Connect with us

Kolom & Opini

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona – siarminang.net

Mimpi bertemu sang Ayah, "Sang Datuk" nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona – Beritasumbar.com

Oleh : Gusri Efendi

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Sebagian orang mungkin tidak percaya dengan adanya mimpi karena dia hanya mainan hidup tapi bagi sebagian orang masih percaya akan takwilnya mimpi apalagi jika bermimpi bertemu dengan orang-orang pilihan seperti mimpi bertemu seorang Nabi dan seorang Syeikh atau bisa jadi bertemu dengan seserang yang dicintainya.

Malam itu (19/1/2021) kami lebih awal ketimbang hari-hari sebelumnya, insya Allah sebelum tidur dipastikan tidak sekali dua kali kami mengucapkan doa tidur yang telah diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Sambil tidurpun sempat kami sempat memutar YouTube dakwah seorang mantan Kapolda Sulsel yang viral dengan model dakwahnya yang menarik ketika masih menjabat yakni Bapak Irjen Umar.

Malam itu terasa tidur dengan pulas dan cukup nyaman di sebuah pondokan seorang bapak angkat yang alhamdulillah juga baik dan banyak warga yang tahu ternyata beliau juga seorang Habaib di Kelapa 4 Sungai Kunyit Mempawah Kalimantan Barat dimana kami mengabdi saat ini.

Ditengah tidur, tiba-tiba kami berjumpa dengan ayah “Kardiman” nama beliau, saat itu terasa berada dirumah lama di Padang Tiakar Hilir Kecamatan Payakumbuh Timur Sumatera Barat dimana kami pernah lahir dan tumbuh besar sejak kecil hingga tamat SMA. Seperti biasa kami sering bantu-bantu beliau jika berada dirumah ketika beliau sibuk bekerja khususnya lagi “Menambal Ban” sebagai profesi tambahan beliau sebagai seorang “Mekanikal” alias Perbengkelan. Namun situasinya bukan saat masih kecil tapi seperti saat ini yang sudah memiliki seorang Istri dan 6 orang anak, ini hal lucu dan keanehannya dalam mimpi kali ini.

Disaat sibuk-sibuk membantu seperti biasa beliau selalu memperhatikan apa yang kami kerjakan apalagi ketika ada sebuah kesalahan, sebagai anak bukan generasi milineal kami masih takut dan berhat-hati jika bersama sang Ayah almarhum Datuknya sang anak-anak kami saat ini.

Jangankan disaat marah ketika beliau diam dan melirik saja kami sudah mulai berfikir apa gerangan kesalahan yang terjadi apalagi disaat beliau marah; dipastikan kami mencoba mengkoreksi diri, apalagi beliau bukan orang bertype ekstrover seperti saya anaknya. Beliau bertype introver dimana banyak bekerja atau bergerak ketimbang banyak bicara, boleh dikata sedikit bicara banyak bekerja.

Tiba-tiba disaat mencongkel ban memang ada sebuah kesalahan, sehingga beliau marah-marah dan ceramahi kami. “Kenapa masih ada kesalahan jika sudah berkali-kali saya ajarkan & mengerjakannya” ujar beliau. Kalau dulu masih kecil mungkin saya langsung jadi galau dan gusar bahkan sesekali penuh kesal dalam menanggapinya.

Tapi kali ini tidak demikian disaat mimpi kali ini, kami lebih tenang dan santai dalam menanggapinya serta terasa sedikit bertengkar dan menjawab “tak pa pa apa marah karena memang saya yang salah, kalau benarpun apapun yang saya kerjakan jika saya tanggapi tetap salah karena bisa jadi durhaka” ujar kami dalam mimpi dengan suasana tertegun.

Mendengar jawaban itu beliau akhirnya tersenyum, bahkan dalam situasi bekerja beliau yang akhirnya jarang berbicara banyak berbincang-bincang alias “ceracau” bahkan penuh semangat layaknya bersama orang dewasa lainnya. Alur cerita baru mulai dari saat menyindir kami soal wanita yang sempat beliau tuduh “mata buaya” tapi saya bantah dengan fakta bahwa “bukan pa”, karena seumur-umur memang kami baru sekali kami punya seorang teman wanita alias “pacar” sehingga saya jawab dengan seloroh “eeeit, setahu saya pa, saya cuma sekali punya pacar itupun bohong-bohongan tapi sejak dipisah tidak lagi mau pacaran sampai tamat kuliahan dan bahkan mengharamkan berpacaran lagi sampai memutuskan menikah dengan istri yang saat ini, tapi diakui memang banyak disukai dan dekat dengan teman-teman wanita cantik itu benar, hingga banyak yang salah paham dengan saya” sambil ketawa-ketiwi dalam mimpi bersama beliau.

Cerita berlanjut ketika beliau menanggapi aksi demo mahasiswa yang menyebabkan akhirnya saya dipenjara saat masih jadi aktivis mahasiswa, disaat ini memang lagi jaya-jayanya pegang tampuk kekuasaan sebuah Unit Kegiatan Kampus WP2SosPol-UNP namanya; sebuah unit kegiatan kampus yang memang fokus dalam memperjuangkan nasib mahasiswa dalam berbagai issue keadilan dan kepedulian sosial politik khususnya bagi para mahasiswa dan masyarakat pada umumnya sebagai seorang Sekretaris Jenderal. Beliau memang mengkritik juga habis-habisan apa yang kami lakukan saat itu padahal seharusnya sudah harus tamat kuliah namun rela mejadi aktivis “mapala” alias mahasiswa paling lama atau mahasiswa abadi, bayangka saja kami baru dapat selesaikan kuliah dalam massa 8 tahun atau lebih kurang dari tahun 2008 s/d 2016.

Hingga saat ini kami menilai beliau adalah seorang bapak yang baik dan penuh pengertian, meski sering berseberangan dengan kami sebagai sang anak ujungnya beliau masih tetap ingin berdamai dengan situasi. Beliau mangatakan “entah apa kerjaanmu bisa lama selesai kuliah kerja ini dan itu dikampus sampai hingga masuk penjara segala gegera demo kerja sia-sia alias kerja lapuak” ujarnya. Namun saya tetap jawab dengan tenang berseloroh lagi “Bapak jangan salah, sejak kecil anak bapak ini sudah ditakdirkan sebagai seorang pemimpin, bayangkan dari sejak SD menjabat sebagai seorang ketua kelas, di SMP ketua OSIS, di SMA juga demikian bahkan banyak jabatan lainnya, jadi mungkin nasib kita memang berbeda pa untuk hal ini” ujar saya tersenyum lagi bersama beliau.

Ceracau beliau yang dikenal pendiam ini kemudian kembali berlanjut, bahasa beliau memang terkenal punya sindiran keras sebagaimana idiom keluarga besar beliau yang di kenal keturunan orang “Koto” dikampung saya, sebuah marga atau suku di Minangkabau kampung halaman kami. Bicaranya sesekali tapi cukup terasa menyakitkan bagi mereka yang tidak memahami latar belakang beliau itu. Anehnya beliau berbicara tentang situasi saat ini yang sedang dilanda issue Covid-19 padahal beliau sudah belasan tahun lalu mangkat. Mana mungkin beliau tahu soal Covid-19 yang disaat beliau masih hidup tidak pernah mendengar apalagi merasakannya.

Dalam ceracau beliau itu dengan sangat lugas menyampaikan tentang keanehan dan kelucuan yang terjadi saat ini, dimana situasi negara yang terasa kacau dan akut saat ini. Terkesan dalam cerita beliau seperti sependapat dengan pemikiran kami yang saat ini berkembang sebagaimana situasi yang ada. “Covid-19 alias virus Corona saat ini memang aneh, ini seperti sebuah skenario besar yang melanda bangsa, semua kita seperti (kebo yang di cucuk hidungnya) alias menurut saja dengan situasi yang ada dan tidak berdaya untuk melawannya” ujarnya sinis. Untuk hal ini kami tidak menanggapinya tapi hanya mengeluarkan senyum lebar saja karena sudah terasa agak sependapat.

Sikap beliau dalam ceracau yang terakhirnya terasa hampir sama di saat kami dulu terjebak dengan kasus aksi demo dahulu di tahun 2014. Dimana disaat-saat genting kami terancam di Droup Out (DO) dari perkuliahan dan penjara karena menjadi pimpinan demo di Universitas Negeri Padang saat itu beliau memanggil khusus kami ke kampung halaman. Selepas diskusi tentang apa yang terjadi dikampus saat itu beliau mengatakan “jika itu yang kami perjuangkan, bismillah selamat berjuang sampai selesai bahkan sampai mati (tabujua lalu tabalintang patah)” ujarnya tegas sambil berikan sebuah rahasia kehidupan.

Meskipun dalam penilaian kami terhadap beliau sesudah beliau wafat ternyata beliaulah orang dalam keluarga yang paling tidak siap menerima keadaan hidup saat itu. Sehingga ketika wafat terlihat dalam keadaan tidak siap dan terkejut selepas mendapatkan perawatan keras disebuah rumah sakit umum di Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Beliau pergi selamanya dengan memendam kesedihan dan kejutan tapi dengan wajah yang berseri-seri bahkan menurut cerita masyarakat di sholatkan banyak orang di sebuah masjid di Nagari Sariaklaweh Kec. Akabiluru Kab. Limapuluh Kota Sumatera Barat saat itu.

Singkat cerita, kami berpisah dengan sebuah kedamaian dan kesejukan, sehingga kami terbangun pagi-pagi dengan sebuah senyuman namun penuh debaran dan gumam “tumben sang ayah tercinta hadir dalam mimpi tidur pulas malam ini” sambil memberikan hadiah doa khusus bagi beliau “Allahumma firlahu warhamhu….” dan kemudian membaca doa bangun tidur kembali. Sontak secara tidak sadar air mata seperti berkaca-kaca, rindu pada sang ayah yang hebat dan tercinta bisa terobati kembali dalam hidup ini, sungguh kami merasa termasuk orang beruntung juga bertemu dengan sosok beliau.

Tak berfikir lama, bakat sisipan sebagai penulis akhirnya mendorong kami untuk segera membuka loptop dan mencoba untuk menulis kisah ini, tujuannya hanya sederhana sekali yakni “setidaknya ini akan menjadi kisah haru bagi anak-anak kami yang alhamdulillah dikaruniai jumlahnya lumayan, 3 pasang putra-putri dan sebentar lagi akan menjadi 7 orang jika dikarunia Allah kembali dalam waktu dekat ini”. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan magfirah serta rezeki yang halal dan toyyib bagi kami segenap keluarga dan pembaca semua, Amin ya Rabb. Melanjutkan perjuangan para pendahulu Ayah, Kakek dan Buyut kami yang mungkin terkenal idealis dan juga garang (kritis) di negeri asal kami Sariaklaweh; kampung tercinta yang tak pernah terlupakan. Wallahu`alam.



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kolom & Opini

Kita Pancasila – siarminang.net

Kita Pancasila – Beritasumbar.com

Oleh : Adi Saputra

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Lima sila dari Pancasila, dasar negara kita yang akhir-akhir ini semakin dilupakan dan disepelekan oleh generasi baru anak bangsa. Bahkan ada juga seorang tokoh intelektual yang lahir dan hidup sembari menikmati seluruh kebaikan Indonesia, dianggap sebagai ideologi yang gagal.

Perlahan Pancasila mulai dipudarkan, ideologi-ideologi dari luar dianggap lebih layak dan dipelajari anak-anak muda masa kini.

Mengacu pada kenyataan-kenyataan upaya pemudaran nilai-nilai luhur Pancasila, Balai Pancasila Institute membedah apa yang menjadi rumusan tersebut supaya memberikan sumbangan pemikiran, pijakan dan arah yang jelas bagi bangsa ini untuk menjadi bangsa besar sesuai dengan cita-cita dan tujuan didirikannya bangsa ini oleh semua komponen pendiri bangsa yang mewakili seluruh anak bangsa, tentunya sesuai dan berdasarkan Pancasila.

Apapun bangsanya pasti memiliki jalan sendiri sesuai karakter dan sejarah bangsa itu sendiri. Itulah sebab mengapa dunia ini terdiri dari berbagai bangsa, suku dan agama.

Sebenarnya para pendiri kita sudah meletakkan dasar bernegara yaitu Pancasila, sebuah penggalian berdasarkan sejarah kejayaan bangsa ketika itu dan karakter bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama, tetapi memiliki satu kesamaan dalam hal adat istiadat ketimuran.

Namun, kenapa seakan-akan Pancasila hanya dianggap jargon semata dan tampak sulit mewujudkannya? Jawabannya adalah karena sebagian besar orang memandang Pancasila tidak secara sederhana, dan tidak melihat dari sudut pandang sebagai rakyat Indonesia yang memiliki adat istiadat ketimuran.

Untuk mewujudkan sebuah negara yang besar sangatlah sederhana hanya dengan syarat setiap warga negara Indonesia melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen.

Setiap anak bangsa Indonesia akan merasa mempunyai satu ibu, walau berbeda suku, ras dan agama namun ia akan tetap mengayomi juga merangkul siapapun dan bagaimanapun sesuai hak dan kewajibanya berdasarkan konstitusi.

Maka jadilah kita bangsa yang besar yang bangga dan mempunyai karakter yang kuat. Tetap bersatu walau dengan jutaan perbedaan, tetap bersatu dalam membangun bangsa kita, bangsa Indonesia karena kita pancasila. Jayalah bangsaku!



Sumber

Baca Selengkapnya

Kolom & Opini

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini – siarminang.net

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini – Beritasumbar.com

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa. Hal tersebut dapat terlihat dalam penelitian yang dilakukan oleh Kaimuddin tentang implementasi pendidikan karakter, menunjukkan bahwa “Kurikulum 2013 berorientasi pada pengembangan pendidikan karakter yang bersifat tematik integratif melalui budaya, pengembangan, maupun kegiatan ekstrakurikuler yang berlaku di sekolah untuk menangkis pengaruh negatif dari luar”.

Pendidikan karakter sangat penting untuk membangun kembali peradaban bangsa. Peran lembaga pendidikan diharapkan lebih proaktif, kreatif dan inovatif dalam merancang proses pembelajaran yang benar-benar mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan karakter. Dalam konteks inilah, proses pendidikan karakter perlu dirancang secara holistik dan kontekstual sehingga mampu membangun pemikiran yang dialogis-kritis dalam membentuk manusia yang berkarakter. Pendidikan harus menjadi “the power in building character”.

Banyak bangsa yang maju di dunia yang berawal dari karakter unggul yang dimiliki warganya. Bangsa yang ingin maju, berdaulat, dan sejahtera membutuhkan karakter yang kuat. Kesejahteraan sebuah bangsa bermula dari karakter kuat warganya (Marcus Tutillus 106-43 SM).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, pendikan karakter ini sangat penting untuk murid, karena jika anak sudah memiliki sifat atau karakter yang baik dari kecil, maka akan menimbulkan dampak postif untuk kedepannya. Hal pertama sekaliyang diajarkan kepada anak adalah sopan santun, bagaimana dia bergaul dengan teman sebaya, bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

Pendidikan karakter menjadi sebuah komitmen mengenai langkah-langkah yang seharusnya dilakukan untuk mengarahkan generasi muda kepada pemahaman dan internalisasi nilai-nilai (values) dan kebajikan (virtues) yang akan membentuknya menjadi manusia yang baik (good people). Melalui pendidikan karakter generasi muda dibimbing untuk secara sukarela mengikatkan diri pada norma-norma atau nilai-nilai (Buchori, 2002:2).

Karakter seseorang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan mendasari cara pandang, berpikir, sikap, dan cara bertindak orang tersebut. Kebajikan tersebut terdiri atas sejumlah nilai, moral, dan norma seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, hormat kepada orang lain. Barbara A. Lewis (2004) menambahkan di dalam bukunya berjudul: “Being Your Best” yang sudah dialihbahasakan, bahwa karakter baik merupakan kualitas positif seperti peduli, adil, jujur, hormat terhadap sesama dan bertanggung jawab.

Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila, meliputi:

  1. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik
  2. Membangun bangsa yang berkarakter Pancasila
  3. Mengembangkan potensi warga negara agar memiliki sikap percaya diri, bangga pada bangsa dan negaranya serta mencintai umat manusia.

Upaya pengembangan kualitas peserta didik dalam kepribadian dan karakter merupakan hal penting yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh. Kepribadian dan karakter bangsa yang mantap dan kokoh merupakan aspek penting dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ikut menentukan kemajuan suatu bangsa ke depan. Tantangan tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terutama bagi dunia pendidikan agar ujian berat ke depan dapat dilalui dan dipersiapkan oleh seluruh generasi bangsa Indonesia. Kata kunci dalam memecahkan persoalan tersebut terletak pada upaya penanaman dan pembinaan kepribadian dan karakter sejak dini.

Implementasi pendidikan karakter pada satuan pendidikan sekolah dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal sekolah antara lain: peran kepala sekolah, tata tertib sekolah, keberadaan silabus, kurikulum yang mendukung, integritas siswa, kedisiplinan guru, profesionalisme guru, sarana prasarana sekolah yang mendukung, visi dan misi sekolah, kedisiplinan peserta didik, integritas karyawan, penerapan sanksi bagi yang melanggar tata tertib secara tegas dan komitmen warga sekolah terhadap pembinaan dan pendidikan karakter bangsa. Sedangkan faktor eksternal sekolah antara lain: kondisi lingkungan sekolah, kondisi masyarakat di luar sekolah, budaya masyarakat sekitar, lingkungan keluarga, dan peran tokoh masyarakat.

Lickona (trj. 1991: 37-59) menegaskan bahwa proses pendidikan karakter dan moral yang efektif, di samping dilaksanakan oleh sekolah juga diperlukan dukungan dari pihak keluarga. Lebih lanjut Lickona (trj. 1991:57) menjelaskan bahwa meskipun sekolah mampu meningkatkan pemahaman awal para siswanya ketika mereka ada di sekolah, kemudian bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa sekolah mampu melaksanakan hal tersebut. Sikap baik yang dimiliki oleh anak-anak tersebut akan perlahan menghilang jika nilai-nilai yang telah diajarkan di sekolah tersebut tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan rumah.

Dalam upaya membangun budaya moral positif di sekolah, menurut Lickona (trj. 1991: 454-456) ada enam elemen penting yang harus dilakukan, yaitu:

  1. kepemimpinan moral dan akademik dari kepala sekolah
  2. Disiplin sekolah dalam memberikan teladan, mengembangkan dan menegakkan nilainilai sekolah dalam keseluruhan lingkungan sekolah
  3. Pengertian sekolah terhadap masyarakat
  4. Pengelola sekolah yang melibatkan murid dalam pengembangan diri yang demokratis dan dukungan terhadap perasaan “ini adalah sekolah kita dan kita bertanggung jawab untuk membuat sekolah ini sekolah sebaik mungkin yang dapat kita lakukan”
  5. Atmosfir moral terhadap sikap saling menghormati, keadilan, dan kerja sama menjadi nyawa bagi setiap hubungan di sekolah itu pula yang membuat hubungan orang dewasa di sekolah sebaik hubungan orang dewasa dengan para murid
  6. Meningkatkan pentingnya moral dengan mengorbankan banyak waktu untuk peduli terhadap moral manusia.

OLEH: Dr. Demina, M.Pd & Putri Wulandari & Keken Irma Yuri



Sumber

Baca Selengkapnya

Kolom & Opini

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi – siarminang.net

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi – Beritasumbar.com

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.

Tetapi yang lebih memprihatinkan pada bidang pendidikan. Karena pendidikan menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Namun pada era pandemi saat ini suasana belajar dan proses pembelajaran menggunakan daring. Kita dituntut untuk dapat mengondisikan atas terjadinya fenomena ini. Bagaimana pembelajaran dapat berjalan lancar dan sukses.

Pembelajaran secara daring merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat pedagogi atau alat bantu pendidikan yang memungkinkan harus menggunakan akses internet dan teknologi informasi yang baik untuk menjadi fasilitas dalam pembentukan proses belajar dan pengetahuan melalui interaksi yang dilakukan.

Perkembangan teknologi pada zaman era modern ini sangatlah pesat hingga mampu mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia, bahkan sudah masuk hingga ke desa-desa terpencil. Sehingga memberikan banyak manfaat dan kemajuan di berbagai aspek. Perkembangan ini tentu merupakan sebuah keniscayaan karena semakin mudahnya pemanfaatan teknologi ini dapat diakses dan didapatkan oleh masyarakat. karena itu, informasi yang berkembang di masyarakat menjadi sangat cepat didapatkan dan tersebar dengan massif sehingga masyarakat menjadi tercerahkan dan peradaban pun berkembang.

Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam. Bahkan menit atau detik terutama berkaitan dengan teknologi elektronika. Penggunaan teknologi oleh manusia dalam membantu menyelesaikan pekerjaan merupakan hal yang menjadi keharusan dalam kehidupan. Perkembangan teknologi ini juga harus diikuti dengan perkembangan pada Sumber Daya Manusia (SDM).

Penggunaan teknologi pada saat pandemi ini sangat banyak sekali. Seperti yang sudah kita tahu salah satu teknologinya adalah handphone. Handphone merupakan teknologi yang rata-rata semua orang dapat memilikinya. Dengan handphone semua orang dapat mengakses banyak hal. Mengakses tentang bagaimana keadaan di negara-negara lain, informasi-informasi di belahan dunia.

Kita harus bisa menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya saat ini, karena dengan situasi pandemi seperti ini dapat memunculkan ide-ide kreatif, membuka peluang meningkatkan kreativitas bagi kita dengan membuat konten-konten yang menarik. Dengan terinspirasi dari berbagai konten yang unik yang ada di dunia maya, dapat meningkatkan kreativitas.

Yang dulunya tidak bisa menggunakan serta memanfaatkan teknologi yang ada, di masa pandemi ini kita dituntut menggunakan teknologi yang berkembang saat ini, dengan menggunakan berbagai macam aplikasi-aplikasi yang dapat membantu serta mempermudah dalam kegiatan kita.

Dengan adanya teknologi yang berkembang pesat ini, mampu digunakan dan dimanfaatkan untuk menjadi penunjang di dalam terselenggaranya proses belajar mengajar secara jarak jauh. Karena teknologi memiliki peranan yang mampu menjadikan proses belajar menjadi efektif dan mampu tetap berjalan dengan baik dimasa pandemi. Dengan teknologi yang ada akan lebih memiliki manfaat yang luas yang tidak hanya kita gunakan sebagai hiburan, namun juga kita gunakan untuk mengakses setiap pembelajaran menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada dengan baik dan tidak kaku akan teknologi.

Seperti dengan pembelajaran daring saat pandemi ini, banyak sekali teknologi media pembelajaran yang dapat kita gunakan, baik itu pada tingkat sekolah maupun di perguruan tinggi seperti Zoom, Google Meet, Google Classroom, E-Learning, WhatsApp Grup dan lainnya yang mampu menjadi penunjang fasilitas belajar dari rumah.

Media pembelajaran disebut juga sebagai atau atau sumber belajar yang dapat membantu pendidik dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada peserta didik. Dalam hal ini, jaringan internet menjadi hal yang paling penting dalam proses pembelajaran yang dilakukan karena tanpa adanya jaringan internet peserta didik tidak dapat mengakses media pembelajaran untuk melakukan pembelajaran.

Kemudian seperti berjualan, kita dapat menggunakan serta memanfaatkan aplikasi yang dapat membantu untuk mempromosikan barang dagangan kita.

Dengan itu semua orang nantinya dapat mengaksesnya. Di masa pandemi ini belanja online juga mulai menjadi gaya hidup masyarakat yang baru, dengan mengandalkan teknologi semua bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Dengan berbagai macam aplikasi-aplikasi tersebut semua orang dapat melakukan pembelian dengan cara online seperti membeli makanan, mengantarkan barang, dan lainnya.

Penulis: Dosen dan mahasiswa IAIN Batusangkar: Dr. Hj. Demina, M.Pd, Intan Diminiqu Sanda dan Nurhafizah



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer