Connect with us

headline

Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Diskusi Smart City Dengan Diskominfo Kota Bandung

Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Diskusi Smart City Dengan Diskominfo Kota Bandung


Bandung,BeritaSumbar.com,-Terinspirasi dengan Bandung Smart City,Komisi B DPRD Kota Payakumbuh sambangi kantor diskominfo kota Bandung. Pertemuan digelar dalam bentuk diskusi pada Selasa 5/6 siang diruangan Kominfo setempat.
Diskusi di mulai setelah Chandra Setipon Ketua Komisi B memperkenalkan nama nama rombongan yang hadir di ruangan tersebut. Dalam diskusi tersebut Ayi M.Rahmat mengatakan untuk melaksanakan program menuju kota cerdas (Smart City) ini tidaklah sulit jika kepala daerahnya betul betul mau atau ingin. Soal biaya kita bisa merangkul segala lini yang ada di wilayah kita. Karena Smart City itu adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya daerah seefekif dan seefisien mungkin.

Untuk itu Kalborasi lintas sektoral sangat di perlukan dalam merealisasikan program ini, ujar Kasi Perencanaan Diskominfo Kota Bandung. Untuk itu sangat diperlukan keputusan Walikota/kepala daerah seperti yang sudah dilaksanakan di kota Bandung. Seluruh kegiatan OPD bisa dimonitor masyarakat melalui program yang dikendalikan dari pusat informasi pemerintahan ini,imbuh Ayi.

Adapun keputusan Walikota Bandung yang menjadi dasar program smart city yaitu:

1)Pembentukan Pengembangan Bandung Kota Cerdas (Smart City)

Keputusan Walikota Bandung No. 130/Kep.860-Bappeda/2014

2) Pembentukan Tim Pelaksana Gerakan Smart City Kota Bandung

Keputusan Wali Kota Bandung No. 119/Kep.755-Diskominfo/2017

baca juga : diskominfo kota bandung beberkan 3 langkah menuju kota cerdas smart city

Yusuf bagian informasi dan keterbukaan publik Diskominfo Kota Bandung kepada rombongan membeberkan apa saja yang sudah dilakukan Pemko daerah ini dalam menjalankan program smart City. 3 langkah yang dilaksanakan sangat efektif dalam memberdayakan sumber daya yang ada. Desentralisasi,Kalaborasi dan inovasi,tiga hal ini merupakan dasar program smart city, ujar Arief Muhajidillah dari bidang kebijakan Kominfo Kota Bandung.

Desentralisasi ini maksudnya satu komando dan monitoring kegiatan. Setiap OPD terkoneksi ke Bandung Command Center. Disini dikendalikan seluruh informasi yang ada di Kota Bandung ujar Yusuf menjawab pertanyaan Wilman Singkuan,Edwar DF dan Anggota lainnya tentang desentralisasi ini.

Dalam diskusi ini terbaca sejauh mana kemauan dari kepala daerah untuk menjadikan kota yang dipimpinnya menjadi kota Cerdas alias Smart City.

Soal anggaran yang di tanyakan oleh rombongan, Bagian perencanaan menjelaskan dengan kolaborasi segala lini dana bisa didapat. Untuk itu Pemko Harus bisa merangkul seluruh lapisan masyarakat. Baik Intelektual,pelaku bisnis, pelajar,mahasiswa untuk melahirkan ide ide bagus untuk kemajuan kotanya.

Bagaimana bisa terlaksana suatu program jika pemkonya tidak mampu merangkul segala lini,ujar Arief. Sebab menuju kota cerdas tidak hanya dibidang digital serba online, juga dalam bentuk penataan kota yang bisa membuat warga nyaman. Seperti pembuatan taman taman kota, Sarana wisata, dan lain lainnya,imbuh arief.

Dalam efisiensi program Ayi M Rahmat mencontohkan tiang lampu jalan yang memiliki multi fungsi. Selain sebagai penerangan juga tempat rehat dengan adanya tempat duduk yang dilengkapi tempat pengisian daya. Juga dipasang kamera pemantau dan ada juga bagian untuk iklan.

Dari sesi diskusi dengan Diskominfo tersebut Edwar DF dan rekan rekan Anggota Komisi B yang lainnya mengambil kesimpulan jika Payakumbuh betul betul ingin menjadi kota Cerdas alias Smart City, semua stakeholders harus komit. Tanpa hal itu jangan harap smart city bisa diwujudkan di kota Payakumbuh. Terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

Hal ini dibuktikan Pemko Bandung, Dari kepala daerah sampai ke tingkat RT siap untuk bekerjasama mensukseskan program Smart City. Sekarang bagaimana komitmen seluruh stakeholder didaerah kita bisa dilaksanakan untuk mensukseskan program Payakumbuh Smart City dan kebijakan Walikota dalam hal ini,jika memang Payakumbuh ingin menjadi Kota Cerdas (Smart City) ujar Wilman Singkuan, Chandra Setipon,Edwar DF dan anggota dewan dari Komisi B lainnya kepada BeritaSumbar.com usai diskusi dengan Diskominfo Kota Bandung.(*)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#dipecat

Beredar SK, Sekda Pessel Erizon Dipecat

Beredar SK, Sekda Pessel Erizon Dipecat


PADANG – Beredar Surat Keputusan (SK) pemberhentian Sekretaris Daerah Pesisir Selatan Erizon, Selasa (12/1) siang. Surat tersebut beredar luas di media sosial.

Juru Bicara Gubernur Sumbar, Jasman Rizal dihubungi membenarkan adanya suarat SK pemberhentian Sekdakab Pessel di media sosial. Namun, dirinya tidak dapat memastikan kabsahan kabar tersebut.

“Saya dengar iya, tapi saya cek dulu ya, kalau suratnya malah sudah beredar di WAG tapi itu bukan rujukan,”katanya dihubungi.

Berdasarkan informasi diperoleh Singgalang, pemberhentian Sekdakab Pessel, Erizon dinilai melanggar disiplin pegawai. Erizon dikabarkan tidak netral pada pemilihan Kepala Daerah yang baru saja usai digelar di Pesisir Selatan pada Desember 2020.

“Memang ada informasinya begitu,”sebut sumber Singgalang di Pemprov Sumbar.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar, Fitrianti dihubungi mengaku tidak tahu dengan informasi tersebut. Disebutkannya, untuk pemberhentian Sekda kabupaten/kota tidak ada melibatkan Pemprov Sumbar. Semua menjadi kewenangan penuh kepala daerah.

“Tidak ada kewenangan kita,”sebutnya.

Menurutnya, jika seorang sekda diberhentikan bisa dilakukan sendiri oleh kepala daerah. Kecuali untuk mengangkat sekda baru karena pergantian, baru melibatkan Pemprov Sumbar.

Sementara pemberhentian itu boleh dilakukan kepala daerah. Karena memang kewenangan kepala daerah. “Kalau memang ada yang dilanggar bisa saja diberhentikan,”ujarnya.

Dari surat pemberhentian Sekdakab Pessel Erizon yang beredar tersebut tertulis keputusan diambil berdasarkan surat dari Surat Plt Inspektur Provinsi Sumbar atas nama Gubernur Sumbar Nomor:700/0002/Insp.SAU/2021 tanggal 08 Januari 2021 dan pasal 27 Ayat (1) dan Pasal 27 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Atas dasar itu, terhtung tanggal 12 Januari 2021 sampai dengan ditetapkan keputusan lebih lanjut, membebaskan sementara dari tugas dan jabatan Sekdakab Pessel, kepada Erizon.(104)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#citra

Citra dan Reputasi

Citra dan Reputasi


Oleh: Khairul Jasmi

Ada menteri rasa walikota ada gubernur rasa presiden, ada yang batal jadi gubernur, ada yang menang, tapi masih tergaing-gaing. Ini antara lain, menyangkut reputasi. Ada yang memburansang, idolanya dikritik, ada yang tak punya idola. Ada pula artis bercerai, dia yang menangis. Dan ada agama diperalat untuk citra. Ini terjebak dengan caranya sendiri, ibarat sedang melangkah, tersangkut tali.

Citra adalah urusan prestise, popularitas, reputasi, harga diri dan jenjang untuk naik. Pada gilirannya untuk uang. Belakangan di sebagian tempat citra sudah berlebihan, berbau politik dan merusak image. Semua itu untuk urusan kita sama kita, horizontal.

Banyak orang baik, oleh karyanya, terbangun citra baik dan kemudian ia disanjung. Ia tak mau atau malah suka. Pada saat yang sama, ada pihak sedang membangun citra dengan manipulasi untuk keperluan pribadi. Bahkan untuk mengalihkan isu. Dimaksudkan untuk jaim, alias jaga image atau jawi, jaga wibawa. Bahasa lain disebut munafik.

Maka pada tahun yang belum jauh ke belakang misalnya, ada UN. Sekolah-sekolah berlomba menjadi yang terbaik, akhirnya khalayak tahu, kunci jawaban dibagi. Demi citra sekolah demi citra kepala daerah. Mas Menteri kemudian menghapus UN tersebut. Membagi kunci jawaban, untuk nama baik sekolah, merupakan upaya membangun citra yang masif dan buruk. Tapi, itu terjadi. Sekarang sudah tidak. Beban guru sudah berkurang, sekaligus mengurangi sakit kepala para pendidik itu. Juga mengurangi rasa takut.

Sebenarnya citra atau mirip-mirip apa yang disebut “mantagi,” akan hadir sendirinya tanpa mesti dipaksakan. Walau begitu, kecap tetap nomor satu. Saya mungkin juga Anda tanpa sadar, atau sadar, acap membanggakan diri. “Ko ndak mambangga-bangga-an diri doh yo.” Dimulai dengan kata itu. Maksudnya, beginilah saya, hebatkan!
Konsep membanggakan diri, berlaku umum untuk produk. Obat nyamuk, sabun mandi, minyak rambut,lisptik, motor, mobil, atap, cat, meja, pakaian dalam serta segala bentuk produk memang mesti membanggakan diri. Bahwa saya nomor satu. Jika tak begitu, calon konsumen, sulit akan tertarik. Yang sudah jadi pelanggan, bisa lari. Maka perlu iklan. Mengiklankan diri. Bayar!
Para calon segala calon juga perlu, asal tak berlebihan, sebab kalau berlebihan, bisa berdampak buruk. Dalam dunia pasar yang ganas, karena promosi yang hebat, ada produk yang tidak laku dan perlahan ditarik dari peredaran.
Calon kepala daerah dan legislatif, banyak yang tak laku dan hilang dari peredaran, bisa karena sebab berlebihan promosinya, bisa kekurangan promosi, bisa pula karena calon konsumen sudah tahu, kualitas kurang bagus. Atau biaya promosi minim.
Apapun itu, tak ada yang buruk. Yang buruk pikiran sendiri. Utak wak surang nan bakasiak, maka apa yang dilihat jadi buruk saja. Knalpot motor orang yang besar bunyinya bikin naik darah, apalagi bini orang berbonceng empuk sore hari, motornya berjalan lambat-lambat pula. Maka jadilah suami yang lurus. Jangan jaim, seorang yang citranya baik. Tapi iya juga kalau yang ini, sok citra, baik, alim, tapi kemudian terbukti suka egois. Preet.Ha ha ha.

Tiap kita boleh melakukan apa saja, asal baik. Buruk juga boleh jika telinga tebal, mau mendengar gunjing orang dan mau masuk penjara, bahkan neraka. Gunjing buruk tentang orang lain tidak baik, tapi hati senang saja kalau bergunjing. Kadang juga demi citra.

Citra adalah beban berat senggulung batu. Mahal. Citra seberat gunung, seringan kapas, kalau terpikul dengan yang benar. Setelah ini, saksikan sajalah orang membangun citranya sendiri. Tak usah menangis kalau artis bercerai, tapi risaulah kalau citra politik kian buruk, karena akan membuat negeri ini buruk.

Kesukaaan banyak orang hari ini, menyamakan pemerintah dengan bangsa. Maka ia caci pemerintah, ia caci bangsanya sendiri. Ini bukan citra tapi kurang liburan. Sebelum liburan cek dulu bansos, sudah datang belum? ***

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#fpi

“Pak Prabowo” Trending Topic, Ini yang Dibahas

Penyebab Prabowo Was-was Anies-Sandi Menangkan Pilkada Jakarta


JAKARTA – “Pak Prabowo“, Warganet terus memanggilnya melalui tulisan di media sosial twitter, Sabtu (2/1). Bahasan “Pak Prabowo” menjadi trending topic.

Beragam komentar mewarnai bahasan tersebut. Mulai dari masalah Habib Rizieq Shihab (HRS) dan organisasinya Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (FPI), hingga kritik yang ditujukan ke pemerintah dibahas dalam tulisan “Pak Prabowo”.

“Kritisnya Bang Fadli terhadap tekanan rezim yg terus menerus dialamatkan ke HRS & FPI, jadi kek gak ada artinya ketika dihadapkan pada kenyataan buta tulinya Pak Prabowo yg mestinya bisa bersikap lebih signifikan,” tulis akun @a22gung yang dikutip Sabtu (2/1/2021).

“Biar sampe ke pak @prabowo @Dahnilanzar agar tau apa yg harus mereka perbuat karena hidup cuma sekali maka hiduplah yg berarti,” sambung amun @Adhei17

“Pak Prabowo kader anda @fadlizon mengatakan pemerintahan jokowi berantakan, padahal anda dan pak sandi bagian dari pemerintahan jokowi,” cuit akun @hanahanifahlagi

“Kita simak saja perkembangan selanjutnya….

Berharap ke depan pak @prabowo akan bisa bersikap sbg negarawan, tdk sekedar mengedepankan keinginan pribadi / kelompoknya. Melihat fakta yg ada plus manfaat yg lbh besar utk NKRI,” harap akun @AimanJudakusum 1.

Prabowo sendiri merupakan Calon Presiden 2019 bersama wakilnya Sandiaga Uno. Saat itu mereka melawan Joko Widodo dan wakilnya Ma’ruf Amin. Namun, Prabowo-Sandi kalah dan kini menjadi Menteri dalam kabinet Indonesia Maju dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi.(okezone)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer