Connect with us

Politik

Kongres PAN Digelar 12 Februari di Sulawesi Utara

Kongres PAN Digelar 12 Februari di Sulawesi Utara


JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan, kongres partainya akan digelar pada 12 Februari 2020. Kongres tersebut untuk memilih ketua umum periode 2020-2025.

“Nanti kira-kira (kongres-red) tanggal 12 Februari,” ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Pria yang biasa disapa Zulhas ini menyebut kongres akan digelar di Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, dia belum bisa merincikan secara detail lokasinya.

“Lagi dikonfirmasi tempat, hotel segala macam. Tapi, kira-kira tanggal 12 di Sulawesi Tenggara,” ucap Zulhas.

Terkait sikap Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang secara terang-terangan bakal menduetkan Mulfachri Harahap dengan Hanafi Rais sebagai pimpinan partai, Zulhas tak mau ambil pusing.

“Iya memang, betul, Pak Amien kan dukung Pak Mulfachri. Itu mah udah jelas ya,” tuturnya.

Lebih lanjut Zulhas mengaku akan berjuang secara demokratis bersama calon ketua umum lainnya guna kembali mendapatkan kursi pimpinan partai dalam kongres mendatang.

“Pak Amien pendiri partai, PAN ya Pak Amien, Pak Amien ya PAN. Tapi, kan kita kompetisinya sama Mulfachri, sama Asman Abnur. Ya kita berharap nanti PAN itu biasa karena memang partai yang demokratis, persaingan, tapi nanti setelah kongres biasanya kompak lagi,” ujar Zulhas. (aci)

 



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

3 Siswa SMPN 1 Payakumbuh Berhasil Masuk Seleksi GSI Timnas Pelajar U-15 – siarminang.net

3 Siswa SMPN 1 Payakumbuh Berhasil Masuk Seleksi GSI Timnas Pelajar U-15 – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,- Prestasi luar biasa ditorehkan oleh 3 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh berhasil masuk seleksi Timnas Pelajar U-15 setelah mengikuti Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional 2020.

Putra Arrafi siswa kelas 9.3 dengan posisi Center Back, lalu Gala Pagamo siswa kelas 8.8 dengna posisi Gelandang Serang, Caisar Dzaki Putra Adwinaris siswa kelas 9.5 dengan posisi Kiper.

Mereka mendapatkan kesempatan emas dengan diseleksi langsung oleh Indra Syafri, pelatih Timnas sebagai talent scoutingnya.

Kepala SMPN 1 Payakumbuh Defi Marlitra saat ditemui media di sekolahnya, Senin (30/11) didampingi guru olahraga sebagai pembimbing siswa, Ivan Dermawan, Isna Deriati, Yulfero, Hadi Zondri menyampaikan ucapan terimakasih pada tim pelatih, terutama menejer SMPN 1 Payakumbuh. Menurutnya prestasi ini tak lepas dari dukungan setiap pihak yang bekerja keras membimbing anak.

“Awalnya ada 5 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh ikut seleksi GSI di tingkat provinsi, lalu lulus 4 orang siswa dari 5 siswa yang mewakili Sumbar. Alhamdulillah di tingkat nasional terpilih 3 orang siswa kita masuk ke seleksi 30 besar timnas pelajar U-15,” terang Defi.

Putra Arrafi juga terpilih menjadi pemain belakang terbaik dari seluruh peserta GSI.

Defi juga ditanya, bagaimana dukungan sekolah, dirinya menjelaskan dukungan kepada siswa yang mengharumkan nama sekolah itu dengan diberikan uang saku jelang ke Jakarta, administrasi yang diuruskan sekolah, sampai keberangkatan siswa ke Jakarta diuruskan oleh sekolah ke dinas pendidikan.

“Karena pandemi, guru pembimbing tidak dapat mendampingi siswa ke Jakarta, hanya pelatihnya saja yang mendampingi anak di Jakarta, kita berharap anak kita mampu menunjukkan skill individunya dengan baik di depan pelatih Indra Syafri dan kawan-kawan,” kata Defi. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

kemenparekraf

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf – siarminang.net

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf – Beritasumbar.com

Sawahlunto,siarminang.net,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Dengan itu, maka SISSCa memperoleh keberuntungan yakni penyelenggaraannya dibantu oleh Kemenparekraf.

Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan bahwa SISSCa 2020 berhasil diselenggarakan berkat dukungan dan bantuan dari Kemenparekraf ini. Sebab jika hanya mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka SISSCa nyaris dibatalkan penyelenggaraannya.

“Menimbang pada keterbatasan anggaran kita, ditambah lagi dengan munculnya pandemi Covid – 19 di tahun ini yang menambah minimnya anggaran kita maka memang SISSCa ini sempat kita ragukan bisa kita gelar kembali. Namun Alhamdulillah berkat penyelenggaraan SISSCa tahun dulu (2019) yang berhasil sukses, itu mendapat apresiasi Top 100 Wonderful Event dari Kemenparekraf sehingga tahun ini kita dibantu anggaran untuk penyelenggaraannya,” ujar Walikota Deri Asta, Minggu 29 November 2020 di Museum Goedang Ransoem.

Karena diselenggarakan pada masa New Normal pandemi Covid – 19, maka penyelenggaraan SISSCa 2020 disesuaikan dengan protokol kesehatan. Untuk penonton tidak diundang ke lokasi acara, namun diberikan tayangan melalui Zoom Meeting Online dan live streaming di akun media social Facebook, Instagram dan Youtube.

“Untuk peserta dan panitia itu sesuai protokol kesehatan, wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Untuk mencegah keramaian, maka yang mendapat akses masuk ke lokasi acara hanya peserta, panitia dan fotografer. Untuk penonton, dipersilahkan menyaksikan melalui Zoom Meeting maupun tayangan live streaming,” kata Walikota Deri Asta.

Kemudian, upaya lain agar mengurangi kepadatan peserta dan panitia di lokasi acara, maka untuk penyelenggaraan karnaval diselenggarakan di 3 lokasi berbeda. Yakni di Museum Goedang Ransoem, Camping Ground Kandih dan Batu Runciang Silungkang.

Rangkaian SISSCa 2020 dimulai pada Sabtu 28 November 2020 kemaren, yakni dengan Konferensi Songket Nusantara dan Pameran Songket Nusantara di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK). Sementara Minggu 29 November 2020 tadi, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah karnaval Songket Silungkang.

“Pada besok malam, Senin 30 November 2020 itu kita selenggarakan modelling contest atau peragaan busana (fashion show) Songket Silungkang sekaligus pengumuman pemenang,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto Nova Erizon.

Sementara, Koordinator Pemasaran Regional 1 Area 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menyebutkan Songket Silungkang telah menjelma menjadi media promosi efektif untuk pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Sawahlunto.

“Songket Silungkang ini memiliki kekayaan nilai historis dan kultural yang luar biasa. Inilah yang menjadi keunggulan dari Songket Silungkang. Kita dari Kemenparekraf, selain dengan membantu penyelenggaraan iven, juga siap membantu promosi,” kata Taufik Nurhidayat. (Beni M)

Tayang Bersama DMagek.ID



Sumber

Baca Selengkapnya

Khazanah

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang – siarminang.net

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang – Beritasumbar.com

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa dialihkan menjadi kegiatan belajar dari rumah yang disebut juga School from Home (SFH). Untuk menjaga agar kegiatan belajar dari rumah ini berlangsung sesuai harapan, diperlukan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, diantaranya sekolah (pimpinan dan guru di sekolah), keluarga, dan dari siswa  sendiri. Penyediaan sarana pendukung dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak menjadi dasar bagi lancarnya pelaksanaan SFH ini.

Berdasarkan wawancara dengan guru di beberapa sekolah menengah pertama di Kota Padang dan Kabupaten Solok yang dilakukan pada bulan Oktober 2020, ditemukan beberapa kendala terkait pelaksanaan SFH ini dari pihak guru. Kendala yang ditemui antara lain: sulitnya mengontrol siswa yang belajar di rumah masing-masing, masih ada siswa yang tidak memiliki smartphone sendiri sehingga harus bergantian dengan anggota keluarga di rumah, keterbatasan akses siswa ke jaringan internet dan kesulitan membeli kuota internet. Di sisi lain, guru sendiri pun tentu mengalami kendala tertentu dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru sekaligus orang tua yang harus membimbing kegiatan anaknya belajar dari rumah.

Transisi pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran daring menuntut penyesuaian dalam banyak hal agar dapat berjalan dengan baik. Guru harus memiliki laptop/PC dan smartphone dengan spesifikasi yang mendukung, menguasai IT dan memiliki akses terhadap jaringan internet yang baik. Dinas Pendidikan telah berupaya memfasilitasi guru agar menguasai IT untuk melaksanakan pembelajaran daring dengan baik. Berbagai pelatihan dan bimtek telah beberapa kali dilakukan baik berbasis kegiatan MGMP maupun internal sekolah. Namun, perkembangan kasus Covid-19 yang masih menanjak di kota Padang mengakibatkan pelatihan online menjadi pilihan utama. Berdasarkan hasil survei di beberapa sekolah, ditemukan bahwa mayoritas guru IPA adalah perempuan dan usianya rata-rata sudah melebihi 45 tahun. Seluruh guru yang kami wawancarai adalah perempuan, dan semua guru mengeluhkan sulitnya fokus berada di depan laptop mengikuti pelatihan dari rumah, kualitas koneksi internet yang tidak stabil dan tidak adanya waktu untuk mengulang kembali materi pelatihan di malam harinya karena sudah harus mengurus keluarga di rumah.  Intinya, banyak guru perempuan yang terkendala mengikuti pelatihan untuk membekali diri dengan pengetahuan berbasis IT untuk pembelajaran daring. Kami juga menemukan beberapa guru yang sudah “menyerah” untuk belajar kembali karena sudah akan pensiun dalam waktu dekat, yang merasa tidak perlu atau tidak sanggup lagi mempelajari hal baru.

Untuk menjembatani masalah keterbatasan waktu bagi guru perempuan ini, tim dosen pelaksana pengabdian dari Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Padang yang diketuai Monica Prima Sari, M.Pd., dan beranggotakan Rahmah Evita Putri, M.Pd dan Rani Oktavia, M.Pd., menyusun pocket book berisi panduan melaksanakan penilaian untuk pembelajaran IPA yang dilaksanakan melalui online learning platforms.

Ada tiga aplikasi yang dibahas dalam buku saku ini, yaitu Kahoot, Quizizz, dan Mentimeter.com. Meski dimaksudkan untuk mendukung penilaian melalui pembelajaran daring, ketiga aplikasi ini juga dapat digunakan saat pembelajaran tatap muka. Guru dapat menggunakan ketiga aplikasi ini untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif dengan meningkatkan partisipasi siswa. Buku saku ini diharapkan dapat memfasilitasi guru dalam mengenal aspek teknis dari ketiga aplikasi tersebut terlebih dulu, agar lebih mudah saat menccoba dengan laptop/PC masing-masing. Cara seperti ini kami rasa lebih cocok untuk mayoritas guru IPA yang sudah berusia di atas 40 tahun atau yang kesulitan berlama-lama di depan laptop di rumah karena harus mengurus keluarga. Langkah-langkah dalam buku saku ini disusun dengan sangat jelas, menggunakan bahasa yang komunikatif dan sederhana hingga mudah untuk diikuti.

Idealnya, bimtek adalah cara paling efektif untuk mengenalkan ketiga aplikasi ini kepada guru. Namun, dengan belum dicabutnya kebijakan untuk SFH dan WFH bagi siswa, guru, dan dosen, maka tim pelakasana pengabdian memutuskan untuk menyusun buku saku ini terlebih dahulu kemudian didiseminasikan ke pada guru IPA di sekolah melalui kegiatan Focus Group Discussion.  Sebagai bentuk follow up dari FGD ini, tim pelaksana pengabdian dan guru IPA di beberapa sekolah telah sepakat untuk mengadakan bimtek tatap muka pada awal tahun 2021 sebagai bentuk persiapan menyambut pembelajaran tatap muka di semester baru.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer