Connect with us

News

Ismael Grospe Rajai Etape III Tour de Singkarak 2019

Ismael Grospe Rajai Etape III Tour de Singkarak 2019


Selasa, 05 November 2019 – 08:40:00 WIB – 97

Lokasi finish etape 3 tds 2019

BUKITTINGGI — Iven sport tourism Tour de Singkarak, memasuki hari ketiga. Sebanyak 94 pebalap dari 18 tim, sejak bendera start dikibarkan dikawasan objek wisata geopark Lembah Harau, para pebalap saling berpacu untuk memimpin barisan diposisi depan.

Pebalap atas nama Ismael Grospe .Jr dari Go For Gold Philippines, berhasil menorehkan prestasi pada etape ke III iven sport tourism Tour de Singkarak 2019, Senin 4 November 2019.

Grospe berhasil finish terdepan dengan torehan waktu 3 jam 16 menit 14 detik disusul peringkat kedua, pebalap asal Indonesia bernama Suryadi Bambang dari PGN Road Cycling Team dengan catatan waktu yang sama dan, Kurniawan dari Banyuwangi Road Cycling Community diurutan ketiga dengan selisih waktu 4 detik. Sementara, juara dua kali etape sebelumnya atas nama Jesse Ewart hanya mampu finish diurutan ke 26.

Meski pada etape ke III ini, memiliki rute yang lebih panjang yakni 129.9 kilometer dengan karakteristik medan lintasan yang semakin berat. Namun, animo masyarakat di Limapuluh Kota, sangat luar biasa.

Sepanjang lintasan yang dilalui para pebalap, berjejer masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Mereka berteriak memberikan semangat kepada pebalap yang melintas. Bahkan, mereka sesekali melambaikan tangan ketika rombongan Marshal yang membawa awak media juga melintas.

Tentu saja, banyak hadirnya masyarakat Ranah Minang dipinggiran lintasan TdS 2019 ini, menambah nilai lebih. Federasi Sepeda Dunia (Union Cycliste Internationale/UCI), saat ini tengah menghitum jumlah penonton pada iven TdS yang kali ini merupakan tahun yang kesebelas diselenggarakan.

Hingga kini, berdasarkan rilis UCI, jumlah penonton iven Tour de Singkarak menempati peringkat Lima dunia. Ikut sertanya provinsi jambi pada perhelatan terbesar Tour de di Indonesia ini, diharapkan mampu menaikkan peringkat jumlah penonton Tour de di dunia.

Diketahui, Pebalap atas nama Ismael Grospe. Jr, berhasil menorehkan prestasi pada etape ke III iven sport tourism Tour de Singkarak 2019. Grospe, berhasil finish terdepan dengan torehan waktu 3 jam 16 menit 14 detik disusul peringkat kedua, pebalap asal Indonesia bernama Suryadi Bambang dari PGN Road Cycling Team dengan catatan waktu yang sama dan, Kurniawan dari Banyuwangi Road Cycling Community diurutan ketiga dengan selisih waktu 4 detik.

Selain finish tercepat, Grospe sekaligus mematahkan rekor Jesse Ewart, pebalap Australia dari Team Sapura Cycling yang mampu menyabet gelar juara berturut-turut di Dua etape sebelumnya. Pada etape yang mengambil rute Kabupaten Limapuluh Kota – Kota Padang Panjang ini, Jesse Ewart tumbang. Ia hanya mampu finish pada urutan ke 26 dengan catatan waktu 3 jam 16 menit 56 detik. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: bukittinggi,sport,sumatra-barat

Padang Panjang Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Padang Panjang Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

PADANG PANJANG –Pemko Padang Panjang mulai gencar sosialisasi Perpres 95 tahun 2018, yakni tentang Sistem Pemerintahan…

Bombay Takraw Club Jadi yang Terbaik Dalam Turnamen Sepak Takraw PSTI Pasaman

Bombay Takraw Club Jadi yang Terbaik Dalam Turnamen Sepak Takraw PSTI Pasaman

PASAMAN – Bombay Takraw Club asal Kecamatan Panti Selatan berhasil menjadi yang terbaik dalam Turnamen Sepak Takraw…

Finish di Tanah Datar, Wabup Zuldafri Singgung TdS

Finish di Tanah Datar, Wabup Zuldafri Singgung TdS

TANAH DATAR — Tour de Singkarak (TdS) yang ke-11 etape 1, resmi dilepas pada pukul 10.00 wib di Pariaman. Para…

TdS 2019: Jesse Ewart Pertahankan Yellow Jersey di Etape 2 Pasaman-Bukittinggi

TdS 2019: Jesse Ewart Pertahankan Yellow Jersey di Etape 2 Pasaman-Bukittinggi

BUKITTINGGI — Kegiatan tahunan Tour de Singkarak (TdS) kini memasuki yang ke 11 di tahun 2019, Kota Bukittinggi pada…

Hadapi Pilkada 2020, Bawaslu Sumbar Gelar Workshop Eksaminasi Undang-undang Pilkada

Hadapi Pilkada 2020, Bawaslu Sumbar Gelar Workshop Eksaminasi Undang-undang Pilkada

PADANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) Provinsi Sumbar menggelar workshop eksaminasi Undang-undang (UU) Pemilu dan…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer