Connect with us

News

Masih Ditemukan Cacing Hati dan Usus pada Hewan Potong Lebaran di Pasar Pariaman

Masih Ditemukan Cacing Hati dan Usus pada Hewan Potong Lebaran di Pasar Pariaman


Kamis, 14 Juni 2018 – 21:49:10 WIB – 49

Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Pilwako Kota Padang 2018

PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman melalui tim pengawasan pemotongan hewan dan peredaran daging jelang lebaran 1439 H lakukan monitoring dan pemantauan pasar selama dua hari Rabu s/d Kamis (13-14 ) di 4 Lokasi berbeda.

PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Satpol. PP dan Damkar Kota Pariaman yang bertindak sebagai Koordinator tim II mengatakan monitoring telah dilaksanakan semenjak hewan potong akan disembeli di RPH (Rumah Potong Hewan), Rabu (13/6).

“Tim terdiri atas Satpol PP, Babinkamtibmas, Dokter hewan, dan dari Dinas Peternakan yang terbagi atas 4 kelompok dengan jumlah anggota 7 orang di setiap tim,” sebut Riri di los Pasar daging Pariaman saat monitoring, Kamis (13/6) pagi.

Sedangkan tugas monitoring dan pengawasan dilaksanakan dari Rabu sore kemarin hingga kamis pagi ini.

“Ke 4 tim menyebar di 4 titik lokasi yang telah di tentukan yaitu Pasar Pariaman, Pasar Daging Desa Padang Birik-birik dan Cubadak Air Kec. Pariaman Utara dan , Pasar Kurai Taji,” ulas Riri.

Pada kesempatan dan Lokasi yang sama Dokter Hewan Wisnawati di tim II mengatakan masih adanya temuan cacing hati dan usus di beberapa hewan potong yang ada di pasaran.

“Pada saat monitoring hari ini kita temukan masih adanya hewan potong yang akan dijual terinveksi cacing hati dan cacing usus,” sebut Wisna.

Ia mengungkapkan, jika organ hewan ternak yang terinveksi cacing tadi dikonsumsi/diolah dan matang secara sempurna maka tidak akan menimbulkan dampak bagi manusia.

“Dengan catatan bagian yang terinveksi cacing tersebut harus dibuang, namun persoalannya selama ini yang menjadi konsumen daging tidak hanya rumah tangga saja akan tetapi pedagang sate juga sering membeli daging,” terang Wisna.

Ia mengulas, kalau daging tadi dimasak dengan sempurna seperti membuat rendang dengan suhu api yang tinggi tentu akan lebih baik, akan tetapi bagaimana jika dijadikan sate yang bisa dikatakan masaknya hanya separo matang.

” Disinilah dapat menimbulkan penyakit jika bakteri cacing tadi masih hidup, maka ia akan dapat berpindah pada manusia,” pungkasnya.

Wisna melaporkan menjelang lebaran tahun 2018 tercatat ada 10 ekor kerbau yang dipotong dan 21 ekor sapi dengan jumlah pedagang 18 orang.

Sedangkan persoalan kantong kresek hitam yang masih digunakan pedagang daging, ia mengatakan konsumen harus selektif dan cermat dalam membeli.

“Sudah sering kita ingatkan pada pedagang daging jangan menggunakan kantong kresek hitam lagi, mereka menjawab bahwa pada umumnya pembeli lebih menyukai kantong kresek hitam ketimbang kantong yang bening,” tuturnya.

Ketika MNK. News mencoba bertanya pada salah seorang pedagang daging Bujang (50) ia juga mengatakan hal yang sama, bahwa pembeli tidak menyukai kantong kresek warna bening karena bersifat transparan yang membuat hasil belanja terlihat jelas dari luar. (Warman)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri

Tag: daerah,metro,pariaman,sumatra-barat

Pererat Kemitraan dengan Wartawan, DPRD Bukittinggi Gelar Berbuka Bersama

Pererat Kemitraan dengan Wartawan, DPRD Bukittinggi Gelar Berbuka Bersama

BUKITTINGGI – Wartawan Kota Bukittinggi dari berbagai media cetak, cyber dan elektronik yang meliput kegiatan-kegiatan…

Silaturahmi Dengan Forkopimda, Dandim 0307 Tanah Datar Ajak Satukan Emosional Jiwa

Silaturahmi Dengan Forkopimda, Dandim 0307 Tanah Datar Ajak Satukan Emosional Jiwa

TANAH DATAR – Dandim 0307 Tanah Datar di bawah komando Letkol Inf Edi Sigianto Harahap S.Pd, M.I, menjalin silaturahmi…

LP2M Adakan Konsultasi untuk Kaum Perempuan Padang Pariaman

LP2M Adakan Konsultasi untuk Kaum Perempuan Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN – LP2M (Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat) adakan Konsultasi Daerah Multi Pemangku…

Kritisi Penyerangan Kantor Radar Bogor oleh Massa PDIP, Ini Kata Mahfud MD

Kritisi Penyerangan Kantor Radar Bogor oleh Massa PDIP, Ini Kata Mahfud MD

POLITIK – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud MD menyebut penyerangan kantor surat kabar…

Asuransi Memberikan Ketenangan Pemudik Menikmati Perjalanan ke Kampung Halaman

Asuransi Memberikan Ketenangan Pemudik Menikmati Perjalanan ke Kampung Halaman

Oleh : DR. (C) Abdullah Amrin, SE.,M.M.

Mudik sudah merupakan tradisi yang tidak hanya terjadi di Indonesia namun…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer