 20 penumpang mobil travel BA 7993 nyaris tewas, setelah mobil hilang kendali di Simpang Pendakian Kodok, Jorong Batang Palupuh, Kanagarian Koto Rantang Palupuh, Kabupaten Agam, Minggu ( 21/2/2021), sekitar pukul 16.00 WIB.

Beruntung, dalam insiden tersebut sopir membanting stir ke kiri, hingga mobil oleng lalu rebah. Jika sopir kurang cekatan, mobil akan terjun ke jurang berkedalaman puluhan meter, di bagian kanan jalan.

Jika hal itu terjadi, sebanyak 20 orang penumpang dari arah Rao, Kabupaten Pasaman tujuan Bukittinggi, bakal tak satu pun selamat dari maut mengingat jurang yang cukup dalam tersebut.

Informasi didapatkan di tempat kejadian peristiwa (TKP). Saat tiba di pendakian kodok, supir travel Rahmat Ramto (24) sudah berupaya merem mobil. Namun sayang, usaha tersebut tak berhasil, mobil terus melaju lalu rebah ke bagian kiri jalan.

“Saya sudah merem, tapi memang tidak bisa. Kalau saya ke kanan, mobil bisa masuk jurang. Ke kiri banyak tebing kan, mobil jatuh terguling di samping tebing,” ia menceritakan.

Semua penumpang di dalam mobil selamat, tanpa mengalami cedera dan luka-luka. Hanya saja kejadian sangat menegangkan itu, membuat sejumlah penumpang mengalami shock.

Bunyi keras ditimbulkan akibat mobil rebah ke aspal, sontak mengudang perhatian masyarakat di sekitar TKP. Warga bersama pengguna jalan lainnya, berusaha membantu penumpang yang berada di dalam mobil.

Usai diselamatkan warga, semua para penumpang dibawa ke kedai terdekat. Mereka penumpang mobil disuguhkan minum serta disarankan beristirahat untuk meredam keterkejutannya.

“Hampir sebagian penumpang mobil, saat peristiwa terjadi tengah sedang beristirahat. Dapat dipastikan, mereka dalam keadaan tak sadar saat mobil rebah,” ujar seorang penumpang mobil SN (20).

Kecelakaan di simpang pendakian Kodok, menurut informasi masyarakat sudah sering terjadi. Hingga berita ini dinaikkan, kecelakaan tunggal tersebut sudah ditangani aparat berwajib. (adil)



Sumber

Baca Selengkapnya

AGAM

Mobil Rombongan Pemkab Agam Alami Kecelakaan Di Kota Nopan – siarminang.net

Mobil Rombongan Pemkab Agam Alami Kecelakaan Di Kota Nopan – Beritasumbar.com

Agam,siarminang.net,- Kabar duka selimuti pemkab Agam. Mobil rombongan pejabat Agam yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh dilaporkan alami kecelakaan. Mobil bus yang ditumpangi pejabat Pemkab Agam tercebur masuk sungai di daerah Kota Nopan Sumatera Utara, pada Senin (8/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari informasi yang didapat topsatu.com dikabarkan ada dua penumpang yang meninggal.
Staf Ahli Bupati Agam Isman Imran, melalui telepon nya mengatakan semua penumpang dirawat di rumah sakit tedekat.

Di antara penumpang diketahui yang luka berat adalah Fatimah Kadis Tenaga Kerja dan Ariyati Kadis Perdagangan.

Bus yang membawa mereka jatuh masuk sungai di Simpang Angin Barat, Kotanopan, Madina.

Tiga buah foto yang diposting oleh IG kotanopan madina, memperlihatkan posisi bus. Bus dengan logo pariwisata dan lukisan marawa itu, berada dalam sungai di dekat sebuah jembatan. link IG: https://www.instagram.com/p/CLBd5KGrdud/

https://platform.instagram.com/en_US/embeds.js



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer