Connect with us

News

Jalin Silaturrahmi, Istri Pejabat Daerah se-Sumbar Ngumpul di Batusangkar

Jalin Silaturrahmi, Istri Pejabat Daerah se-Sumbar Ngumpul di Batusangkar


Sabtu, 25 Agustus 2018 – 06:42:50 WIB – 146

Jalin Silaturrahmi, Istri Pejabat Daerah se-Sumbar Ngumpul di Batusangkar

Istri pejabar se-Sumbar ngumpul di di Gedung Suri Maha Rajo Dirajo Batusangkar, Jumat (24/08)

TANAH DATAR – Para istri kepala daerah kabupaten/kota se- Sumatera Barat kunjungi Tanah Datar dan berkumpul di Gedung Suri Maha Rajo Dirajo Batusangkar, Jumat (24/08).

Kunjungan sekaligus pertemuan istri kepala daerah selaku ketua Tim Penggerak PKK kabupaten dan kota ini merupakan kegiatan rutin bulanan dalam rangka memper erat hubungan silaturrahmi sesama pengurus dan kader PKK se Provinsi Sumatera Barat.

Ketua TP-PKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah, saat menjamu para istri kepala daerah ini dalam sambutannya sampaikan ucapan selamat datang di Tanah Datar Luhak Nan Tuo dan ucapan terima kasih karena telah ditunjuk sebagai tuan rumah pada pertemuan kali ini.

Dia juga melaporkan kegiatan 10 program pokok PKK di Tanah Datar berjalan dengan baik, “Bersama dengan dinas terkait kita juga melaksanakan berbagai kegiatan rutin seperti majelis taklim, wirid yasinan, sosialisasi anti kekerasan seksual terhadap anak, dan kegiatan lain bersama pokja baik di kabupaten maupun di nagari”, sebutnya.

“Pada tahun 2018 ini di bulan Suci Ramadhan 1439 H kita melaksanakan safari ramadhan ke surau-surau dan mushalla di 14 kecamatan masing-masing dua lokasi disetiap kecamatan, kalau tim safari kabupaten melaksanakannya malam hari, kita TP-PKK siang hari sekaligus shalat Dzuhur berjamaah dilokasi”, sebutnya.

Tambahnya, “Safari Ramadhan TP-PKK ini yang pertama di tahun 2018, karena tahun sebelumnya kita melaksanakan pelatihan shalat khusuk bagi kader mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari”.

Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekretaris Daerah Hardiman dalam sambutan yang dibacakannya, menyampaikan terima kasih kepada ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat karena telah mempercayakan Tanah Datar sebagai tuan rumah pertemuan rutin bulanan Ketua TP-PKK, BKOW, GOW dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Karena bertepatan dengan moment Hari Raya Idul Adha, Sekda Hardiman juga menyampaikan, “selamat hari raya Idul Adha 1439 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin”, dari Pemkab Tanah Datar.

Dia katakan, “Tanah Datar sebagai kabupaten terkecil di Sumatera Barat memiliki 14 kecamatan dan 75 nagari, tidak memiliki potensi tambang maupun industri berskala besar yang bisa dikembangkan, hanya pariwista dan pertanianlah yang kita andalkan”, ucapnya.

Sementara itu Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno pada saat pertemuan istri kepala daerah itu mengajak semua yang hadir untuk menyisihkan sedikit harta untuk membantu korban bencana alam gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat.

“Ini bentuk kepedulian kita bagi sesama yang juga merasakan kesedihan mereka, hingga saat ini mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita bersama”, ucapnya.

Acara yang juga diisi pemaparan seputar kesehatan perempuan dengan tema menopause oleh dr. Ori John S.POG ini, turut dimeriahkan opera minang tentang persoalan keluarga dan tari piring para penari cilik dari kota Batusangkar.

Turut hadir pada acara tersebut Ny. Wartawati Nasrul Abit, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua GOW Ny. Retri Zuldafri Darma, Ketua Persit, Ketua Bhayangkari, Bundo Kanduang, Ketua PKK Kecamatan kader PKK Nagari dan undangan lainnya. (Irfan F)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Romeo

Tag: daerah,metro,pemprov-sumbar,perempuan,sumatra-barat,tanah-datar

Gelar Temu Warganet, PP Muhammadiyah: Produksi Conten Narasi Alternatif yang Berkemajuan

Gelar Temu Warganet, PP Muhammadiyah: Produksi Conten Narasi Alternatif yang Berkemajuan

YOGYAKARTA – Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar temu nasional warganet…

Pemerintah Rekom 10 Eksportir Manggis ke China, 1 Dari Sumatera

Pemerintah Rekom 10 Eksportir Manggis ke China, 1 Dari Sumatera

LIMAPULUH KOTA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian, merekomendasikan 10 nama perusahaan…

Polres Tanah Datar Bekuk 3 Pria Pencuri Kartu ATM

Polres Tanah Datar Bekuk 3 Pria Pencuri Kartu ATM

TANAH DATAR – Polres Tanah Datar melalui Satuan Reskrim berhasil meringkus tiga tersangka pencurian ATM di atas…

Polisi Tangkap Pelaku Pungli di Sebuah Sekolah di Padang Pariaman, Ternyata Pelakunya..

Polisi Tangkap Pelaku Pungli di Sebuah Sekolah di Padang Pariaman, Ternyata Pelakunya..

PADANG PARIAMAN – Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polres Pariaman mengamankan oknum penjaga sekolah SMA N1 Sungai…

Paripurna Istimewa DPRD Kota Payakumbuh Sepi Anggota Dewan

Paripurna Istimewa DPRD Kota Payakumbuh Sepi Anggota Dewan

PAYAKUMBUH – Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Payakumbuh mendengar pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR-RI…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer