Connect with us

News

Malam Takbir, MDMC-LAZISMU dan CSM Cargo Lepas 13 Ton Bantuan ke Lombok

Malam Takbir, MDMC-LAZISMU bersama CSM Cargo Melepas 13 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Gempa Lombok


Rabu, 22 Agustus 2018 – 21:52:51 WIB – 153

MDMC kirim bantuan ke Lombok.

JAKARTA — CSM Cargo bekerjasama dengan Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghimpun dan mengirimkan Bantuan Gratis Tahap 1 untuk Korban Gempa Lombok dan NTB. Total bantuan yang dikirim 13 TON dan direncanakan akan terus mengirim bantuan setiap 2 minggu sekali. Bantuan Tahap 1 ini dilepas langsung Oleh Komandan Nasional Kokam Mashuri Masyhuda.

Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Mashuri Masyhuda mengatakan Bantuan ini terdiri dari paket terpal, rendang kaleng 9.200 paket, pakaian, perlengkapan dapur. Mdmc mengirim 250 set Tenda hunian sementara untuk pengungsi.

Pengiriman bantuan ini dikawal personil Garda Surya Jaya Mabes Kokam Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

“Untuk pengiriman tahap berikutnya dapat menghubungi CSMCargo bapak Lambang 081380718180. Pak Lambang yang sekaligus ketua kantor Layanan Lazismu dan ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Manggarai,” ujar Mashuri Masyhuda

Kegiatan pengiriman Cargo gratis ini sudah diinisiasi sejak tahun 2007 gempa Padang, letusan Merapi, gunung Kelud, gempa Tasik, gempa Jogja, bencana asap Pontianak dan Banjarmasin.

Berdasarkan informasi tim Desk Relawan PB, Muhammadiyah sdh mengirim relawan 462 personil dengan 112 personil Tim Medis data sampai 16 Agustus 2018. Dan sampai saat Ini terus mengirimkan relawan secara bergantian. (Rel)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: daerah,indonesia,metro,nasional,padang,sumatra-barat

KPU Kota Payakumbuh Umumkan DCS Anggota DPRD Kota Payakumbuh

KPU Kota Payakumbuh Umumkan DCS Anggota DPRD Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH -Berdasarkan pasal 22 ayat 2 PKPU Nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat,…

Tentukan Dukungan di Pilpres 2019, Relawan Gatot Akan Gelar RAKORNAS

Tentukan Dukungan di Pilpres 2019, Relawan Gatot Akan Gelar RAKORNAS

POLITIK – Para relawan yang tergabung dalam Jaringan Nasional Garda Depan (JAGAD) telah menggemakan secara Nasional…

Padang Pariaman Punya Cerita, Ketua Geng Kena Lemparan Batu, Anak Buah Serang Warung Nasgor

Padang Pariaman Punya Cerita, Ketua Geng Kena Lemparan Batu, Anak Buah Serang Warung Nasgor

PADANG PARIAMAN – Satpol PP Padang Pariaman kembali mengamankan lima remaja yang melalukan penyerangan ke sebuah pondok…

PBNU Bantah Rencana Kiai Maruf Amin Temui Habib Rizieq di Makkah

PBNU Bantah Rencana Kiai Maruf Amin Temui Habib Rizieq di Makkah

POLITIK – Kunjungan bakal calon wakil presiden (cawapres) KH Maruf Amin ke Arab Saudi dinilai hanya untuk menunaikan…

Kebakaran Hanguskan 13 Rumah di Ampang Gadang, Relawan PMI Bukittinggi Berikan Pertolongan

Kebakaran Hanguskan 13 Rumah di Ampang Gadang, Relawan PMI Bukittinggi Berikan Pertolongan

BUKITTINGGI – Staf dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi yang setiap hari berada di markas, siap…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer