Connect with us

News

Jaga Keamanan Lebaran, Polres Bukiitinggi Dirikan Pos Pam di Sejumlah Titik

Jaga Keamanan Lebaran, Polres Bukiitinggi Dirikan Pos Pam di Sejumlah Titik


Kamis, 14 Juni 2018 – 01:17:10 WIB – 78

Jaga Keamanan Lebaran, Polres Bukiitinggi Dirikan Pos Pam di Sejumlah Titik

Walikota, Walikota serta forkopimda foto bersama di depan pos pam polres bukittinggi, Rabu, (13/6)

Pilwako Kota Padang 2018

BUKITTINGGI – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 M, Polres Bukittinggi mendirikan Pos Pam di berbagai titik di selingkar Kota Bukittinggi-Agam Timur.

Untuk mengetahui kesiapan aparat pemerintahan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Rabu pagi (13/6/2018) Walikota, Wakil Walikota serta Forkopimda Kota Bukittinggi mengunjungi Pos Pam dan juga di tempat wisata yang ada di wilayah kota Bukittinggi.

Rombongan Forkopimda terdiri dari Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmartias, SH, Wakil Walikota Bukittinggi, H.Irwandi, SH, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, SIK,MH, Dandim 0304 Agam Letkol Salim, Ketua DPRD Bukittinggi Beni Yusrial, SIP, Sekda Bukittinggi H. Yuen Karnova ,SE.ME dan Asisten 3 Pemko Bukittinggi Ir. H .Zet berkunjung ke Pos Yan Jam Gadang, Pos Pam Mandiangin, Pos Pantau Aur Kuning dan Pos Pantau Simpang DPRD.

Kabag Ops Polres Bukittinggi Kompol Y. Eko Sulistyo, SH menjelaskan kunjungan Forkopimda ini untuk lebih mengetahui kesiapan Pos Pam dan juga personil kita dalam melaksanakan Ops Ketupat apalagi menjelang H-2 ini.

Menurut Kabag Ops, Forkopimda Bukittinggi sangat mengapresiasi keadaan Pos Pam dan Posyan maupun kesiapan personil Polres Bukittinggi dan jajaran.

Kompol Y. Eko Sulistyo, SH menambahkan bahwa di wilayah kota Bukittinggi, Polres Bukittinggi membuat satu Pos Yan yaitu Jam Gadang, dan satu Pos Pam yaitu Mandiangin dan 2 (Dua) Pos Pantau yaitu Pos Pantau Aur Kuning dan Pos Pantau Simpang DPRD.

Selesai dari pengecekan dari Pos Pam, selanjutnya Forkopimda Bukittinggi dan rombongan menuju Taman Wisata Kebun Binatang Kinantan, Benteng Ford De Kock dan Taman Panorama Lubang Jepang serta Taman di Tugu Tak Di kenal, demikian Kabag Ops mengahirinya. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: bukittinggi,sumatra-barat

Amankan Lebaran, Polres Bukittinggi Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat 2018

Amankan Lebaran, Polres Bukittinggi Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat 2018

BUKITTINGGI – Operasi Ketupat tahun 2018 diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polda yang belangsung…

Gubernur Anies Baswedan Segel Dua Pulau Reklamasi, Ancam Sanksi Tegas untuk Pengembang

Gubernur Anies Baswedan Segel Dua Pulau Reklamasi, Ancam Sanksi Tegas untuk Pengembang

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung pelaksanaan penyegelan bangunan di pulau reklamasi pada…

Piala Dunia Rusia 2018: Mohamed Salah Mengaku Siap Bermain Lawan Uruguay

Piala Dunia Rusia 2018: Mohamed Salah Mengaku Siap Bermain Lawan Uruguay

KAIRO, MESIR – Striker timnas Mesir, Mohamed Salah diragukan tampil saat laga perdana Piala Dunia 2018 menghadapi…

Gubernur Irwan Prayitno Akui Peranan Ormas Dalam Pembangunan Daerah, Shofwan: Kami Siap Sinergi

Gubernur Irwan Prayitno Akui Peranan Ormas Dalam Pembangunan Daerah, Shofwan: Kami Siap Sinergi

PADANG – Silaturahim dan Berbuka keluarga besar Muhammadiyah Gubernur Sumbar di Auditorium Gubernur Sumbar, Ahad…

Penggerebekan Terduga Teroris di Kampus Unri, Densus 88 Sita Bom, Panah, dan Granat

Penggerebekan Terduga Teroris di Kampus Unri, Densus 88 Sita Bom, Panah, dan Granat

PEKANBARU – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita empat bom siap ledak dan sejumlah senjata rakitan…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer