Connect with us

#jokowi

PAN Kritik Rencana Jokowi Tambah Jabatan 6 Wamen

PAN Kritik Rencana Jokowi Tambah Jabatan 6 Wamen


JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal menambah 6 jabatan baru yakni Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Partai Amanat Nasional (PAN) pun mengkritik wacana Presiden Jokowi itu.

Wakil Sekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay menilai penambahan 6 jabatan Wamen di Kabinet Indonesia Maju akan semakin membuat gemuk birokrasi. Karenanya, dia meminta Presiden Jokowi terlebih dahulu menjelaskan alasan wacana penambahan itu.

“Presiden Jokowi perlu menjelaskan alasan penambahan 6 orang wamen yang diwacanakan. Pasalnya, penambahan itu tentu akan menambah gemuknya birokrasi dan juga menambah anggaran operasioanal di kementerian,” ungkap Saleh kepada okezone, Sabtu (16/11).

Kata Saleh, Presiden Jokowi juga harus menerangkan tugas dan fungsi Wamen. Karena dia memandang adanya jabatan Wamen tersebut dikhawatirkan malah menjadi tumpang tindih dengan jabatan lainnya. “Jabatan tersebut dinilai bisa jadi tumpang tindih dengan para pejabat eselon I yang memang sudah ada,” imbuh dia.

Apabila alasan penambahan posisi Wamen untuk membantu kinerja sebuah Kementrian, Saleh pun menganggap tak tepat. “Kalau tujuannya untuk membantu, rasanya tidak tepat. Sebab, sudah ada dirjen dan pejabat eselon I lainnya yang memang bertugas mengawal seluruh program kementerian. Kalau ada wamen, dikhawatirkan akan tumpang tindih dengan para dirjen yang ada,” tandas Saleh. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#jokowi

Kiai Ma’ruf Lakukan Safari Politik ke Sumbar

Kiai Ma’ruf Lakukan Safari Politik ke Sumbar


Cawapres Kiai H. Ma’ruf Amin bersalaman dengan
tokoh masyarakat di MTI Canduang, Agam, Kamis (7/2). (*)

PADANG – Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin berkunjung ke Sumatera Barat, Kamis (7/2). Ma’ruf tiba di Bandara Internasional Minangkabau, sekitar pukul 08.50.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) berharap agar perhelatan Pilpres 2019 berjalan kondusif. Di samping itu, dirinya tak menampik keinginan untuk meraup suara sebanyak Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) itu, melakukan pertemuan dengan jemaah tariqah di Payakumbuh. yang datang tak terbilang banyaknya dan dialog berlangsung kondusif. Setelah itu, cawapres ini bergerak ke MTi canduang. Di sana, ia berdoa di makam Syekh Sulaiman ar Rasuli yang berada di halaman MTI.

“Kedatangan pak KH dalam rangka ziarah ka makam Inyiak Canduang. Alasannya, KH manyadari, Inyiak Canduang pernah belakar dengan eyangnya, Syekh Nawawi al-Bantani waktu di Makkah,” kata Zulkifli salah seorang pengurus MTi Canduang. KH tiba sekitar pukul 14.30 dan langsung manuju makam Inyiak Canduang. Pengurus menyampaikan riwayat singkat dan perjuangan Inyiak Canduang, setelah itu, cawapres ini diminta untuk mamimpin doa.

“Dimulai dengan Al-fatihah, tahlilan, doa dan disudahi dengan Al-fatihah,” kata Zul sapaan pengurus MTi ini.

Sausai itu ia manuju ruangan Rais MTIuntuk basilaturrahmi dengan ahli waris. Saat ini, Buya Canduang sedang diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Dari sana, ia dan rombongan meluncur ke rumah ahli waris imam besar masjidil Haram, Syekh Achmad Khatib al Minangkabawi. Sehabis dari sana singgah ke rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi dan bersilaturahmi dengan keluarga Proklamator itu.

Tak hanya itu, Ma’ruf meluncur ke Padang Pajang dan ziarah ke makam Hj. Rahmah el Yunisiyah, wanita hebat pendiri Diniyah Putri itu. Hari ini, Jumat  Ma’ruf akan memberi kuliah umum di Inna Muara dengan peserta mahasiswa UIN.

Harapan KH Ma’ruf berharap agar perhelatan Pilpres 2019 berjalan kondusif. Di samping itu, dirinya tak menampik keinginan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya dalam konsentrasi pemilihan kepala negara tersebut.

Saat ini banyak beredar berita bohong atau hoaks yang menyasar calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), khususnya mendekati Pilpres 2019. Kiai Ma’ruf mengimbau kepada ribuan jamaah dari Payakumbuh agar lebih teliti dalam menggunakan media sosial, seperti saat membagikan tautan melalui aplikasi Whats App, Facebook, maupun Twitter. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

#jokowi

Kiai Ma’ruf: Jadilah Pemenang dengan Cara yang Baik 

Kiai Ma'ruf: Jadilah Pemenang dengan Cara yang Baik 


KH. Ma’ruf Amin saat usai pembekalan sekaligus menutup rapat kerja nasional (rakernas) tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Hotel Empire. (*)

SURABAYA –  Sebagai seorang ulama, Calon Wapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, mengingatkan para anggota tim pemenangan untuk menjadi pemenang dengan cara-cara yang baik serta benar. Yakni tak menggunakan hoaks dan kebohongan, tak boleh menjelek-jelekkan pihak lain.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf kepada wartawan usai memberi pembekalan sekaligus menutup rapat kerja nasional (rakernas) tim pemenangan di Hotel Empire, Minggu (28/10).

Kiai Ma’ruf mengingatkan hasil survei memang menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 lebih baik dibanding Prabowo-Sandi. Namun, usaha semaksimal mungkin harus terus dilakukan dengan semaksimal mungkin.

Namun, usaha semaksimal mungkin itu tak boleh dilakukan dengan segala cara. Masyarakat tetap harus mendapatkan proses pembelajaran yang baik serta benar di dalam Pemilu 2019 ini.

“Tetap tidak boleh ada kebohongan, kita tidak boleh memfitnah, tidak boleh hoax, tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain seperti itu. Kita santun tetap menjaga kesantunan,” kata Kiai Ma’ruf.

Menurutnya, jauh lebih baik bila yang dikabarkan adalah soal upaya maksimal Presiden Jokowi ketika memerintah. “Bahwa yang telah dilakukan Pak Jokowi itu sudah maksimal memberikan manfaat, memberikan maslahat pada bangsa ini,” ujar Kiai Ma’ruf.

Dia menyatakan juga rakernas ini, selain mengeluarkan putusan strategis, harus mendorong adanya fighting spirit kepada para anggota tim pemenangan di seluruh Indonesia. Semangat itu tetap di dalam koridor yang benar. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

#jokowi

Bupati Dukung Jokowi; “Kita Harus Tahu Baleh Budi”

Bupati Dukung Jokowi; "Kita Harus Tahu Baleh Budi"


Sejumlah orang Minang mengadakan kopi darat mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin. (*)

JAKARTA – Sepuluh kepala daerah di Sumatera Barat yang mendukung pasangan calon Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019 hari Kamis (4/10/2018) menemui Presiden Joko Widodo. Usai pertemuan, tiga di antara kepala daerah tersebut menghadiri kopi darat #MinangPemilihJokowi yang diadakan di sebuah restoran Minang di Jakarta Selatan.

Tiga kepala daerah tersebut yakni Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni dan Walikota Solok Zul Elfian. Sutan Riska yang mendapat giliran pertama bicara menyatakan, pilihannya mendukung Jokowi bagian dari raso pareso sebagai orang Minangkabau.

“Kita harus tahu raso jo pareso. Baleh budi. Pak Presiden datang Februari 2018 (ke kampung yang belum dialiri listrik), saya minta listrik, sekarang sudah jalan listriknya” kata Sutan Riska yang terpilih jadi bupati di usia 26 tahun itu.

Sutan Riska bercerita, saat dilantik 2016 lalu, dia mempunyai semangat dan mimpi yang besar untuk Dharmasraya. Namun baru menjabat dia bertemu kenyataan, APBD yang kecil.

“Permintaan belanja dua triliun rupiah, uang kita cuma Rp900 miliar. Belanja pegawai saja sudah Rp600 miliar, apa bisa kita membangun dengan Rp300 miliar?” kata Sutan Riska.

Itulah akhirnya Sutan Riska melobi pemerintah pusat memberikan bantuan pembangunan untuk Dharmasraya. Progran elektrifikasi pun dilancarkan, sehingga kini tak ada lagi kecamatan yang tidak diterangi listrik.

Bupati Hendra Joni bercerita dengan semangat soal dukungannya terhadap Jokowi. Senada dengan Sutan Riska, saat baru terpilih, dia menemui kenyataan rendahnya pendapatan asli daerah. Dia pun aktif melobi pemerintahan pusat untuk menggelar proyek nasional di kabupatennya. Beberapa di antaranya gol.

“Jalan dari Painan ke Silaut seperti jalan tol. Itu anggarannya Rp900 miliar. Siapa yang bantu? Pemerintah pusat,” ujar mantan polisi itu.

Momen yang membuat Hendra Joni terkesima dengan Jokowi adalah ketika presiden berkunjung ke Mandeh 2015. Jokowi bertanya, mengapa pengembangan kawasan wisata Mandeh ini mangkrak selama 15 tahun. Hendra menjawab masalahnya pada jalan akses.

“Dia langsung spontan, ini jalan harus dibangun,” kata Hendra mengulang pernyataan Jokowi. Kini Mandeh pun berkembang jadi kawasan wisata andalan Sumatera Barat.

Hendra menyebut, lebih dari Rp2 triliun anggaran pusat mengucur untuk pembangunan Pesisir Selatan. Itulah sebabnya pada Pemilihan Presiden 2019 ini, Hendra pun meninggalkan Partai Amanat Nasional yang mendukung calon presiden berbeda.

Baginya, soal memilih Jokowi adalah soal yang cerdik dan ingin memperbaiki keadaan.

#MinangPemilihJokowi adalah gerakan yang diinisiasi sejumlah orang Minang yang kerap bercengkerama di media sosial. Salah satu pencetusnya, Yoss Fitrayadi atau lebih dikenal sebagai @ubegebe1 di Twitter, menyatakan kopi darat ini adalah yang kelima kali digelar.

“Salah satu alasan kami mendukung Pak Jokowi karena dia membuktikan mimpi anak-anak Indonesia. Dia bukan siapa-siapa, orang biasa, sekolah, berusaha, dan tiba-tiba jadi presiden,” ujar Yoss yang sehari-hari berprofesi di bidang swasta itu.

Kopi darat ini juga dihadiri sejumlah orang Minang yang menjadi calon anggota DPR dari partai-partai yang mendukung pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf. Salah satunya adalah Merry Basril, calon anggota DPR Partai Nasdem dari daerah pemilihan Sumatera Barat II.

Merry yang ditemui di sela-sela kopi darat menyatakan pertemuan ini baik sekali karena membantah kabar-kabar hoaks seputar Jokowi.

“Tadi kita dengarkan bagaimana bupati-bupati itu mendukung Jokowi karena pilihan rasional untuk membangun Sumatera Barat,” kata Merry. “Terbukti hoaks-hoaks yang beredar soal alasan bupati-bupati itu mendukung Jokowi karena tekanan terbantahkan,” kata Merry. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer