Connect with us

NASIONAL

Ketua MPR RI Apresiasi, Ormas Surosowan Indonesia Bersatu, yang Peduli Adat dan Budaya Nusantara – siarminang.net

Ketua MPR RI Apresiasi, Ormas Surosowan Indonesia Bersatu, yang Peduli Adat dan Budaya Nusantara – Beritasumbar.com

JAKARTA – Organisasi Masyarakat (Ormas) Surosowan Indonesia Bersatu menjalin silaturahmi dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima silaturahmi DPP Surosowan Indonesia Bersatu di Black Stone, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat pada Kamis (14-01-2021)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik kedatangan DPP Surosowan Indonesia Bersatu

“Lembaga MPR RI akan bersinergi dengan Ormas Surosowan Indonesia Bersatu, dalam sosialisi 4 pilar kebangsaan nantinya, Ormas Surosowan akan kita libatkan. Bentuk kerjasama yang ditawarkan Ormas Surosowan kami terima. Kedepan agenda Surosowan kita dukung, dengan tetap 4 pilar sebagai program utama”, ujar Bamsoet yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Surosowan Indonesia Bersatu.

Ketua Umum DPP Surosowan Indonesia Bersatu Tb. Uuy Faisal Hamdan menyampaikan

“Alhamdulillah, silaturahmi kami Ormas Surosowan Indonesia Bersatu diterima oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dan kedepan Program Sosialisasi 4 pilar kebangsaan kita sukseskan sesuai dengan petunjuk Ketua MPR RI”, ulas Uuy

Tb Uuy Faisal Hamdan juga menjelaskan mengenai Ormas Surosowan Indonesia Bersatu

“Di Ormas Surosowan Indonesia Bersatu ini berhimpun kader generasi muda yang peduli adat istiadat, peduli budaya nusantara, kalangan dosen, pendidik, pengajar, pengacara, pengusaha, disini juga ada kalangan ulama, keraton, kesultanan dan sepuh tokoh-tokoh adat nusantara”

“Ormas Surosowan Indonesia Bersatu,
Mempunyai 7 Organ Jajaran, yakninya

  1. Lbh Surosowan
  2. Surosowan Muda Indonesia
  3. Garda Pandawa Surosowan
  4. Cendikiawan Surosowan Indonesia
  5. Srikandi Surosowan
  6. Pengusaha Surosowan Indonesia
  7. Koperasi dan Badan Usaha Surosowan

“Semua berhimpun di Ormas Surosowan Indonesia Bersatu memiliki tugas dan fungsi masing-masing, dan Ormas Surosowan Indonesia Bersatu telah terbentuk di berbagai daerah”, tutur Tb Uuy Faisal Hamdan

Dalam kesempatan tersebut sempat dibahas sinergitas Program Ormas Surosowan Indonesia Bersatu dengan Ardindo (Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia) dengan Ketum Bambang Soesatyo, dan Pengurus Kadin (Kamar Dagang Industri) Suprayogi Soepaat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Dewan Pembina DPP Surosowan Indonesia Bersatu Suprayogi Soepaat, Herdiyan Bayu Samudro selaku Ketum Surosowan Muda Indonesia, Hasdar Hanafi selaku Ketum Cendikiawan Surosowan Indonesia yang juga Sekjen Puspindo (Perkumpulan Usahawan Ponsel Indonesia), dan Ketua ADPPI (Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia) Sulawesi Selatan, dan Aris Rahmatdi pengurus DPP Surosowan Indonesia Bersatu. (Megy Aidillova)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bnpt

BNPT dan YHPB bersama Pemuda-Mahasiswa Berikan Bantuan pada Mahasiswa Perantauan dan Masyarakat Terdampak Covid-19 – siarminang.net

BNPT dan YHPB bersama Pemuda-Mahasiswa Berikan Bantuan pada Mahasiswa Perantauan dan Masyarakat Terdampak Covid-19 – Beritasumbar.com

Sentul (siarminang.net) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerjasama dengan Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa (YHPB) membuat gerakan bakti sosial, bertajuk ‘Pemuda dan Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia Harmoni: Bakti Sosial kepada Mahasiswa Perantauan se-Indonesia di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek), dan masyarakat terdampak pandemi Covid-19’.

Aditya Yusma, Ketua Umum Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa (YHPB) saat diwawancarai pada Minggu (1/8/2021) mengatakan gerakan tersebut berkolaborasi dengan berbagai elemen pemuda dan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, juga dari kalangan pengusaha. Sebanyak 20 orang perwakilan mahasiswa perantau secara simbolis menerima bantuan tersebut yang digelar di kantor BNPT, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (30/7/2021) petang.

“Kegiatan Pemuda dan Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia Harmoni bersama BNPT dan YHPB adalah kegiatan bakti sosial yang fokus kepada mahasiswa perantauan di Jadetabek, Serang (Banten), serta masyarakat terdampak pandemi. Kegiatan ini wujud pentingnya keterlibatan generasi milenial sebagai pintu-pintu penyebar semangat toleransi, kepedulian, serta  mencegah tumbuhnya paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme di Indonesia. BNPT Milik Kita, Membangun Harmoni Bangsa,” kata Aditya Yusma.

Pada kesempatan yang sama, Brigjen. Pol. Ahmad Nurwakhid, SE, M.M., Direktur Pencegahan BNPT mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihaknya bersama YHPB tersebut adalah upaya untuk mengakomodir atau menyatukan para pemuda dan mahasiswa dalam gugus tugas pemuda dan mahasiswa yang bergerak di bidang sosial.

“Jadi bagaimana generasi muda dan para mahasiswa ini peduli terhadap sesama anak bangsa, terutama peduli terhadap sesama mahasiswa, terutama mahasiswa perantauan yang ada di Jadetabek. Ini karena mereka mungkin ada yang kesulitan karena adanya pandemi Covid-19, ada yang kesulitan transportasi untuk pulang, kesulitan logistik ataupun mungkin kesulitan biaya kos dan sebagainya,” kata Ahmad Nurwakhid.

Seperti dijelaskan Ahmad Nurwakhid, BNPT bersama YHPB mengkolaborasikan antara pemuda, mahasiswa dengan para pengusaha yang selama ini sudah berupaya membangun, membantu kepada negara, dan pemerintah melalui jalur yang lainnya.

“Nah, inilah kita libatkan para pemuda dan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi terutama di dalam menyumbangkan atau peduli sosial terhadap terdampak dari pandemi Covid 19 ini utamanya kepada para mahasiswa perantauan,” kata Ahmad Nurwakhid, Alumni Akpol tahun 1989.

Selain itu, menurut Ahmad Nurwakhid yang tengah menjabat sebagai Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus) 88 / Anti Teror Polri mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya bersama YHPB ini juga sebagai upaya meresonansi sekaligus untuk menjadikan penyemangat atau motivasi bagi para pemuda dan mahasiswa di seluruh Indonesia, utamanya yang selama ini menjadi aktivis, untuk tidak hanya menyuarakan atau berdemonstrasi di jalan, tidak tapi juga kegiatan lain berupa peduli terhadap sesama anak bangsa yang terdampak Covid-19.

“Dan tentu saja ini semua ditujukan bagaimana kita semuanya membangun para generasi muda, mahasiswa dan juga para pengusaha serta segenap elemen masyarakat bangsa dan negara untuk menjadikan sikap toleransi, sikap peduli terhadap sesama, sikap peduli sosial, saling gotong royong, membantu dan saling silaturahmi. Karena ini adalah bagian dari jatidiri, budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Dan Insyaallah ini akan ditiru oleh dunia di belahan bumi manapun,” kata Ahmad Nurwakhid  yang pernah menjabat sebagai Kapolres Gianyar.

Ahmad Nurwakhid berpesan kepada para mahasiswa untuk mewaspadai penyebaran paham radikalisme-terorisme di kalangan generasi muda atau mahasiswa. Menurutnya, radikalisme dan terorisme itu adalah proxy untuk menghancurkan agama dan menghancurkan bangsa dan negara.

“Maka kita harus menjaga, harus budayakan untuk selalu bersikap moderat, bersikap toleran, peduli terhadap kebersamaan, peduli terhadap budaya dan kearifan lokal yaitu silaturahmi dan gotong royong,” kata Ahmad Nurwakhid, Mantan Kadensus 88/ Anti Teror Polda DIY.

Lebih lanjut Ahmad Nurwakhid menegaskan, para generasi muda dan mahasiswa harus meyakini bahwa radikalisme terorisme itu adalah musuh agama dan musuh negara. Dikatakan musuh agama karena hal tersebut merupakan tindakan sikap perbuatan yang bertentangan dengan agama dan nilai-nilai prinsip-prinsip agama.

“Karena prinsip agama itu menebar kedamaian, kasih sayang, menebar toleransi, berakhlak karimah, mencintai, menghormati negaranya, bangsanya pemimpin dan pemerintahan yang sah dan kemudian rahmatan lil alamin. Selain itu radikal terorisme ini juga mengadu domba dan menjadi fitnah bagi Agama,” kata Ahmad Nurwakhid yang juga mantan Kapolres Jembrana.

Ahmad Nurwakhid berharap, BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme di Indonesia bersama dengan seluruh rakyat Indonesia, terutama para pemuda, pelajar, pengusaha dan segenap elemen bangsa diharapkan bisa bersama-sama membangun harmoni bangsa Indonesia agar aman, damai dan sejahtera.

“Karena sikap tindakan dan ideologi yang diusung kelompok radikal terorisme yaitu ideologi transnasional itu bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan, yang tertuang di dalam konsensus nasional bangsa Indonesia, yaitu bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” kata Ahmad Nurwakhid.

Sementara itu Aditya Yusma, Ketua Umum YHPB mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya ini adalah upaya untuk peduli terhadap generasi milenial, pemuda dan mahasiswa khususnya. Karena dengan gerakan ini, dirinya berharap pemuda dan mahasiswa bisa bergerak untuk Indonesia Harmoni.

“Kami berharap para generasi milenial ini akan menjadi pintu-pintu penyebar toleransi dan menangkal mencegah tumbuhnya paham-paham radikal intoleran dan terorisme. Dimana BNPT ini adalah milik kita untuk membangun harmoni bangsa,” kata Aditya Yusma.

Muliansyah dari Universitas Islam Jakarta, mahasiswa perantauan penerima bantuan sangat berterima kasih kepada BNPT dan YHPB atas adanya bantuan tersebut.

“Karena di dalam kondisi pandemi ini yang kita sebagai mahasiswa perantau yang ada di DKI Jakarta sangat merasa terbantu dalam bantuan yang salah satunya apa sembako ada obat-obatan juga dan itu mungkin sudah membantu kita,” kata Muliansyah.

Muliansyah juga mengatakan, pihaknya bersama rekan-rekannya mahasiswa perantau yang ada di DKI Jakarta juga akan ikut berupaya menanggulangi terkait dengan paham radikalisme ataupun gerakan gerakan radikalisme.

“Kita akan membangun yang namanya cita rasa kebangsaan di dalam sebuah diskusi-diskusi ataupun hal lain untuk memperkuat pemahaman pemahaman mengenai kebangsaan,” kata Muliansyah.

Senada dengan dikatakan Febriansyah Putra, mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputerisasi (STMIK) Mercusuar yang juga menerima bantuan tersebut mengatakan, ia bersama rekannya akan menurunkan ego masing-masing dari rasnya sendiri, sehingga nantinya mahasiwa jangan pernah untuk membeda-bedakan satu sama lainnya.

“Dimana kita ini dalam satu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dimana sebelum Indonesia ada, kita sudah menjadi negara dan bangsa yang satu. Kita sebagai mahasiswa kita mencegah dan kita mensosialisasikan serta mengedukasi kawan-kawan kita untuk tidak melakukan hal-hal rasis seperti agama, ataupun suku dan budaya,” kata Febriansyah Putra.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

NASIONAL

MTsN 5 Padang Pariaman Gelar Kegiatan Madrasah Berbagi di Momen Idul Adha. – siarminang.net

MTsN 5 Padang Pariaman Gelar Kegiatan Madrasah Berbagi di Momen Idul Adha. – Beritasumbar.com

Padang Pariaman, siarminang.net,- “Bahagia itu bersama, bukan sendiri. Senang itu bersama, bukan sendiri. Bahagia itu sesungguhnya sederhana, ketika digapai bersama”. Itulah ungkapan yang terucap, oleh Dra. Lismaini Amir, M.Si. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang Pariaman, ketika disambangi awak media di ruang kerjanya usai penyerahan bantuan paket sembako kepada beberapa murid-muridnya.

Alhamdulillah, dalam rangka mengisi momentum Hari Raya Idul Adha 1442 H, bertempat di halaman MTsN 5 Padang Pariaman di Korong Rawang Nagari Tapakih Kecamatan Ulakan Tapakih, pada Selasa (27/7) telah dilaksanakan kegiatan sosial “Madrasah Berbagi”.

Kegiatan ini bertujuan, untuk berbagi kebahagiaan dengan siswa-siswi sebagai wujud kepedulian dari madrasah. Salah satunya yaitu, dengan menberikan bantuan paket sembako, berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Paket sembako yang disalurkan sebanyak 24 paket tersebut, dananya dikumpulkan dari bapak/ibu guru dan pegawai MTsN 5 Padang Pariaman.

Kepala Madrasah, Lismaini Amir yang didampingi Waka Kurikulum Nur Aidi, SAg. MPd mengatakan, Bahwa paket sembako ini, diberikan kepada 24 orang siswa-siswi madrasah yang membutuhkan dan kehidupan orang tuanya yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Semoga momentum Idul Adha atau Hari Raya Qurban yang diisi dengan kegiatan madrasah berbagi ini, dapat mempererat silaturahmi antara guru, pegawai tata usaha dan siswa madrasah. Insyaallah untuk kedepannya, kita akan coba juga untuk memperhatikan warga yang ada di sekitar madrasah yang membutuhkan,” ujar Lismaini.

Kepala Madrasah, Lismaini Amir juga berharap. Pada kegiatan selanjutnya, agar lebih banyak lagi yang ikut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sehingga bisa menambah nilai paketnya dan jumlah murid yang menerima juga bertambah. Semoga kegiatan sosial madrasah berbagi ini dapat terus berlanjut, untuk terciptanya tali asih antara sesama warga madrasah dimasa yang akan datang. (bus/rel).



Sumber

Baca Selengkapnya

NASIONAL

MENUJU MEJA MAKAN – siarminang.net

MENUJU MEJA MAKAN – Beritasumbar.com


Cerita Berseri:

Seribu Asa untuk Bahagia

#Seri 5/1000cerita

Oleh : H. Nofrijal, MA

Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA)IV-e

Kembali ke meja makan, pernah menjadi “trendy topic” pada tahun 2019 yang lalu, ketika salah satu tema yang diusung dalam Rencana Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 di Kota Padang adalah “Kembali ke Meja Makan”, sangat disayangkan peringatan dengan disain “big ganthering” tersebut tidak bisa dilaksanakan karena Indonesia dilanda virus Corona pada tahun 2020.

Ide dan konsep “kembali ke meja makan” masih sangat relevant dalam proses panjang membangun karakter keluarga melalui interaksi positif di meja makan. Imam Prasodjo, yang dikenal sebagai Pakar Sosiolog, dosen Universitas Indonesia menyimpulkan bahwa keluarga terbangun atas 4 sebangun yang saling menguatkan atau disebut dengan 4 kesenyawaan sosial keluarga; yakni “keluarga berkumpul; keluarga beriteraksi; keluarga berbagi; dan keluarga berdaya”

Tulisan ini mengubah kata “kembali” menjadi “menuju” meja makan, dengan pemikiran bahwa kita tidak pernah meninggalkan meja makan untuk forum edukasi keluarga, kita lebih optimis karena kata-kata menuju adalah langkah pasti yang disiapkan dan menjadi keseharian keluarga Indonesia. Berkumpul di meja makan bukan sejarah dan fenomena budaya yang perlu dikembalikan, akan tetapi meja makan merupakan forum edukasi keluarga yang bisa menjayakan kehidupan keluarga Indonesia.

Meja makan secara ilustrasi fisik menggambarkan minimal 4 sudut atau bulatan dan sepintas melukiskan bahwa terdapat 4 orang keluarga (ayah, ibu dan 2 anak) akan saling duduk berhadapan bersantap makan dan saling berinteraksi. Tetapi ilustrasi sosial, meja makan memiliki makna lahiriyah dan bathiniyah untuk diperbincangkan.

Kesenyawaan Sosial Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terbangun atas ikatan perkawinan yang sah, legitimasi sosial lingkungan dan setiapnya punya cita-cita luhur yakni “sakinah; mawaddah, warrahmah, (SAMAWA)” yang terbangun dan berjalan secara independent serta memiliki keunikan sebagai cara mereka hidup dan berdampingan. Keluarga dalam dinamikanya memiliki dua type yakni “nuclear family”, keluarga batih, keluarga inti dan keluarga yang didefinisikan dengan ayah dan ibu, atau ayah atau ibu dengan sejumlah anak biologis dan adopsi yang berkekuatan berkekuatan hukum. Selanjutnya ada istilah “entended family”, keluarga dengan cakupan relasi yang lebih besar, melibatkan kakek-nenek, tante-om, bibi-paman, cucu dan cicit. Keluarga berbentuk komunitas yang saling beritenraski dan melabel diri “kita torang bersaudara”. Ada yang lebih besar dari sekedar “enxtended family”, keluarga disebut juga dengan clan/suku dan bahkan dalam sejaran tradisional mereka yang satu kampung tempat tinggal disebut dengan keluarga.

1/4 Keluarga Berkumpul

Berkumpul adalah naluri makhluk hidup “mankind”, naluri ini lebih jauh dapat dibuktikan bahwa setiap manusia akan mencari  teman dan singgungannya untuk hidup survive dan  berkembang. Keluarga tidak hanya sekedar sarana & wahana berkumpul akan tetapi juga menjadi “huge love relationshop”, mengalahkan relasi huhungan percintaan anak muda. Karena keluarga dimiliki bersama dan dijaga bersama. Di dalam keluarga berkumpul kekuatan dan dorongan cita-cita bersama, jadi tidak hanya secara fisik anggota keluarga berkumpul akan tetapi sikap, kepercayaan dan pandangan-pandangan juga berkumpul dalam satu visi dan misi keluarga.

2/4 Keluarga Beritenraksi

Interaksi/komunikasi sosial dalam keluarga ibarat “alat dalam penampilan musik klosal”, dia menjadi perekat hubungan antar dan inter anggota keluarga. Suasana keluarga yang ceria memerlukan interaksi yang intens antar anggota, praktiknya bisa saja saling menyapa, saling berdebat dan saling memberikan feed-back. Sebaliknya interaksi seperti “suasana kuburan”, akan memunculkan efek saling mencurigai, saling tidak percaya dan saling mencemburui satu sama lain. Interaksi yang terstruktur dan terpola dapat muncul pada saat beribadah dan berdoa bersama, tentu interaksi di meja makan menjadi salah satu proses komunikasi terbaik.

3/4 Keluarga Berbagi

Hidup berbagi adalah “pendidikan universal” yang berlaku di semua belahan benua. Hidup berbagi “care-ness” menjadi pemicu tumbuhnya rasa memiliki negara, memiliki orang tua dan keurunan, kemudian memiliki kebanggan menjadi bagian dari komunitas yang ada. Pendidikan karakter “gotong royong” yang masuk dalam 9 nawacita Presiden Republik Indonesia tahun 2015-2019, dapat membantu percepatan “National Character Building” Indonesia. Gerakan besar sosial di lingkungan masyarakat luas, dapat dimulai pembiasaannya (internaslisasi) dan praktiknya (externalisasi) dari keluarga.

4/4 Keluarga Berdaya

Keluarga berdaya, identik dengan keluarga berpendidikan. Pendidikan sepanjang usia “long life education” atau “education without wall”, menjadi dasar konsep membangun keluarga berkualitas. Setiap keluarga akan mengukur tingkat kualitas anggotanya melalui durasi, prestasi dan aktualisasi pendidikan. Durasi pendidikan sudah tidak ada batas, walaupun pemerintah menerapkan “wajib pendidikan dasar 12 tahun” tetapi bukan serta merta diartikan bahwa anak-anak akan bersekolah wajib sampai dengan tamat SMA. Dorongan untuk bersekolah setinggi tingginya adalah komitmen pertama keluarga berdaya.

Demikian juga “continuing education” dapat berupa life skill bagi anggota keluarga yang sudah dewasa, orang tua biasanya memerlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui yang porsinya lebih banyak mengandung perubahan prilaku orang tua dan keterampilan hidup teknis secara ekonomis, pendidikan dan sosial.

Keluarga berdaya akan mempercepat naiknya indeks pembangunan manusia (Human Development Index), khususnya di bidang pendidikan. Keluarga berdaya akan menghabiskan “angka buta huruf”; meningkatkan usia rata-rata tamat pendidikan; program literacy kemuanusian; penggunaan IT dan digital secara proper dan profesional; serta akan membangun sumber-sumber pendapatan yang layak dan berksinambungan.

Selanjutnya mari kita bahas makna “Menuju Meja Makan, saya beri singkatan Menu-Mama”. Setidaknya secara filosofis dan sosiologis, meja makan dan komplementnya memiliki 4 arti utama.

1/4 Meja Demokrasi

Pendidikan demokrasi dan taat hukum pertama adalah keluarga, keluar memiliki forum edukasi demokrasi yang namanya “meja makan”. Di meja makan terjadi proses belajar menghargai pendapat (memuji dan ucapan apresiatif); belajar mendengar dengan seksama & feedback; belajar patuh dan antri; belajar  menyimpulkan; dan belajar berfikir keluar dari masalah. System pendidikan “boarding school” (khususnya pondok pesantren modern), Pramuka dan ketentaraan/prajurit menjadikan meja makan sebagai symbol kepatuhan, disiplin dan kerapian.

2/4 Meja Interaksi Aktif

Tidak banyak perbedaan pemahaman antara demokrasi dan interaksi, karena kedua duanya saling mengisi. Pada meja interaksi terjadi komunikasi dua arah yang saling menempatkan “ how to listen dan how to deliver feed back” sebagai penyangga interaksi/komunikasi anggota keluarga di meja makan. Komunikasi pre-dinner, sebagai contoh akan memberi keleluasan setiap anggota keluarga menyampaikan pesan-pesan segar dan berisi untuk menjadi konsumsi keluarga. Kita sering melihat “gala dinner event” suatu meeting, memiliki cara yang sama untuk mempererat silaturrahmi undangan dan anggota yang hadir.

Meja makan adalah tempat yang tetap/permanent untuk interaksi yang lebih banyak, si sulung-si bungsu atau kakak adiknya, bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat menyepakati pola dan variasi interaksi yang dapat diwujudkan.

3/4 Meja Kecukupan Pangan

Meja makan adalah lambang “pemenuhan kebutuhan dasar, yakni pangan”, dengan bahasa politis bahwa meja makan adalah “lambang kecukupan pangan”. Bila gerakan menuju meja makan, maka yang tergambar adalah setiap keluarga memiliki kewajiban mencukupi pangannya. Kecukupan pangan secara sederhana, setiap keluarga menerapkan “pola makan seimbang, dengan menu 4 sehat dan 5 sepurna”, atau dengan istilah baru sekarang ini “penuhi piringku”. Ini merupakan pencegahan kekurangan gizi yang pertama dan utama bagi keluarga, ini merupakan inisial pola hidup makan sehat bagi remaja dalam melaksanakan “healthy life style” mereka, karena di meja makanlah akan hadir selera, menghadirkan diet yang sehat dan di meja makan juga menghadirkan keanekaragaman nabati & hayati Indonesia.

4/4 Meja Berbagi Tugas

Ini adalah sudut atau segi kempat dalam ilustrasi meja makan, keluarga yang dinamis adalah keluarga yang memiliki pembagian tugas secara “voluntarily”, bagi keluarga yang memiliki anak-remaja mestilah ada pembagian tugas menuju meja makan. Tugas-tugas itu dapat membangun karakter sigap, siap dan mandiri, anggota mana yang bertugas merancang menu dan membuatnya; anggota mana yang bertugas “dishing”, mencuci piring dan peraralatan makan; anggota mana yang dimintakan piket selera dan evaluasi. Pendek kata, menuju meja makan harus dimulai dengan pembagian tugas, termasuk sang ayah yang pada saatnya menjadi “master chef” program menuju meja makan.

Jakarta, 21 Juli 2021



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer