Connect with us

News

Memburu Kuliner Halal Bagi Pemudik dan Wisatawan

Memburu Kuliner Halal Bagi Pemudik dan Wisatawan


Oleh: Abdullah Amrin, SE, M.M

Traveling tanpa wisata kuliner rasanya kuranglah lengkap, maka tidak heran jika para wisatawan atau traveler yang merencanakan kegiatan wisata kuliner dalam itinerary mereka.

Memburu untuk mencicipi makanan khas atau makanan lokal suatu daerah yang sedang hits di destinasi traveling menjadi agenda wajib karena makanan tersebut tidak ada di daerah kita.

Namun mencari kuliner di destinasi yang baru kita kenal, bukanlah hal mudah. Banyak hal yang menjadi hambatan untuk menemukan obyek kuliner sesuai tujuan.

Hambatan tersebut diantranya ketidaktahuan tempat bersantap? makanan khas setempat? harga makanan tersebut apakah terangkau dengan kita? Dan yang paling penting apakah kuliner tersebut halal..?

Biaya makan dan restaurant halal selama traveling adalah salah satu masalah terbesar di dalam wisata kuliner. Kita harus bisa mengatur pengeluaran dan memilih tempat makan halal. Jangan sampai di tengah-tengah masa liburan, kita mengalami kesulitan untuk dua hal tersebut.

Jika hal seperti ini sampai terjadi, maka bukan hanya keuangan yang akan terganggu, namun ketenangan bathin dan sisa waktu perjalanan menjadi tidak menyenangkan lagi.

Nah, agar suasana kegembiraan liburan tidak rusak karena gangguan semacam itu, berikut beberapa hal yang harus kita ketahui dalam mencari kulineran halal dan terjangkau.

Rumah makan halal

Rumah makan Halal atau restourant Halal merupakan salah satu komponen dari wisata halal. Restaurant halal mengajikan menu makanan dan minuman yang halal dan toyiba yang telah disertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia, suasana yang Islami dan tersedianya tempat ibadah.

Pramusaji yang sopan dan berakhlak (beretika) yang mulia dari tutur kata dan seragam (uniform) yang digunakan tidak menampakan aurat sedikitpun.

Terhindar dari unsur makanan dan minuman yang diharamkan oleh ummat islam seperti daging babi, daging anjing, daging ular dan daging lainnya yang disembelih tidak secara Islami.

Minuman yang disajikan tidak mengandung unsur alkohol dan berbagai jenis racikan yang dapat memabukan dan merusak keimanan. Bahan makanan dan minuman haruslah yang halal dari segi agama dan baik dari segi gizi dan kesehatan, sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam surat-surat berikut :

“Hai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”

(QS. al-Baqarah [2]: 168).

“Hai orang yang beriman! Makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”

(QS. al-Baqarah [2]: 172).

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”

(QS. al-Baqarah [2]: 173).

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,darah, daging babi, (da-ging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul,yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu memakan hewan) yang disembelih untuk berhala…”

(QS. al-Maidah [5]: 3).

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

(QS. al- Maidah [5]: 88).

“Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, darah yang mengalir, atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor– atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas,maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang”

(QS. al-Anam [6]: 145)

.

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya menyembah”

(QS. an-Nahl [16]: 114).

Kebersihan Peralatan makan dan minum serta wadah memasak yang digunakan bersih dari unsur berbagai jenis najis (toyib).peralatan tersebut sebelumnya tidak pernah digunakan untuk menyajikan makanan dan minuman yang mengandung najis., dimana dalam sistem Islam kebersihan bahan makanan dan wadah harus terjaga (hygine), Wadah harus bersih dan terhindar dari najis. Sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam surat-surat berikut :

“… dan ia (Nabi) mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” (QS. al-Araf [7]: 157).

Maksud buruk (khaba its) di sini menurut ulama adalah najis.

“…Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. al-Baqarah [2]:195.

Menghindari bahan makan dan minuman yang diragukan ke-halalan dan kebaikkannya. Sebagaimana hadist tersebut dibawah ini.

“Yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas; dan di antara keduanya ada hal-hal yang (syubhat) samar-samar, tidak jelas halal haramnya), kebanyakan manusia tidak mengetahui hukumnya. Barang siapa hati-hati dari perkara syubhat, sungguh ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya…” (HR. Muslim).

Menurut kaidah Fiqih mengenai makanan dan minuman berdasarkan hal-hal berikut ini :

– Hukum asal sesuatu yang bermanfaat adalah boleh dan hukum asal sesuatu yang berbahaya adalah haram.

– Hukum asal mengenai sesuatu adalah boleh selama tidak ada dalil muktabar yang mengharamkanya.

Hiburan life music ataupun nonlife music yang disajikan baik dari unsur artis, syair lagu dan irama yang dibawahkan mengandung kebaikan yang dapat mendorong orang yang mengaksikan dan mendengar menjadi lebih baik dalam berbagai aktivitasnya.Misalnya hiburan yang mengandung nilai religi dan mengagungkan kebesaran Sang Maha Pencipta.

Sarana penunjang restouran seperti tempat ibadah dan toilet yang cukup bersih dan memadai agar pelanggan merasa nyaman ketika hendak buang hajat dan melakukan ibadah sholat. Musholah tidak harus terlalu besar tapi cukup untuk melakukan sholat berjamaah.

Menikmati kuliner halal dan terjangkau membuat ketenangangan lahir dan bathin dalam traveling yang indah dan mempesona. (*)


*/ Penulis adalah Kepala Program Study Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Risiko dan Asuransi. Penulis buku “Asuransi Pariwisata dan Peluang Pariwisata Syariah”. Email: [email protected]

Editor/Sumber: Reza s.

PADANG – Ratusan warga Muhammadiyah Wilayah dan daerah serta Ortom yang ada di Padang, Sumatera Barat, Jumat,…

PADANG – Sinergitas yang dibangun Pemuda Muhammadiyah Sumbar dan ummat terus berlanjut selama bulan suci Ramadhan….

BOLA – Piala Dunia (PD) 2018 Rusia bakal segera bergulir. Setiap tim nasional (timnas) bakal diperkuat 23 pemain…

TANAH DATAR – Gelaran Sunaik (red*Sunatan) Massal Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Tanah Datar, Sumbar, berlangsung…

PADANG PARIAMAN – Lebaran tinggal menghitung hari Anggota Kodim (Komando Distrik Militer) 0308 Pariaman l menggelar…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Tak Percaya Tuduhan Teroris ke Munarman – Fadli Zon

Fadli Zon Heran Menko PMK Sebut Keluarga Miskin Lahir dari Faktor Besanan


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, turut mengomentari penangkapan eks Sekum FPI Munarman oleh Densus 88 Anti Teror. Fadli Zon mengaku tak percaya terkait keterlibatan Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme.⁣

Pernyataan itu disampaikan oleh Fadli Zon lewat akun Twitter @fadlizon seperti dilihat, Rabu (28/4/2021). Fadli Zon menilai tuduhan teroris kepada Munarman terlalu mengada-ngada.⁣

Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror menangkap Munarman di kediamannya pada Selasa (27/4) sore kemarin. Munarman ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota.⁣

Sementara itu, tim kuasa hukum Munarman, Hariandi Nasution, membantah kliennya terlibat ISIS. Munarman, kata Hariandi, justru menolak aksi-aksi terorisme

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Separatis – Fadli Zon

Sebut KKB Bukan Kriminal Biasa, Fadli Zon: Mereka Separatis


Anggota DPR RI, Fadli Zon meminta adanya perubahan terminologi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Baginya, mereka sudah termasuk separatis.

Menurut Fadli Zon, KKB bukan kriminal bersenjata biasa. Mereka adalah kelompok separatis, dengan demikian seharusnya tindakannya berbeda. “Dengan adanya separatis, mereka yang di garis depan adalah TNI dan Polri,” ujar Fadli, yang ditemui di Kota Cirebon, Senin (26/4/2021).

Menurut dia, KKB layak dikategorikan separatis karena tuntutannya adalah membentuk negara atau merdeka.

Karenanya, perubahan terminologi KKB mendesak dan penting dilakukan. “Kalau kelompok kriminal, yang di depan adalah polisi. Kalau separatis, yang di depan TNI,” tegasnya.

Pemerintah, sambung politisi Partai z Gerindra ini, harus segera menetapkan perubahan terminologi tersebut. “Ini seolah ada penghalusan. Di tempat lain, kita mudah memberi cap teroris, radikal,” tandasnya.

Setelah TNI di depan, kata dia, yang penting semuanya terukur. Jangan sampai banyak korban. “Paling penting kelompok separatis ini ditangani diterukur,” katanya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Semoga Ada Mukjizat – Fadli Zon

Kapal Selam Nanggala 402 Belum Ditemukan, Fadli Zon: Semoga Ada Mukjizat


Anggota Komisi I DPR Fadli Zon mendoakan agar seluruh awak kapal selam milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402selamat.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini berharap ada mukjizat. “Semoga di bulan suci Ramadhan ini ada mukjizat keselamatan bagi para prajurit KRI Nanggala 402. Al Fatihah,” cuit Fadli dikutip dari lini masa Twitter @fadlizon, Sabtu (24/4/2021).

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402.

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402

Diketahui, hingga kini KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang mengangkut 53 awak tersebut belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu dikabarkan hilang kontak saat menjalani latihan di perairan Bali Utara sejak Rabu 21 April 2021, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

TNI sendiri telah mengerahkan 21 KRI untuk mencari Nanggala-402 beserta seluruh prajurit dan kru kapal, yang total-nya mencapai 53 orang.

Selain itu ada 4 kapal lain dari kepolisian yang membantu pencarian, yakni Gelatik, Enggang, Barata, dan Balam. Keempat kapal itu disebut dilengkapi dengan ROV atau remotely operated underwater vehicle.

Negara-negara sahabat juga mengirimkan perbantuan kapal seperti kapal MV Swift Rescue dari Singapura, Mega Bakti dari Malaysia masih dalam perjalanan, HMAS Ballarat dan Sirius dari Australia, kapal India dan pesawat Poseidon dari Amerika Serikat.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer