Connect with us

News

Ombudsman: perlu waspadai potensi kepadatan arus balik

Ombudsman: perlu waspadai potensi kepadatan arus balik


Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) – Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), menilai perlu peningkatan kewaspadaan dalam layanan publik berkaitan dengan potensi terjadinya kepadatan saat arus balik lebaran 1439 Hijriah.

“Layanan publik yang dimaksud adalah layanan transportasi, kesehatan dan lalu lintas,” kata Pelaksana Tugas Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi di Bukittinggi, Rabu.

Peningkatan kewaspadaan menurutnya diperlukan karena rentang waktu lebaran dengan jadwal masuk kerja yang lebih singkat dibanding rentang waktu mulai cuti dengan Idul Fitri.

Diperkirakan para pemudik akan meninggalkan kampung halaman secara serentak atau dalam waktu berdekatan sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

“Saat lebaran memang umumnya perkantoran cuti. Namun yang berhubungan dengan kesehatan, lalu lintas dan transportasi justru makin krusial sehingga mesti makin ditingkatkan,” katanya.

Dari pantauan Ombudsman di jalur utama Padang-Bukittinggi saat arus mudik terutama pada H-2 yang diprediksi sebagai puncak arus, kondisi yang terjadi dinilai belum terlalu padat.

Ia memperkirakan hal itu disebabkan karena masyarakat sudah mulai berangsur mudik sejak Jumat(8/6).

Selain arus lalu lintas, pihaknya memantau kondisi di pos-pos yang disediakan berdekatan dengan titik rawan macet mulai dari wilayah Padang Pariaman, Padang Panjang, Tanah Datar, Bukittinggi dan Pasaman.

Ia memberi perhatian pada kondisi pos yang lengkap dan pos yang tidak lengkap.

“Kami apresiasi pos di Malibo. Di sana lengkap mulai dari kepolisian hingga layanan medis untuk pertolongan pertama dan mobil ambulans, ada,” katanya.

Kemudian pos kesehatan di Koto Baru menjadi perhatian karena kurang lengkap. Pihaknya mengecek petugas piket medis tidak berada di posnya.

“Hal ini yang tidak boleh terjadi. Kami sudah konfirmasi langsung ke puskesmas terdekat dari pos dan memang yang bersangkutan minta izin keluar sebentar,” ujarnya.

Ia menyebutkan hasil pantauan Ombudsman pada masa mudik selanjutnya akan diteruskan pada pemangku kepentingan terkait di daerah agar segera ditindaklanjuti untuk kesiapan menghadapi arus balik.

Di samping itu, ia menginformasikan jika masyarakat mengalami masalah dalam layanan publik saat libur lebaran, dapat menghubungi nomor 081374227866. (*)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer