Connect with us

News

Kebakaran di Padang Pariaman, Sepasang Lansia Hangus Terbakar

Kebakaran di Padang Pariaman, Sepasang Lansia Hangus Terbakar


Minggu, 02 September 2018 – 19:19:45 WIB – 575

Jenazah Zainudin (110) dan istrinya Dinar (90).

PADANG PARIAMAN – Sepasang suami istri Lansia (Lanjut Usia) hangus terbakar akibat rumah yang ditempatinya rata dengan tanah dilalap sijago merah di Kampung Manggis, Korong Koto Muaro, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Padang Pariaman, Minggu (2/9) sekira pukul 04.00 WIB.

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasatreskrim Iptu Ilham mengatakan korban kebakaran yakninya Zainudin (110) dan istrinya Dinar (90).

Andry menuturkan dari informasi melalui saksi Buyung Aji (54) yang merupakan anak korban kronologis kejadian diperkirakan pukul 04.00 WIB pagi.

“Saat itu ketika anak korban akan pergi ke sawah sekitar pukul 08.30 Wib, saksi Buyung Aji melihat rumah orang tuanya sudah hangus terbakar dan masih ada api yang menyala lalu ia meminta tolong pada wali korong setempat Buriadi (38),” sebut Kapolres.

Selanjutnya kedua saksi memanggil warga lainnya untuk melihat kondisi rumah dan penghuninya. sampai di lokasi TKP wargapun kemudian memeriksa keadaan rumah dan penghuninya.

“Ternyata tidak hanya atap dan barang isi rumah saja yang hangus terbakar, warga juga mendapati diatas tempat tidur menemukan penghuni rumah yang merupakan sepasang suami istri sudah dalam kondisi hangus terbakar meninggal dunia,” sebut Andry.

Menurut Keterangan saksi lanjut Kapolres, bahwasanya kondisi rumah korban tidak menggunakan listrik (PLN) namun mengunakan lampu api toggok yg ditempel di dinding serta kondisi rumah yg terbuat dari kayu dan atapnya menggunakan atap daun kelapa.

“Selain itu letak kondisi rumah yang jauh dari pemukiman warga dan di tengah-tengah perbukitan dan tidak ada juga rumah di sekitarnya karna hal itulah masyarakat dan warga tidak mengetahui awal terbakarnya rumah korban,” terang Andry.

Untuk saat ini Kedua korban meninggal dunia di tempatkan di rumah anak korban dan dimakamkan pada hari ini juga di TPU Nagari. (war)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri

Tag: daerah,metro,padang-pariaman,pariaman,peristiwa,sumatra-barat

Kebakaran di Padang Pariaman, Sepasang Lansia Hangus Terbakar

Kebakaran di Padang Pariaman, Sepasang Lansia Hangus Terbakar

PADANG PARIAMAN – Sepasang suami istri Lansia (Lanjut Usia) hangus terbakar akibat rumah yang ditempatinya rata dengan…

Politikus Nasdem Ini Gunakan Dana Aspirasi untuk Perbaiki Jalan Lingkung Jala Utama Lubeg

Politikus Nasdem Ini Gunakan Dana Aspirasi untuk Perbaiki Jalan Lingkung Jala Utama Lubeg

PADANG — Anggota DPRD Sumbar, Apris mengatakan, dana aspirasi miliknya bukan hanya pemberdayaan masyarakat saja. Akan…

Mau Tau? Inilah Atlet Indonesia Peraih Bonus Terbanyak di Asian Games 2018

Mau Tau? Inilah Atlet Indonesia Peraih Bonus Terbanyak di Asian Games 2018

JAKARTA – Gelaran pertandingan Asian Games 2018 telah usai, Minggu (2/9/2018). Kontingen Indonesia memastikan diri…

Gubernur Sumbar: Antara Brunei dan Minangkabau Secara Histori dan Kultur adalah Satu Rumpun

Gubernur Sumbar: Antara Brunei dan Minangkabau Secara Histori dan Kultur adalah Satu Rumpun

MINANGKABAU –Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghadiri acara Expose Potensi Investasi Sumatera Barat di dalam…

Soal Bonus Atlet yang di Luar Perkiraan, Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani

Soal Bonus Atlet yang di Luar Perkiraan, Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani

BUKITTINGGI – Pemerintah akan segera mencairkan bonus untuk para atlet Indonesia yang berhasil meraih medali pada ajang…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer