Connect with us

News

Menuai Taqwa, Jiwa Tenteram dan Negeri yang Damai

Menuai Taqwa, Jiwa Tenteram dan Negeri yang Damai


dr. Hardisman, MHID, PhD

Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD

Ramadhan tahun 1439 Hijriah ini tinggal empat hari lagi. Tak terasa begitu cepat waktu berlalu yang kita lewati. Puasa dan ibadah Ramadhan yang dilakukan sejatinya akan menghantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa (QS Al-Baqarah [2]:183). Tatkala sampai dipenghujung ini, pertanyaan besarnya adalah berhasilkan kita mencapai maqam taqwa itu?

Karakter Orang Bertaqwa

Banyak dalil-dalil ayat Al-Quran yang menerangkan bagaimana tanda, sikap, dan perilaku orang-orang yang bertaqwa itu, diantaranya Surat Al-Baqarah [2]:2-5, Ali Imran [3]:15-17 dan 33-134, Al-Furqan [25]:63-64.

Berdasarkan ayat-ayat tersebut, Allah subhanahu wataala menjelaskan bahwa taqwa itu dilandasi dengan iman, taat akan perintah-Nya, yang kemudian mendirikan shalat, banyak berzikir dan istighfar, banyak mendirikan shalat malam, rendah hati, kata-katanya terjaga, dan meinfaqkan rezki yang teah dikarunia Allah subhanahu wataala di jalan yang benar. Maka dengan mengenal ciri-cirinya tersebut, kita dapat menilai apakah kita termasuk bahagian di dalamnya. Apakah karakter-karakter itu sudah melekat pada diri kita, atau apaling tidak Ramadhan tahun ini telah menghantarkan kita kearah itu.

Pertama, orang yang bertaqwa itu kokoh imannya, sehingga dengan iman yang kokoh itulah ia ikhlas dan malaksanakan ibadah, terutama mendirikan shalat (QS Al-Baqarah [2]:2-3). Mendirikan shalat adalah shalat yang terjaga (hafizuun), khusuk (khasiuun) dan tanpa putus (daimuun) (lihat QS Al-Muminun [23]:1-2, 9, dan Al-Maarij [70]:22-23).

Shalat yang khusuk dan terjaga adalah orang-orang yang tidak lalai dalam shalatnya baik dari hal waktunya ataupun dalam shalat itu sendiri yang tidak ada riya (QS Al-Maun [107]:5-6). Shalat yang khusuk, terjaga, dan tanpa putus adalah semata-mata mengingat Allah subhanahu watala (QS Thaha [20]:14), sehingga semua tujuan dan pengharapan yang ia inginkan hanyalah balasasan dari Allah subhanahu wataala itu dan Ridha Nya.

Shalat yang terjaga dan tanpa putus juga merupakan shalat yang berbekas dalam akhlak dan perilaku, yang tercegah dari melakukan perbuatan tercela dan berakhlak mulia pada sesama (QS Al-Ankabut [29]:45). Begitulah karakter orang yang bertaqwa dalam shalatnya yang kemudian buahnya dalam kehidupan sosial.

Kedua, tanda ketaqwaan itu adalah mendirikan shalat malam (Lihat QS Adz-Dzariyat [51]:17, Al-Furqan [25]:64, As-sajadah [32]:15-17). Shalat malam dapat menjadi ukuran keikhlasan, karena shalat ditengah malamlah yang jauh dari riya dan sumah, yang untuk dikenal, dilihat dan didengar orang lain. Pada saat bangun tengah malam, kemudian seseorang mampu mendirikan malamnya dan kemudian ibadah, hampir dipastikan ia lakukan itu hanya untuk mendapatkan Ridha Allah subhanahu wataala.

Keikhlasan itu juga lahir dari buah menundukkan syahwat dan keinginan duniawi. Orang yang mampu bangun tengah malam kemudian beribadah tatkala orang lain terlelap nyenyak, adalah mereka yang telah menundukkan kantuk dan keinginnannya untuk tidur. Sehingga dengan keihklasan dan kesungguhan inilah Allah subhanahu wataala telah janjikan akan mengangkat derajat orang mendirikan shalat malam untuk mendapatkan tempat yang mulia (maqamam mahmuda) yang tidak dapat diraih dengan ibadah lainnya (Al-Isra [17]:79). Keikhlasan dan kekhusukan dalam ibadah itu pulalah yang menghantarkan ketenteram dan kesehatan jiwa dan raga.

Ketiga, karakter orang bertaqwa itu adalah orang yang senantiasa berbuat baik atau berakhlak mulia, rendah hati, santun dan sabar (QS Adz-Dzariyat [51]:15-16, Ali-Imran [3]:133, Al-Fuqan [25]:63). Akhlak mulia orang yang bertaqwa tercermin dari lisannya yang terjaga. Kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah kata yang mengandung kabaikan dan kesejukan. Bahkan, ketika orang mengucapkan kata yang tidak menyenangkan kepadanya, ia mampu memberikan respon yang baik (QS Al-Furqan (25):63 dan Ali Imran [3]:134). Mereka adalah yang mampu menggunakan akal, ilmu dan potensinya untuk responsif terhadap segala permasalahan, dan bukan menjadi reaktif. Sikap dan tindakannya menjadi terukur bagaimana seharusnya bertindak terhadap perilaku orang lain kepadanya.

Keempat, cerminan dari keikhlasan dan akhlak yang baik dari taqwa itu adalah mampu berbagi rezki yang dimilikinya (QS Al-Baqarah [2]:2-3 dan Ali Imran [3]:134). Bahkan dalam kedaan lapang ataupun sempitnya sekalipun. Jika ia melihat ada yang lebih membutuhkan, maka dengan kapasitas kesanggupannya ia akan ikhlas untuk berbagi. Iman yang melahirkan ketaqwaan pada seseorang akan menumbuhkan kesadaran bahwa dalam rezki yang dipunyainya ada hak-hak orang lain yang telah digariskan dalam syariah agama. Maka ia bahagia bisa mengeluarkan hartanya untuk berbagi dengan yang lainnya, baik zakat yang wajib ataupun yang lebih dari itu, mulai kewajiban pada kerabat, tetangga, anak yatim dan fakir miskin.

Menuai Kedamaian dan Kemenangan

Jika mukmin yang berpuasa di Ramadhan ini telah mendapatkan atau mempunyai karakter taqwa maka tentunya akan muncul kedamaian dalam diri dan lingkungan sosialnya. Baginya ada ketenangan dan ketenteraman jiwa, dan dalam lingkungan bermasyarakat ada kepedulian dan saling tegur sapa, yang saling bantu tatkala susah dan berbagi tatkala bahagia. Kepedulian dan saling tegur sapa akan menciptakan lingkungan yang nyaman dan damai.

Inilah salah satu makna yang disebutkan dan dijanjikan oleh Allah subhanahu watala bahwa jika penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa maka akan diberikan kepada mereka limpahan rahmat dan berkah dari bumi dan langit (Al-Araf [7]:96). Jika sekiranya kampung kita jauh dari ketenteraman dan kedamaian, jika daerah atau negeri kita masih banyak keributan antar sesama dan kejahatan; maka menjadi instropeksi bersama dalam masyarakat, bahwa kita masih jauh dari karakter taqwa yang telah dijelaskan Allah subhanahu wataala dalam Al-Quran.

Jika karakter taqwa mampu diraih, maka akan menghantarkan ketenteraman personal, serta menciptakan kedamaian lingkungan sosial. Selanjutya, orang-orang memiliki karakter tagwa itu juga dijanjikan Allah subhanhu wataala mendapatkan kemenangan yang besar (QS Al-Ahzab [33]:71). Salah satu kemenangan yang agung ini adalah menjadi orang paling mulia disisi-Nya (QS Al-Hujurat [49]:13). Sehingga dengan kemuliaan kedudukannya itu, orang yang bertaqwa senantiasa mendapatkan pertolongan-Nya atas segala persoalan hidup, dan bahkan Dia menjajikan akan diberikan rezki dan segala kemudahan dari apa yang tidak diduga sebelumnya (QS Ath-Thalaq [65]:2-4).

Allah subhanahu wataala juga Berfirman bahwa bagi orang yang bertaqwa itu dikaruniai Rahmat-Nya (QS Al-Hadid [57]:28), senantiasa mendapatkan bimbingan-Nya dalam kebaikan dan mendapatkan ampunan-Nya (QS Al-Ahzab [33]:70-71, Al-Anfal [8]:29). Pada hari akhir kelak, Allah subhanahu wataala juga telah menjanjikan bahwa balasannya adalah surganya (QS Ali Imran [3]:15 dan 136). Semoga kita adalah bahagian didalamnya; menggapai taqwa yang tercermin dalam karakter ibadah dan akhlak mulia, dan menuai kemenangan. Aamiin. (*)

*) Penulis adalah dosen Fakultas Kedokteran Unand, Ketua Program Pascasarjana Kesmas & Manajemen RS, email: [email protected]

Editor/Sumber: Reza s.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan alasannya membeli tempat sampah yang diimpor dari Jerman. Ia…

PASAMAN BARAT – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengingatkan agar Kabupaten Pasaman Barat hingga akhir tahun…

PADANG PANJANG – Lagi-lagi, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Padang Panjang, tepatnya di Jalan…

PARIAMAN – Petugas Lapas KLS II B Karan Aur, Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menggagalkan penyelundupan Narkoba jenis…



LIMAPULUH KOTA – Play Over Kelok 9 merupakan salahsatu tempat yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun luar…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer