Connect with us

News

Kumpulkan Sampah Di Objek Wisata, Dapat Imbalan Main Game di HP

Kumpulkan Sampah Di Objek Wisata, Dapat Imbalan Main Game di HP


Minggu, 17 Juni 2018 – 01:16:48 WIB – 61

Status Akun Fb Okvina Juita

Pilwako Kota Padang 2018

MEDSOS – Tak tahu apa yang ada dipikiran Ibu ini, Namun jelas ia sangat tak suka dengan sampah yang bertebaran di objek Wisata. Apa yang ia Upload di dinding facebooknya mendapat apresiasi dari komentar teman-temannya.

Dari status yang ia unggah pada Sabtu (16/6/2018) sekira pukul 18.00 Wib, nampak bahwa ia sangat menyukai lingkungan yang bersih. Hingga ia meminta anaknya mengumpulkan sampah-sampah yang bertebaran di Objek wisata itu, yang nantinya jumlah sampah yang terkumpul ditukar menitnya dengan waktu bermain game di Gadget.

Unik memang cara pemilik akun Facebook Okvina Juita ini, memberikan kesadaran kepada anaknya akan pentingnya sebuah kebersihan.

Jika kita simak statusnya, jelas ada banyak hal positif yang dapat kita jadikan pelajaran hingga kedepan diharapkan para pengunjung/wisatawan lebih peduli untuk menjaga kebersihan di Objek Wisata yang mereka kunjungi.

Dari status Okvia Juita, Belum jelas dimana letak lokasi Objek Wisata itu, karena yang di sebutkan disana hanya kata “Jembatan Akar”

Berikut Status Okvina Juita.

Ke Jembatan Akar menemani keluarga dari rantau. Ketemu masalah klasik di setiap objek wisata yaitu sampah! Huff….tempat sampah ada tersedia, tapi sampah berserakan dimana-mana.

Beberapa menit disana si Bujang rengek2 minta HP mau main game. Aih..jang, ke objek wisata kok main game. Ya syud…daripada emak dinyinyirin, emak barter waktu main game nya dg ngumpulin sampah.

Kumpulin sampah dg jumlah sekian, dapat main game sekian menit. Eh, dasar dia emang udah “i would do anything for game” jadilah dia pemulung dadakan. Ngumpulin sampah di Jembatan Akar.

Seorang netizen bernama akun Zuri Astri memberikan komentarnya di status Okvina.

Coba semua orang punya tanggungjawab kaya mba Fina , seperti apa jd nya kampung kita, aku sukaaa banget, semoga menular pada yg Laen nya yaa aamiin…

Dan Netizen bernama Ummy Angraini Siregar, juga berkomentar beberapa menit setelah status tersebut di unggah Good job vin

Dari laman face booknya pekerjaan ibu ini tercatat sebagai pemilik Lokana- Randang Lokan Pasisia, owner Kukita Agency, Biro Iklan. Rimbun Espresso & Brew Bar sebagai sampai 2016 dan aktif di www.jortah.org. (romeo)

Editor/Sumber: romeo

Tag: daerah,pariwisata,sosial

Ramadhan, Kepedulian, dan Peningkatan Sosial Capital

Ramadhan, Kepedulian, dan Peningkatan Sosial Capital

Oleh: dr.Hardisman, MHID, PhD

Ramadhan 1439 Hijriah tahun ini sudah lebih dari dua minggu berjalan, tak terasa…

Gubernur Anies Baswedan Segel Dua Pulau Reklamasi, Ancam Sanksi Tegas untuk Pengembang

Gubernur Anies Baswedan Segel Dua Pulau Reklamasi, Ancam Sanksi Tegas untuk Pengembang

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung pelaksanaan penyegelan bangunan di pulau reklamasi pada…

Darurat Urbanisasi, Padang Mendesak Pengembangan Kota Baru

Darurat Urbanisasi, Padang Mendesak Pengembangan Kota Baru

PADANG – Pemko Padang berkomitmen merealisasikan perencanaan pemukiman kota baru, sesuai arahan Rencana Pembangunan…

Lago Kambiang Sepeda Motor di Padang Panjang, 1 Meninggal 3 Luka-luka

Lago Kambiang Sepeda Motor di Padang Panjang, 1 Meninggal 3 Luka-luka

PADANG PANJANG – Lagi-lagi, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Padang Panjang, tepatnya di Jalan…

Sempat jadi Polemik, Ini Alasan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan Beli Tong Sampah Jerman

Sempat jadi Polemik, Ini Alasan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan Beli Tong Sampah Jerman

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan alasannya membeli tempat sampah yang diimpor dari Jerman. Ia…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer