Connect with us

Ekonomi

LDII Dorong Ekonomi Domestik Melalui Digital 

LDII Dorong Ekonomi Domestik Melalui Digital 


JAKARTA – Dengan adanya perkembangan teknologi Digital DPP LDII sebagai ormas berdayakan masyarakat pada sektor industri, market place, dan pendidikan. Dalam hal ini merangkul produk lokal dalam memenangkan pasar dalam negeri melalui Digital.

Dalam era digital Industri 4.0 saat ini, menciptakan perubahan besar, sektor bidang ekonomi, dapat mengubah cara orang berproduksi, berinvestasi, distribusi dan konsumsi. Sementara dunia pendidikan, memberi pilihan bagaimana siswa belajar dari sisi substantive, juga perlu penyesuaian metoda belajarannya.

Sektor pendidikan sangat memungkinkan lembaga-lembaga kursus atau les, mengubah pola pembelajarannya. Karena terdapat aplikasi yang memungkinkan siswa atau orangtua memilih guru les, seperti, ruangguru.com dan aplikasi cara memperoleh knowledge, pengetahuan.

“Pada era disrupsi akan menjadi peluang aktivitas sosial, politik, dan ekonomi alam nyata ke alam maya. Setiap insian tidak terpikirkan bahwa dunia mengalami berubah dengan cepat. Terjadinya economic shifting sangat terasa, mengakibatkan taksi dan rental mobil kewalahan menghadapi taksi online. Bahkan pameran komputer, ritel sepi, karena masyarakat belanja melalui online”, kata Prasetyo Sunaryo Ketua LDII, kepada Singgalang di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Lanjut Prasetiyo, hal itu, perlu adanya pengenalan bahwa pengembangan ekonomi berbasis bagi hasil, ini merupakan mitra alamiah dengan ekonomi digital, karena pola penggalangan dana investasi juga semakin beragam. Karena itu perlu semakin memahami pemodalan usaha digital dengan pola-pola crowdfunding.

Di era saat ini, dunia pendidikan dan ekonomi merupakan tulang punggung bangsa untuk menjadi bangsa lebih maju. Untuk itu kedua hal ini harus bisa berkolaborasi dengan adanya digital.

Khususnya usaha-usaha yang dikelola dalam bentuk koperasi majelis taklim dan bentuk gig ekonomi. Dimana perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja biaya lebih efisien, yang artinya reward yang lebih baik bagi talent saat ini.

Untuk mengetahui hal tersebut, DPP LDII akan menggelar Lokakarya Nasional pada 10-13 September 2019 mendatang. Yang akan didukung oleh Kementrian Pendidikan, Ekonomi, Koperasi dan para akademisi, praktisi di bidang pendidikan dan ekonomi.

Dari sisi teoritis peserta dapat memahami fenomena, sementara para praktisi akan memberikan pengalaman di era digital dalam industri 4.0. Upaya mengurangi kesenjangan digital seperti, digital divide (sebagai kesenjangan gap) antara individu, rumah tangga, bisnis di tingkat sosial ekonomi yang berbeda. Hal ni peluang akses pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi/TIK technologies. (smn)

 



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Di Delapan Kota Ini, Harga Pertalite Seharga Bensin Rp6.450/Liter

Mulai Kembali Langka, Pertamina Akui Batasi Distribusi Premium


 

JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite akan kembali turun di 8 Kota/Kabupaten. Penurunan ini dalam rangka menjalankan program langit biru besutan PT Pertamina (Persero).

Harga BBM jenis Pertalite akan turun menjadi Rp6.450 per liter. Harga ini sama dengan BBM jenis Premium. Sebelumnya harga Pertalite sebesar Rp7.650 per liter.

Setelah Denpasar dan Jakarta, kini bersiap di Cimahi, Sukabumi, Purwakarta, Tasikmalaya, Buleleng, Malang, Kediri dan Kuningan bakal menikmati harga Pertalite seharga Premium.

Setelah sukses, program tersebut direncanakan akan diperluas hingga luar Pulau Jawa. Program langit biru tak lain untuk mengedukasi pentingnya menggunakan bahan bakar ron tinggi dan ramah lingkungan seperti Pertamax Cs.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai program langit biru merupakan langkat tepat yang dijalankan perseroan. Pihaknya menyarankan perlu dipetakan kembali wilayah-wilayah yang dari sisi polusi masih cukup tinggi.

“Proses edukasi melalui program Langit Biru ini sangat baik saya kira, apa yang dilakukan oleh Pertamina dan pemerintah untuk mengajak masyarakat beralih ke BBM ron tinggi, sangat tepat,” ujar Mamit, di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Menurut dia supaya program tersebut dapat berjalan secara optimal pembatasan Premium juga perlu dilakukan. Selain sudah tidak sesuai dengan perkembangan kendaraan motor.

Tidak hanya Pertalite, program langit biru juga perlu dibarengi dengan obral diskon Pertamax. Selain itu, pemerintah daerah pun bisa meminta kepada Pertamina untuk tidak menyalurkan Premium ke wilayah mereka jika memang masyarakatnya siap untuk tidak menggunakan Premium. Sebab itu, perlu terus dilakukan sosialisasi dan edukasi juga skema terbaik agar masyarakat mau menggunakan BBM non subsidi.

Mamit menilai saat ini, memang sudah seharusnya pemerintah meniadakan penjualan jenis BBM oktan rendah di Kota Jakarta dan Bodetabek, juga kota besar lain, agar udara lebih sehat. Juga daerah yang polusinya tinggi.

“Penghapusan BBM Premium atau jenis BBM lain yang tidak ramah lingkungan, bukan saja mendesak untuk mengurangi tingginya polusi, juga menjaga kesehatan masyarakat,” kata dia. (aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Telkomsel Gelar Digital Creative Millennials 2020

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Telkomsel Gelar Digital Creative Millennials 2020


JAKARTA  – Telkomsel kembali menghadirkan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial. Program yang diberi nama Digital Creative Millennials 2020 ini akan memberikan serangkaian pelatihan dan pendidikan melalui seminar daring (webinar) dan lokakarya (workshop) terkait transformasi digital di sektor UMKM. Sebagai pembuka sekaligus sebagai momentum memaknai Hari Sumpah Pemuda, Telkomsel menggelar seminar daring (webinar) Creative Talks pada 27 Oktober 2020 dengan menghadirkan para pembicara yang memiliki pengalaman di bidang kewirausahaan.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, Digital Creative Millennials merupakan sebuah program CSR tahunan Telkomsel yang sudah hadir dalam dua tahun terakhir.

“Tahun ini, sebagai momentum kami memaknai Hari Sumpah Pemuda melalui program Digital Creative Millennials kami ingin fokus membantu para UMKM untuk dapat terus bergerak maju. Seperti yang kita ketahui saat ini, pandemik covid-19 yang berkepanjangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi berbagai macam sektor industri, salah satunya para penggiat UMKM yang sebelumnya dikenal sebagai sektor yang tahan banting terhadap krisis ekonomi pada 1998 lalu,” katanya.

Webinar Creative Talks merupakan kick off program yang menghadirkan topik khusus terkait pentingnya transformasi digital pada sektor UMKM dan strategi bisnis online. Sesi pertama diisi oleh Dendy Darman (Founder Unkl347) yang menceritakan pengalamannya dalam ‘menjalani bisnis apparel/clothing line selama lebih dari 20 tahun’. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi di antara dua founder Cotton Ink, yaitu Ria Sarwono dan Carline Darjanto yang membahas ‘bagaimana cara membangun bisnis dengan partner yang efektif dan bisa bertahan lama’.

Dengan mengikuti program Digital Creative Millenials 2020, peserta akan mendapat pelatihan dan pendidikan yang mencakup produk komersial, bantuan teknis mengenai dokumen dan lisensi, rencana bisnis, penyederhanaan produksi distribusi, hingga mempertemukan dengan investor. Event ini nantinya akan ditutup dengan penyelenggaraan Festival 3D Experience Shopping Online yang diisi oleh ratusan brand lokal di akhir Desember 2020 nanti.

Melalui Festival 3D Experience Shopping Online, Telkomsel berupaya untuk membangkitkan kembali sektor UMKM atau merek brand yang mengalami penurunan penjualan akibat dari pandemi covid-19. Konsep belanja online yang menawarkan pengalaman tiga dimensi ini untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia dan akan mengajak para pengunjung merasakan pengalaman berbelanja secara virtual. Nantinya akan ada lima area belanja yang bisa dikunjungi menurut klasifikasi, di antaranya Fashion Men Area, Fashion Woman Area, Beauty Area, Sport Area, dan Collaboration Area.

Sebagai rangkaian lanjutan dari program, Telkomsel juga akan menghadirkan sebuah Collaboration Product di antara ratusan brand lokal dengan para seniman. Dengan adanya dua penggabungan identitas tersebut diharapkan akan menghadirkan ide-ide kreatif dan menciptakan sebuah inovasi baru. Adapun para seniman yang berpartisipasi dalam Collaboration Product dengan para brand atau UMKM, di antaranya adalah Owi Liunic, Sir Dandy, dan Hilarius Jason.

“Kami harap, melalui program Digital Creative Millennials dan upaya kolaboratif ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku UMKM. Telkomsel akan selalu memberikan komitmen penuh untuk terus mendukung dan memberdayakan UMKM dengan berbagai pelatihan, pendidikan, solusi, dan layanan digital Telkomsel yang dapat memberikan dukungan dan perkembangan bisnis sektor UMKM, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis UMKM,” pungkas Denny.

Rangkaian Digital Creative Millennials akan terus berlangsung hingga Desember 2020, dengan beragam program pengembangan bisnis yang dikurasi khusus untuk membantu para creativepreneurs, brand owners, UMKM hingga masyarakat secara umum. Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif program Digital Creative Millennials 2020 dapat diperoleh di media sosial @digitalcreativemillenials dan website https://www.digitalcreativemillennials.com/. (rel)

 

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Toyota Tarik 5,84 Juta Mobil karena Masalah Pompa Bahan Bakar

Toyota Tarik 5,84 Juta Mobil karena Masalah Pompa Bahan Bakar


JAKARTA – Toyota Motor Corp pada Rabu (28/10) mengumumkan bahwa total kendaraan mereka yang ditarik (recall) karena masalah pompa bahan bakar mencapai 5,84 juta unit di seluruh dunia.

Dilansir Reuters, raksasa otomotif Jepang itu mengatakan ada penambahan recall sebanyak 1,52 juta mobil di AS, yang menambah angka recall yang sebelumnya sudah diumumkan pada Januari 2020.

Awalnya, Toyota hanya menarik sekitar 696.000 unit di Amerika Serikat dari merek Toyota dan Lexus. Namun pada Maret 2020, jumlah kendaraan yang terdampak bertambah menjadi 1,8 juta di AS dan 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia.

Toyota mengatakan, masalah itu bermuara pada pompa bahan bakar yang bisa berhenti bekerja sehingga membuat kendaraan tidak dapat dihidupkan. Toyota menyatakan akan mengganti komponen itu dengan versi yang lebih baik di diler resmi mereka.

Penarikan kembali itu juga mencakup merek mewah Lexus antara lain model LS 460 dan GS 350 tahun 2013-2015, kemudian Toyota Highlander tahun 2017-2019 dan Toyota Sienna 2017-2020.

Lexus RX 350 tahun 2017-2020, Toyota Avalon 2018-2020, Camry, Corolla, Sequoia, Tacoma, Tundra serta Toyota RAV4 tahun 2019-2020 juga terlibat dalam penarikan ini. (ant/mat)

 

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer