Connect with us

dr.jerry masse MA.Ph.D

Jerry Massie Sarankan Lasonna Sebaiknya Fokus Saja Sebagai Menkunham

Jerry Massie Sarankan Lasonna Sebaiknya Fokus Saja Sebagai Menkunham


Jakarta,-Terkait keterlibatan Yasonna H Laoly dalam pembentukan Tim Kuasa Hukum PDI Perjuangan, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie memberikan saran kepada Yasonna H Laoly agar fokus saja dalam kapasitasnya saat ini sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Hal ini disampaikan Jerry lantaran Yasonna ikut berkecimpung di dalam pembentukan tim hukum PDI Perjuangan terkait dengan kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang juga menyeret caleg partai berlambang banteng moncong putih itu, Harun Masiku.

“Harusnya Yasonna lebih fokus ke tupoksinya sebagai Menkumham,” kata Jerry, di Jakarta, Minggu (19/1) malam saat bincang bincang via telepon dengan redaksi beritasumbar.com.

Menurut dia, keterlibatan Yasonna dalam pembelaan PDIP yang membentuk tim hukum secara etika politik kurang elegan. Jika hanya berdalih sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Perundang-Undangan PDIP, seharusnya Yasonna bisa memasrahkannya kepada anggotanya di partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu.

“Di PDIP banyak para advokat, lawyer, berikanlah mereka kesempatan,” ujar Jerry.

Ia melihat PDI Perjuangan saat ini tengah memainkan politik bela diri saat kadernya Harun Masiku terlibat dalam kasus dugaan suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang terkena OTT oleh KPK beberapa waktu lalu.

Jerry pun mengakui bahwa jika memiliki tugas ganda memang agak berat antara negara dan kepentingan partai. Di PDIP, Yasonna menjabat sebagai Ketua DPP PDIP bidang Bidang Hukum dan Perundang-undangan.

“Saran saya Pak Yasonna lebih fokus ke masalah hukum seperti kasus seorang pelajar yang membela pacarnya dari begal justru terancam hukuman seumur hidup, dan memperbaiki lapas-lapas yang bermasalah,” tuturnya.

Ia menambahkan belum ada UU yang melarang tugas Menkumham untuk melakukan dukungan terhadap kepentingan partai, terlebih Yasonna menjabat ketua DPP PDIP.

Tapi kan ada wakil yang bisa menggantikan posisinya. Pertanyaan saya kenapa mereka ngotot membentuk tim untuk membela partai habis-habisan. Semua akan terjawab dalam persidangan Tipikor,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memperoleh kritikan dari sejumlah pihak setelah hadir dalam konferensi pers PDI Perjuangan menindaklanjuti OTT KPK terkait kasus dugaan suap PAW anggota DPR.

Namun, Yasonna mengklarifikasi hal tersebut dengan menyebut bahwa kapasitasnya pada acara itu bukan sebagai Menkumham, melainkan sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Perundang-Undangan untuk mengumumkan pembentukan tim hukum terkait kasus dugaan suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan politikus PDIP Harun Masiku.

“Saya tidak ikut di tim hukum. Saya ketua DPP-nya membentuk tim hukum. Waktu kita bentuk saya umumkan, itulah tugas saya. Tim hukum koordinatornya Pak Teguh Samudra,” kata dia di Yogyakarta, Jumat (17/1).(*/diolah dari beberapa sumber tambahan)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

biden

2016 Hillary Ungguli Survey, Buntutnya Tumbang – siarminang.net

2016 Hillary Ungguli Survey, Buntutnya Tumbang – Beritasumbar.com

Dalam sejumlah jajak pendapat di Amerika Serikat (AS) jelang presidential election (Pemilihan Presiden) sang petahana Donald Trump masih tertinggal 8 bahkan 9 poin dari saingan beratnya mantan vice president era Barrack Obama yakni Joe Biden asal Delaware.

Menurut pakar politik internasional Jerry Massie, kedua capres baik Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden (Demokrat) terus menarik simpati publik lewat kampanye ada yang tertutup adapula kampanye digelar secara virtual.

“Saya prediksi nasib Biden akan berakhir tragis seperti Hillary Clinton 2016 silam. Kendati menang popular votes selisih 2 juta suara, Clinton mendapat 63.964.956, sementara Presiden AS terpilih Donald Trump hanya 62.139.188 suara toh, Hillary kalah juga di fase penentuan yakni electoral college,” kata peneliti politik Amerika ini.

Hasil akhir 2016 lalu kata Jerry, Trump unggul 306 electoral college dan Hillary hanya meraih 232. Dia berhasil unggul saat electoral votes di daerah battleground state atau swing state yakni Michigan (16), Wisconsin (10) dan Pennyslavania (20).

Barangkali kata dia, banyak yang belum tahu beberapa tahun silam mantan Menlu AS ini 6 kali dibantu Trump. Bahkan Trump pernah berafiliasi dengan Demokrat dan hampir saja di calonkan sebagai presiden beberapa tahun silam.

“Medsos salah satu kunci kemenangan Trump ada 2016 lalu, pasalnya followers-nya cukup besar yakni 60 juta pengikut,” tutur dia.

Selain itu ucapnya faktor internal Trump, hal yang membuat banyak pihak tidak siap dengan kemenangan si pria oranye adalah poling-poling prediktif yang kebanyakan menunjuk Hillary akan menang pilpres

“Poling sebelum pemungutan suara dari Economist/YouGov, Bloomberg, IBD, ABC, Fox News, Monmouth, CBS News, dan Reuters mememenangkan Hillary menang dengan selisih 1 sampai 6 persen. Sedangkan poling yang memenangkan raja real estate ini hanya LA Times yang menggungulkan Trump pada angka 5 persen,” kata Direktur Political and Public Policy (P3S) Ini.

Oleh karena itu, dia mengingatkan saat Situsweb milik jurnalis data kawakan Nate Silver, Fivethirtyeight.com, mencatatkan probabilitas Hillary Clinton untuk menang ada pada angka 71,4 persen. Probabilitas Trump? Hanya 28,6 persen saja. Untuk popular vote, Hillary diperkirakan akan menang dengan selisih 3,6 persen dari Trump. Pada electoral vote, diperkirakan Hillay bakal menang dengan angka 302 lawan 235.

Sama persis saat ini ujar Jerry, yang mana semua lembaga survey menjagokan Biden. Hanya Rasmussen yang menempatkan Trump unggul 1 poin. Sedangkan YouGove +9, USC +7, Reuters +9, Hill +6, News Fox +5, JTN/RMG +5, CNBC +6, Mounmouth +7 semua bagi kemenangan Biden.

Jerry pun menyebut, salah satu pakar David Schultz, Profesor Departemen Ilmu Politik dan Departemen Studi Hukum di Universitas Hamline mengatakan, hasil survei secara nasional sejatinya tidak terlalu berpengaruh pada hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat AS. Lantaran yang penting 270 electoral College yang bisa memenangkan kandidat capres.



Sumber

Baca Selengkapnya

Dprd

Pengamat IPI : Pendekatan Persuasif Sangat Penting Dilakukan DPRD dalam Pemilu

Pengamat IPI : Pendekatan Persuasif Sangat Penting Dilakukan DPRD dalam Pemilu


Depok ,BeritaSumbar.com,– DPRD berperan penting dalam menciptakan demokrasi yang damai pada pemilu 2019. Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie saat menjadi narasumber dalam Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) Bareng bersama Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tengke Allo, di Kantor Sekber Wartawan, Depok, Jumat (1/2/2019).

Menurut Jerry, koordinasi, pendekatan persuasif antara lembaga legislatif DPRD dengan media, masyarakat bahkan eksekutif dan yudikatif sangat penting, jika ada pelanggaran dalam pemilu.

Lantaran kata dia, tanpa sosialisasi dan koordinasi maka tidak akan menciptakan Pemilu yang berintegritas, bermartabat, kondusif dan berkualitas.

Lanjut kata Jerry, fungsinya DPRD legislasi, controlling dan budgeting atau penganggaran jadi mekanisme disamping job discription berbeda.

“Jadi fungsi pengawasan Pemilu di Bawaslu jika ada kerawanan pileg dan pilpres. DPRD hanya mengingatkan kepada publik agar dapat mensukseskan demokrasi, memilih calon jangan golput atau undiceded voters jumlah mencapai 20-25 persen, kalau menurut Charta Politika swing voters 14,6 persen dan undiceded voters 14,1 persen,” ujarnya.

Selain itu, Jerry mengatakan bahwa peranan media juga begitu penting, terutama dalam ajang pesta demokrasi atau pemilu, seperti sekarang ini. Karenanya, tak bisa dipungkiri bahwa media adalah bagian penting dalam demokrasi.

“Bahkan, media merupakan salah satu pilar demokrasi,” ucap dia. Memang jelasnya, Tupoksi DPRD seperti di atur dalam UU No 12 Tahun 2008 bahkan UUD 44 Pasal 19 ayat 1,2 dan 3.

Di ajang pilpres 2019 ini ucapnya, media menjadi salah satu faktor penting, bahkan menang dan kalah itu bisa ditentukan oleh media.(red)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer