Connect with us

Politik

Masuk Jurang Sedalam 20 Meter,Pengemudi Minibus Beserta Anak Alami Luka Lecet – siarminang.net

Masuk Jurang Sedalam 20 Meter,Pengemudi Minibus Beserta Anak Alami Luka Lecet – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Masuk Jurang Sedalam 20 Meter,Pengemudi beserta seorang anak hanya mengalami Luka Lecet di tangan saat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Batusangkar – Ombilin,Sabtu 10/10/2020.

Iptu M. Nasir,Kasatlantas Polres Tanah Datar mengatakan,”benar telah terjadi kecelakaan tunggal terhadap Mobil minibus merk daihatsu Xenia BA1849 VK di jalan raya Batusangkar – Ombilin Jorong Padang Data Nagari Simawang Kecamatan Rambatan hari Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB.

” M.Nasir menyampaikan,Mobil minibus yang di kemudikan oleh Zulpendri (38) tahun dengan membawa satu orang penumpang yang bernama Arahan Pandev (11) tahun datang dari arah ombilin menuju batusangkar,mendekati tempat kejadian, pengemudi terkejut karena melihat sesuatu yg sedang melintas dijalan dan langsung membanting stir ke kanan jalan sehingga hilang kendali serta masuk ke dalam jurang sedalam lebih kurang 20 meter.

“Saat kejadian arus lalu lintas sepi dengan cuaca cerah dengan kiri jalan terdapat tebing dan di sebelah kanan jurang,supir beserta anaknya dalam keadaan selamat hanya mengalami luka lecet di tangan.diperkirakan kerugian mencapai Rp.10 juta

“Pada tempat kejadian kita akan melakukan olah TKP dan mendengarkan keterangan saksi saksi.”jelasnya.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#mulyadi

Tinggalkan Jabatan DPR RI demi Mengabdi untuk Sumbar, Niniak Mamak: Mulyadi Punya Niat Berbakti

Tinggalkan Jabatan DPR RI demi Mengabdi untuk Sumbar, Niniak Mamak: Mulyadi Punya Niat Berbakti


PADANG – Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 Mulyadi dinilai punya niat yang tulus untuk berbakti dalam membangun Sumbar yang lebih baik untuk kedepan. Hal itu diperlihatkan dengan mengorbankan jabatan sebagai Anggota DPR RI yang masih aktif hingga 2024 mendatang.

Pengorbanan besar Mulyadi tersebut, menurut niniak mamak di Bungus Teluk Kabuang, Kota Padang Dasril Dt. Putiah sebagai bentuk komitmen dalam membangun Sumbar. Dia mengartikan, pencalonan Mulyadi murni dari permintaan masyarakat.

“Menurut pandangan saya, beliau itu ingin berbakti kepada Sumatera Barat makanya dia mengundurkan diri,” kata Dasril Dt. Putiah di Teluk Kabuang, Kota Padang.

Dia mengatakan, Mulyadi maju pada Pilgub Sumbar bukan untuk mencari jabatan. Berbeda dengan calon lainnya yang hanya cuti dan sudah dipenghujung jabatan. Apabila tidak terpilih pun bisa kembali menjabat.

Namun, menurut dia Mulyadi justru berani mengambil resiko mengundurkan diri. Meninggalkan jabatan Anggota DPR RI yang telah tiga periode dijabat.

Semua itu menurut dia yang membuat Mulyadi berbeda dengan calon lainnya. Dia menambahkan dengan kerja nyata yang telah terbukti, Mulyadi akan mampu membawa kemajuan bagi Sumbar yang dicita-citakan.

“Saya mendukung beliau. Pengalaman di Jakarta menjadi anggota DPR RI tiga kali dan mengundurkan diri. Beliau kalau mencari enak, ya enaklah menjadi Anggota DPR,” ucapnya.

Sementara itu, Mulyadi menyebut mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumbar merupakan sebuah panggilan dan dorongan dari masyarakat. Peraih suara DPR RI terbanyak se-Sumbar ini menilai, kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada dirinya sebagai bentuk harapan besar perubahan yang ditumpangkan kepada dirinya.

“Saya maju sebagai calon gubernur bukan untuk coba-coba, saya harus meninggalkan Anggota DPR RI yang masih hinggga 2024. Harapan dan dorongan dari tokoh dan masyarakat juga yang memperkuat keyakinan saya untuk maju. Saya sudah uji melalui lembaga survei dan bertemu tokoh-tokoh dan masyarakat, sebelum memutuskan maju,” kata Mulyadi. (Zal)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#na-ic

Silaturahmi dengan Warga Jalan Karet, Indra Catri: Ndak Mungkin Ambo Ditinggaan di Nan Lacah

Silaturahmi dengan Warga Jalan Karet, Indra Catri: Ndak Mungkin Ambo Ditinggaan di Nan Lacah


PADANG  — Gerindra, partai terbesar di Kota Padang siap memenangkan pasangan Nasrul Abit-Indra Catri, sebagai Cagub dan Cawagub pada pilkada serenak 2020, Desember mendatang. Semua kadernya di tingkat ranting-ranting dan di kecamatan telah siap pula mengunakan hak pilih mereka buat kemenangan NA-IC (Nasrul Abit- Indra Catri).

“Ndak mungkin ambo ditinggaan di nan lacah (Tak mungkin saya ditinggalkan di tempat yang becek-red) oleh kader – kader Gerindra. Mereka siap memenangkan NA-IC, termasuk juga simpatisan dari partai Gerindra. Apalagi warga jalan Karet ini juga saudara saya, karena saya 25 tahun bertugas di pemko Padang, dan kerap turun ke Kelurahan,” ujar Indra Catri saat bersilaturahmi dengan warga Jalan Karet, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Jumat (30/10).

Silaturahmi diprakarsai tokoh pemuda Jalan Karet Ayang Turagari itu diawali makan siang bersama seusai Shalat Jumat dihadiri 40 warga, termasuk anggota DPRD Padang dari fraksi Partai Gerindra Budi Syahrial .

Pada pilgub Sumbar 2020 ini , pasangan Nasrul Abit – Indra Catri diusung partai Gerindra. Pasangan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPP Gerindra Probowo. Selain itu, Probowo, kata Indra Catri, juga telah memberi arahan kepada petinggi-petinggi partai Gerindra Sumatera Baratagar agar berkeja keras serta mendorong para kader untuk memenangkan NA-IC.

“Ajakan Pak Probowo bukan untuk para keder saja, tetapi juga kepada elemen masyarakat Sumbar yang loyal dan berempati pada Gerindra. Ajak itu telah kami sampaikan, dan mendapat respon dari masyarakat,” ujar Indra Catri

Kehadiran Indra Catri ditengah warga Jalan Karet hanya babarito saja. Artinya, kehadiran bupati Agam dua periode itu telah diketahui masyarakat bahwa dirinya bersama Nasrul Abit akan bertarung pada pilgub Sumbar 2020. “Kita tak perlu membahas panjang lebar, saya rasa warga jalan Karet sudah kenal dengan saya, kami calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar dan ikhlas mendukung kami,” harap Indra Catri.

Ayang Turagari, yang juga Ketua Relawan DeJe (Desri Ayunda – James Hellyward) mengatakan, warga jalan Karet hadir maupun tak sempat hadir pada silaturahmi ini siap mendukung pasangan Nasrul Abit-Indra Catri.

“Silaturahmi ini memang saya prakarsai, namun demikian pertemuan dengan Pak Indra Catri ini juga atas permintaan warga jalan Karet. Kami sepakat mendukung dan memenangkan NA-IC,” pungkas bos Lontong Malam Turagari itu.  (yos)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

headline

Menepis Mitos Menjelang Hadirnya Vaksin COVID-19 – siarminang.net

Menepis Mitos Menjelang Hadirnya Vaksin COVID-19 – Beritasumbar.com

Pemerintah Indonesia berencana akan memulai vaksinasi COVID-19 pada bulan Desember 2020. Setidaknya ada tiga kandidat vaksin COVID-19 yang bakal masuk ke RI pada November yakni buatan SinovacSinopharm dan Cansino. Vaksin ini merupakan vaksin buatan perusahaan farmasi China, tempat asal mula pandemi  COVID-19,  vaksin akan diuji klinis tahap tiga oleh BUMN yang bertindak sebagai produsen vaksin dan antisera, PT Bio Farma.  Hal ini dibenarkan oleh staff ahli Menteri Kesehatan, Alexander Kaliaga Ginting. Meskipun vaksin tersebut disebut potensial untuk mengatasi penularan COVID-19, kita tetap harus menunggu hasil uji klinis vaksin ini selesai sebelum bisa diterapkan ke seluruh masyarakat.

Menjelang kondisi tersebut tercapai, sangat perlu untuk kita renungkan bersama beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penghalang penerapan vaksinasi tersebut. Salah satunya adalah adanya mitos-mitos seputar vaksin yang masih ada di tengah masyarakat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) keraguan publik dalam menerima vaksin turut berperan sebagai salah satu dari sepuluh point yang menjadi ancaman kesehatan global. Dengan semikian, tentunya penting untuk dapat mengatasi mitos-mitos yang lebih banyak bersifat negatif tersebut, sehingga tidak menjadi penghalang dalam memasyarakatkan vaksin COVID-19 ini nantinya.

Di antara mitos yang berlaku adalah adanya pendapat yang mengatakan bahwa orang yang telah diimunisasi masih bisa jatuh sakit. Rumor ini umumnya berasal dari kondisi general yang terjadi saat seseorang (terutama anak-anak) menjadi demam begitu mendapatkan vaksin.  Meski anak mengalami sakit, sebenarnya ini merupakan reaksi normal tubuh saat menerima vaksin yang merupakan benda asing, dimana tingkat keparahan yang dialami pasien imunisasi sebenarnya tergolong sangat ringan. Demam tersebut biasanya tidak berlangsung lama dan dapat diatasi dengan obat-obat generic yang mudah didapatkan.

Faktor kedua yang membuat orang ragu adalah adanya mitos vaksin mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Vaksin yang sudah diproduksi massal harusnya telah memenuhi syarat klinis utama yaitu aman, efektif, stabil, dan efisien dari segi biaya. Artinya, vaksin yang tersedia mutlak untuk tidak memiliki kandungan zat berbahaya. Selain itu, setelah diterapkan ke masyarakat luas, vaksin juga akan terus dimonitoring oleh lembaga terkait yang dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Jika vaksin yang awalnya dinyatakan aman, tetapi kemudian berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan, maka BPOM sendiri yang nantinya akan menarik dari masyarakat.

Mitos yang ketiga yaitu vaksin mengandung sel janin hasil aborsi. Virus memang perlu hidup pada inang yang berupa sel hidup untuk bisa bertahan hidup dan berkembang biak, agar bisa dianalisis dan dicarikan penangkalnya.  Dalam proses pembuatan vaksin, virus dikondisikan menginfeksi sel hidup secara berulang agar sifat dan kelemahannya dapat dipantau.

Dalam dunia medis dan farmasi modern, replikasi virus ini dilakukan pada sel-sel hewan percobaan yang sudah disetujui secara global, bukan dengan menggunakan sel manusia. Isu ini mungkin berasal dari kejadian di sekitar tahun 1960-an, dimana janin hasil aborsi digunakan secara legal untuk membuat vaksin. Hal ini kemudian telah dilarang dan tentu saja untuk vaksin COVID-19 yang akan digunakan secara massal nanti, sangat merisihkan jika berasal dari metoda yang telah dilarang tersebut.

Mitos keempat yaitu orang yang sudah sembuh dari suatu penyakit, tidak perlu divaksin lagi. Pada kasus COVID-19 saat ini pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, ternyata masih berpeluang terinfeksi lagi yang kedua kalinya. Banyak riset menunjukkan bahwa penurunan angka vaksinasi tertentu dapat memicu kenaikan penyakit spesifik yang dilawan oleh kandungan vaksin tersebut. Hal ini sempat terjadi di Indonesia pada pertengahan akhir 2017 lalu.

Awalnya wabah difteri yang terjadi di Jawa kemudian merambah ke Sumatra akibat pengacuhan oleh pihak-pihak terkait. Sehingga pemerintah pun memutuskan untuk melakukan imunisasi nasional dan menggratiskan imunisasi difteri hingga usia 19 tahun. Polio sempat muncul kembali di Papua, padahal kita pernah dapat bendera bebas polio dari WHO. Campak rubella adalah contoh ancaman lain, karena anggapan yang tidak benar tadi masih dianut sebagian besar masyrakat kita.

 Kelima yaitu mengenai isu halal-haram vaksin. Hal ini sangat sensitif sekali terutama pada negara-negara mayoritas muslim, termasuk Indonesia. Untuk masalah ini, biasanya pemerintah selalu berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menetapkan status kebolehan vaksin ini untuk dipakai masyarakat.

Walaupun sebenarnya dalam pembuatan antivirus sangat dimungkinkan tanpa menggunakan substansi yang berasal dari hewan atau benda yang diharamkan agama, tetapi keraguan yang ada di masyarakat tetap perlu dihilangkan melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh badan terkait. Dalam islam sendiri, terdapat hokum darurat yang membolehkan umatnya untuk mengkonsumsi sesuatu yang awalnya bersifat haram, tetapi karena kondisi yang mendesak dan menyangkut keselamatan orang banyak, menjadi boleh untuk dikonsumsi. Maka, kesigapan terutama dari MUI akan sangat diperlukan untuk mengkondisikan ummat dalam menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tersebut.

Meskipun banyak sekali isu-isu yang beredar ditengah  masyarakat, jarang sekali yang terbukti kebenarannya. Apalagi yang memberikan manfaat positif kepada masyarakat banyak. Untuk mencegah kerugian yang sebenarnya tidak perlu timbul akibat hal ini, masyarakat perlu memahami hal-hal penting seputar vaksin dan penerapannya ditengah masyarakat. Negara melalui perpanjangan tangannya di lembaga-lembaga seperti BPOM, LIPI, MUI harus berkoordinasi dalam meyadartahukan masyarakat luas yang tengah resah akibat pandemik yang telah berlangsung hampir setahun ini. Tentunya akan sangat kontra-produktif dan lucu sekali, ketika vaksinnya sendiri sudah siap dipakai justru masyarakatnya yang tidak siap untuk menggunakannya.

Oleh : DAHNI ALFANDY
(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer