Connect with us

Pasaman Barat

Jelang Akhir Tahun, RISPA Adakan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi – siarminang.net

Jelang Akhir Tahun, RISPA Adakan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi – Beritasumbar.com

Pasaman Barat,siarminang.net,- Remaja Islam sebagai salah satu pilar penggerak masjid merupakan unsur penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian sosial masyarakat, khususnya bagi remaja.

Remaja Islam Pasar Satu atau disingkat RISPA kenagarian Air Bangis adalah salah satu organisasi remaja masjid yang sudah berdiri sejak tahun 2002 yang lalu, menjadi salah satu potensi sumber dalam pembentukan karakter dan kepribadian remaja di Air Bangis.

Hingga saat ini, setidaknya sudah tercatat sebanyak 7 kali suksesi kepemimpinan Remaja Islam Pasar Satu (RISPA), secara berturut-turut; Hiflan Nafis, M. Rezki Putra, Khairul Zikri, Hafia Akbar, Doni, Junaidi dan Abdul Rasyid.

Abdul Rasyid selaku Ketua RISPA ke-7 mengangkat kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (KMO) sebagai salah satu proses pengkaderan bagi seluruh anggota RISPA, sehingga bisa menjadi bekal dalam memimpin organisasi ke depannya. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di lantai 2 Masjid Nurul Yaqin Air Bangis (Masjid Tertua Pasaman Barat), hari ini (30/12).

Rasyid berharap agar dengan pelaksanaan kegiatan tersebut bisa menambah pengetahuan dan wawasan anggota RISPA untuk dapat dilaksanakan dalam melaksanakan keorganisasian.

Lebih lanjut, Rasyid mengharapkan agar segala bentuk kegiatan positif yang diangkat oleh RISPA ini bisa didukung oleh seluruh elemen masyarakat, terkhusus bagi jamaah Masjid Nurul Yaqin, ungkapnya.

Selanjutnya, Hafia Akbar selaku demisioner RISPA merasa bangga atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Semoga kegiatan seperti ini tetap bisa dilanjutkan dan diambil manfaatnya bagi seluruh anggota RISPA, tuturnya.

Insanul Maqfur selaku pendamping RISPA mengaku terkejut atas keberhasilan Pengurus RISPA dalam mengangkat kegiatan tersebut. Apalagi, kegiatan itu hanya dipersiapkan hanya dalam beberapa hari saja. Salut untuk adik-adik RISPA, tuturnya.

Acara pelatihan tersebut dimulai dari jam 14.00 dan berakhir sampai jam 22.00 dengan ragam muatan materi kepemimpinan dan manajemen keorganisasian serta Achievement Motivation Training (AMT).

Nurul Hidayah selaku peserta dalam acara tersebut, sangat apresiasi atas acara yang diangkatkan itu. Dia mengungkapkan bahwa tidak pernah merasakan kegiatan seperti ini sebelumnya dan dengan penuh bangga ia berterimakasih kepada Pengurus RISPA atas acara tersebut, pungkasnya.

Sementara itu, Khairul Zikri selaku inisiator dan penggagas acara juga merasakan surprise atas keberhasilan acara tersebut. Semoga RISPA semakin bangkit dan semakin berjaya dengan kegiatan-kegiatan produktif lainnya, tentunya agar mutu dan kualitas jamaah masjid kita juga semakin lebih baik lagi di masa mendatang, tutupnya. (khz).



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PASAMAN

Percepat Pembangunan Infrastruktur, DPRD Sumbar Raker Bersama Pemkab Pasaman-Pasbar – siarminang.net

Percepat Pembangunan Infrastruktur, DPRD Sumbar Raker Bersama Pemkab Pasaman-Pasbar – Beritasumbar.com

Padang, siarminang.net – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daerah Pemilihan (Dapil) IV Pemilihan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, melakukan Rapat Kerja Usaha Percepatan Penanganan dan Pembangunan Infrastruktur Di Wilayah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

Raker tersebut melibatkan Kepala Bapedda, Kepala Dinas Pendidikan, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, PSDA yang dilaksanakan di kantor DPRD Provinsi Sumbar, Senin (30/03), sebagai tindak lanjut dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan oleh kecamatan Lubuk Sikaping dan hasil pertemuan yang dilakukan di rumah dinas Bupati Pasaman,

Pada rapat kali ini, anggota DPRD menyuarakan beberapa aspirasi masyarakat yang ada di Dapil IV, terutama menyangkut pembangunan infrastruktur, pendidikan dan lainnya.

Donizar yang merupakan selaku inisiator terlaksananya agenda ini, mengatakan terkait visi misi dari Bupati dan Wakil Bupati adanya pendidikan gratis untuk para siswa, ia mengharapkan adanya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang nanti diberikan oleh kabupaten/kota untuk membantu Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang kemaren yang kita kurangi, jadi pertemuan tersebut sudah mengerucut tentang kesiapan Kabupaten Pasaman.

Kita ingin segara bergulir ke Kabupaten Pasaman barat, agar nanti ini ada BKK untuk BOP yang ada di dinas pendidikan.

BKK untuk dinas pendidikan Provinsi Sumbar dari kab pasaman ke propinsi itu sekitar 15 M. Dengan kab pasaman meringankan tanggung jawab pemerintah prop dengan tujuan pendidikan yg gratis dan berkualitas serta karena daerah pasaman dan pasaman barat adalah daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan), maka sudah seyogyanya pemprov juga memberikan perhatian lebih kepada kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat

Lebih lanjut lagi wakil ketua komisi V, dengan adanya perhatian dari pemerintahan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, kita yang berada di Provinsi meminta adanya keseimbangan kita berikan mereka BKK mengharapkan kepada Bappeda dan Bakueda memberikan perhatian khusus juga untuk Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat,

“Sorotan ini menjadi kewenangan yang menjadi tugas kita, ia prihatin selama ini melihat beberapa kewenangan kita di provinsi ini itu tersentuh hanya dalam porsi anggaran yang tidak bisa kita menyelesaikan masalah, hanya seperti obat sakit kepala aja,” Ujar Donizar

Selanjutnya ia juga menambahkan Dinas PU kita minta perhatian pada jalan-jalan yang merupakan kewenangan provinsi, baik itu pemeliharaan dan peningkatan. Pemeliharaan yg parah itu di ruas jalan panti – simpang 4 sedangkan peningkatan di ruas jalan tapus-muaro sei lolo dan tonang- talu.

Kita tahu bahwa Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat merupakan daerah 3T, terluar, terisolir dan terdepan. Wajar kalau ini menjadi perhatian khusus bagi kita di pemerintahan provinsi, karena, kalau kita khususkan ini berapa jiwa yang sangat bergantung kepada kondisi jalan yang menjadi terbantu karenanya.

Ia juga menambahkan untuk Pengelolan Sumber Daya Air (PSDA) , PSDA itu di daerah sungai batang ulu masang yg berdampak ke sawah dan pemukiman. Batang Fatimah berdampak pada jembatan di pasar tigo nagari. Batang aia bangih di air bangis yg bisa menyelamatkan pemukiman pusat kota air bangis serta bs menjadi destinasi pariwisata, batang kenaikan di muaro kiawai utk menyelamatkan pemukiman warga serta batang maligi yang sudah sangat membutuhkan.(Rnd)



Sumber

Baca Selengkapnya

denni meilizon

FPL Pasaman Barat Gelar Workshop Peningkatan Pemahaman Literasi – siarminang.net

FPL Pasaman Barat Gelar Workshop Peningkatan Pemahaman Literasi – Beritasumbar.com


Pasaman Barat, siarminang.net– Untuk mencegah deviasi pemahaman masyarakat pada literasi, Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Pasaman Barat, pada Sabtu 13 Maret 2021 di salah satu cafe & resto di Kabupaten Pasaman Barat.

Workshop tersebut baru pertama kalinya diadakan oleh FPL Pasaman Barat, beberapa tokoh tampil menjadi narasumbernya, yaitu: Denni Meilizon (FPL Pasaman Barat), Joel Pasbar (Novelis), Surya (Ketua Pandah ArtGreen Maligi), Dasril B. (Plt. Wali Nagari Sinuruik), Ida Yanti (Pengelola Pustaka Nagari Desa Baru Ranah Batahan), Roby Zr (Penggerak Geopark Talamau), Eko Darmawan (Pegiat Wisata Pasbar), dan Decky H. Sahputra (Ketua KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat / KKPB). Acara yang dimoderatori oleh Sulas Sky dan Idris Hamzah tersebut diikuti oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.

Muhammad Q. Abdan Sholihan, selaku Ketua Panitia kegiatan tersebut saat kami wawancarai pada saat acara berlangsung mengatakan, penyelenggaraan kegiatan workshop peningkatan kapasitas tersebut bagi para anggota FPL Pasaman Barat terasa sudah perlu dilakukan, karena perkembangan gerakan dan kuatnya keinginan FPL Pasaman Barat untuk ikut masuk dan berkegiatan dalam pemajuan literasi di Pasaman Barat.

“Beberapa bulan ini kita memang melakukan sosialisasi dan rekrutmen calon pegiat baru. Lokus gerakan FPL Pasaman Barat kian luas dan kian diperhitungkan. Sebab itu, sesuai pembicaraan internal, diusulkanlah penyelenggaraan kegiatan ini,” kata Muhammad Q. Abdan Sholihan, Aktivis Mahasiswa Pasaman Barat yang sering berkolaborasi dengan elemen milenial di Pasaman Barat. 

Ketua FPL Pasaman Barat, Denni Meilizon saat tampil jadi narasumber di Workshop Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Pasaman Barat, Sabtu 13 Maret 2021. (Dok. Istimewa)

Denni Meilizon, Ketua FPL Pasaman Barat saat memaparkan materinya sebagai Narasumber mengatakan, workshop tersebut diadakan untuk berbagi pengalaman dalam berbagai bidang literasi, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep literasi, sehingga timbul persepsi bahwa literasi itu identik dengan kegiatan membaca saja, padahal literasi memiliki makna yang luas. 

“Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan  individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa,” kata Denni Meilizon.

Decky H. Sahputra, Ketua KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat / KKPB saat tampil pada workshop tersebut mengajak para pegiat literasi untuk memanfaatkan bahan narasi yang melimpah yang tersedia di Pasaman Barat.

“Kekayaan budaya, kepingan sejarah, dan adat tradisi beragam masyarakat yang heterogen di Pasaman Barat menanti untuk kita tulis dan menjadi kebanggaan kepada dunia,” kata Decky H. Sahputra.

Sementara itu, Sastrawan Pasaman Barat, Joel Pasbar saat tampil pada sesi ‘Menulis itu Mudah’ memaparkan bagaimana langkah-langkah untuk menjadi seorang penulis.

“Tidak terlalu sulit sebenarnya untuk menulis. Sangat tergantung pada kemauan pribadi, mau atau tidak,” kata Joel Pasbar, yang baru saja merilis novel ‘Terpijak Tanah Rantau’.

Dasril B., S.Pd, Plt. Wali Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, yang getol menggaungkan ajakan bertagar #TerusBergerak (yang kemudian dipakai sebagai slogan FPL Pasaman Barat) pada workshop tersebut didapuk menyampaikan paparan konsep ‘Membangun Nagari dengan Cinta’. Dasril B. dengan semangat menularkan proses kerja baik, mengembangkan Nagari Sinuruik, dari daerah tidak terpetakan menjadi nagari yang indah, lestari dan diperhitungkan hingga tingkat nasional.

Dasril B. adalah anggota relawan literasi gelombang pertama Kantor Pustaka dan Arsip Pasaman Barat (sekarang Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat) yang dibentuk beberapa tahun silam, ia mengatakan bahwa semua itu merupakan impact dari pemahaman manfaat literasi yang kemudian diterapkan dengan terencana dan terukur. 

“Sekarang di rumah kediaman kami, bersama istri yang guru Sastra dan Bahasa Indonesia, kami membangun pondok pustaka dan literasi yang kini sudah dimanfaatkan oleh anak-anak di sekitarnya untuk berlatih menulis puisi. Kenapa puisi? Sebab saya percaya dengan mendalami puisi, anak-anak dapat terbentuk kepekaan jiwanya, memahami kehidupan sampai ke kedalaman filosofisnya,” kata Dasril B. 

Surya yang berasal dari Maligi, sebuah daerah pantai di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, memaparkan gerakan literasi berkonsep penjagaan alam.

“Alam, yakni hutan dengan flora dan faunanya, gunung dan perbukitan, laut dan biota di dalamnya adalah ‘kakak kandung tua’ manusia. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melestarikannya dengan menjaga dan memahami tabiat dan kebutuhannya,” kata Surya, Pemuda Pelopor Sumatra Barat tahun 2019.

Pada kesempatan yang sama, melengkapi materi yang disampaikan oleh Surya, Robby selaku Ketua Harian Percepatan Geopark Talamau menyosialisasikan tentang Geopark Talamau dan pentingnya dukungan pegiat literasi sebagai bagian penguatan pilar culture diversity. 

Ida Yanti Pengelola Pustaka Nagari Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan tampil pada sesi terakhir, ia berbagi suka duka pengelolaan pustaka nagari.

Acara Workshop Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Pasaman Barat dimeriahkan oleh Alya Aqeela Al-Humaira, Siswi kelas VII SMP IT Alkahfi – Pasaman Barat, ia tampil membacakan puisi berjudul ‘Odong-Odong Fort de Kock’ karya Deddy Arsya, Penyair asal Sumatera Barat. Sebagai konsumsi, hadirin disajikan Kacang Randang Talu dan Kipang Maligi, dua kuliner tradisi Pasaman Barat. 

“Mari terus bergerak menyebarkan virus baik literasi, terutama di Pasaman Barat, Negeri Mekar Tuah Basamo ini,” kata Denni Meilizon. (Laporan Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

Pasaman Barat

Sikapi Keresahan Warga Akan Balapan Liar, Polres Pasbar Gelar Razia Malam – siarminang.net

Sikapi Keresahan Warga Akan Balapan Liar, Polres Pasbar Gelar Razia Malam – Beritasumbar.com

Pasaman Barat,siarminang.net,-Akhir akhir ini warga Pasaman Barat di resahkan dengan maraknya balapan liar. Sikapi keresahan warga tersebut, Polres Pasaman Barat melalu jajarannya lakukan razia. Sabtu 23/1 malam sekira pukul 22.00 wib razia digelar di Simpang Empat Pasbar.

Giat malam itu langsung dipimpin Kabag Ops. Kompol Muddasir didampingi beberapa Kasat lain dilingkungan Polres Pasbar.

Kapolres Pasbar AKBP. Sugeng Hariady menyatakan bahwa giat ini sebagai bentuk antisasi maraknya pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor dan aksi Balap liar yang kian meresahkan masyarakat khususnya di wilayah hukum Resort Pasaman Barat.

“Kita menindak para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, serta memfokuskan pada pengendara yang mengunakan Knalpot Racing dan aksi berbahaya para pengendara di jalan raya, seperti balap liar dijalan raya, ” ungkap AKBP. Sugeng Hariady.(RM)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer