Connect with us

News

LSM di 50 Kota Ini Kucurkan Bantuan Bedah Rumah dan Biaya Sekolah bagi Warga Miskin

LSM di 50 Kota Ini Kucurkan Bantuan Bedah Rumah dan Biaya Sekolah bagi Warga Miskin


Kamis, 21 November 2019 – 23:18:32 WIB – 42

LSM Sago Peduli meresmikan rumah Rosma, salah seorang warga kurang mampu setelah dilakukan program bedah rumah tidak layak huni di Bukiksikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kamis (21/11).

LIMA PULUH KOTA – Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Sago Peduli Indonesia mengucurkan bantuan sosial berupa program bedah rumah tidak layak huni kepada seorang warga miskin di Nagari Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kamis (21/11) siang.

Bersamaan dengan kegiatan bedah rumah, LSM yang mayoritas beranggotakan anak muda itu juga memberikan bantuan biaya sekolah untuk, Muhammad Iqbal, salah seorang pelajar asal nagari setempat yang baru saja lulus di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Alhamdulillah, salah satu program LSM kita Sago Peduli Indonesia selesai dilaksanakan. Tadi siang, rumah nenek Rosma alias Nenek Lumek di Bukiksikumpa telah diresmikan Bapak Camat Lareh Sago Halaban,” ungkap Bambang Heri, ketua LSM Sago Peduli Indonesia, kepada wartawan.

Bantuan bedah rumah tidak layak huni yang digeber LSM Sago Peduli Indonesia merupakan program sosial yang dirancang bagi warga kurang mampu. Sumber dana yang digunakan oleh LSM yang berdiri sejak tujuh tahun silam (tahun 2012) ini, berasal dari swadaya serta sumbangan anggota dan donatur.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kata Bambang, selain hanya menyasar masyarakat kurang mampu, LSM Sago Peduli Indonesia juga pernah menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan ke pihak-pihak yang membutuhkan. Seperti bantuan bagi korban konflik Wamena, Papua hingga ke Gaza, Palestina.

Di Limapuluh Kota, anggota LSM Sago Peduli Indonesia berjumlah lebih kurang 300-an orang. Hanya saja, kini yang aktif mengikuti program kegiatan harian ada sekitar 150-an orang. “Perlu juga kami garis bawahi, LSM kita murni hanya bergerak di bidang sosial kemanusiaan saja. Bukan organisasi politik,” tuturnya.

Niat mendirikan LSM Peduli, menurut Bambang, tidak lain hanya sebagai wadah sosial kemanusiaan bagi masyarakat di Limapuluh Kota. Termasuk guna menggugah kepedulian sosial masyarakat, agar berpartisipasi saling membantu dengan warga lain yang kesulitan.

Terpisah, Wali Nagari Bukiksikumpa, Imam Kata, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan sosial yang dikucurkan LSM Sago Peduli Indonesia kepada dua warganya yang membutuhkan. “Langkah ini perlu kita dukung bersama, agar semakin banyak warga miskin terbantu. Tugas sosial tidak hanya beban kerja pemerintah, tapi tanggung jawab kita sesama manusia,” ujarnya. (akg)

Editor/Sumber: Rino Chandra

Tag: limapuluh-kota

Polres Pasaman Barat Lakukan Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Polres Pasaman Barat Lakukan Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

PASAMAN BARAT – Alangkah bahagianya, Kulyuno (45) warga Jambak Jalur IV Timur, Jorong Jambak Selatan, Nagari Persiapan…

Kunjungi Pameran Sumbar Expo di Medan, Ini Kata Wawako Pariaman

Kunjungi Pameran Sumbar Expo di Medan, Ini Kata Wawako Pariaman

PARIAMAN — Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, beserta istri, mengunjungi pameran Sumbar Expo, serta mencoba…

Tingkatkan Pengetahuan Agama, Pemko Padang Panjang Gelar Acara Muzakarah Ulama

Tingkatkan Pengetahuan Agama, Pemko Padang Panjang Gelar Acara Muzakarah Ulama

PADANG PANJANG — Dengan tema “kita tingkatkan pengetahuan dan pengamalan agama masyarakat Padang Panjang”….

Anggota Polisi Tewas Dilindas Truk Tangki di Jalan Bukit Pulai Pessel

Anggota Polisi Tewas Dilindas Truk Tangki di Jalan Bukit Pulai Pessel

PESISIR SELATAN — Seorang anggota Polres Pessel tewas dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas), Jumat, (01/11/2019)…

Diduga Pengedar Narkoba, Dua Warga Madina Sumut Diciduk Satres Narkoba Pasbar

Diduga Pengedar Narkoba, Dua Warga Madina Sumut Diciduk Satres Narkoba Pasbar

PASAMAN BARAT – Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), ciduk dua tersangka pengedar…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer