Connect with us

kabupaten Solok

Minimnya Akses Internet Menjadi kendala pembelajaran Daring di Daerah Terpencil – siarminang.net

Minimnya Akses Internet Menjadi kendala pembelajaran Daring di Daerah Terpencil – Beritasumbar.com

Kabupaten Solok,siarminang.net,- Lubuk Tareh adalah salah satu jorong dari nagari Garabak Data kecamatan Tigo Lurah kabupaten solok. Namun untuk mencapai jorong ini harus masuk melewati Sawahlunto, Sijunjung dan Pulau Punjung kecamatan Dharmasraya. Selain terkenal karena lokasinya yang sulit jorong ini juga terkenal dengan kondisi alam yang masih alami.

Di jorong Lubuk tareh belum lama ini masuk arus listrik dan yang menjadi kendala
sekarang adalah masalah akses jaringan yang sangat dibutuhkan oleh setiap siswa dan
mahasiswa pada masa pandemi sekarang ini.

Untuk mengikuti pembelajaran daring siswa dan mahasiswa yang berada di jorong ini
harus Pergi ke kampung sebelah untuk mendapatkan jaringan agar bisa mengikuti
pembelajaran daring. Jalan yang di tempuh untuk mendapatkan jaringan guna mengikuti
pembelajaran daring ±30 menit perjalanan dengan kendaraan motor dan jalan yang di tempuhpun tidak begitu memadai apalagi ketika musim penghujan, jalur perjalanan yang di tempuh akan lebih sulit karna jalan tanah yang dibasahi air hujan akan mengakibatkan tanah
belumpur dan licin.

Dan pada saat sampai di lokasi tempat mencari jaringan mereka juga harus berjalan
kaki mendaki bukit yang menjadi perkebunan warga di daerah yang bernama mudik banai
kecamatan IX koto kabupaten dharmasraya.

Perjalanan pendakian yang di tempuh sekitar 10 menit berjalan kaki dan disana
terdapat tempat yang sudah di siapkan bersama- sama untuk tempat mencari jaringan dan
untuk berlindung dari panas dan hujan hanya di atapi dengan terpal berwarna biru.

Di lokasi ini lah para siswa dan mahasiswa berkumpul baik itu warga sekitar maupun
dari kampung sebelah, Sebagian dari mereka sudah berada ditempat tersebut pada pukul 07:
15 WIB dan mereka pulang pada sore hari ketika semua pembelajaran daring sudah selesai.
Untuk makan siang ada sebagian dari mereka yang membawa bekal dan ada juga yang pulang kerumah.

Karena tidak adanya jaringan di rumah dan untuk mendapatkan jaringan harus
menempuh perjalanan dengan motor para siswa dan mahasiswa yang terkendala dengan
jaringan seringkali tertinggal dalam materi pembelajaran dan mengakibatkan nilai mereka
menurun. jadi wajar saja bila pembelajaran daring sangat tidak efektif bagi mereka yang
terkendala jaringan.(Zul Fadri)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kabupaten Solok

KPU Apresiasi Kerja Nova Indra Sebagai Penyelenggara Pemilu – siarminang.net

KPU Apresiasi Kerja Nova Indra Sebagai Penyelenggara Pemilu – Beritasumbar.com

Padang Panjang, siarminang.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengapresiasi kerja Komisioner KPU Sumbar Almarhum Nova Indra sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu).

Anggota KPU RI, Pramono Ubaid Thantowi mengatakan dalam filosofinya, pohon bambu yang ditebang duluan itu yang lurus. Karena akan digunakan untuk tiang rumah dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan, dipanggilnya Nova Indra duluan, karena amalnya yang lurus dan diterima di sisiNya,” ungkapnya saat pemakaman Anggota KPU Sumbar, Nova Indra, di Lurah Sigando, Padang Panjang Timur, Kamis (20/5).

Pramono, KPU RI mengapresiasi semua yang dikerjakan Nova Indra selama menjadi penyelenggara pemilu.

“Semoga yang dikerjakan Nova Indra menjadi ladang kebaikan dan menuntunnya ke surga,” ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan maaf dan terima kasih kepada semua rekan-rekan Nova Indra.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu serta saudara-saudara semua. Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan keluarga kami, Nova Indra. Begitu juga, kalau ada utang-piutang, pihak keluarga akan menyelesaikannya,” ujar perwakilan keluarga Mantan Ketua KPU Kabupaten Solok itu.

Nova Indra meninggal setelah dirawat di RS Yarsi, Rabu (19/5) malam. Jenazah diberangkatkan dari RS Yarsi Payakumbuh ke Sumani Kabupaten Solok untuk disemayamkan. Kemudian diselenggarakan di rumah orangtuanya di Cupak.

Selanjutnya dimakamkan di pandam kuburan keluarga di Lurah Sigando, Gunuang, Padang Panjang. Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sumbar itu meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

“Keluarga besar KPU Sumbar sangat berduka, kehilangan seorang komisioner yang masih muda, energik, dan baik. Kami berdoa, semoga beliau diampuni segala dosanya, dan dilapangkan jalannya ke surga,” ungkap Ketua Divisi Hukum KPU Sumbar, Amnasmen.

Pemakaman yang penuh haru itu dihadiri oleh seluruh komisioner KPU Sumbar, KPU Kabupaten/Kota, sekretariat, serta kolega almarhum dari berbagai profesi dan organisasi. (Rel)



Sumber

Baca Selengkapnya

kabupaten Solok

Angin Puting Beliung Porak Porandakan 8 Rumah Warga di Jorong Sianggai-Anggai – siarminang.net

Angin Puting Beliung Porak Porandakan 8 Rumah Warga di Jorong Sianggai-Anggai – Beritasumbar.com

Kabupaten Solok ,siarminang.net,– Angin puting beliung menerjang rumah warga di Jorong Sianggai-anggai, Nagari Sarik Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada sore hari Jum’at (09 April 2021).

Sekitar pukul 16 sore saat warga baru kembali dari bekerja di sawah dan ladang, tiba-tiba angin puting beliung menerbangkan atap-atap rumah warga dan pepohonan sekitarnya. “Musibah ini mengakibatkan 8 rumah warga rusak parah dan pohon-pohon sekitarnya banyak yang tumbang” ungkap Maulana, salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat beberapa rumah yang atapnya sudah berserakan di tanah, dan tidak lagi layak untuk ditempati. Beberapa pohon tumbang juga menimpa rumah tersebut.

Maulana juga mengungkapkan bahwa warga yang rumahnya terdampak untuk sementara mengungsi dulu ke rumah saudara mereka atau rumah lain yang terdekat. “Saat ini rumah mereka belum bisa ditempati lagi, sementara mereka mengungsi dulu ke rumah saudara atau rumah lain yang terdekat” ungkapnya.

“Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, dan mereka yang tertimpa musibah bersabar menerimanya” ungkap Ulia salah seorang warga lainnya.

Sementara ini Kepala Jorong Sianggai-anggai belum memberikan keterangan lebih lanjut tentang musibah tersebut. (FS)



Sumber

Baca Selengkapnya

kabupaten Solok

Mahyeldi Dukung Pemajuan Kebudayaan Koto Gadang Koto Anau untuk Jadi Destinasi Wisata Dunia – siarminang.net

Mahyeldi Dukung Pemajuan Kebudayaan Koto Gadang Koto Anau untuk Jadi Destinasi Wisata Dunia – Beritasumbar.com

Kabupaten Solok, siarminang.net– Peninggalan sejarah memiliki potensi besar bagi kemakmuran masyarakatnya. Jika tidak dijadikan cagar budaya, keberadaannya akan mengalami kepunahan. Menyikapi hal tersebut, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, Peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) memprakarsai Penyusunan Grand Design Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau yang digelar pada 3 – 4 April 2021 di Depan Balai Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kabupaten Solok, Kecamatan Lembang Jaya, Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka acara tersebut mengatakan masyarakat Minangkabau dengan ketinggian budayanya dikenal dengan semangat gotong royong yang dituangkan dalam falsafah ‘adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah’. Syarak mangato adat mamakai. Di Sumatera Barat, menyatu antara budaya dengan nilai-nilai agama, yaitu Islam. Inilah kekhasan yang dimiliki oleh masyarakat di Minangkabau, Sumatera Barat. Dan kekhasan ini perlu diwariskan dan ditransformasikan”.

Seperti juga disampaikan Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memprogramkan Kawasan Gunung Talang, Kabupaten Solok untuk menjadi objek wisata destinasi nasional dan internasional. Koto Gadang Koto Anau sebagai salah satu nagari yang berada di Kawasan Gunung Talang sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini guna berbenah dan juga meningkatkan sumber daya manusianya agar memiliki daya tarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan tersebut. Karena itu, Pemprov Sumbar sangat mendukung pemajuan kebudayaan di Nagari Koto Gadang Koto Anau.

Mahyeldi juga mengatakan, satu-satunya daerah di dunia yang bisa kita melihat secara sekaligus empat danau, empat gunung, air panas dan dingin secara berdampingan, dan keunikannya yang lain, hanya ada di Kabupaten Solok.

Pemerintah Kanagarian Koto Gadang Koto Anau bertindak sebagai panitia penyelenggara acara tersebut, didukung oleh ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, bundo kanduang, Ikatan Keluarga Koto Gadang Koto Anau (IKKA) Kota Padang, dan masyarakat setempat. Selain Gubernur Mahyeldi, acara juga dihadiri oleh Mulyadi Marcos, SE., MM. (Plh. Bupati Solok), Nasripul Romika, S.Sos. (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok), Drs. Aprimas, MM. (mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat), Derliati, S.Sn, M.Pd. (mewakili Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat), Wardarusmen, SE., MM. (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat), Dra. Zusneli Zubir (Peneliti di BPNB Sumbar), Drs. Teguh Hidayat, M. Hum (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat – BPCB Sumbar), Dr. I Ketut Wiranyana (Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara), Aminulatif, SE., M.Pd. (Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat), dan Herianto, S.E. (Kasi Sejarah, Museum, dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok).

Selain itu juga dihadiri oleh Madra, SE, SH. (Anggota DPRD Kabupaten Solok),  Jon Firman Pandu (Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Solok Periode 2021 – 2026), Camat Lembang Jaya, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA. (Rektor Universitas Bung Hatta), Drs. Yoserizal, M.Sia. (Dosen FISIP UNAND), Onderus Zubir Dt. Bagindo Sati (Ketua Kerapatan Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau), Novi Lesmana (ahli waris Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan), Dra. Usjunaida (Ketua Bundo Kanduang Nagari Koto Gadang Koto Anau), Lilik Supardi, SE. (Ketua IKKA Padang), Edi Setiawan, A.md (Walinagari Koto Gadang Koto Anau), dan lainnya.

Zusneli Zubir, Peneliti senior sejarah dan Ketua Kelompok Kerja Sejarah yang juga putri daerah Nagari Koto Gadang Koto Anau pada kata sambutannya mengatakan bahwa Koto Gadang Koto Anau adalah salah satu nagari tertua di Sumatera Barat, dapat dibuktikan dari peninggalan sejarah yang ada. Di Koto Anau bisa kita temui batu telapak kaki. Batu tersebut sama seperti batu yang ada di peninggalan Kerajaan Tarumanegara, Bogor. Selain itu juga ada Batu Balkon, masyarakat setempat menyebutnya Batu Congkak, juga ada Batu Megalit, semua memiliki banyak makna dan cerita untuk pelajaran bagi kita.

“Koto Anau juga memiliki kerajaan, bernama Kerajaan Koto Anau. Jika sebuah daerah memiliki sebuah kerajaan, tentu jadi pertanda memiliki budaya yang cukup tinggi. Baik pada bidang adat istiadat, kuliner, pakaian, sangat banyak ditemui di Koto Anau untuk kita gali. Kekayaan tersebut bisa menjadi magnet wisata. Karena itu, semua yang hadir di acara ini agar dapat ikut menyusun grand design pemajuan kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, karena keinginan kita tersebut dapat diwujudkan jika dilakukan secara bersama-sama, demi kemajuan Koto Gadang Koto Anau,” kata Zusneli Zubir.

Pada kesempatan yang sama, Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Solok mengatakan, Kabupaten Solok mempersiapkan Pemajuan Kebudayaan, yang saat ini dilakukan di Nagari Koto Gadang Koto Anau. Ia berharap program ini didukung secara bersama-sama dari para pemuda-pemudi, stakeholder Nagari Koto Gadang Koto Anau, dengan bergandeng tangan memanfaatkan kesempatan sebagai pilot project pemajuan kebudayaan.

Acara pembukaan Penyusunan Grand Design Pemajuan Kebudayaan dan Peninjauan Objek Sejarah dan Budaya Koto Gadang Koto Anau Kabupaten Solok tersebut dimeriahkan dengan penampilan para generasi muda Koto Gadang Koto Anau membawakan Tari Piring, Tari Ambek-Ambek, Tari Mancak, dan silat. Kedatangan para tamu undangan diarak dari Kantor Walinagari hingga ke lokasi acara tersebut dengan permainan Momong dan Talempong, alat musik tradisi Koto Gadang Koto Anau, serta  disambut dengan Tari Galombang.

Setelah acara tersebut dibuka oleh Gubernur Mahyeldi, acara dilanjutkan dengan makan bajamba di Balai Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau, dengan sajian kuliner tradisi milik daerah tersebut, yaitu: Palai Ayam, Palai Pensi, Dendeng Bakuah, Gulai Dadah, Karupuak Jangek, Lamang Sarikayo, dan lainnya.

Usai makan bajamba, acara diteruskan dengan diskusi bersama untuk penyusunan grand design pemajuan kebudayaan, dilakukan di ruangan yang sama.

Diskusi tersebut dibuka dengan doa bersama. Untuk memulai diskusi, Zusneli Zubir mengatakan bahwa beberapa peninggalan sejarah di Koto Gadang Koto Anau sudah ada yang dihancurkan, disemen, dirusak, akibat dari ketidaktahuan masyarakat pada benda-benda bersejarah milik daerahnya yang sangat bernilai.

Teguh Hidayat, Kepala BPCB Sumbar menanggapi, 10 objek pemajuan budaya harus diiventarisasi dengan baik. Cagar budaya hanya menumpang saja. Di Koto Gadang Koto Anau masih banyak objek yang diduga sebagai cagar budaya, tapi kuncinya adalah sertifikasinya sebagai cagar budaya yang harus segera diajukan. Jika ada objek peninggalan sejarah yang dirusak, bila bukan cagar budaya, tidak ada regulasi yang bisa ditetapkan hukumnya.

Teguh Hidayat menyarankan kepada Pemerintah Nagari Koto Gadang Koto Anau agar membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk mendata objek peninggalan sejarah agar diajukan sebagai cagar budaya.

“Apakah betul objek yang mengalami pengrusakan yang disebut oleh Ibu Zusneli Zubir termasuk cagar budaya? TACB Kabupaten Solok perlu untuk menilai objek-objek yang diduga sebagai peninggalan sejarah. Secara pribadi saya mengatakan, Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan pantas jadi cagar budaya,” kata Teguh Hidayat.

Ketut Wiranyana, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara dengan wilayah kerja 5 provinsi di Sumatera menegaskan, berbicara grand design berarti berbicara program. Langkahnya, Pemerintah Kabupaten Solok membuat TACB untuk mencatat semua peninggalan sejarah di Koto Anau Koto Gadang, baik benda maupun tak benda. Setelah tahu potensi yang dimiliki, lalu prioritaskan mana yang bisa dilakukan terlebih dahulu, karena tidak mungkin semuanya untuk dilakukan secara bersamaan. Dari data tersebut lakukanlah pembenahan terhadap objek tersebut.

Herianto, Kasi Sejarah, Museum, dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok mengatakan sudah mendata objek-objek peninggalan sejarah di Kabupaten Solok, baik benda maupun tak benda. Tapi TACB belum dibentuk. Untuk Koto Gadang Koto Anau belum dilakukan pendataan atau inventarisasi. Rencananya, April 2021 akan dilakukan.

Ketut Wiranyana menegaskan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok seharusnya membuat TACB terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan pencatatan peninggalan sejarah. Karena TACB tersebut yang akan diakui dalam mendata dan mengajukan objek peninggalan sejarah yang layak diajukan sebagai cagar budaya.

“Bila data peninggalan sejarah tidak ada, Dana Alokasi Khusus dari pemerintah tentu tidak bisa turun,” kata Ketut Wiranyana.

Sementara itu, Aminulatif, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa di antara 10 pemajuan kebudayaan dan cagar budaya, tradisi lisan, ritus, dan permainan rakyat punya kaitan erat dengan program kerja Balai Bahasa. Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung pemajuan kebudayaan Koto Gadang Koto Anau untuk menjadi kampung budaya, banyak tradisi lisan, manuskrip, dan bahasa di Koto Anau berkaitan dengan program kerja Balai Bahasa. Ia berharap rencana Gubernur Mahyeldi untuk menjadikan Koto Gadang Koto Anau sebagai salah satu destinasi wisata nasional dan internasional di Kabupaten Solok dapat terwujud.

Aprisman, dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok mengatakan instansinya akan menilai objek peninggalan sejarah yang layak untuk disertifikasi yang berdampak baik bagi perekonomian masyarakat.

Wardarusmen, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada diskusi tersebut mengharapkan aksi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok untuk segera membentuk TACB, agar objek-objek peninggalan sejarah di Koto Gadang Koto Anau segera ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Bupati, dan disertifikasi.

Seperti dijelaskan Teguh Hidayat, semua pekerjaan harus dimulai dengan adanya data. Bicara cagar budaya Koto Anau, artinya berbicara data peninggalan sejarah di Koto Anau. Data peninggalan sejarah sangat diperlukan, terlepas dari benar atau salahnya. 

“TACB dibentuk oleh Kabupaten Solok, bila ada kendala deskripsi bisa minta bantuan data pada BPCB Sumbar dan Balai Arkeologi Sumut,” jelas Teguh Hidayat.

Lebih lanjut Teguh Hidayat menjelaskan, TACB adalah sekolompok orang yang punya kompetensi di bidang kebudayaan, khususnya cagar budaya, yang ditunjuk oleh Bupati. Mereka adalah orang-orang yang diberi kewenangan untuk mengajukan, menaikperingkatkan suatu cagar budaya. Dalam 30 hari Bupati harus segera menetapkannya sesuai dengan kajian dalam penilaian. Ketika suatu objek peninggalan sejarah telah ditetapkan sebagai cagar budaya, akan memperoleh perlindungan hukum sebagai sebuah cagar budaya.

Ketut Wiranyana juga menegaskan, “Walinagari harus memeriksa ulang data cagar budaya yang masuk, jangan sampai ada yang ketinggalan, lalu nilai cagar mana yang akan menjadi prioritasnya.”

Herianto memberitahu kepada para peserta diskusi tersebut bahwa dari 44 cagar budaya di Kabupaten Solok yang telah didata, 10 sudah disetujui sebagai cagar budaya. Sebelum pandemi Covid-19, TACB sudah dibentuk, tapi belum disetujui.

Edi Setiawan, Walinagari Koto Gadang Koto Anau menanggapi, bahwa menhir di Koto Anau masih sangat banyak, tapi belum digali lebih dalam. Pemerintah Kanagarian sudah membukukan data peninggalan di Koto Anau, dan nanti akan diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok.

Saat menutup diskusi tersebut, Zusneli Zubir mengatakan, BPNB Sumbar akan melakukan penelitian dan inventarisasi peninggalan sejarah di Nagari Koto Gadang Koto Anau. Ia berharap, semoga Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok dapat melakukan percepatan dalam membentuk TACB, agar dapat bergerak bersama-sama.

Rangkaian acara Penyusunan Grand Design Pemajuan Kebudayaan Koto Gadang Koto Anau tersebut ditutup dengan kunjungan para peserta diskusi ke beberapa objek peninggalan sejarah di daerah tersebut, yaitu Surau Anjuang, Makam Keramat Datuk Ketemenggungan, dan Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer